w

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa
Secara rinci dapat diidentifikasikan sejumlah faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa, yaitu sebagai berikut:

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa


1. Kognisi
Tinggi – rendahnya kemampuan kognisi individu akan mempengaruhi cepat lambatnya perkembangan bahasa individu. Ini relevan dengan pembahasan sebelumnya bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara pikiran dengan bahasa seseorang .

2. Pola komunikasi dakam keluarga
Dalam suatu keluarga yang pola komunikasinya banyak arah atau interaksinya relative demokratis akan mempercepat perkembangan bahasa anggota keluargsnya dibanding yang menerapkan pola komunikasi dan interaksi sebaliknya.

3. Jumlah anak atau anggota keluarga
Sejumlah keluarga yang memiliki banyak anak atau banyak anggota keluarga, perkembangan bahasa anak lebih cepat, karena terjadi komunikasi bervariasi dibandingkan keluarga yang hanya memiliki anak tunggal dan tidak ada anggota keluarga lain selain keluarga inti.

4. Posisi urutan kelahiran
Perkembangan bahasa anak yang posisi urutan kelahiran di tengah akan lebih cepat ketimbang anak sulung atau anak bungsu. Hal ini disebabkan anak tengah memiliki arah komunikasi keatas maupun ke bawah. Adapun anak sulung hanya memiliki arah komunikasi kebawah saja dan anak bungsu hanya memiliki arah komunikasi ke arah saja.

5. Kedwibahasaan (bilingualism)
Anak yang dibesarkan dalam keluarga yang menggunakan bahasa yang lebih dari satu akan lebih bagus dan lebih cepat perkembangan bahasabya ketimbang yang hanya menggunakan satu bahasa saja karena anak terbiasa menggunakan bahasa secara bervariasi. Misalnya, di dalam rumah dia menggunakan bahasa sanda dan di luar rumah dia menggunakan bahasa Indonesia, tahap – tahap sebelumnya.

6. Status social ekonomi keluarga
Keluarga yang berstatus social ekonomi baik biasanya juga berpendidikan baik akan mampu menyediakan situasi yang baik bagi perkembangan bahasa anak – anak da anggota keluarganya. Demikian pula sebaliknya, keluarga yang berstatus social ekonomi rendah yang biasanya pula berpendidikan “rendah” angsangan untuk dapat ditiru oleh ank – anak dalam berbahasa tidak sebalik dari keluarga yang berstatus social ekonomi tinggi.

7. Kondisi lingkungan
Lingkungan tempat tinggal anak memberikan andil yang cukup besar dalam berbahasa. Perkembangan bahasa dilingkungan diperkotaan akan berbeda dengan lingkungan pedesaan. Demikian juga perkembangan bahasa di daerah pantai, pengunungan, daerah terpencil dan dikelompok social lain.

Setiap anak yang dilahirkan ke dunia telah memiliki kapasitas berbahasa. Akan tetapi sama halnya dengan bidang lain, faktor lingkungan berperan cukup besar dalam mempengaruhi perkembanmgan bahasa anak tersebut. Anak belajar makna kata dan bahasa sesuai dengan apa yamg mereka dengar, lihat dan mereka hayati dalam hidupnya sehari-hari. Perkembangan bahasa anak terbentuk oleh lingkungan yang berbeda-beda.

Kemampuan berpikir anak berbeda-beda sedangkan kemampuan berpikir dan bahasa mempunyai korelasi tinggi; anak dengan IQ tinggi akan berkemampuan bahasa yang tinggi. Nilai IQ menggambarkan adanya perbedaan indivial anak dan dengan demikian kemampuan mereka dalam bahasa juga bervariasi sesuai dengan variasi nilai IQ mereka.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 6/20/2017

Tahap Perkembangan Bahasa

Tahap Perkembangan Bahasa - Secara umum, perkembangan keterampilan berbahasa pada individu dapat dibagi ke dalam empat komponen, yaitu:

Tahap Perkembangan Bahasa


1. Fonologi (phonology)
2. Semantik (semantics)
3. Tata bahasa (grammar), dan
4. Pragmatic (pracmatics)


Fonologi berkenaan dengan bagaimana individu memahami dan menghasilkan bunyi bahasa. Jika kita pernah mengunjungi daerah lain atau negara lain yang berhasanya tidak kita mengerti boleh jadi kita akan kagum, heran atau bingung karena bahasa orang asli di sana terdengar begitu cepat dan sepertinya tidak putus – putus antara satu kata dengan lain. Sebaliknya, orang asing yang sederhana belajar bahas kita juga sangat mungkin mengalami hambatan karena tidak familiar dengan bunyi – bunyi kata – kata dan pola intonasinya. Bagaimana sseorang memperoleh fasilitas kemampuan  memahami bunyi kata dan intonasi merupakan sejarah perkembangan fonologi.


Semantik merujuk kepada makna kata atau cara yang mendasari konsep – konsep yang diekspresikan dalam kata – kata atau kombinasi kata. Setelah selesai masa pra sekolah, anak – anak memperoleh sejumlah kata – kata baru dalam jumlah yang banyak. Penelitian intensif tentang perkembangan kosakata pada anak – anak diibaratkan oleh Berk (1989) sebagai sejauh mana kekuatan anak untuk memahami ribuan pemetaan kata – kata ke dalam konsep – konsep yang dimiliki sebelumnya meskipun belum terlabelkan dalam dirinya dan kemudian menghubungkannya dengan kesepakatan dalam bahasa masyarakatnya.


Pragmatic merujuk kepada sisi komunikatif dai bahasa. Ini berkenaan dengan bagaimana menggunakan bahasa dengan baik ketika berkominikasi dengan orang lain. Di dalamnya meliputi bagaimana mengambil kesempatan yang tepat, mencari dan menetapkan topik yang relevan, mengusahakan agar benar – benar komunikatif, bagaimana menggunakan bahasa tubuh, intonasi, suara dan menjaga konteks agar pesan – pesan verbal yang disampaikan dapat dimaknai secara tepat oleh penerimanya. Pragmatik juga mencakup di dalamnya pengetahuan sosioliguistik, yaitu bagaimana suatu bahasa harus di ucapkan dalam suatu kelompok masyarakat tertentu. Dilihat dari perkembangan umur kronologis yang dikaitkan dengan perkembangan kemampuan berbahasa individu, tahapan perkembangan bahasa dapat dibedakan ke dalam tahap – tahap sebagai berikut:

  • Tahap praliguistik atau meraba (0,3 – 1,0 tahun)

Pada tahap ini anak mengeluarkan bunyi  ujaran dalam bentuk ocehan yang mempunyai fungsi komunikati.


  • Tahap holofrastik atau kalimat satu kata (1,0 – 1,8 tahun )

Pada usia sekitar satu tahun anak mulia mengucapkan kata – kata. Satu kata yang diucapkan oleh anak – anak harus dipandang  sebagai suatu kalimat penuh. Mencakup aspek intelektual maupun emosional sebagai cara untuk menyatakan mau tidaknya terhadap sesuatu.

  • Tahap kalimat dua kata (1,6 – 2,0 tahun )
    Pada tahap ini anak mulai memiliki banyak kemungkinan untuk menyatakan kemauannya dan berkominikasi dengan menggunakan kalimat sederhana yang disebut dengan istilah “ kalimat dua kata “ yang dirangkai secara tepat. Misalnya, anak mengucapkan “ mobil – mobilan siapa?” atau bertanya “ itu mobil – mobilan  milik siapa?”, dan sebagainya.

  • Tahap pengembangan tata bahasa awal (2,0 – 5,0 tahun)

Pada tahap ini anak mulai mengembangkan tata bahasa, panjang kalimat mulai bertambah. Ucapan – ucapan yang dihasilkan semakin kompleks, dan mulai menggunakan kata jamak dalam kematangan perkembangan anak.

  • Tahap pengembangan tata bahasa lanjutan (5,0 – 10,0 tahun)

Pada tahap ini anak semakin mampu mengembangkan struktur tata bahasa yang kompleks lagi serta mampu menggabungkan kalimat – kalimat sederhana dengan komplementasi, relativasi, dan konjungsi.

  • Tahap kompetensi lengkap (11,0 tahun – dewasa )

Pada akhir masa kanak – kank perbendaharaan kata semakin meningkat,  gaya bahasa mengalami  perubahan, dan semakin lancar serta fasih dalam berkomunikasi. Keterampilan dan performasi tata bahasa terus berkembang kearah tercapainya kompetensi berbahasa secara lengkap sebagai perwujudan dari kompetensi komunikasi.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 6/20/2017

Begini Cara Kominfo Tangani Konten Negatif Media Sosial di Makassar

Kemntrian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) kian serius menangani masalah konten negatif di media sosial. Hal itu itu diperlihatkan kominfo dengan diselenggarakannya kegiatan flash blogging tentang aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam bermedia sosial di Hotel Grand Clarion Makassar sekaligus dirangkaiakan dengan acara buka bersama. Kegiatan ini memghadirkan narasumber dari kepala studi Pancasila UGM Dr. Heri Susanto, perwakilan MUI Sulawesi Selatan Prof. Dr. AM. Kholik dan Tim Komunikasi Presiden Andokodata.

Direktur Kemitraan membuka kegiatan Flash Blogging
Kegiatan ini diawali dengan sambutan Kepala Dinas Informatika Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya Kadis Informatika memperkenalkan programnya Gerakan Ayo Santun dan Produktif. Dimana dalam gerakan ini masyarakat Sulsel dituntut untuk santun dan menciptakan konten-konten produktif dalam bersosial media. Gerakan santun dan roduktif diapresiasi langsung oleh Direktur Kemitraan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Dedet Surya Andika yang juga membuka langsung kegiatan yang dimonotori oleh Komentrian Informasi dan Komunikasi ini.


Pihak MUI menjelaskan tentang Fatwa MUI terbaru


Materi diawali oleh Bapak Heri Susanto. Dalam materinya beliau mengemukakan tentang problematika media sosial, dimana masalah muncul jika ada konflik tentang dasar aturan main dan kriteria nilai. Dosen Filsafat ini juga berpesan kepada Blogger Makassar bahwa blog bisa menjadi medan dakwah tetapi dakwah yang dkemukakan itu harus baik dan bisa mencerahkan masyarakat. Kemudian selanjutnya dari MUI Sulsel yang diwakili oleh Prof. Dr. AM Kholik yang menjelaskan tentang Fatwa terbaru MUI yaitu Fatwa No. 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui media sosial. Beliau berpesan jika bermedia sosial harus bertabayyun dalam membagikan konten-konten yang ada di dunia maya, jangan menyebarkan konten yang benar tetapi tidak sesuai tempat dan menyebarkan hoax. Materi terakhir dari Bapak Andokodata yang menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan di istana presiden dan program-program yang sudah dilaksanakan dan akan dilaksanakan Bapak presiden yang bernilai-nilai pancasila, seperti kebijakan-kebijakan pemerataan yang sudah dilaksankan di luar Jawa. Akhir materi beliau menghadiahkan payung yang dipakai Pak Jokowi selama di Istana Presiden kepada dua orang beruntung blogger Makassar.

Dapat Payung Presiden


Kegiatan ini diakhiri dengan mengumumkan 3 orang terbaik yang memenangkan flash blogging dan buka bersama panitia dan peserta.
#Pancasila #temublogger
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 6/16/2017

Pengertian dan Fungsi Pelayanan Bimbingan Kelompok

Pengertian dan Fungsi Pelayanan Bimbingan Kelompok - Layanan bimbingan kelompok merupakan salah satu layanan yang dilaksanakan oleh Guru BK/Konselor kepada siswa dengan  format kelompok. Kelompok dapat terdiri dari 8-12 siswa dengan anggota kelompok yang heterogen. Layanan bimbingan kelompok bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, kepercayaan diri, hubungan sosial, dan lain-lain. Layanan ini akan membahas topi-topik yang akan bermanfaan bagi pengembangan KES siswa. Pelaksanaan pelayanan bimbingan kelompok dapat dilakukan dengan memilih topik baik secara bebas maupun topik tugas. Guru BK/Konselor akan menjadi pemimpin kelompok yang bertugas memandu jalannya pelaksanaan bimbingan kelompo tersebut.

Pengertian dan Fungsi Pelayanan Bimbingan Kelompok


Pelaksanaan kegiatan layanan bimbingan kelompok dapat dilaksanakan melalui kegiatan Home Room yang berfungsi untuk penyampaian informasi dan pengembangan, psikodrama yang berfungsi untuk keperluan terapi untuk masalah-masalah psikologis, sosiodrama yang berfungsi untuk keperluan terapi bagi masalah-masalah konflik-sosial.

Menurut amti (1992: 108) bahwa tujuan bimbingan kelompok terdiri dari tujuan umum dan tujuan khusus. Secara umum bimbingan kelompok betujuan untuk membantu para siswa yang mengalami masalah melalui prosedur kelompok. Selain itu juga menembangkan pribadi masing-masing anggota kelompok melalui berbagai suasana yang muncul dalam kegiatan itu, baik suasana yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Secara khusus bimbingan kelompok bertujuan untuk:
  • Melatih siswa untuk berani mengemukakan pendapat di hadapan teman-temannya.
  • Melatih siswa dapat bersikap terbuka di dalam kelompok Melatih siswa untuk dapat membina keakraban bersama temanteman dalam kelompok khususnya dan teman di luar kelompok pada umumnya.
  • Melatih siswa untuk dapat mengendalikan diri dalam kegiatan kelompok.
  • Melatih siswa untuk dapat bersikap tenggang rasa dengan oran lain.
  • Melatih siswa memperoleh keterampilan sosial Membantu siswa mengenali dan memahami dirinya dalam hubungannya dengan orang lain.
Fungsi dari layanan bimbingan kelompok diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Memberi kesempatan yang luas untuk berpendapat dan memberikan tanggapan tentang berbagai hal yang terjadi di lingkungan sekitar.
  2. Mempunyai pemahaman yang efektif, objektif, tepat, dan cukup luas tentang berbagai hal tentang apa yang mereka bicarakan. 
  3. Menimbulkan sikap yang positif terhadap keadaan sendiri dan lingku
  4. ngan mereka yang berhubungan dengan hal-hal yang mereka bicarakan dalam kelompok.Menyusun progran-program kegiatan untuk mewujudkan penolakan terhadap sesuatu hal yang buruk dan memberikan dukungan terhadap sesuatu hal yang baik.
  5. Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang nyata dan langsung untuk membuahkan hasil sebagaimana apa yang mereka programkan semula.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 6/12/2017

Layanan Informasi BK

Layanan Informasi BK - Layanan informasi merupakan layanan yang diberikan oleh guru BK/Konselor dalam rangka menambah wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap siswa. Beberapa layanan informasi yang dapat diberikan antara lain: informasi akademis, informasi karir, informasi hal-hal yang berkembang dan up to date untuk dibahas.  Informasi yang diberikan akan menambah WPKNS untuk mendukung pengembangan potensi peserta didik secara optimal.


Layanan Informasi BK


Ada tiga alasan utama mengapa pemberian informasi perlu diselenggarakan:

  1. Membekali individu dengan berbagai pengetahuan tentang lingkungan yang diperlukan untuk memecahakan masalah yang dihadapi berkenaan dengan lingkungan sekitar, pendidikan, jabatan, maupun sosial budaya.
  2. Memungkinkan individu dapat menentukan arah hidupnya. syarat dasar untuk menentukan arah hidup adalah apabila ia mengetahui apa (informasi) yang harus dilakukan serta bagaimana bertindak secara kreatif dan dinamis berdasarkan atas informasi-informasi yang ada itu. Dengan kata lain, berdasarkan atas inforasi yang diberikan individu diharapkan dapat membuat rencana-rencana dan keputusan masa depannya serta bertanggung jawab atas rencana dan keputusan yang dibuatnya itu.
  3. Setiap individu adalah unik. Keunikan itu akan membawakan pola-pola pengambilan keputusan dan bertindak yang berbeda-beda disesuaikan dengan aspek-aspek kepribadian masing-masing individu.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 6/12/2017

Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia

Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) - Tiap organisasi, termasuk perusahaan, menetapkan tujuan-tujuan tertentu yang ingin mereka capai dalam memanajemini setiap sumber dayanya termasuk sumber daya manusia. Tujuan MSDM secara tepat sangatlah sulit untuk di rumuskan karena sifatnya bervariasi dan tergantung pada penahapan perkembangan yang terjadi pada masing-masing organisasi.

Tujuan Manajemen Sumber Daya

 Menurut Cushway (dalam Irianto,2011), tujuan MSDM meliputi  :
  1. Memberi pertimbangan manajemen dalam membuat kebijakan SDM untuk memastikan bahwa organisasi memiliki pekerja yang bermotivasi dan berkinerja yang tinggi, memiliki pekerja yang selalu siap mengatasi perubahan dan memenuhi kewajiban pekerjaan secara legal;
  2. Mengimplementasikan dan menjaga semua kebijakan dan prosedur yang memungkinkan organisasi mampu mencapai tujuannya.
  3. Membantu dalam pengembangan arah keseluruhan organisasi dan strategi, khususnya yang berkaitan dengan implementasi SDM.
  4. Memberi dukungan dan kondisi yang akan membantu manajer lini mencapai tujuannya.
  5. Menangani berbagai krisis dan situasi sulit dalam hubungan antar pekerja untuk meyakinkan bahwa mereka tidak menghambat organisasi dalam mencapai tujuannya.
  6. Menyediakan media komunikasi antar pekerja dan manajemen organisasi.
  7. Bertindak sebagai pemelihara standar organisasional dan nilai dalam manajemen SDM.

Sementara itu, menurut Schuler et al.(dalam Irianto,2001), setidaknya MSDM memiliki tiga tujuan utama, yaitu :
  1. Memperbaiki tingkat produktivitas.
  2. Memperbaiki kualitas kehidupan kerja.
  3. Meyakinkan organisasi telah memenuhi aspek-aspek legal.

Perusahaan atau organisasi dalam bidang sumber daya manusia tentunya menginginkan agar setiap saat memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dalam arti memenuhi persyaratan kompetensi untuk didayagunakan dalam usaha merealisasi visi dan mencapai tujuan-tujuan jangka pendek, sumber daya manusia seperti itu hanya akan diperoleh dari karyawan atau organisasi yang memenuhi ciri-ciri atau karakteristik sebagai berikit:
  1. Memiliki pengetahuan penuh tentang tugas, tanggung jawab dan wewenangnya.
  2. Memiliki pengetahuan yang diperlukan, terkait dengan pelaksanaan tugasnya secara penuh.
  3. Mampu melaksanakan tugas-tugas yang harus dilakukan karena mempunyai keahlian/keterampilan yang diperlukan.
  4. Bersikap produktif,inovatif/kreatif, mau bekerja sama dengan orang lain, dapat dipercaya, loyal dan sebagainya. (Ruky,2003).

Guna mencapai tujuan manajemen sumber daya manusia harus dikembangkan dan dipelihara agar semua fungsi organisasi dapat berjalan dengan seimbang.Kegiatan sumber daya manusia merupakan bagian proses manjemen sumber daya manusia yang paling sentral, dan merupakan suatu rangkaian dalan mencapai tujuan organisasi. Kegiatan tersebut akan berjalan dengan lancar, apabila memanfaatkan fungsi-fungsi manajemen. Fungsi manajemen sumber daya manusia dimaksud adalah sebagai berikut:

Perencanaan
Perencanaan adalah kegiatan memperkirakan tentang keadaan tenaga kerja, agar sesuai dengan kebutuhan organisassi secara efektif dan efisien, dalam membantu terwujudnya tujuan.

Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah kegiatan untuk mengatur pegawai dengan menetapkan pembagian kerja, hubungan kerja, delegasi wewenang, integrasi dan koordinasi,dalam bentuk bagan organisasi.

Pengarahan dan Pengadaan
Pengarahan adalah kegiatan memberi petunjuk kepada pegawai agar mau kerja sama dan bekerja efektif serta efisien dalam membantu tercapainya tujuan organisasi. Adapun pengadaan adalah proses penarikan,seleksi, penempatan, orientasi, dan induksi untuk mendapatkan pegawai yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Pengendalian
Pengendalian merupakan kegiatan mengendalikan pegawai agar menaati peraturan organisasi dan bekerja sesuai rencana.

Pengembangan
Pengembangan merupakan proses peningkatan keterampilan teknik, teoritis, konseptual. Dan moral pegawai melalui pendidikan dan pelatihan.

Kompensasi
Kompensasi merupakan pemberian balas jasa langsung berupa uang atau barang kepada pegawai sebagai imbalan jasa yang diberikan kepada organisasi.

Pengintegrasian
Pengintegrasian merupakan kegiatan untuk mempersatukan kepentingan organisasi dan kebutuhan pegawai, agar tercipta kerja sama yang serasi dan saling menguntungkan.

Pemeliharaan
Pemeliharaan merupakan kegiatan pemeliharaan atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas, agar mereka mau bekerja sama sampai pensiun.

Kedisiplinan
Kedisiplinan merupakan salah satu fungsi manajemen sumber daya manusia yang paling penting dan merupakan kunci terwujudnya tujuan organisasi, karena tanpa adanya kedisiplinan, maka sulit mewujudkan tujuan yang maksimal.

Pemberhentian
Pemberhentian merupakan putusnya hungan kerja seorang pegawai dari suatu organisasi
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 6/06/2017

Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia

Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia  - Manajemen Sumber Daya Manusia adalah Pendekatan terhadap manajemen manusia.Pendekatan terhadap manajemen manusia tersebut didasarkan pada nilai manusia dalam hubungannya dengan organisasi. Manusia merupakan sumber daya yang paling penting dalam organisasi, di samping itu efektivitas organisasi sangat ditentukan oleh manajemen manusia. Seperti dikatakan oleh Amstrong pendekatan terhadap manajemen manusia tersebut di dasarkan pada empat prinsip dasar.

Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia

Pertama  sumber daya manusia adalah harta yang paling penting yang dimiliki organisasi, sedangkan manajemen yang efektif adalah kunci bagi keberhasilan organisasi tersebut. Kedua keberhasilan ini sangat mungkin dicapai jika peraturan atau kebijaksanaan atau prosedur yang bertalian dengan manusia dari perusahaan tersebut saling berhubungan, memberikan sumbangan terhadap pencapaian tujuan perusahaan serta perencanaan strategis.

Ketiga, Kultur dan nilai perusahaan, suasana organisasi dan perilaku manajerial yang berasal dari kultur tersebut akan memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil pencapaian yang terbaik. Karena itu kultur ini harus di tegakkan, yang berarti bahwa nilai organisasi mungkin perlu diubah atau ditegakkan, dan diupayakan secara terus menerus mulai dari puncak hendaknya kultur tersebut hendaknya dapat diterima atau dipatuhi. Keempat, Manajemen manusia berhubungan dengan integrasi : menjadikan semua anggota organisasi tersebut terlibat dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Aktivitas MSDM berawal sejak sebelum Perang Dunia Pertama sekitar tahun 1915. Semenjak Perang Dunia Pertama tersebut, militer Amerika serikat sedang mengembangkan suatu korps pengujian psikologi, suatu orang yang telah terlatih dalam peraktek-peraktek di ketiga tim tersebut kemudian menjadi manajer-manajer personalia di bidang industri. Telah diperolehnya selama perang dunia pada berbagai bidang perindustrian tersebut.

Di Amerika Serikat sendiri, pada mulanya SDM ini belum memperoleh perhatian tetapi perkembangan terakhir memperlihatkan banyak organisasi publik dana swasta yang memandang bahwa sumber daya manusia memberi kontribusi yang sangat berarti terhadap upaya pencapaian tujuan dan misi organisasi.

Memasuki abad 21, nampaknya cara pandang ini akan menjadi cara pandang usahawan Amerika. Amerika sangat berkepentingan terhadap perkembangan ekonomi global, pembentukan pasar tunggal Eropa dan menghadapi pesaing dari kawasan Asia. Oleh karena itu, berbagai organisasi perusahaannya membutuhkan karnyawan yang berpikiran kritis,dapat menyusun perencanaan strategis,dan memiliki kemampuan untuk berdaptasi terhadap berbagai perubahan.

Berbagai studi mengungkapkan bahwa MSDM dapat di pandang sebagai faktor pendorong peningkatan produktivitas dan mutu pelayanan.Oleh karena itu, unit organisasi yang mengangani MSDM harus tidak kalah menariknya dalam hal sistem pengajian maupun promosi jabatan. Pelaksanaan MSDM yang baik diyakini dapat meningkatkan efektivitas organisasi serta memberi keuntungan walaupun dalam suasana dalam penuh persaingan (Bernandin & Russel,1993).

Perkembangan MSDM didorong oleh kemajuan peradaban, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan tuntutan daya saing produksi barang dan jasa yang dihasilkan. MSDM sudah ada sejak adanya kerja sama dan pembagian kerja di antara dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan tertentu. MSDM ini pada mulanya terpadu dalam manajemen atau belum menjadi ilmu yang berdiri sendiri.
Para ahli pada abad ke-20 mengembangkan MSDM menjadi suatu bidang studi yang khusus mempelajari peranan dan hubungan manusia dalam mencapai tujuan organisasi. Perkembangan MSDM didorong oleh masalah-masalah ekonomi, politis, dan sosial.

Masalah-masalah  ekonomis meliputi hal-hal berikut:
  1. Semakin terbatasnya faktor-faktor produksi menuntut agar sumber daya manusia dapat bekerja lebih efektif dan efisien.
  2. Semakin disadari bahwa sumber daya manusia paling berperan dalam mewujudkan tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat.
  3. Karyawan akan meningkatkan moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerjanya jika kepuasan diperolehnya dari pekerjaannya.
  4. Terjadinya persaingan yang tajam untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas diantara perusahaan.
  5. Para karyawan semakin menuntut keamanan ekonominya pada masa depan.

Masalah-masalah politis meliputi  hal-hal berikut:
  1. Hak asasi manusia semakin mendapat perhatian dan kerja paksa tidak diperkenankan lagi.
  2. Organisasi buruh semakin banyak dan semakin kuat mengharuskan perhatian yang lebih baik terhadap sumber daya manusia.
  3. Campur tangan pemerintah dalam mengatur perburuhan semakin banyak.
  4. Adanya persamaan hak dan keadilan dalam memperoleh kesempatan kerja.
  5. Emansipasi wanita yang menuntut kesamaan hak dalam memperoleh pekerjaan.

Masalah-masalah sosial meliputi hal-hal berikut:
  1. Timbulnya pergeseran nilai didalam masyarakat akibat pendidikan dan kemajuan teknologi. Misalnya : anggapan anak akan memberikan jaminan hidup di masa tua berubah menjadi uang pensiun yang akan menjamin masa tuanya.
  2. Berkurangnya rasa kebanggaan terhadap hasil pekerjaan, akibat adanya spesialisasi pekerjaan yang mendetail.
  3. Semakin banyak pekerja wanita yang karena kodratnya perlu mendapat pengaturan dengan perundang-perundangan.
  4. Kebutuhan manusia yang semakin beraneka ragam, material dan nonmaterial yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Misalnya, masalah status sosial dan kesehatan.
Manajemen Sumber Daya Manusia ini akan terus berkembang sesuai dengan kemajuan peradaban, teknologi, dan perundang-undangan negara-negara di dunia. Persaingan yang ketat di antara perusahaan dan semakin besarnya perhatian tentang hak asasi manusia akan mendorong timbulnya pendekatan-pendekatan yang lebih modern dan manusiawi dalam perburuhan. Pemerintah pun akan semakin besar campur tangannya dalam mengatur pemanfaatan sumber daya manusia untuk melindungi kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan agar tidak diperlakukan sewenang-wenang oleh pemilik perusahaan.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 6/06/2017
Back to top