-->
Motivasi Menulis
Aspek Konsep Diri

Aspek Konsep Diri

Aspek Konsep Diri - Hurlock (1993:237) menyebutkan bahwa konsep diri mempunyai
beberapa aspek yang tercakup di dalamnya, yaitu:


  • Aspek fisik, merupakan konsep yang dimiliki oleh individu tentang penampilannya, termasuk didalamnya adalah kesesuaian dengan seksnya. Fungsi tubuhnya yang berhubungan dengan semua perilakunya, serta pengaruh gengsi yang diberikan oleh tubuhnya dimata orang lain yang melihatnya.



  • Aspek Psikologis, yaitu terdiri dari konsep individu yang berkaitan dengan kemampuan dan ketidakmampuannya, harga dirinya dan juga hubungannya dengan orang lain. Semua persepsi individu yang berkaitan dengan perilakunya yang disesuaikan dengan standar pribadi yang terkait dengan cita-cita, harapan, dan keinginan, tipe orang yang diidam-idamkan, dan nilai yang ingin dicapai.


Dari kedua aspek tersebut, yakni aspek fisik dan aspek psikologis, merupakan perpaduan antara dua hal yang saling berpengaruh dalam pembentukan konsep diri seseorang. Aspek psikologis yang merupakan aspek dari dalam berkaitan pula dengan penilaian individu terhadap hasil yang ingin dicapai, dengan mencoba menganalisis seberapa jauh perilaku individu tersebut sesuai dengan ideal diri, individu merasa dicintai, dikasihi, orang lain dan mendapat penghargaan dari orang lain. Selain itu pada aspek fisik , juga termasuk di dalamnya adalah sikap dan persepsi individu terhadap tubuhnya, yang meliputi didalamnya penampilan, fungsi, serta semua aspek yang berkaitan dengan potensi fisiknya.
Komponen Konsep Diri

Komponen Konsep Diri

Komponen Konsep Diri - Konsep diri menurut Cooley (dalam Rakhmat, 1994) disebut dengan looking glass self yaitu bagaimana orang lain menilai penampilan kita dalam diri cermin (Rakhmat, 1994:112). Sedangkan menurut Symond (dalam Suryabrata, 1995) bahwa konsep diri sebagai cara bagaimana seseorang bereaksi terhadap dirinya sendiri dan konsep diri ini mengandung pengertian tentang bagaimana orang berfikir tentang dirinya sendiri, bagaimana orang berusaha dengan berbagai cara untuk menyempurnakan dan mempertahankan diri (Suryabrata 1995:247).

Dengan demikian ada dua komponen konsep diri, yakni komponen kognitif dan komponen afektif. Dalam psikologi sosial, komponen kognitif disebut dengan citra diri (self image), sedangkan komponen afektif disebut dengan harga diri (self esteem).

Sependapat dengan yang disampaikan oleh Anita taylor tersebut diatas, menurut Hardy Malcom (dalam Soenardji, 1988) bahwa konsep diri terdiri dari :

  1. Citra Diri (self image) bagian ini merupakan deskripsi yang sangat sederhana, misalnya saya seorang mahasiswa, saya seorang adik, saya berambut panjang, saya bertubuh gendut dan lain sebagainya.
  2. Harga diri (self esteem) dimana bagian ini meliputi suatu penilaian terhadap perkiraan mengenai pantas diri (self woth).

Dari dua pembagian di atas, maka konsep diri mencakup pandangan individu akan dimensi fisiknya, karakteristik pribadinya, motivasinya, kelemahannya, kegagalannya dan sebagainya. Sejalan dengan yang dikemukakan oleh Hardy Malcom tersebut diatas, Brooks (dalam Rakhmat,1999) juga mengemukakan bahwa pandangan ini bisa bersifat psikologis, sosial, dan fisik, yaitu gambaran yang dimiliki seseorang tentang dirinya.

Konsep ini merupakan gabungan dari keyakinan yang dimiliki seseorang tentang dirinya sendiri, menyangkut berbagai macam hal diantaranya, karakteristik fisik, psikologis, sosial, dan emosional, aspirasi dan prestasi.

Pietrofesa (dalam Mappiera, 1997) menyebutkan tentang dimensi citra diri sebagai berikut :
1. Dimensi pertama, yaitu diri sebagaimana dilihat oleh diri sendiri.
2. Dimensi kedua, yaitu diri dilihat sebagai orang lain.
3. Dimensi ketiga, yaitu mengacu pada tipe-tipe orang yang dikehendaki tentang dirinya.

Dari ketiga dimensi yang tersebut diatas, konsep diri terdiri dari bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri sebagai pribadi, bagaimana seseorang merasakan tentang diri sendiri, dan bagaimana orang tersebut menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana yang diharapkan.

Pengertian konsep diri berdasarkan beberapa definisi tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa konsep diri merupakan sesuatu yang berkenaan dengan pandangan, pendapat, dan perasaan individu terhadap dirinya sendiri yang berhubungan dengan cara pandang lingkungan terhadap dirinya baik itu secara fisik maupun psikologis.

Pengertian Konsep Diri

Pengertian Konsep Diri - Konsep diri merupakan elemen terpenting dalam perkembangan dan kepribadian individu pada lingkungan kelurga. Orangtua sebagai bagi teladan anaknya hendaknya memberikan pola asuh dan pola komunikasi yang baik, karena anak merupakan amanat bagi setiap orangtua, baik ayai buruk perkembangan setiap anak sangat tergantung pada baik atau buruknya pembiasaan yang diebrikan kepadanya.

Ilustrasi: Konsep diri


Ketidaksempurnaan perkembangan individu seringkali berdampak besar pada instabilitas konsep diri individu terutama pada masa remaja. Eriksson menjelaskan bahwa masa remaja berkaitan erat dengan perkembangan Sense of identity versus role confusion yaitu kesadran konsep diri yang dihadapkan pada berbagai pertanyaan yang menyankut keberadaan diri, masa depan, peran sosial dalam keluarga, masyarakat, dan kehidupan beragama. Apabila remaja berhasil memahami diri, peran dan makna hidup beragama, maka remaja akan memiliki konsep diri positif. Sebaliknya remaja yang kurang berhasil akan mengalami kebingungan, kurang dapat menyesuikan dengan diri sendiri dan orang lain atau memiliki konsep diri negatif.

Hurlock mengemukakan bahwa konsep diri merupakan gabungan dari keyakinan fisik, psikologis, sosial, emosional, aspirasi, dan prestsi yang dicapai individu. Konsep diri diartikan sebagai semua perasaan, kepercayaan, dan nilai dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain.

Calhoun dan Acocella mendefenisikan bahwa konsep diri adalah gambaran mental diri yang terdiri dari pengetahuan diri, pengaharapan diri, dan penilaian diri. Pengetahuan diri merupakan informasi. Menurut Burns (1982), konsep diri adalah hubungan antara sikap dan keyakinan tentang diri kita sendiri. Sedangkan Pemily (dalam Atwater, 1984), mendefisikan konsep diri sebagai sistem yang dinamis dan kompleks diri keyakinan yang dimiliki seseorang tentang dirinya, termasuk sikap, perasaan, persepsi, nilai-nilai dan tingkah laku yang unik dari individu tersebut.

Konsep diri merupakan penentu sikap individu dalam bertingkah laku, artinya apabila individu cenderung berpikir akan berhasil, maka hal ini merupakan kekuatan atau dorongan yang akan membuat individu menuju kesuksesan. Sebaliknya jika individu berpikir akan gagal, maka hal ini sama saja mempersiapkan kegagalan bagi dirinya.

Pengertian Giftedness

Pengertian Giftedness - Giftedness adalah individu yang memiliki kemampuan unggul dalam bidang akademis secara umum dengan skor IQ yang tinggi pada pengerjaan tes kecerdasan antara 125 sampai 140.  Secara umum individu yang Gifted merujuk pada mereka yang menampilkan karakteristik kemampuan superior. Karakteristik tersebut seperti dapat berbicara lebih dini, dapat membaca lebih awal, dapat mengerjakan pekerjaan sekolah dengan mudah, dan dapat perhatian dari teman-temannya. Individu Gifted belum tentu Genius, sebab gifted belum tentu memberikan kontribusi unik pada lingkungannya dalam kurun waktu tertentu, tetapi orang genius  sudah pasti seorang gifted.

Pengertian Giftedness

Albert Einstein


Tidak hanya sampai pada perjalanan panjangan menemukan definisi giftedness. Kata “Gifted” seringkali disandingkan dengan kata “Talented”. Padahal kedua kata tersebut mengandung maksud yang berbeda. Gagné (1985, 1991) melalui tulisannya yang berjudul Toward a Differentiated Model of Giftedness and Talent menerangkan bahwa, giftedness adalah kompetensi di atas rata-rata dalam kemampuan manusia. Sedangkan talented adalah Performa dalam bidang tertentu.

Kemudian apa bedanya gifted dan genius (jenius)? Genius merujuk pada individu yang telah menampilkan kemampuan tingkat tinggi yang luar biasa pada prestasi bermakna, sedangkan giftedadalah secara umum merujuk pada mereka yang menampilkan tanda-tanda atau indikasi kemampuan superior. Jadi, seorang gifted belum tentu orang yang jenius, sebab gifted belum tentu memberikan kontribusi unik pada lingkungannya dalam kurun tertentu, tetapi orang jenius sudah pasti seorang gifted. Contoh orang jenius bisa diwakili oleh Bapak B.J. Habibie yang banyak memberikan kontribusi yang mengagumkan dalam bidang teknologi penerbangan di Indonesia dan dunia, juga berkontribusi atas perkembangan demokrasi di Indonesia.


Lain halnya dengan gifted disinkroni (Asynchronousgifted) yakni individu gifted yang mengalami disinkronitas (ketidakselarasan) dalam tumbuh kembangnya, di beberapa aspek melebihi atau meninggalkan teman sebayanya tetapi di beberapa hal malah tertinggal. Contoh dari individu dengan gifted disinkroni adalah Albert Einstein yang saat kecil terdiagnosa sebagai anak yang menderita autisme karena keterlambatan berbicara (speech delay) namun ternyata setelah dewasa keluar dari kriteria autisme berkomunikasi lancar, bersosialisasi dengan baik, dan menjadi fisikawan dunia yang terkenal dan berprestasi.




Masalah Stres

Masalah Stres - Stres adalah suatu bentuk gangguan emosi yang disebabkan adanya tekanan yang tidak dapat diatasi oleh individu. Di sekolah siswa mungkin mengalami stres saat hubungannya dengan temannya tidak bisa berjalan baik, atau saat mereka menghadapi ujian. Sering terjadi siswa atau mahasiswa ditekan terus-menerus untuk menyelesaikan tugas-tugas dalam waktu yang semakin sedikit. Stres terjadi jika seseorang dihadapkan pada periswatia yang mereka rasakan sebagai mengancam kesehatan fisik dan psikologisnya. Peristiwa-peristiwa tersebut disebut stresor, dan reaksi orang terhadap peristiwa tersebut dinamakan respon stres. Stres yang berlanjut dapat menimbulkan gangguan emosi yang menyakitkan seperti kecemasan dan depresi.

masalh stres


Stres bisa disebabkan oleh beberpa faktor, sperti keinginan yang bertentangan, peristiwa traumatis, peristiwa yang tidak bisa dikendalikan, peristiwa yang tidak bisa diprakirakan, peristiwa di luar batas kemampuan, dan konflik internal sering sebagai sumber stres seseorang. Atkinson, dkk. (1998) menyatakan bahwa sumber stres yang paling jelas adalah peristiwa traumatis, seperti situasi bahaya ekstreem yang berada di luar kemampuan manusia, misalnya; bencana alam, seperti gempa bumi dan banjir; bencana buatan manusia; seperti perang; dan kecelakaan nuklir; kecelakaan yang mengerikan, seperti tabrakan mobil atau pesawat terbang; penyerangan fisik, seperti pemerkosaan, atau upaya pembunuhan.

Konseli yang mengalami stres ringan dan sedang masih bisa dibantu konselor dengan konseling, tetapi bila stres yang dideritanya kategori berat, maka kosnelor harus merujuk (mereferal) kepada psikiater. Kasus stres berat membutuhkan penanganan medis dan layanan psikoterapi.
Pengertian Fobia

Pengertian Fobia

Pengertian Fobia - Fobia adalah ketakutan yang cukup kuat dan cukup bertahan untuk mempunyai efek yang cukup parah dan melumpuhkan dalam kehdupan sehari-hari seseorang. Sebagai contoh , fobia terhadap ular menahan orang untuk melakukan berbagai pekrjaan dan menikmati berbagai aktivitas rekreasi. Fobia dan ketakutan dipelajari melalui kontak langsung, generalisasi yang tidak tepat, dan terutama melalui pengalaman observasi. Mereka sulit  untuk dihilangkan karena orang yang mengalami fobia sering kali menghindari objek yang mengancam. Apabila objek yang ditakuti tidak dihadapi, fobia akan bertahan selamanya.


Bandura mengasumsikan bahwa televisi dan media informasi lainnya banyak menciptakan ketakutan kita. Kasus-kasus pemerkosaan, pencurian bersenjata, atau pembunuhan yang dipublikasikan secara luas dapat meneror suatu komunitas, membuat orang hidup dalam keterbatasan di balik pintu terkunci. Kebanyakan orang tidak pernah diperkosa, dirampok, ataupun dilukai dengan sengaja; tetapi banyak yang hidup dalam ketakutan akan diserang oleh kriminalitas. Tindakan kriminal kejam yang terlihat acak dan tidak dapat diprediksikan lebih mungkin untuk meningkatkan reaksi fobia.

Sesaat hal tersebut dikukuhkan, fobia akan bertahan oleh penyebab berikutnya, yaitu penguatan negatif yang diterima oleh orang fobia dengan menghindari situasi yang menyebabkan ketakutan. Sebagai contoh, saat manusia berharap untuk mendapatkan suatu pengalaman yang tidak diinginkan saat berjalan di taman kota, mereka dapat mengurangi rasa terancam dengan tidak memasuki taman atau bahkan berada di sekitarnya. Dalam contoh berikut, perilaku disfungsi (menghindari) muncul dan bertahan oleh interakis mutual dari ekspektasi manusia, lingkungan eksternal, dan faktor perilaku (pengalaman terdahulu dengan rasa takut).

Pengertian Hukum Proximodistal

Pengertian Hukum Proximodistal - Hukum Proximodistal adalah hukum yang berlaku pada pertumbuhan fisik, dan menurut hukum ini pertumbuhan fisik berpusat pada sumbu dan mengarah ke tepi. Alat-alat tubuh yang terdapat di pusat, seperti jantung, hati, dan alat-alat pencernaan lebih dahulu berfungsi daripada anggota tubuh yang ada di tepi. Hal ini tentu saja karena alat-alat tubuh yang terdapat pada daerah pusat tepi itu lebih vital  daripada misalnya anggota tubuh yang ada di tepi. Hal ini tentu saja karena alat-alat tubuh yang terdapat pada daerah pusat itu lebih vital daripada misalnya anggota gerak seperti tangan dan kaki. Anak masih bisa melangsungkan kehidupannya bila terjadi kelainan-kelainan pada anggota gerak, akan tetapi bila terjadi kelainan sedikit saja pada jantung atau ginjal bisa berakibat fatal.

Perkembangan fisik

Ditinjau dari sudut biologis, sudut anatomis, sudut ilmu faal masih banyak lagi ketentuan yang berhubungan dengan pertumbuhan, struktur dan fungsi, serta kefaalan anggota tubuh. Misalnya dalam hal kematangan, anggota-anggota tubuh akan tumbuh, berkembang, dan berfungsi yang tidak sama antara satu dengan lainnya. Contohnya terlihat pada kelenjar-kelenjar kelamin, yang baru mulai berfngsi (matang) ketika anak memasuki masa remaja. Pada saat ini terjadi perubahan besar pada bentuk tubuh, yang bahkan juga mempengaruhi perubahan pada kehidupan psikisnya.

Pengertian Konseling

Pengertian Konseling - Shertzer dan stone, setelah menyitir delapan definisi konseling secara kronologis, sampai menemukan beberapa perbedaan sangat jelas di antara definisi-definisi, yang disadur, sebagai berikut:

Pengertian Konseling

  1. Definsi yang mula-mula, awal, memberi penekanan pda hal ikhwal kognitif (melakukan penafsiran fakta-fakta) sedangkan definisi trbaru menekankan pengalaman afektif (memberi makna pribadi bagi tingkah laku) di samping dimensi-dimensi kognitif.
  2. Definisi-definisi awal memperkenalkan konseling sebagai hubungan "empat mata" (Satupersatu) sedangkan definisi mutakhir lazim mengacu pada adanya lebih dari dua konseling.
  3. semua definisi menegaskan bahwa konseling adalah suatu proses. Proses (sejumlah fenomena yang menunjukkan perubahan terus menerus sepanjang waktu) menegaskan bahwa konseling bukanlah suatu kejadian tuggal melainkan melibatkan tindakan-tindakan beruntun dan berlangsung maju-berkelanjutan ke arah suatu tujuan.
  4. Definisi-definisi umumnya menetapkan bahwa konseling adalah suatu saling hubungan dan bahwa hubungan itu ditandai oleh kehangatan, suasana pembolehan (permissiveness), pemahaman, penerimaan, dan sebagainya.
  5. Beberapa definisi melukiskan pula para partisipan: konselor sebagai seorang profesional atau sebagai lebih "dewasa" atau sebagai lebih matang atau memiliki pengetahuan khusus; klien sebagai bermsalah, mengalami kecemasan, merasa terganggu, atau mengalami frustasi.
  6. Sebagian besar definisi menunjukkan bahwa pengaruh, hasil, konseling adalah peningkatan atau perubahan tingkah laku.

Pengertian Intelek dan Inteligensi

Pengertian Intelek dan Inteligensi - Menurut English & English dalam bukunya " A Comprehensive Dictionary of Psychological and Psychoanalitical Terms", istilah intelect berarti antara lain: (1) kekuatan mental di mana manusia dapat berpikir; (2) suatu rumpun nama untuk proses kognitif, terutama untuk aktivitas yang berkenaan dengan berpikir; (3) kecakapan, terutama kecakapan yang tinggi untuk berpikir;.

Ilustrasi: Inteligensi


Menurut kamus Webster New World Dictionary of the American Language, istilah intellect berarti:
  1. kecakapan untuk berpikir, mengamati atau mengerti; kecakapan untuk mengamati hubungan-hubungan, perbedaan-perbedaan, dan sebagainya. Dengan demikian kecakapan berbeda dari kemauan dan perasaan,
  2. kecakapan mental yang besar, sangat intelligence, dan
  3. pikiran atau intelegensi
Istilah inteligensi telah banyak digunakan, terutama di dalam bidang psikologi dan pendidikan, namun secara definitif istilah itu tidak mudah dirumuskan. Banyak rumusan tentang inteligensi, seperti yang dikemukakan oleh Singgih Gunarsa dalam bukunya Psikologi Remaja (1991), ia mengajukan beberapa rumus inteligensi sebagai berikut:
  1. Inteligensi merupakan suatu kumpulan kemampuan seseorang yang memungkinkan memperoleh ilmu pengetahuan dan mengamalkan ilmu tersebut dalam hubungannya dengan lingkungan dan masalah-masalah yang timbul.
  2. Inteligensi adalah suatu bentuk tingkah laku tertentu yang tampil dalam kelancaran tingkah laku.
  3. Inteligensi meliputi pengalaman-pengalaman dan kemampuan bertambahnya pengertian dan tingkah laku dengan pola-pola baru dan mempergunaannya secara efektif.
Wechler (1958) merumuskan inteligensi sebagai"keseluruhan kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah serta kemampuan mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.

Sebab-sebab Timbunya Cinta dan Jatuh Cinta

Sebab-sebab Timbunya Cinta dan Jatuh Cinta - Hampir setiap pemuda (laki-laki atau wanita) mempunyai dua tujuan utama, pertama, menemukan jenis pekerjaan yang sesuai, dan kedua menikah dan membangun sebuah rumah tangga (keluarga). Hal ini tidak selalu harus muncul dalam aturan tertentu, tetapi perlu dicatat bahwa seorang remaja akan mengalami jatuh cinta di dalam masa kehidupannya setelah mencapai belasan tahun.

Ilustrasi

Mulai saat itu laki-laki atau wanita berangan-angan untuk  menemukan pasangan hidup yang ideal. Hal ini tentu saja merupakan tugas yang berat. Gejala perilaku setiap orang jatuh cinta tidak selalu sama dan mungkin seorang remaja telah mempelajari peran seksual lebih baik dibandingkan remaja lain, dan sebaliknya terdapat remaja yang belum mengetahu peran seksual yang sebenarnya.

Saat ini para ilmuan mengetahui rasa suka adalah reaksi kimia otak. Rasa suka menghasilkan zat kimia di otak, namanya Dopamine dan zat Neropinephrine. Misalnya, Jika kalian tegila-gila bermain bola, maka permainan bola menyebabkan tubuh membuat zat Dopamine di otak.

Penemuan ini sedikit melegakan para ilmuan. Penemuan itu, berarti rasa suka yang dapat diatur oleh manusia. Maksudnya ketika kita marah, kita dapat memerintahkan otak kita agar kita berhenti marah. Dan ketika kita sangat menyukai seseorang, kita bisa menyampaikan ke otak ‘jangan mikirin dya terus! Cari kesibukan aja’ maka tubuh berhenti membuat zat Dopamine dan kita bisa berhenti untuk tidak memikirkan orang yang kita sukai.

Penelitian yang dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa pada saat masih bayi, cinta sudah dirasakan. Namun berbeda bentuk dengan cinta pada orang dewasa. Ini yang membuat orang berkesimpulan bahwa cinta sudah ada dalam gen manusia. Merupakan hal alamiah seseorang memiliki cinta. Cinta yang dialami seseorang pada saat dewasa diketahui tergantung pada tipe kelekatan yang dimiliki saat orang itu masih kecil.

Bayi akan memiliki kelekatan aman (secure) pada ibunya jika mendapat afeksi yang dalam dan dibiarkan independen. Pada saat dewasa, mereka akan merasa aman dengan keintiman dan mampu untuk percaya dan bergantung pada orang lain. Bayi yang memiliki kelekatan ambivalen (disebabkan karena dibiarkan tergantung pada ibu, mengalami takut dikendalikan atau dikerasi), maka ketika dewasa, mereka akan mudah jatuh cinta, sangat khawatir diabaikan, dan ingin mencari kedekatan yang sedekat-dekatnya dengan orang lain. Adapun bayi yang memiliki kelekatan menghindar karena banyak diabaikan secara emosional, pada saat dewasa akan merasa kurang nyaman dengan hubungan yang intim dan dekat, serta sulit bergantung pada orang lain.

Pengertian Tunagrahita

Pengertian Tunagrahita - Istilah tunarungu terbagi atas beberapa pengertian sebagai berikut:

Anak Tunagrahita


  1. Pengertian tunagrahita ditinjau dari segi terminologi tunagrahita berasal dari bahasa kawi, yaitu kata tuna berarti kurang, rusak, rugi, grahita berarti pikir atau kecerdasan, jadi tunagrahita adalah kerusakan pada kemampuan daya pikir.
  2. Pengertian tunagrahita ditinjau dari segi istilah: Istilah untuk pengertian tuna grahita di Indonesia, seperti lemah otak, lemah ingatan, tuna mental, lemah pikiran, cacat mental, dan terbelakang ,mental, namun kebanyakan pendidik memakai istilah terbelakang mental atau tuna grahita. Secara internasional istilahnya seperti mentally handicapped, mentally defected, mentally reterded, amentia, feebleminded dan mental deviciency. Kesemua itu mengandung arti adanya kelambatan dalam proses berpikir, emosi, sikap, dan kesulitan penyesuaian diri pada lingkungan.
  3. Pengertia tunagrahita ditinjau dari segi umum: Anak tuna grahita ialah mereka yang mempunyai tingkat kecerdasan dibawah kecerdasan anak normal sehingga tidak atau kurang memungkinkan untuk mengikuti program pendidikan di sekolah umum. Anak tuna grahita adalah anak yang keadaan dan pertumbuhan mentalnya demikian terbelakang daripada anak normal yang sebaya, atau intelegensinya dibawah rata-rata.

Sumber: Umy Kusyairi, 2012. Konsep diri remaja dengan orangtua berkebutuhan khusus. Makassar: Alauddin University Press

Pertumbuhan Fisik pada Manusia

pertumbuhan fisik pada manusia - Pertumbuhan Fisik adalah adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan-perubahan ini meliputi: perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, munculnya ciri-ciri kelamin yang utama (primer) dan ciri kelamin kedua (Sekunder).

Pertumbuhan Fisik pada Manusia

Menurut Muss yang dikutip oleh Sarlito Wirawan, untuk perubahan-perubahan fisik adalah sebagai berikut:

Pada anak perempuan:
  • Pertumbuhan tulang-tulang (badan menjadi tinggi, anggota-anggota badan menjadi panjang).
  • Pertumbuhan payudara
  • Tumbuh bulu yang halus berwarna gelap di kelamuan.
  • Mencapai pertumbuhan ketnggian badan yang maksimum setiap tahunnya.
  • Bulu kemaluan menjadi keriting.
  • Menstruasi atau haid.
  • Tumbuh bulu-bulu ketiak.
Pada anak laki-laki:
  • Pertumbuhan tulang-tulang.
  • Testis (Buah pelir) membesar.
  • Tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus, dan berwarna gelap.
  • Awal perubahan suara.
  • Ejakulasi (Keluarnya air mani)
  • Bulu kemaluan menjadi keriting
  • Pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimum setiap tahunnya.
  • Tumbuh rambut-rambut halus di wajah (kumis, janggut)
  • Tumbuh bulu ketiak.
  • Akhir perubahan suara.
  • Rambut-rambut di wajah bertambah tebal dan gelap.
  • Tumbuh bulu di dada.
Back To Top