w

Baterai Basah

Baterai Basah - Baterai dapat juga berupa hubungan seri sel basah. Sel basah, seperti ditunjukkan pada Gambar 6.30, berisi dua plat yang terbuat dari logam yang berbeda yang dicelupkan di dalam suatu larutan asam sulfat.

AKI BASAH


Pernahkah kamu memperhatikan sel basah atau yang lazim juga disebut aki di bawah tutup mesin sebuah mobil? Kebanyakan aki mobil, terdiri dari rangkaian seri enam sel basah terbuat dari plat timah hitam dan dioksida timah hitam yang tercelup dalam larutan asam sulfat. Reaksi kimia dalam tiap-tiap sel menghasilkan suatu beda potensial sekitar 2 V. Apabila di dalam sebuah aki terdapat 6 sel basah, maka secara keseluruhan aki tersebut memberikan potensial total sebesar 12 V. Pada saat mobil berjalan, dinamo mobil membantu mengisi ulang aki sehingga beda potensial aki tersebut menjadi tidak habis.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 1/22/2017

Wilayah Lingkungan Desa

Wilayah Lingkungan Desa - Daerah sekitar gunung, pegunungan, pantai, dataran tinggi, dataran rendah, bila berpotensi baik maka dijadikan tempat tinggal manusia yang disebut desa. Pembangunan dan pengembangan desa harus tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup. Hindari pula terjadinya dampak kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup. Persebaran desa sangat tergantung pada keadaan alamnya seperti iklim, tanah, relief, air, dan letak sehingga persebaran desa yang terdapat di permukaan bumi tidak sama.

Wilayah Lingkungan Desa


Daerah pedesaan yang umumnya identik dengan daerah pertanian, pola pemukimannya dipengaruhi oleh pertanian yang bersangkutan. Wilayah pemukiman yang rapat cenderung berkembang di daerah yang subur tanahnya. Untuk tetap menjaga keseimbangan dan kelestarian antara pemukiman dengan lahan yang digunakan untuk pertanian, perencanaan tata guna lahan harus diterapkan secara mantap. Efektivitas dan efesiensi penggunaan lahan harus diterapkan secara seimbang, untuk menghindarkan terjadinya ketimpangan fisik, sosial, dan ekonomi pada masa yang akan datang.

Suatu kecenderungan yang terjdi dewasa ini, yaitu orang kota yang kaya memborong tanah di daerah pedesaan yang rendah harga tanahnya. Akibat dari gejala tersebut, harga tanah di daerah pedesaan menjadi naik. Penduduk desa yang tidak mampu membeli tanah, akan menjadi lebih tidak mampu lagi. Bahkan mungkin mereka akan menjual lahan yang masih mereka miliki. Mereka akan pindah ke daerah yang lebih terpencil. Jika tidak ada kebijaksanaan yang melindungi penduduk desa yang miskin, mereka akan menjadi bertambah miskin. Mereka akan membuat pemukiman di daerah-daerah yang tidak memenuhi syarat. Dengan demikian, tidak hanya akan terjadi ketimpangan sosial, melainkan juga akan menyebabkan ketimpangan fisis.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 1/15/2017

Wilayah Lingkungan Kota

Wilayah Lingkungan Kota - Gejala-gejala alam yang timbul di permukaan bumi muncul akibat interaksi antara manusia dan lingkungannya. Interaksi tersebut dapat menimbulkan bentang alam dan bentang budaya. Peranan manusia atas interaksi tersebut sangat menonjol, terutama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup tersebut sejalan dengan adanya perkembangan tingkat kebudayaan manusia.

Wilayah Lingkungan Kota


Manusia dalam berhubungan dengan masyarakat luas memerlukan tempat dengan latar belakang fisik, ekonomi, dan sosial. Tempat kelompok manusia yang ditempati makin berkembang men jadi tempat pemukiman dengan pola hidup heterogen. Tempat tersebut akhirnya muncullah sebagai kota tempat aktivitas penduduk.

Kota adalah tempat pemukiman penduduk dengan beraneka ragam kegiatan pengembangan dan pembangunan. Hindari terjadinya dampak kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup. Kota merupakan tempat yang sibuk apabila kita bandingkan dengan pedesaan. Di samping itu, kota dalam tata ruang wilayah dipandang sebagai pusat kegiatan ekonomi, pusat penduduk, pusat pemerintahan, dan pusat pembaruan bagi wilayah pedesaan yang berada di sekitarnya.

Kota merupakan tempat berlangsungnya semua kegiatan. Oleh karena itu, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai. Disebabkan karena adanya ketimpangan antarkebutuhan sarana dan prasarana dengan bertambahnya jumlah penduduk maka timbul berbagai masalah sosial, ekonomi, dan budaya.

Dalam membahas pengertian kota, ada beberapa istilah yang sering digunakan, yaitu sebagai berikut.
1) Urban adalah suatu bentuk yang memiliki suatu kehidupan dan
penghidupan yang modern.
2) City adalah pusat kota.
3) Bown adalah kota kabupaten.
4) Bown skip adalah kota kecamatan.

Jenis kota ada beberapa macam, yaitu:
1) Kota Satelit
Sebuah kota dinamakan kota satelit apabila memenuhi kriteria sebagai berikut.


  • Kota itu terletak dekat sebuah kota yang lebih besar.
  • Warga kota kecil itu sebagian besar memperoleh penghidupan di dalam wilayah hukum kota kecil tersebut.


2) Kota Dormitory/Kota Asrama
Kota asrama, yaitu sebagian besar warga kota kecil mencari nafkah di dalam wilayah hukum kota yang lebih besar maka kota kecil itu disebut kota dormitory atau kota asrama. Penduduknya hanya menginap di kota kecil tersebut.

3) Kota Wisata, Kota Pelajar, dan Kota Industri 
Sebuah kota wisata, pelajar, dan sebagainya bagi sebuah kota adalah sebuah subjektif. Sebutan tersebut tidak mengubah ataupun mengakibatkan adanya perbedaan dalam esensi pokok suatu kota.

4) Kota CBD
Kota-kota di barat umumnya dan di Amerika Serikat khususnya, biasanya mempunyai pusat perdagangan yang jelas, yang disebut Central Business District (CBD) dan Central Area di Inggris.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 1/15/2017

Terbentuknya Keluarga

Terbentuknya Keluarga - Sebagaimana dalam definisi di muka, bahwa keluarga merupakan kesatuan masyarakat terkecil yang dibentuk melalui perkawinan yang sah dalam rangka untuk melestarikan kebudayaan. Sedangkan perkawinan itu sendiri memiliki definisi tersendiri sesuai dengan terminologi masingmasing.

Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1974, yang dimaksud dengan perkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (pasal 1). Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama atau kepercayaan (pasal 2a). Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku (pasal 2b). Perkawinan harus didasarkan persetujuan kedua calon mempelai, keduanya sebaiknya sudah berusia 21 tahun ke atas (pasal 6).

Terbentuknya Keluarga


Tidak begitu berbeda dengan definisi dalam kajian sosiologis yang mendefinisikan bahwa, perkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang laki-laki dan perempuan dalam suatu hubungan suami istri yang diberikan kekuatan sanksi sosial. Dalam pengertian ini, perkawinan merupakan tuntutan sosial yang berlaku umum dalam masyarakat untuk membina ketertiban dan kelangsungan dalam kehidupan bermasyarakat.

Berdasarkan ketentuan hukum, suatu perkawinan dianggap sah apabila sesuai dengan hukum adat yang berlaku dalam masyarakat, hukum agama, dan hukum negara. Perkawinan sesuai dengan hukum adat apabila dilaksanakan sesuai dengan adat dan kebiasaan masyarakat. Dalam kaitan ini, perkawinan akan mendapat legitimasi dari masyarakat karena disaksikan oleh orang tua, tetangga, dan masyarakat. Apabila tidak melaksanakan adat ini, maka dianggap melanggar adat atau bahkan dianggap sebagai penyimpangan terlebih apabila perkawinannya dilaksanakan dalam caracara yang oleh masyarakat sekitar dianggap sebagai hal yang tidak wajar. Terhadap perilaku pelanggaran adat perkawinan ini, akan diberikan sanksi yang berupa sanksi adat.

Kemudian juga dalam hukum agama yang mengharuskan pelaksanaan perkawinan sesuai dengan norma-norma agama sesuai dengan agama yang dianutnya. Apabila tidak sesuai dengan ajaran agama, maka perkawinan itu dianggap tidak sah. Begitu pula dengan hukum negara harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan undang-undang yang mengatur tentang masalah perkawinan apabila tidak sesuai dengan hukum negara, maka perkawinan dianggap tidak sah oleh negara, sehingga yang bersangkutan tidak memiliki hak-hak keluarga dari negara karena tidak diakui keberadaannya.

Perkawinan merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang lakilaki dan perempuan dalam suatu hubungan suami istri yang diberikan kekuatan sanksi sosial. Dengan demikian, perkawinan adalah tuntutan sosial setiap individu yang berlaku umum dalam masyarakat untuk membina ketertiban dan kelangsungan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kerusakan makna sebuah perkawinan bisa dilihat berdasarkan siklusnya. Zimmerman yang mengemukakan bahwa, keluarga bisa dilihat dari tiga tipe yang senantiasa berputar berulang, yaitu tipe trustee family ke tipe domestic family, lalu ke tipe atomistic family.

Tipe atomistic dimana makna sakral sebuah perkawinan memudar, kemudian diganti oleh kepentingan pribadi, kaidah moral, termasuk seks dianggap relatif, suami istri dengan mudah dapat bercerai. Sedangkan yang sebaliknya dari tipe atomistic adalah trustee dan bentuk kompromi keduanya adalah domestic.

Pergeseran perubahan tersebut dipengaruhi oleh kekuatan “penghancur” yang berasal dari dalam keluarga tersebut dan juga dapat dari luar yaitu “virus liberalisme”, yang cenderung mengabaikan nilai-nilai moral. Dalam perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat dapat menyebabkan perubahan pada struktur sosial masyarakat, di samping itu dapat juga mempengaruhi sistem keluarga dan sekaligus tingginya tingkat penceraian. Perubahan-perubahan itu dapat terjadi karena adanya hal-hal sebagai berikut.

Pertama, perubahan pada nilai dan norma tentang penceraian. Masyarakat tidak lagi memandang malu dan harus dihindari. Masyarakat memahami penceraian sebagai salah satu cara atau alternatif dalam menyelesaikan masalah yang terjadi pada keluarga, khususnya pasangan suami-istri. Masyarakat mulai mengadopsi toleransi umum terhadap penceraian.

Kedua, perubahan pada tekanan-tekanan sosial dari lingkungan keluarga/kerabat teman dan lingkungan ketetanggaan terhadap ketahanan sebuah perkawinan. Perubahan idealisme dalam masyarakat menyebabkan tekanan-tekanan sosial dalam masyarakat semakin berkurang. Rasa tanggung jawab lingkungan keluarga, kerabat, teman, dan lingkungan ketetanggaan, ikut merasakan ketegangan yang terjadi pada keluarga, dengan pemberian nasihat perlunya mengupayakan keutuhan perkawinan demi kebaikan masa depan anak.

Ketiga, adanya alternatif yang bisa dipilih suami-istri apabila bercerai. Bertambah banyaknya kemudahan dan alternatif yang ada di masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, memberi peluang kepada berkurangnya saling ketergantungan antara pasangan suami-istri. Tanpa pelayanan seorang istri, suami dapat memenuhi akan kebutuhan biologis dan seksualnya. Begitu pula dengan istri tidak lagi tergantung pada suami, dengan adanya peluang pekerjaan yang ada dalam masyarakat.

Keempat, adanya etos kesamaan derajat dan tuntutan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan. Berkembangnya etos ini merupakan tuntutan dari sistem industri yang memberikan peluang yang sama terhadap setiap orang tanpa membedakan jenis kelamin.


Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 1/06/2017

Ciri-Ciri Keluarga

Ciri-Ciri Keluarga - Sebagaimana telah dipaparkan di muka, keluarga merupakan unit sosial terkecil yang mempunyai perbedaan nyata dengan organisasi sosial yang lain. Bagi individu, keluarga mempunyai arti yang lebih mendalam daripada kelompok sosial lainnya. Keluarga merupakan suatu gemeinscaft yang ciri-cirinya yaitu: antar-anggota keluarga mempunyai hubungan yang intim dan hangat, face to face, kooperatif, anggota keluarga memperlakukan anggota yang lain sebagai tujuan, bukan alat untuk mencapai tujuan.

Ciri-Ciri Keluarga


Untuk lebih jelasnya dalam mencari definisi mengenai istilah keluarga, maka alangkah baiknya Anda cermati beberapa pendapat tentang ciri-ciri keluarga sebagai berikut.

1) Teori R.M. Iver dan C.H. Page
Menurut Iver dan Page, mengetengahkan karakteristik dan ciriciri suatu lembaga disebut sebagai keluarga, yakni sebagai berikut.
a) Keluarga adalah hubungan batiniah melalui perkawinan.
b) Lembaga keluarga dibentuk secara disengaja dengan tujuan tertentu.
c) Memiliki garis keturunan sesuai dengan norma yang berlaku.
d) Memiliki fungsi ekonomi dalam rangka mencapai kebutuhannya.
e) Memiliki fungsi reproduksi untuk melanjutkan keturunan dan membesarkan anak.
f) Mempunyai tempat tinggal bersama sebagai tempat berkumpulnya anggota keluarga.

2) Teori Burgess dan Locke
Sedangkan menurut Burgess dan Locke, mengemukakan empat karakteristik lembaga keluarga, yakni sebagai berikut.
a) Keluarga merupakan kesatuan orang yang diikat melalui jenjang perkawinan untuk melanjutkan fungsi reproduksi.
b) Keluarga memiliki anggota keluarga, yaitu suami, isteri, anak, atau saudara yang berada dalam satu naungan rumah tangga.
c) Anggota keluarga memiliki peranan sosial masing-masing sesuai dengan norma yang berlaku.
d) Keluarga berfungsi untuk memelihara kebudayaan yang pada prinsipnya berakar dari masyarakat.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 1/06/2017

Prinsip Kerja Transformator (Trafo)

Prinsip Kerja Transformator (Trafo) - Transformator adalah sebuah alat untuk menaikkan atau menurunkan tegangan arus bolakbalik. Transformator sering disebut trafo. Sebuah transformator terdiri atas sebuah inti besi. Pada inti besi digulung dua lilitan, yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder.

Prinsip Kerja Transformator (Trafo)


Prinsip kerja tranformator adalah sebagai berikut.
1. Kumparan primer dihubungkan kepada sumber tegangan yang hendak diubah besarnya. Karena tegangan primer itu tegangan bolak-balik, maka besar dan arah tegangan itu berubah-ubah.
2. Dalam inti besi timbul medan magnet yang besar dan arahnya berubah-ubah pula.

Perubahan medan magnet ini menginduksi tegangan bolakbalik pada kumparan sekunder.

Dari sebuah percobaan dapat ditunjukkan, bahwa:
1. Perbandingan antara tegangan primer, Vp, dengan tegangan sekunder, Vs sama dengan perbandingan antara jumlah lilitan primer, Np, dan lilitan sekunder, Ns.
2. Perbandingan antara kuat arus primer, Ip, dengan kuat arus sekunder, Is, sama dengan perbandingan jumlah lilitan sekunder dengan lilitan primer.


Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 12/26/2016

Terjadinya GGL Induksi

Terjadinya GGL Induksi - Seorang ilmuwan dari Jerman yang bernama Michael Faraday (1991 – 1867) - memiliki gagasan dapatkah medan magnet menghasilkan arus listrik? Gagasan ini didasarkan oleh adanya penemuan dari Oersted bahwa arus listrik dapat menghasilkan medan magnet.

Terjadinya GGL Induksi
Karena termotivasi oleh gagasan tersebut kemudian pada tahun 1822,Faraday memulai melakukan percobaan-percobaan. Pada tahun 1831 Faraday berhasil membangkitkan arus listrik dengan menggunakan medan magnet.

Alat-alat yang digunakan Faraday dalam percobaannya adalah gulungan kawat atau kumparan yang ujung-ujungnya dihubungkan dengan galvanometer. Jarum galvanometer mula-mula pada posisi nol. Kalian pasti sudah mengetahui, bahwa galvanometer adalah sebuah alat untuk menunjukkan ada atau tidaknya arus listrik di dalam rangkaian.

Percobaan Faraday untuk menentukan arus listrik dengan menggunakan medan magnet, dilakukan antara lain seperti kegiatan di atas. Pada kegiatan tersebut diketahui bahwa ketika kutub utara magnet bergerak ke dalam kumparan maka jarum galvanometer, menyimpang ke kanan. Ketika magnet ditarik dari dalam kumparan maka jarum galvanometer menyimpang ke kiri. Pada saat kutub selatan bergerak masuk ke dalam kumparan, jarum galvanometer akan menyimpang ke kiri, sedangkan ketika kutub selatan ditarik dari dalam kumparan, jarum galvanometer menyimpang ke kanan.

Dari hasil percobaan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa arus induksi yang timbul dalam kumparan arahnya bolak-balik seperti yang ditunjukkan oleh penyimpangan jarum galvanometer yaitu ke kanan dan ke kiri.

Karena arus induksi selalu bolak-balik, maka disebut arus bolak-balik (AC = Alternating Current). Faraday menggunakan konsep garis gaya magnet untuk menjelaskan peristiwa di atas.

1. Magnet didekatkan pada kumparan maka gaya yang melingkupi kumparan menjadi bertambah banyak, sehingga pada kedua ujung kumparan timbul gaya gerak listrik (GGL).

2. Magnet dijauhkan terhadap kumparan maka garis gaya yang melingkupi kumparan menjadi berkurang, kedua ujung kumparan juga timbul GGL.

3. Magnet diam terhadap kumparan, jumlah garis gaya magnet yang melingkupi kumparan tetap, sehingga tidak ada GGL. 

Kesimpulan percobaan di atas adalah: Timbulnya gaya listrik (GGL) pada kumparan hanya apabila terjadi perubahan jumlah garis-garis gaya magnet.

Gaya gerak listrik yang timbul akibat adanya perubahan jumlah garis-garis gaya magnet disebut GGL induksi, sedangkan arus yang mengalir dinamakan arus induksi dan peristiwanya disebut induksi elektromagnetik.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi besar GGL induksi yaitu:

1. Kecepatan perubahan medan magnet.
Semakin cepat perubahan medan magnet, maka GGL induksi yang timbul semakin besar.

2. Banyaknya lilitan
Semakin banyak lilitannya, maka GGL induksi yang timbul juga semakin besar.

3. Kekuatan magnet
Semakin kuat gelaja kemagnetannya, maka GGL induksi yang timbul juga semakin besar. Untuk memperkuat gejala kemagnetan pada kumparan dapat dengan jalan memasukkan inti besi lunak.

GGL induksi dapat ditimbulkan dengan cara lain yaitu:

  1. 1Memutar magnet di dekat kumparan atau memutar kumparan di dekat magnet. Maka kedua ujung kumparan akan timbul GGL induksi.
  2. Memutus-mutus atau mengubah-ubah arah arus searah pada kumparan primer yang di dekatnya terletak kumparan sekunder maka kedua ujung kumparan sekunder dapat timbul GGL induksi. 
  3. Mengalirkan arus AC pada kumparan primer, maka kumparan sekunder didekatkan dapat timbul GGL induksi. Arus induksi yang timbul adalah arus AC dan gaya gerak listrik induksi adalah GGL AC.

Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 12/26/2016
Back to top