-->
Motivasi Menulis

Sejarah Tangkuban Perahu

Sejarah Tangkuban Perahu - Tangkuban Perahu adalah sebuah gunung berapi yang terletak di Jawa Barat, Indonesia. Selain menjadi salah satu destinasi wisata populer di daerah tersebut, gunung ini juga memiliki sejarah yang menarik. Dalam artikel ini, kita akan membahas sejarah Tangkuban Perahu dan bagaimana gunung ini menjadi seperti yang kita lihat saat ini.

Sejarah Tangkuban Perahu
Sejarah Tangkuban Perahu

Legenda Tangkuban Perahu 

Menurut legenda, Tangkuban Perahu berasal dari kisah cinta antara Sangkuriang, seorang pemuda yang sangat kuat, dan Dayang Sumbi, seorang wanita cantik. Sangkuriang ingin menikahi Dayang Sumbi, tanpa menyadari bahwa wanita itu adalah ibunya sendiri. Ketika Dayang Sumbi mengetahui hal ini, ia meminta Sangkuriang untuk membuat sebuah danau dan sebuah perahu dalam satu malam. Jika Sangkuriang berhasil menyelesaikan tugas itu, ia akan mendapatkan izin untuk menikahi Dayang Sumbi.

Sangkuriang mencoba menyelesaikan tugas tersebut dengan bantuan roh-roh, namun mereka tidak dapat menyelesaikannya pada waktu yang ditentukan. Sangkuriang kemudian marah dan membalikkan perahu yang hampir selesai, sehingga perahu itu menjadi gunung yang kita kenal sekarang dengan nama Tangkuban Perahu.

Sejarah Geologi 

Secara geologi, Tangkuban Perahu terbentuk dari letusan gunung berapi yang terjadi jutaan tahun yang lalu. Gunung berapi ini memiliki bentuk kerucut yang terdiri dari beberapa kaldera atau kawah. Salah satu kawah terbesar di dalam gunung ini bernama Kawah Ratu, yang dikelilingi oleh dinding setinggi 200 meter.

Tangkuban Perahu terakhir meletus pada tahun 2013, menyebabkan penutupan sementara dari kawasan wisata. Letusan tersebut menimbulkan tanda-tanda awal dari aktivitas vulkanik yang lebih besar, sehingga pihak berwenang memutuskan untuk menutup gunung tersebut untuk sementara waktu.

Tempat Wisata 

Sejak zaman kolonial Belanda, Tangkuban Perahu telah menjadi tempat wisata yang populer. Para wisatawan menikmati pemandangan kawah yang menakjubkan, dengan udara yang sejuk dan segar. Terdapat beberapa jalur pendakian di sekitar gunung ini, yang mengarah ke beberapa titik pandang yang indah.

Baca Juga: Sejarah Sosial

Selain itu, ada juga beberapa legenda dan cerita rakyat yang terkait dengan gunung ini. Salah satunya adalah kisah Sangkuriang dan Dayang Sumbi, yang menjadi legenda populer di daerah tersebut. Legenda tersebut sering digunakan untuk memperkenalkan kebudayaan lokal kepada para wisatawan.

Di sekitar Tangkuban Perahu terdapat beberapa kios yang menjual oleh-oleh khas daerah, seperti keripik singkong, kacang rebus, dan bakso kuah. Ada juga beberapa restoran yang menyajikan makanan khas Sunda, seperti nasi timbel dan sate maranggi.

Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung berapi yang terkenal di Indonesia, baik dari segi keindahan maupun sejarahnya. Legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi yang terkait dengan gunung ini menjadi bagian dari kebudayaan lokal yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Selain itu, Tangkuban Perahu juga memiliki nilai geologi yang penting, sebagai salah satu gunung berapi aktif di Indonesia. Meskipun keindahan pemandangan dan sejarah yang menarik, namun pengunjung diimbau untuk tetap mematuhi aturan keamanan dan tidak merusak lingkungan sekitar.

Tangkuban Perahu adalah salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi bagi para penggemar alam dan sejarah. Keindahan kawah dan pemandangan yang menakjubkan, serta cerita legenda dan kebudayaan lokal yang terkait dengan gunung ini, membuat Tangkuban Perahu menjadi sebuah destinasi wisata yang unik dan menarik.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Sejarah Hari Pendidikan Nasional - Hari Pendidikan Nasional adalah peringatan yang dilakukan setiap tahun pada tanggal 2 Mei, yang bertujuan untuk memperingati lahirnya Ki Hadjar Dewantara, seorang tokoh pendidikan Indonesia yang terkenal. Ki Hadjar Dewantara adalah seorang guru, penulis, dan aktivis yang berjuang untuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi anak-anak yang kurang mampu.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional
Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Sejarah Hari Pendidikan Nasional dimulai pada tahun 1959, ketika pemerintah Indonesia memutuskan untuk memperingati ulang tahun Ki Hadjar Dewantara sebagai Hari Pendidikan Nasional. Pada saat itu, Ki Hadjar Dewantara telah meninggal dunia, tetapi jasanya dalam dunia pendidikan tetap dikenang dan dihargai oleh banyak orang.

Selama beberapa tahun pertama, peringatan Hari Pendidikan Nasional hanya dilakukan secara sederhana dengan mengadakan upacara di sekolah-sekolah dan di gedung-gedung pemerintah. Namun, seiring berjalannya waktu, peringatan tersebut semakin meriah dan melibatkan lebih banyak orang.

Pada tahun 1962, pemerintah Indonesia mengeluarkan keputusan untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional sebagai hari libur nasional, sebagai tanda penghargaan atas jasa Ki Hadjar Dewantara dan arti pentingnya pendidikan bagi bangsa Indonesia. Hari Pendidikan Nasional dianggap sebagai momen yang penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya pendidikan dan peran guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selama bertahun-tahun, peringatan Hari Pendidikan Nasional telah dijadikan momen untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap pendidikan di Indonesia. Banyak perdebatan dan diskusi yang diadakan dalam rangka mencari solusi terbaik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Beberapa isu yang menjadi perhatian dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah akses pendidikan yang masih terbatas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, kualitas pendidikan yang masih rendah, serta peran guru dan tenaga pendidik dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selain itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional juga sering dijadikan sebagai momen untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendidik yang telah memberikan kontribusi besar dalam dunia pendidikan. Para guru dan tenaga pendidik dianggap sebagai sosok yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momen yang tepat untuk menghargai jasa-jasa mereka.

Secara keseluruhan, peringatan Hari Pendidikan Nasional memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia, sebagai momen untuk memperingati jasa Ki Hadjar Dewantara dan memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Peringatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi dan refleksi terhadap pendidikan di Indonesia, serta memberikan penghargaan kepada para guru dan tenaga pendidik yang telah memberikan kontribusi besar dalam dunia pendidikan. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan, diharapkan Indonesia dapat mencapai tujuan untuk menjadi bangsa yang cerdas dan maju di masa depan.

Seiring perkembangan zaman, peringatan Hari Pendidikan Nasional semakin berkembang dan diadakan dengan berbagai cara yang kreatif dan inovatif. Selain upacara di sekolah dan gedung pemerintah, peringatan tersebut juga dilakukan melalui seminar, konferensi, dan acara lainnya yang diikuti oleh para guru, tenaga pendidik, pelajar, dan masyarakat luas.

Di era digital seperti sekarang, peringatan Hari Pendidikan Nasional juga dapat dilakukan secara online dengan menggunakan teknologi informasi. Berbagai platform digital seperti media sosial dan aplikasi video conference digunakan untuk mengadakan acara yang berkaitan dengan pendidikan, seperti diskusi, presentasi, dan pembelajaran online.

Baca Juga: Sejarah RA Kartini

Peringatan Hari Pendidikan Nasional juga dijadikan sebagai ajang untuk mengenalkan budaya dan tradisi Indonesia kepada anak-anak. Kegiatan-kegiatan seperti pentas seni dan budaya, pertunjukan tari dan musik, serta lomba-lomba budaya menjadi bagian dari peringatan tersebut. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya dan tradisi Indonesia, serta membantu anak-anak untuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam budaya tersebut.

Dalam perkembangannya, peringatan Hari Pendidikan Nasional juga menjadi momentum untuk mendorong pemerintah dan semua pihak yang terkait untuk lebih serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah telah melakukan berbagai program dan kebijakan seperti program wajib belajar 12 tahun, program sertifikasi guru, dan program pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Masih banyak anak-anak yang tidak memiliki akses pendidikan yang memadai, kualitas pendidikan yang masih rendah, dan keterbatasan sumber daya manusia dalam dunia pendidikan.

Dalam rangka mengatasi tantangan tersebut, diperlukan kerja sama dan dukungan dari semua pihak untuk memperkuat sistem pendidikan di Indonesia. Peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum yang tepat untuk merangkul semua pihak yang terkait dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Secara keseluruhan, peringatan Hari Pendidikan Nasional memiliki arti penting yang besar bagi bangsa Indonesia, sebagai momen untuk memperingati jasa Ki Hadjar Dewantara dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Dalam perkembangannya, peringatan tersebut juga menjadi momentum untuk mendorong pemerintah dan semua pihak yang terkait untuk lebih serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan kerja sama dan dukungan dari semua pihak, diharapkan Indonesia dapat mencapai tujuan untuk menjadi bangsa yang cerdas dan maju di masa depan.

Hari Kartini: Kelahiran dan Sejarah RA Kartini

Hari Kartini: Kelahiran dan Sejarah RA Kartini - RA Kartini adalah sosok yang sangat dikenal di Indonesia sebagai pahlawan wanita yang berjuang untuk hak-hak pendidikan dan emansipasi bagi wanita pada zaman penjajahan Belanda. Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah dari keluarga bangsawan Jawa yang terkenal. Namun, meskipun lahir dari keluarga yang berada, Kartini harus mengalami kesulitan dalam mendapatkan pendidikan yang layak.

Sejarah RA Kartini
Sejarah RA Kartini

Sejarah RA Kartini
Sejarah RA Kartini

Pada zaman penjajahan Belanda, pendidikan hanya diberikan pada kaum bangsawan dan orang Belanda, sementara masyarakat biasa, termasuk wanita, dilarang untuk bersekolah. Meskipun demikian, Kartini tetap berusaha untuk belajar dan membaca, bahkan ketika ia masih kecil. Kartini juga sering berbincang dengan ayahnya, RMAA Sosroningrat, yang menjadi sumber inspirasinya untuk terus belajar dan mencari ilmu.

Pada usia 12 tahun, Kartini dijodohkan dengan seorang bangsawan dari daerah lain yang berusia 24 tahun. Pada saat itu, perkawinan dianggap sebagai sebuah kewajiban bagi seorang wanita Jawa, dan Kartini merasa sangat tidak nyaman dengan nasibnya. Meskipun demikian, Kartini tetap berusaha untuk mengambil peluang yang ada untuk belajar, bahkan ketika ia sudah menikah dan memiliki anak.

Pada tahun 1903, Kartini mendirikan sebuah sekolah untuk wanita, yang disebut dengan Sekolah Ibu. Sekolah ini menjadi awal bagi wanita-wanita Jawa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, dan mengajarkan keterampilan seperti menenun, merajut, dan menjahit, selain pelajaran umum seperti membaca dan menulis. Selain itu, Kartini juga menulis surat-surat yang sangat terkenal, yang kemudian diterbitkan dalam buku "Habis Gelap Terbitlah Terang".

Surat-surat Kartini ini memuat pikiran-pikiran dan pandangannya tentang pendidikan dan emansipasi wanita. Ia berbicara tentang pentingnya wanita mendapatkan pendidikan yang sama dengan laki-laki, dan tentang kebebasan dan hak-hak wanita. Surat-surat ini juga menjadi inspirasi bagi banyak wanita di Indonesia untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

Sayangnya, Kartini meninggal dunia pada usia yang masih sangat muda, yaitu 25 tahun, karena penyakit yang dideritanya. Meskipun demikian, warisannya dalam bidang pendidikan dan perjuangan untuk hak-hak wanita sangat besar. Hari kelahirannya, yaitu 21 April, telah dijadikan sebagai Hari Kartini, dan menjadi momen penting untuk memperingati perjuangan Kartini dan menghargai perannya dalam perjuangan pendidikan dan emansipasi wanita di Indonesia.

Baca Juga: Kisah Wali Songo: Sunan Kudus

Di zaman sekarang, warisan Kartini masih terus dirasakan oleh banyak orang, terutama oleh para wanita di Indonesia. Pendidikan bagi wanita di Indonesia sudah semakin merata, dan semakin banyak wanita yang berkarir di berbagai bidang, termasuk di bidang politik dan ekonomi. Semangat perjuangan dan semangat belajar yang diwariskan oleh Kartini terus menginspirasi banyak orang, terutama wanita, untuk terus berjuang dan belajar demi meraih impian mereka. Banyak sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga yang mengadopsi gagasan Kartini dalam pendidikan, seperti pendidikan yang berlandaskan pada nilai-nilai kebangsaan, moral, dan etika.

Selain itu, beberapa kebijakan pemerintah juga telah dilakukan untuk mendorong pemerataan pendidikan bagi wanita, seperti program beasiswa dan subsidi pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu. Hal ini membuka peluang bagi banyak wanita Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak, sehingga mereka dapat lebih mandiri dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa.

Selain dalam bidang pendidikan, semangat perjuangan Kartini juga memberikan inspirasi bagi banyak wanita untuk terlibat dalam berbagai aktivitas sosial dan politik. Banyak wanita Indonesia yang menjadi aktivis dan memperjuangkan hak-hak perempuan, serta terlibat dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan dan lingkungan.

Dalam peringatan Hari Kartini setiap tahunnya, banyak sekolah-sekolah dan organisasi-organisasi mengadakan berbagai acara yang bertujuan untuk mengenang dan memperingati jasa-jasa Kartini. Acara-acara tersebut biasanya mencakup pementasan drama, seminar, dan kegiatan-kegiatan sosial.

Secara keseluruhan, warisan RA Kartini dalam perjuangan untuk hak-hak pendidikan dan emansipasi wanita sangat penting bagi bangsa Indonesia. Semangat perjuangannya menginspirasi banyak orang, terutama wanita, untuk terus berjuang dan belajar demi meraih impian mereka. Perjuangan Kartini telah membuka jalan bagi banyak wanita Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang layak, serta terlibat dalam berbagai aktivitas sosial dan politik yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, Hari Kartini adalah momen yang sangat penting untuk menghargai perjuangan dan warisan RA Kartini, dan untuk terus mengembangkan semangat belajar dan perjuangan dalam masyarakat Indonesia.

Sejarah Perkembangan Komputer

Sejarah Perkembangan Komputer - Sejarah perkembangan komputer dimulai pada abad ke-19 ketika Charles Babbage menciptakan mesin analitik pertama. Mesin ini dapat melakukan operasi matematika dan memori mekanik. Namun, mesin ini tidak pernah selesai dibuat.

Sejarah Perkembangan Komputer
Sejarah Perkembangan Komputer


Pada tahun 1937, John Atanasoff dan Clifford Berry menciptakan komputer elektronik pertama yang dinamakan Atanasoff-Berry Computer (ABC). Mesin ini dapat melakukan operasi dasar seperti penambahan dan pengurangan menggunakan sistem bilangan biner. Namun, mesin ini memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan masalah yang lebih kompleks.

Pada tahun 1943, komputer elektronik pertama yang dapat diprogram, ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Computer) dibuat. Komputer ini memiliki kemampuan lebih besar daripada mesin sebelumnya. Namun, ukurannya sangat besar dan mahal serta memakan waktu yang lama untuk merancang dan membangun.

Pada tahun 1949, John von Neumann menciptakan arsitektur von Neumann, yang merupakan dasar bagi komputer modern. Arsitektur von Neumann memungkinkan program dan data untuk disimpan dalam memori yang sama, dan instruksi dapat dilakukan pada data ini secara berurutan.

Pada tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) menjadi komputer pertama yang digunakan untuk keperluan komersial. Komputer ini dibuat oleh J. Presper Eckert dan John Mauchly. UNIVAC I digunakan untuk memproses data pemilihan presiden Amerika Serikat pada tahun 1952.

Pada tahun 1960-an, komputer mini dan mainframe mulai berkembang. Komputer mini lebih kecil dan lebih murah daripada komputer mainframe. Komputer mainframe, yang lebih besar dan lebih mahal, digunakan untuk mengolah data besar untuk organisasi besar seperti pemerintah dan perusahaan.

Pada tahun 1970-an, komputer mikro mulai muncul. Komputer mikro adalah komputer yang ukurannya lebih kecil dan harganya lebih terjangkau daripada komputer mini dan mainframe. Komputer mikro membuat teknologi komputer tersedia untuk orang biasa.

Pada tahun 1980-an, komputer personal mulai populer. Apple Computer memperkenalkan Macintosh, dan IBM memperkenalkan PC IBM. Komputer personal ini memungkinkan pengguna untuk memiliki komputer di rumah mereka sendiri.

Baca Juga: Sejarah Sebagai Seni

Pada tahun 1990-an, internet mulai berkembang dan menjadi semakin populer. Internet memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi dan berbagi informasi dengan orang di seluruh dunia.

Pada tahun 2000-an, komputer portabel, seperti laptop dan tablet, mulai populer. Komputer portabel ini memungkinkan pengguna untuk membawa komputer dengan mudah dan melakukan pekerjaan di mana saja.

Pada saat ini, teknologi komputer terus berkembang dengan pesat. Ada banyak jenis dan model komputer yang berbeda, dan komputer sudah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Dari sejarah perkembangan komputer, kita dapat melihat bagaimana teknologi ini terus berkembang dan memainkan peran penting dalam kehidupan manusia.

Inilah Pentingnya Mempelajari Ilmu Sejarah

Mengapa Perlu Mempelajari Ilmu Sejarah? Setelah membaca materi tentang ilmu sejarah sejak bangku SD dan SMP serta melakukan berbagai aktivitas, tentu kalian menemukan manfaat dari belajar ilmu sejarah. Ilmu sejarah mempelajari berbagai peristiwa pada masa lampau yang berguna untuk menjelaskan dan mengungkap berbagai peristiwa pada hari ini dan masa mendatang. 

Pentingnya mempelajari ilmu sejarah



Hal inilah yang dimaksud dengan masa lalu selalu aktual dan relevan. Disarikan dari berbagai sumber, kegunaan ilmu sejarah adalah: 
  • Menjelaskan bagaimana manusia dan tindakan mereka mungkin dipengaruhi oleh situasi politik atau masalah ekonomi atau kondisi geografi. Melalui sejarah, kita akan memahami perilaku manusia dan nilai-nilai suatu masyarakat. 
  • Memberikan pemahaman bahwa orang-orang pada masa lalu mungkin tidak memiliki nilai yang sama seperti yang kita miliki saat ini. Pemahaman tentang masa lampau akan membantu kita untuk menghindari kesalahan agar tidak terulang pada masa kini dan mendatang. 
  • Mengenal siapa diri kita sebagai pribadi dan mengenal siapa kita secara kolektif (sebagai bagian dari suatu kelompok masyarakat dan bangsa). Pemahaman tentang identitas akan menumbuhkan ikatan sosial (contohnya ketika kita mengetahui tentang sejarah keluarga maka akan menumbuhkan jiwa saling membantu karena menjadi bagian dari suatu keluarga). 
  • Memahami memori dan tradisi yang diwariskan oleh generasi sebelumnya ke generasi mendatang hingga bagaimana sejarah membentuk kondisi kita saat ini. 
  • Menumbuhkembangkan kecakapan berpikir kritis, kreatif, imajinatif, dan reflektif 
  • Menumbuhkembangkan kecakapan ilmiah seperti mencari sumber (heuristik), memilah sumber (verifikasi), dan menganalisis sumber sejarah (interpretasi).
Berdasarkan beberapa kegunaan belajar sejarah tersebut, dapatkan kalian menemukan manfaat lain yang belum tertuliskan? Tuliskan dalam kolom komentar yah !

Akibat Revolusi Rusia 1917

Akibat Revolusi Rusia 1917 - Pada 95 tahun yang lalu, kaum Komunis Bolshevik berhasil menggulingkan rezim Tsar Nicholas II dengan membentuk pemerintahan baru di Rusia. Aksi pimpinan Vladimir Lenin berawal dari pendudukan kota St. Petersburg (Petrograd).

Revolusi Rusia 1917

Revolusi berawal dari kekalahan militer Rusia dalam Perang Dunia I. Kelaparan merajalela menyebabkan rakyat mendambakan perubahan. Laman stasiun televisi The History Channel mengungkapkan Tsar Nicholas II dipaksa mengundurkan diri pada 15 Maret 1917 setelah muncul pemberontakan militer.

Kemenangan Revolusi 1917 bukan sesuatu yang jatuh dari langit begitu saja. Ia adalah kulminasi dari proses perkembangan sejarah yang panjang dan persiapan bertahun-tahun dari kaum Marxis Rusia. Kemenangan Revolusi 1917 akan mustahil tanpa keberadaan partai Marxis revolusioner, yang kita kenal sebagai Partai Bolshevik. Mengenai Revolusi Rusia tidak akan lengkap tanpa mengenai Partai Bolshevik. Tetapi mari kita mulai terlebih dahulu dengan mengenal Rusia sebelum revolusi.

Revolusi yang dilakukan kaum Bolsheviks membawa akibat sebagai berikut. 
  1. Dihapuskannya pemerintahan Tsar yang kolot untuk selamanya. Pemerintahan diubah dengan sistem satu partai (pemerintahan dipegang oleh satu partai). Cobalah bandingkan dengan sistem satu partai di Jerman (Hitler dengan NAZI-nya) dan di Italia (Mussolini dengan fasismenya). 
  2. Timbulnya demokrasi Soviet sebagai lawan dari demokrasi liberal. Demokrasi liberal atau parlementer dianggap Lenin kurang demokratis sebab biasanya parlemen diduduki oleh orang-orang dari kelas menengah ke atas, sementara rakyat jelata tidak tahu apaapa. Lenin lebih suka membentuk dewan-dewan rakyat (Soviet) yang mewakili suara masyarakat terbawah. Dewan-dewan rakyat ini kemudian akan memilih di antara mereka untuk menjadi wakil dalam dewan rakyat yang lebih tinggi. Mekanisme yang sama berlanjut hingga ke tingkat paling tinggi. 
  3. Modernisasi Rusia maju dengan pesat, terutama dalam bidang industri dan pertanian. Dalam kurun waktu lebih kurang empat puluh tahun, Rusia mulai dapat menyamai negara-negara industri lainnya di Eropa Barat dan Amerika. 
  4. Meluasnya komunisme di seluruh dunia. Hingga kini komunisme menjadi faktor kekuatan politik dunia yang perlu diperhitungkan.

Sejarah dan Perkembangan Agama Hindu

Sejarah dan Perkembangan Agama Hindu - Lahirnya agama Hindu ada hubungannya dengan kedatangan suku bangsa Arya ke India. Bangsa Arya masuk ke India sejak 1500 SM melalui Celah Kaiber (Afghanistan) dan mendiami Aryawarta (daerah yang berada di Lembah Indus, Lembah Gangga, dan Lembah Yamuna di Dataran Tinggi Dekhan). Bangsa Arya kemudian mendesak ras Dravida (penghuni asli India) dan terjadilah percampuran kedua ras suku bangsa tersebut. Percampuran budaya antara kedua ras itu disebut peradaban Hindu atau hinduisme.

Agama Hindu


Agama Hindu adalah sinkretisme antara kebudayaan Arya dan Dravida yang menyembah banyak dewa. Agama Hindu bersifat politeisme, artinya menyembah banyak dewa. Setiap dewa merupakan lambang kekuatan alam. Beberapa dewa yang terkenal adalah Trimurti (Brahma, dewa pencipta ; Wisnu, dewa pemelihara ; Syiwa, dewa perusak), Pertiwi (dewi bumi), Surya (dewa matahari), Bayu (dewa angin), Baruna (dewa laut), dan Agni (dewa api).

Kitab suci agama Hindu adalah Weda, artinya pengetahuan, yang terdiri atas empat bagian. 
a. Rigweda, berisi syair pujian terhadap para dewa. 
b. Samaweda, berisi syair dan nyanyian suci dalam upacara. 
c. Yajurweda, berisi doa-doa pengantar sesaji dalam upacara. 
d. Atharwaweda, berisi mantra untuk menyembuhkan orang sakit dan jampi untuk sihir serta ilmu gaib mengusir penyakit dan para musuh. 

Di India, paham Trimurti dikembangkan berpasangan dengan Trisakti yang meliputi: 
a. Saraswati, permaisuri Brahma, melambangkan dewi kebijaksanaan dan pengetahuan; 
b. Laksmi, permaisuri Wisnu, melambangkan dewi kecantikan dan kebahagiaan; 
c. Parwati, permaisuri Syiwa, melambangkan dewi keberanian dan kegarangan (durga).

Untuk mencapai nirwana, umat Hindu dapat melakukannya dengan tiga cara. 
a. Manusia wajib menjalankan dharma (memenuhi kewajiban sebagai manusia), artha (menjalankan pekerjaan sebagaimana mestinya), dan karma (tidak berlebihan merasakan kenikmatan duniawi). 
b. Bagi Triwangsa (brahmana, ksatria, waisya) wajib membaca kitab suci Weda. 
c. Melakukan upacara keagamaan yang berupa upacara kurban (yajna besar dan yajna kecil). Yajna besar, misalnya, penobatan raja, menghormati pemetikan buah pertama, dan upacara menyongsong datangnya musim. Adapun yajna kecil, misalnya, sembahyang di rumah sehari-hari, kelahiran anak, dan cukur rambut. 

Agama Hindu mengenal adanya upacara pengorbanan, yaitu kurban Soma dan kurban Asra Medha. Kurban Soma adalah upacara kebaktian yang terpandang suci di antara seluruh kebaktian di dalam Weda. Soma adalah sejenis cairan minuman yang memberi sifat kedewaan. Kurban Asra Medha adalah kurban kuda. Upacara-upacara kebaktian Hindu dilakukan oleh pejabat-pejabat agama, yaitu a. Brahmana (pendeta) yang menjabat sebagai kepala upacara, 
b. Hotri yang melagukan nyanyian keagamaan, 
c. Udgatri yang menabuh bunyi-bunyian dengan nada tertentu, dan 
d. Adhyarya yang menyiapkan tempat pemujaan dan tempat kurban serta persiapan lainnya sambil membacakan mantra.

Sejarah Masuknya Jepang ke Indonesia

Sejak pengeboman Pearl Harbour oleh angkatan Perang Jepang pada 8 Desember 1941, serangan terus dilancarkan terhadap angkatan laut Amerika Serikat di Pasifik. Serangan-serangan itu seolah-olah tak dapat dibendung oleh Amerika Serikat. Pasukan Jepang berhasil menghancurkan basis-basis
militer Amerika seperti di Filipina. Kemudian serangan Jepang juga diarahkan ke Indonesia. Serangan terhadap Indonesia bertujuan untuk mendapatkan cadangan logistik dan bahan industri perang, seperti minyak bumi, timah, dan aluminium. Sebab, persediaan minyak di Indonesia diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan Jepang selama Perang Pasifik.

masuknya Jepang

Perlu dipahami bahwa pada saat Jepang ini memasuki Indonesia sudah membawa kultur dan ideologi fasisme. Jepang sudah menjadi negara fasis.  Fasis—fasisme adalah paham atau ideologi. Fasisme dapat dimaknai sebagai sistem (sistem pemerintahan), di mana semua kekuasaan berada pada satu tangan seorang yang diktator dan otoriter. Dalam mengembangkan kehidupan berbangsa menjadi sangat nasionalistik (chauvinistik), elitis, dan rasialis. Penataan kehidupan sosial dan ekonomi sangat ketat, sentralistik dalam sebuah korporasi pemerintah yang otoriter di bawah pemimpin yang diktator. Fasisme ini mula pertama berkembang di Italia pada tahun 1922 dengan tokohnya Benito Mussolini. Kemudian pada tahun 1933 berkembang di Jerman, yang selanjutnya berkembang juga di Jepang.

Pada Januari 1942, Jepang mendarat dan memasuki Indonesia. Tentara Jepang ini masuk ke Indonesia melalui Ambon dan menguasai seluruh Maluku. Meskipun pasukan KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger) dan pasukan Australia berusaha menghalangi, tapi kekuatan Jepang tidak dapat dibendung. Daerah Tarakan di Kalimantan Timur kemudian dikuasai oleh Jepang bersamaan dengan Balikpapan (12 Januari 1942). Jepang kemudian menyerang Sumatra setelah berhasil memasuki Pontianak. Bersamaan dengan itu Jepang melakukan serangan ke Jawa (Februari 1942). Pada tanggal 1 Maret 1942, kemenangan tentara Jepang dalam Perang Pasifik menunjukkan kemampuan Jepang dalam mengontrol wilayah yang sangat luas, yaitu dari Burma sampai Pulau Wake di Samudra Pasifik. Setelah daerah-daerah di luar Jawa dikuasai, Jepang memusatkan perhatiannya untuk menguasai tanah Jawa sebagai pusat pemerintahan Hindia Belanda.

Untuk menghadapi gerak invasi tentara Jepang, blok sekutu yang terdiri atas Belanda, Amerika Serikat, Australia, dan Inggris membentuk Komando Gabungan Tentara Serikat yang disebut ABDACOM (American British Dutch Australian Command) yang bermarkas di Lembang. Letnan Jenderal Ter Poorten diangkat sebagai Panglima ABDACOM. Namun kekuatan ABDACOM tidak mampu menyelamatkan Hindia Belanda dari kekalahan. Sementara itu, Gubernur Jenderal Carda (Tjarda) pada Februari 1942 telah mengungsi ke Bandung.

Dalam pertempuran di Laut Jawa, Angkatan Laut Jepang berhasilmenghancurkan pasukan gabungan  Belanda-Inggris yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman. Sisa-sisa pasukan dan kapal Belanda yang berhasil lolos terus melarikan diri menuju Australia. Sementara itu, Jenderal Imamura dan pasukannya mendarat di Jawa pada tanggal 1 Maret 1942. Pendaratan itu dilaksanakan di tiga tempat, yakni di Banten dipimpin oleh Jenderal Imamura sendiri. Kemudian pendaratan di Eretan Wetan-Indramayu dipimpin oleh Kolonel Tonishori, dan pendaratan di sekitar Bojonegoro dikoordinasi oleh Mayjen Tsuchihashi. Tempat-tempat tersebut memang tidak diduga oleh Belanda jika ternyata digunakan pendaratan tentara Jepang. Sementara itu Jepang tidak menyerang Jakarta, karena pada saat itu Jakarta disiapkan oleh Belanda sebagai kota terbuka.

Untuk menghadapi pasukan Jepang, sebenarnya Sekutu sudah mempersiapkan diri, yaitu antara lain berupa tentara gabungan ABDACOM, ditambah satu kompi Kadet dari Akademi Militer Kerajaan dan Korps Pendidikan Perwira Cadangan di Jawa Barat. Di Jawa Tengah, telah disiapkan empat batalion infanteri, sedangkan di Jawa Timur terdiri tiga batalion pasukan bantuan Indonesia dan satu batalion marinir, serta ditambah dengan satuan-satuan dari Inggris dan Amerika. Meskipun demikian, tentara Jepang mendarat di Jawa dengan jumlah yang sangat besar, berhasil merebut tiap daerah hampir tanpa perlawanan.

Pasukan Jepang dengan cepat menyerbu pusat-pusat kekuatan tentara Belanda di Jawa. Tanggal 5 Maret 1942 Batavia jatuh ke tangan Jepang. Tentara Jepang terus bergerak ke selatan dan menguasai kota Buitenzorg (Bogor). Dengan mudah kota-kota di Jawa yang lain juga jatuh ke tangan Jepang. Akhirnya pada tanggal 8 Maret 1942 Jenderal Ter Poorten atas nama komandan pasukan Belanda/Sekutu menandatangani penyerahan tidak bersyarat kepada Jepang yang diwakili Jenderal Imamura. Penandatanganan ini dilaksanakan di Kalijati, Subang. Penyerahan Belanda kepada Jepang.

 Kemudian dikenal dengan Kapitulasi Kalijati. Dengan demikian, berakhirlah penjajahan Belanda di Indonesia. Kemudian Indonesia berada di bawah pendudukan tentara Jepang. Gubernur Jenderal Tjarda ditawan. Namun, Belanda segera mendirikan pemerintahan pelarian (exile government) di
Australia di bawah pimpinan H.J. Van Mook.

Pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) Madiun

Pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) Madiun - Selain Partai Nasional Indonesia (PNI), PKI merupakan partai politik pertama yang didirikan sesudah proklamasi. Meski demikian, PKI bukanlah partai baru, karena telah ada sejak jaman pergerakan nasional sebelum dibekukan oleh pemerintah Hindia Belanda akibat memberontak pada tahun 1926. 

PKI Madiun


Sejak merdeka sampai awal tahun 1948, PKI masih bersikap mendukung pemerintah, yang kebetulan memang dikuasai oleh golongan kiri. Namun ketika golongan kiri terlempar dari pemerintahan, PKI menjadi partai oposisi dan bergabung dengan partai serta organisasi kiri lainnya dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang didirikan Amir Syarifuddin pada bulan Februari 1948. Pada awal September 1948 pimpinan PKI dipegang Muso. Ia membawa PKI ke dalam pemberontakan bersenjata yang dicetuskan di Madiun pada tanggal 18 September 1948 (Taufik Abdullah dan AB Lapian, 2012). 

Mengapa PKI memberontak? Alasan utamanya tentu bersifat ideologis, dimana mereka memiliki cita-cita ingin menjadikan Indonesia sebagai negara komunis. Berbagai upaya dilakukan oleh PKI untuk meraih kekuasaan. Di bawah pimpinan Musso, PKI berhasil menarik partai dan organisasi kiri dalam FDR bergabung ke dalam PKI. Partai ini lalu mendorong dilakukannya berbagai demonstrasi dan pemogokan kaum buruh dan petani. Sebagian kekuatankekuatan bersenjata juga berhasil masuk dalam pengaruh mereka. Muso juga kerap mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengecam pemerintah dan membahayakan strategi diplomasi Indonesia melawan Belanda yang ditengahi Amerika Serikat (AS). Pernyataan Muso lebih menunjukkan keberpihakannya pada Uni Sovyet yang komunis. Padahal saat itu AS dan Uni Sovyet tengah mengalami Perang Dingin. Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya-upaya diplomasi dengan Muso, bahkan sampai mengikutsertakan tokoh-tokoh kiri yang lain, yaitu Tan Malaka, untuk meredam gerak ofensif PKI Muso. 

Namun kondisi politik sudah terlampau panas, sehingga pada pertengahan September 1948, pertempuran antara kekuatan-kekuatan bersenjata yang memihak PKI dengan TNI mulai meletus. PKI dan kelompok pendukungnya kemudian memusatkan diri di Madiun. Muso pun kemudian pada tanggal 18 September 1948 memproklamirkan Republik Soviet Indonesia. 

Presiden Soekarno segera bereaksi, dan berpidato di RRI Yogjakarta : “…Saudara-saudara ! camkan benar apa artinja itu : Negara Republik Indonesia jang kita tjintai, hendak direbut oleh PKI Muso. Kemarin pagi PKI Muso, mengadakan coup, mengadakan perampasan kekuasaan di Madiun dan mendirikan di sana suatu pemerintahan Sovyet, di bawah pimpinan Muso. Perampasan ini mereka pandang sebagai permulaan untuk merebut seluruh Pemerintahan Republik Indonesia. …Saudara-saudara, camkanlah benar-benar apa artinja jang telah terdjadi itu. Negara Republik Indonesia hendak direbut oleh PKI Muso ! Rakjat jang kutjinta ! Atas nama perdjuangan untuk Indonesia Merdeka, aku berseru kepadamu : “Pada saat jang begini genting, dimana engkau dan kita sekalian mengalami percobaan jang sebesar-besarnja dalam menentukan nasib kita sendiri, bagimu adalah pilihan antara dua : ikut Muso dengan PKInja jang akan membawa bangkrutnja cita-cita Indonesia Merdeka, atau ikut Soekarno-Hatta, jang Insya Allah dengan bantuan Tuhan akan memimpin Negara Republik Indonesia jang merdeka, tidak didjadjah oleh negeri apa pun djuga. …Buruh jang djudjur, tani jang djudjur, pemuda jang djudjur, rakyat jang djudjur,djanganlah memberikan bantuan kepada kaum pengatjau itu. Djangan tertarik siulan mereka ! …Dengarlah, betapa djahatnja rentjana mereka itu ! (Daud Sinyal, 1996).

Di awal pemberontakan, pembunuhan terhadap pejabat pemerintah dan para pemimpin partai yang anti komunis terjadi. Kaum santri juga menjadi korban. Tetapi pasukan pemerintah yang dipelopori Divisi Siliwangi kemudian berhasil mendesak mundur pemberontak. Puncaknya adalah ketika Muso tewas tertembak. Amir Syarifuddin juga tertangkap. Ia akhirnya dijatuhi hukuman mati. Tokoh-tokoh muda PKI seperti Aidit dan Lukman berhasil melarikan diri. Merekalah yang kelak di tahun 1965, berhasil menjadikan PKI kembali menjadi partai besar di Indonesia sebelum terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965. Ribuan orang tewas dan ditangkap pemerintah akibat pemberontakan Madiun ini. PKI gagal mengambil alih kekuasaan. 

Dari kisah di atas, apa hal terpenting dari peristiwa pemberontakan PKI di Madiun ini bagi sejarah Indonesia kemudian ? Pertama, upaya membentuk tentara Indonesia yang lebih profesional menguat sejak pemberontakan tersebut. Berbagai laskar dan kekuatan bersenjata “liar” berhasil didemobilisasi (dibubarkan). Dari sisi perjuangan diplomasi, simpati AS sebagai penengah dalam konflik dan perundingan antara Indonesia dengan Belanda perlahan berubah menjadi dukungan terhadap Indonesia, meskipun hal ini tidak juga bisa dilepaskan dari strategi global AS dalam menghadapi ancaman komunisme. 

Tetapi hal terpenting lain juga perlu dicatat. Bahwasannya konflik yang terjadi berdampak pula pada banyaknya korban yang timbul. Ketidakbersatuan bangsa Indonesia yang tampak dalam peristiwa ini juga dimanfaatkan oleh Belanda yang mengira Indonesia lemah, untuk kemudian melancarkan agresi militernya yang kedua pada Desember 1948.

Sejarah Pergolakan dan Konflik yang Terjadi di Indonesia

Sejarah Pergolakan dan Konflik yang Terjadi di Indonesia - Sejarah pergolakan dan konflik yang terjadi di Indonesia selama masa tahun 1948-1965 dalam bab ini akan dibagi ke dalam tiga bentuk pergolakan : 

Sejarah Pergolakan dan Konflik yang Terjadi di Indonesia

1. Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkaitan dengan ideologi. Termasuk dalam kategori ini adalah pemberontakan PKI Madiun, pemberontakan DI/TII dan peristiwa G30S/PKI. Ideologi yang diusung oleh PKI tentu saja komunisme, sedangkan pemberontakan DI/TII berlangsung dengan membawa ideologi agama. Perlu kalian ketahui bahwa menurut Herbert Feith, seorang akademisi Australia, aliran politik besar yang terdapat di Indonesia pada masa setelah kemerdekaan (terutama dapat dilihat sejak Pemilu 1955) terbagi dalam lima kelompok : nasionalisme radikal (diwakili antara lain oleh PNI), Islam (NU dan Masyumi), komunis (PKI), sosialisme demokrat (Partai Sosialis Indonesia/ PSI), dan tradisionalis Jawa (Partai Indonesia Raya/PIR, kelompok teosofis/ kebatinan, dan birokrat pemerintah/pamongpraja). Pada masa itu kelompokkelompok tersebut nyatanya memang saling bersaing dengan mengusung ideologi masing-masing. 

2. Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkait dengan kepentingan (vested interest). Termasuk dalam kategori ini adalah pemberontakan APRA, RMS dan Andi Aziz.Vested Interest merupakan kepentingan yang tertanam dengan kuat pada suatu kelompok. Kelompok ini biasanya berusaha untuk mengontrol suatu sistem sosial atau kegiatan untuk keuntungan sendiri. Mereka juga sukar untuk mau melepas posisi atau kedudukannya sehingga sering menghalangi suatu proses perubahan. Baik APRA, RMS dan peristiwa Andi Aziz, semuanya berhubungan dengan keberadaan pasukan KNIL atau Tentara Kerajaan (di) Hindia Belanda, yang tidak mau menerima kedatangan tentara Indonesia di wilayah-wilayah yang sebelumnya mereka kuasai. Dalam situasi seperti ini, konflikpun terjadi.

 3. Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkait dengan sistem pemerintahan. Termasuk dalam kategori ini adalah persoalan negara federal dan BFO (Bijeenkomst Federal Overleg), serta pemberontakan PRRI dan Permesta. Masalah yang berhubungan dengan negara federal mulai timbul ketika berdasarkan perjanjian Linggajati, Indonesia disepakati akan berbentuk negara serikat/federal dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). RI menjadi bagian RIS. Negara-negara federal lainnya misalnya adalah negara Pasundan, negara Madura atau Negara Indonesia Timur. BFO sendiri adalah badan musyawarah negara-negara federal di luar RI, yang dibentuk oleh Belanda. Awalnya, BFO berada di bawah kendali Belanda. Namun makin lama badan ini makin bertindak netral, tidak lagi melulu memihak Belanda. Pro-kontra tentang negara-negara federal inilah yang kerap juga menimbulkan pertentangan. Sedangkan pemberontakan PRRI dan Permesta merupakan pemberontakan yang terjadi akibat adanya ketidakpuasan beberapa daerah di wilayah Indonesia terhadap pemerintahan pusat.

Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah

Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah -  Seperti di Jawa Barat, unsur-unsur pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah sudah mulai ada sejak masa Perang Kemerdekaan. Di Jawa Tengah, pemberontakan DI/TII terjadi di berbagai daerah. Pada mulanya pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah dipimpin Amir Fatah. Gerakan Amir Fatah yang menamakan diri Majelis Islam bergerak di daerah Brebes, Tegal, dan Pekalongan. Setelah bergabung dengan Kartosuwirjo, Amir Fatah diangkat sebagai Komandan Pertempuran Jawa Tengah.

Ilustrasi


Sementara itu, di daerah Kebumen terjadi pemberontakan yang digerakkan Angkatan Umat Islam yang dipimpin Moh. Mahfudz Abdul Rachman (Kyai Somolangu). Pemberontakan ini dapat ditumpas dalam waktu tiga bulan. Sisa-sisa laskar yang lolos bergabung dengan DI/TII Kartosuwirjo.

Pada mulanya gerakan DI/TII di Jawa Tengah sudah mulai terdesak oleh TNI. Akan tetapi, pada bulan Desember 1951 mereka menjadi kuat kembali karena mendapat bantuan dari Batalyon 426. Batalyon 426 di daerah Kudus dan Magelang memberontak dan menggabungkan diri dengan DI/TII. Kekuatan batalyon pemberontak ini dapat dihancurkan. Sisa-sisanya lari ke Jawa Barat bergabung dengan DI/TII Kartosuwirjo.

Sementara itu, di daerah Merapi dan Merbabu terjadi kerusuhan yang dilakukan gerakan Merapi Merbabu Complex (MMC). Gerakan ini dapat dihancurkan TNI pada bulan April 1952. Sisa-sisanya menggabungkan diri dengan DI/TII. Kekuatan DI/TII di daerah Jawa Tengah yang semula dapat dipatahkan justeru menjadi kuat lagi karena bergabungnya sisa-sisa Batalyon 426.

Untuk mengatasi pemberontakan itu, segera dibentuk pasukan Banteng Raiders. Pasukan itu kemudian mengadakan operasi kilat yang dinamakan Gerakan Banteng Negara (GBN). Pada tahun 1954, gerakan DI/TII di Jawa Tengah dapat dihancurkan setelah pusat kekuatan gerakan DI/TII di perbatasan Pekalongan-Banyumas dihancurkan.

Pemberontakan DI/TII di Aceh

Pemberontakan DI/TII di Aceh - Pemberontakan DI/TII di Aceh dipimpin oleh Tengku Daud Beureueh. Pemberontakan meletus karena kekhawatiran akan kehilangan kedudukan dan perasaan kecewa diturunkannya kedudukan Aceh dari daerah istimewa menjadi karesidenan di bawah provinsi Sumatera Utara.

Ilustrasi


Semula Tengku Daud Beureueh adalah Gubernur Militer Daerah Istimewa Aceh. Ketika pada tahun 1950 kedudukan Aceh diturunkan dari provinsi menjadi karesidenan, Daud Beureueh tidak puaskarena jabatannya diturunkan. Pada tanggal 20 September 1953, Daud Beureueh mengeluarkan maklumat yang menyatakan bahwa Aceh merupakan negara bagian dari NII di bawah Kartosuwiryo. Setelah itu, Tengku Daud Beureueh mengadakan gerakan dan mempengaruhi rakyat melalui propaganda bernada negatif terhadap pemerintah RI.

Untuk menghadapi gerakan itu, pemerintah mengirim pasukan yang dilengkapi persenjataan lengkap. Setelah beberapa tahun dikepung, baru pada tanggal 21 Desember 1962 tercapailah Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh. Banyak dari gerombolan itu yang kembali ke pangkuan RI. Dengan demikian, pemberontakan DI/TII di Aceh dapat diselesaikan dengan cara damai. Pemimpin dari gerakan ini pun setuju untuk kembali ke pangkuan RI. Prakarsa penyelesaian di Aceh tersebut dipimpin oleh Kolonel

Bunyi Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Bunyi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 - Untuk menanggulangi hal-hal yang dapat membahayakan negara, Letjen A. H Nasution, selaku Kepala Staf Angkatan Darat, mengeluarkan larangan bagi semua kegiatan politik terhitung sejak tanggal 3 Juni 1959. Partai Nasional Indonesia melalui ketuanya, Soewirjo, mengirim surat kepada Presiden Soekarno, yang waktu itu berada di Jepang.

Bunyi Dekrit Presiden 5 Juli 1959


Surat itu berisi anjuran agar presiden mendekritkan kembali berlakunya UUD 1945 dan membubarkan Konstituante. Partai Komunis Indonesia melalui ketuanya, Aidit, memerintahkan segenap anggotanya untuk tidak menghadiri sidang-sidang, kecuali sidang Konstituante.

Kehidupan politik semakin buruk dan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Di daerahdaerah terjadi pemberontakan merebut kekuasaan. Partai-partai yang mempunyai kekuasaan tidak mampu menyelesaikan persoalan. Soekarno dan TNI tampil untuk mengatasi krisis yang sedang melanda Indonesia dengan mengeluarkan Dekrit Presiden untuk kembali ke UUD 1945.

Pertimbangan dikeluarkannya dekrit Presiden adalah sebagai berikut.
  1. Anjuran untuk kembali kepada UUD 1945 tidak memperoleh keputusan dari Konstituante.
  2. Konstituante tidak mungkin lagi menyelesaikan tugasnya karena sebagian besar anggotanya telah menolak menghadiri sidang.
  3. Kemelut dalam Konstituante membahayakan persatuan, mengancam keselamatan negara, dan merintangi pembangunan nasional.


Oleh karena itu, Presiden Soekarno pada tanggal 5 Juli 1959 mengeluarkan keputusan (dekrit). Keputusan itu dikenal dengan nama “Dekrit Presiden 5 Juli 1959”. Isi dekrit ini adalah sebagai berikut.


  • Pembubaran Konstituante.
  • Berlakunya UUD 1945.
  • Akan dibentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dan Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS).


DEKRIT KEMBALI KEPADA UUD 1945 
KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG 
Dengan ini menyatakan dengan khidmat:
Bahwa anjuran Presiden dan Pemerintah untuk kembali kepada Undang-Undang Dasar 1945, yang disampaikan kepada segenap rakyat Indonesia dengan Amanat Presiden pada tanggal 22 April 1959, tidak memperoleh keputusan dari Konstituante sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang Dasar Sementara. 
Bahwa berhubung dengan pernyataan sebagian terbesar Anggota-Anggota Sidang Pembuat Undang-Undang Dasar untuk tidak menghadiri sidang, Konstituante tidak mungkin lagi menyelesaikan tugas yang dipercayakan oleh rakyat kepadanya. 
Bahwa hal yang demikian menimbulkan keadaan ketatanegaraan yang membahayakan persatuan dan keselamatan Negara, Nusa dan Bangsa, serta merintangi pembangunan semesta untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. 
Bahwa dengan dukungan bagian terbesar rakyat Indonesia dan didorong oleh keyakinan kami sendiri, kami terpaksa menempuh satu-satunya jalan untuk menyelamatkan Negara Proklamasi. 
Bahwa kami berkeyakinan bahwa Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945 menjiwai Undang-Undang Dasar 1945 dan adalah merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan konstitusi tersebut. 
Maka atas dasar-dasar tersebut di atas, 
KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/ PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG: 
Menetapkan pembubaran Konstituante:
Menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 berlaku lagi bagi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, terhitung mulai hari tanggal penetapan Dekrit ini, dan tidak berlakunya lagi Undang-Undang Dasar Sementara. 
Pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara, yang terdiri atas Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan, serta pembentukan Dewan Pertimbangan 
Agung Sementara, akan diselenggarakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 5 Juli 1959
Atas nama rakyat Indonesia
Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Perang
SOEKARNO

Sejarah Linux

Sejarah Linux berawal dari inisiatif seorang mahasiswa dari Finlandia bernama Linus Torvalds. Pada tanggal 5 Oktober 1991, mahasiswa bernama lengkap Linus Benedict Torvalds ini mengumumkan melalui sebuah newsgroup (comp.os.minix) bahwa dia berhasil membuat sebuah sistem operasi yang sangat mirip dengan UNIX. Dalam emailnya dia mengatakan:
Hello everybody out there using minix
I'm doing a (free) operating system (just a hobby,
won't be big and professional like GNU)
for 386 (486) AT clones

Sejarah Linux


Berawal dari email inilah, sambutan dari programer seluruh dunia berdatangan. Mereka banyak memberikan masukan dan tidak sedikit yang turut memberi sumbangan bagi perkembangan sistem operasi baru ini. Linux dibuat menggunakan sistem operasi mirip UNIX yang bernama MINIX. MINIX sendiri dikembangkan oleh pakar komputer terkenal Andy Tanenbaum.

Linux versi paling awal yang dikembangkan oleh Linus Torvalds dan didistribusika melalui Internet memiliki kode versi 0.0.2. Linux versi ini dapat menjalankan GNU Bourne Again Shell (Bash) dan juga GNU C Compiler (GCC). Selanjutnya, dirilis versi 0.0.3 dan versi 0.10.

Dewasa ini, Linux merupakan sistem operasi yang lengkap. Perkembangan Linux dikendalikan oleh komunitas pengembang dan penggunanya. Mereka dengan sukarela mengembangkan sistem operasi tersebut tanpa memperoleh bayaran. Karena banyaknya komunitas pengembang Linux dan sifat sistem operasi Linux yang terbuka, muncullah beragam distribusi Linux. Beberapa keunggulan yang membuat Linux banyak digunakan adalah:
● Linux dapat diperoleh secara gratis
● dalam satu paket Linux terdapat banyak perangkat lunak aplikasi
● Linux merupakan sistem operasi yang bersifat multiuser dan multitasking
● pengguna dapat memperoleh dan memodifikasi source code (kode sumber) Linux
● pengguna dapat mengembangkan Linux versinya sendir
● Linux yang telah dikembangkan dapat didistribusikan kembali tanpa melanggar hak cipta.

Kisah Tentara Heiho Jepang

Kisah Tentara Heiho Jepang - Heiho (Pasukan Pembantu) adalah prajurit Indonesia yang langsung ditempatkan di dalam organisasi militer Jepang, baik Angkatan Darat maupun Angkatan Laut. Syarat-syarat untuk menjadi tentara Heiho antara lain: (1) umur 18-25 tahun, (2) berbadan sehat, (3) berkelakuan baik, dan (4) berpendidikan minimal sekolah dasar. Tujuan pembentukan Heiho adalah membantu tentara Jepang. 

Kisah Tentara Heiho Jepang


Kegiatannya antara lain, membangun kubu-kubu pertahanan, menjaga kamp tahanan, dan membantu perang tentara Jepang di medan perang. Sebagai contoh, banyak anggota Heiho yang ikut perang melawan tentara Serikat di Kalimantan, Irian, bahkan ada yang sampai ke Birma.

Organisasi Heiho lebih terlatih di dalam bidang militer dibanding dengan organisasi-organisasi lain. Kesatuan Heiho merupakan bagian integral dari pasukan Jepang. Mereka sudah dibagi-bagi menurut kompi dan dimasukkan ke kesatuan Heiho menurut daerahnya,di Jawa menjadi bagian Tentara ke-16 dan di Sumatera menjadi bagian Tentara ke-25. Selain itu, juga sudah terbagai menjadi Heiho bagian angkatan darat, angkatan laut, dan juga bagian Kempeitei (kepolisian). Dalam Heiho, telah ada pembagian tugas, misalnya bagian pemegang senjata antipesawat, tank, artileri, dan pengemudi.

Sejak berdiri sampai akhir pendudukan Jepang, diperkirakan jumlah anggota Heiho mencapai sekitar 42.000 orang dan sebagian besar sekitar 25.000 berasal dari Jawa. Namun,dari sekian banyak anggota Heiho tidak seorang pun yang berpangkat perwira, karena pangkat perwira hanya untuk orang Jepang.

Pengaruh Revolusi Industri di Indonesia

Pengaruh Revolusi Industri di Indonesia - Revolusi industri yang terjadi di Eropa berhasil mendorong terjadinya perubahanperubahan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Perubahan tersebut tidak hanya mempengaruhi kehidupan masyarakat Eropa, akan tetapi juga masyarakat di belahan dunia lainnya, termasuk Indonesia. Apalagi dengan perubahan paradigma filsafat yang diterapkan oleh imperialisme Barat pada saat itu. Daerah jajahan tidak hanya merupakan daerah taklukan saja tetapi fungsinya lebih diberdayakan dari sekedar daerah penghasil bahan baku dan pemasaran hasil industri, tetapi juga secara aktif dijadikan sebagai tempat penanaman modal (investasi).

Pengaruh Revolusi Industri di Indonesia

Selain karena desakan kebutuhan aman yang menuntut diikutinya arus revolusi industri, muncul pula kritikan dari kaum humanis dan demokrat di negeri Belanda tentang pemberlakuan sistem tanam paksa di Indonesia. Desakandesakan tersebut pada akhirnya mendorong untuk dihapuskannya sistem tanam paksa pada tahun 1870. Sebagai penggantinya, diterapkanlah sistem ekonomi terbuka di Hindia Belanda. Dengan sistem ekonomi tersebut, dimulailah aman liberalisasi dalam perekonomian Indonesia yang ditandai dengan derasnya arus pemasukan modal yang ditanamkan oleh pengusaha-pengusaha asing. Sistem ekonomi terbuka memungkinkankan siapa saja dapat menanamkan modalnya di Indonesia, tidak hanya orang-orang Belanda saja. Akibatnya, pengusaha-pengusaha di luar Belanda seperti Inggris, Perancis, Belgia, Amerika Serikat, Cina, dan Jepang turut menanamkan modalnya di Indonesia. Tentu saja penanaman modal tersebut dilandasi dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Kondisi ini pada akhirnya menciptakan cara baru dalam hal penindasan dan pengisapan bangsa Indonesia. Kalau dulu yang melakukan penindasan adalah orang-orang Belanda maka pada masa ini Indonesia dieksploitasi oleh kaum swasta dan para kapitalis asing lainnya.

Penanaman modal di Indonesia, sebagian besar diarahkan untuk pembangunan perkebunan-perkebunan yang dapat menghasilkan komoditi yang diperlukan bagi bahan dasar industri. Lalu dibangunlah perkebunanperkebunan yang sebagian besar dibangun di daerah Jawa dan Sumatera. Pembangunan perkebunan ini membutuhkan tenaga kerja yang akan digunakan untuk mengurus perkebunan. Dengan demikian, banyak penduduk yang diangkat menjadi tenaga kerja perkebunan, bahkan untuk perkebunan di Sumatera diangkat tenaga kerja yang berasal dari Jawa. Terjadilan arus transmigrasi dari pulau Jawa ke Sumatera yang dilakukan secara paksa. Bahkan ada di antara orang-orang Jawa ini yang dikirim ke daerah Madagaskar dan Suriname.

Eksploitasi yang dilakukan oleh para kapitalis terhadap penduduk Indonesia dilakukan dengan gaya baru. Para pekerja dipaksa untuk bekerja di perkebunanperkebunan dengan upah yang sangat minim dengan beban kerja yang sangat tinggi. Mereka tidak bisa menghindar dari ketentuan tersebut karena mereka terikat kontrak kerja. Pada tahun 1881, pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan undang-undang Koelie Ordonantie yang mengatur para pekerja. Berdasarkan undang-undang tersebut, para kuli bekerja sesuai dengan kontrak. Bagi mereka yang melanggar ketentuan tersebut akan dijatuhkan hukuman berupa poenale sanctie. Para pengusaha diberikan kewenangan dan hak yang besar untuk memperlakukan dan menjatuhkan hukuman para pekerja sesuai dengan keinginannya.

Untuk mendukung program perkebunan tersebut, pemerintah kolonial Hindia Belanda membangun berbagai prasarana, seperti irigasi, waduk, jalan raya, jalan kereta api, serta pelabuhan-pelabuhan. Pembangunan sarana-sarana tersebut seringkali memakan korban jiwa yang sangat banyak dari penduduk Indonesia karena mereka dipekerjakan secara paksa. Akan tetapi dengan pembangunan prasarana tersebut, terutama pembangunan jaringan jalan raya telah menimbulkan pengaruh bagi tumbuhnya mobilitas penduduk. Pembangunan jalan raya dan kereta api memungkinkan pertumbuhan dan hubungan antarkota secara cepat. Dampaknya adalah lahirnya kota-kota baru di daerah pedalaman seperti Malang, Bandung, Sukabumi, dan sebagainya. Lahirnya kota-kota baru tersebut memicu pertumbuhan urbanisasi yaitu gerak perpindahan penduduk dari desa ke kota.

Sementara itu, gerakan-gerakan humanis yang berkembang di negeri Belanda mendorong diberlakukannya politik balas budi terhadap bangsa Indonesia. Salah satu politik balas budi tersebut adalah program yang dikemukakan oleh Mr. C. Th. Van Deventer. Gagasannya yang diterbitkan oleh majalah de Gids pada tahun 1899 memaparkan perlunya bangsa Belanda melakukan balas budi terhadap Indonesia. Balas budi dilakukan dengan jalan membantu bangsa Indonesia untuk mencerdaskan dan memakmurkan rakyatnya. Terdapat tiga cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut, yaitu:
1. memajukan pengajaran (edukasi);
2. memperbaiki pengairan (irigasi);
3. melakukan perpindahan penduduk (transmigrasi).

Ide yang dikemukakan oleh van Deventer ini kemudian lebih dikenal dengan politik etis. Setelah melalui perdebatan yang cukup panjang akhirnya politik etis ini mulai dijalankan di Indonesia menurut tafsiran dan kemauan pemerintah kolonial Belanda. Program pendidikan tidak ditujukan untuk mencerdaskan bangsa Indonesia, tetapi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga administrasi rendahan yang akan ditempatkan di industri-industri perkebunan. Program irigasi tidak diarahkan untuk peningkatan pertanian penduduk Indonesia, tetapi diarahkan untuk menunjang perkebunan-perkebunan milik para kapitalis. Sementara itu, program transmigrasi bukan diarahkan untuk pemerataan penduduk dan peningkatan kualitas hidup penduduk Indonesia, melainkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di perkebunan-perkebunan milik Belanda.

Lambat laun program politik etis ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi bangsa Indonesia, terutama dalam hal program pendidikan (edukasi). Program pendidikan yang awalnya ditujukan untuk menghasilkan tenaga administratif rendahan, pada akhirnya semakin berkembang. Tidak hanya jenjang pendidikan semakin tinggi, tetapi juga menjangkau spesialisasi bidang pendidikan lainnya seperti kedokteran, keguruan, teknik, pertanian, dan sebagainya. Dengan demikian, masyarakat Indonesia semakin mengenal pola pendidikan Barat.

Pendidikan Barat yang diberikan oleh Belanda pada umumnya hanya diperoleh masyarakat Indonesia yang berasal dari kelas bangsawan atau priyayi. Secara umum yang mempergunakan kesempatan ini ialah mereka yang berasal dari golongan priyayi kelas rendahan. Pada akhirnya dengan semakin berkembangnya pendidikan Barat akan mengubah struktur masyarakat Indonesia. Muncullah golongan baru dalam masyarakat Indonesia yang oleh seorang sejarawan, Sartono Kartodirdjo, disebut sebagai homines novi. Kelompok masyarakat ini adalah kelompok masyarakat baru yang lahir karena pendidikan Barat yang mereka terima. Lambat laun, golongan ini telah menggeser kedudukan kelas-kelas priyayi atas lainnya yang tidak berpendidikan Barat. Apalagi setelah Belanda memberlakukan peraturan bahwa pejabat-pejabat yang akan memegang jabatan pemerintahan harus memiliki ija ah pendidikan Barat, sehingga tertutuplah jalan kelas priyayi tersebut dari jabatan-jabatan yang sebelumnya mereka peroleh dengan cara turun-temurun. Hal ini pada akhirnya menghapuskan sistem feodalisme yang selama ini sangat kental berlaku dalam pola hubungan antara priyayi dan rakyat jelata.

Perubahan yang sangat penting terjadi dalam struktur masyarakat Indonesia pada saat itu adalah dengan munculnya gerakan-gerakan emansipasi wanita. Gerakan-gerakan ini dipelopori oleh tokoh-tokoh perempuan, seperti Raden Ajeng Kartini dan Raden Dewi Sartika. Gerakan emansipasi yang dikembangkan oleh kedua tokoh perempuan ini berusaha untuk menempatkan perempuan pada posisi sesungguhnya yang memiliki hak dan derajat yang sejajar dengan kaum laki-laki. Pada masa sebelumnya, kedudukan perempuan sangat rendah dan menjadi kelas kedua di bawah kaum laki-laki.

Pengenalan masyarakat Indonesia dengan pendidikan Barat semakin membuka cakrawala mereka tentang nasib bangsanya. Kemampuan mereka untuk membaca hasil-hasil pemikiran yang berkembang di Barat secara langsung menumbuhkan kesadaran tentang nasib bangsanya yang sedang mengalami penjajahan.

Perkembangan paham-paham baru seperti nasionalisme, demokrasi, liberalisme, sosialisme serta penegakan hak-hak asasi manusia menumbuhkan keinginan untuk mendobrak kondisi pada saat itu dengan cara menegakkan kemerdekaan bagi bangsanya. Kita akan lihat bahwa munculnya organisasiorganisasi pergerakan nasional pada tahun 1908 dipelopori oleh golongan cendekiawan nasionalis, seperti Wahidin Sudirohusodo, Sutomo, Tjipto Mangunkusumo, Ki Hadjar Dewantara, dan lain-lain adalah orang-orang nasionalis yang mendapatkan pencerahan sebagai akibat proses pendidikan Barat yang mereka terima. Dengan kata lain, tidak akan muncul organisasi pergerakan nasional apabila tidak diawali dengan penerapan pendidikan Barat yang mereka terima pada saat itu.

Timbulnya Imperialisme Modern

Timbulnya Imperialisme Modern - Pada awalnya imperialisme dan kolonialisme dikembangkan dengan semangat penaklukan dan kejayaan, bahkan semangat untuk menyebarkan agama Nasrani. Pasca revolusi industri, paradigma imperialisme berubah menjadi lebih bermotifkan ekonomi yang bertumpu pada industrialisasi. Daerah-daerah jajahan diperlukan sebagai tempat bagi tersedianya sumber bahan baku yang diperlukan oleh industri. Setelah itu daerah jajahan dijadikan pula sebagai tempat memasarkan hasil-hasil industrinya.

Timbulnya Imperialisme Modern

Pada perkembangan selanjutnya, imperialisme modern melirik tanah jajahan sebagai tempat penanaman modal (investasi). Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk lebih memberdayakan tanah jajahan, sehingga negara imperialis dapat meningkatkan pendapatan dari bidang industrialisasi yang berkembang di tanah jajahan.

Pasca terjadinya revolusi industri, terjadi ledakan penduduk yang cukup hebat di Eropa. Ledakan penduduk tersebut menyebabkan semakin sesaknya daerah-daerah perkotaan di Eropa. Hal ini pada akhirnya mendorong negaranegara Eropa untuk memindahkan kelebihan penduduk tersebut ke tanah jajahan. Antara tahun 1815-1914 terjadi arus migrasi sekitar 60 juta penduduk Eropa ke berbagai negara-negara jajahan di dunia.

Kisah Wali Songo: Sunan Kudus

Kisah Wali Songo: Sunan Kudus - Sunan Kudus atau Jafar Sadiq. Ia adalah salah seorang panglima tentara Demak. Kemudian ia mengembara ke Tanah Suci, Mekkah untuk memperdalam agama Islam. Sekembali dari Mekkah, ia mendirikan pusat keagamaan yang diberi nama Kudus, diambil dari nama al-quds (Palestina), sehingga ia lebih dikenal dengan sebutan Sunan Kudus.

Kisah Wali Songo: Sunan Kudus

Sunan Kudus merupakan banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul. Cara dakwahnya pun meniru Sunan Kalijaga yaitu toleran pada budaya setempat. Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu-Buddha. Hal itu terlihat  Sunan Kudus seorang yang ahli dalam bidang tauhid, hadis, fiqih dan lainnya. Ia juga terkenal sebagai pujangga yang mengarang cerita pendek yang berfalsafah dan bernapaskan keagamaan.

Semasa hidupnya, ia mengajarkan agama Islam di sekitar pesisir utara Jawa Tengah di daerah Kudus. Selain sebagai seorang wali, Sunan Kudus juga menjabat sebagai Senopati Demak. Peninggalan yang termasyhur adalah Masjid Kudus. Menaranya berbentuk candi, dan sering disebut Masjid Menara.

Pada mihrab masjid ini tercantum tahun peresmian masjid, yaitu 956 Hijriah (1549 M). Dalam bidang kesenian ia dikenal sebagai pencipta Gending Asmarandana. Pada tahun 1550, Sunan Kudus wafat dan dimakamkan di daerah Kudus, Jawa Tengah.
Back To Top