w

Perubahan Pola Kerja

Perubahan Pola Kerja - Manusia hidup untuk bekerja, inilah slogan yang sering di dengungkan oleh orang bijak. Jenis pekerjaan tiap-tiap orang tentunya berbeda bergantung pada kemampuan, sarana-prasarana, dan kesempatan pada setiap orang. Masyarakat Indonesia yang dikarunia Tuhan Yang Maha Esa alam yang subur dan indah serta laut yang luas dengan kekayaannya yang tak terkira, mendorong masyarakat Indonesia untuk bekerja dalam bidang yang cenderung sama, yaitu bertani bagi masyarakat desa dan menjadi nelayan bagi masyarakat yang hidup di tepi pantai.

Perubahan Pola Kerja

Kemajuan teknologi membawa dampk baru bagi masyarakat, yaitu industri-industri yang maju dan modern. Industri yang didukung dengan ilmu pe ngetahuan dan teknologi yang tinggi jelas me muncul kan nilai keuntungan yang lebih besar. Oleh karena itu, banyak lahan pertanian yang berubah menjadi pabrik
maupun perkantoran modern. Anak-anak para petani tidak lagi mau menjadi petani, karena bertani kurang dapat mendapatkan hasil yang memuaskan dibandingkan dengan bekerja dalam sektor industri.

Pemenuhan tenaga kerja dan berkembangnya tingkat kebutuhan masyarakat akhirnya mendorong perempuan untuk bekerja di luar rumah. Hal itu dulu dianggap tabu bagi wanita. Bahkan, ada beberapa perempuan menunda pernikahan atau menunda kehamilannya atau dalam dunia kerja. Bekerjanya para perempuan di luar rumah membawa dampak terhadap fungsi dan peran orang tua di rumah.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong perubahan yang besar dalam bentuk dan pola tata kerja. Pada saat ini ada kecenderungan orang untuk tidak bekerja lagi di kantor, tetapi bekerja di rumah dengan menggunakan fasilitas teknologi komunikasi, seperti internet. Pada saat ini kesuksesan tiap-tiap individu dalam mendapatkan pekerjaan harus didukung oleh keterampilan dan pengetahuan yang luas terutama dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 12/05/2016

Manfaat Globalisasi dalam Bidang Politik

Manfaat Globalisasi dalam Bidang Politik - Sebuah negara menjadi negara yang merdeka dan mandiri, jika negara tersebut memiliki kedaulatan. Kedaulatan itu sendiri memiliki dua bentuk, yaitu kedau latan ke dalam dan kedaulatan ke luar. Kedaulatan ke dalam adalah kekuasaan suatu negara untuk mengatur fungsi-fungsi pemerintahan negara, seperti kekuasaan untuk menguasai dan mengelola sumber-sumber ekonomi. Adapun kedaulatan ke luar adalah kekuasaan suatu negara untuk melakukan hubungan dan kerja sama dengan negara lain.

Manfaat Globalisasi dalam Bidang Politik


Globalisasi dalam bidang ekonomi yang ditandai dengan meng guritanya perusahaan-perusahaan multinasional membawa pengaruh terhadap dikua sainya sumber-sumber ekonomi oleh perusahaan multi nasional dan akibatnya pendapatan negara tersebut menjadi lebih kecil dibandingkan dengan pendapatan perusahaan multinasional. Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa parahnya krisis ekonomi Indonesia disebabkan oleh adanya kekuatan asing, yaitu peru sahaan multinasional yang memainkan dan men jatuhkan nilai mata uang rupiah.

Masuk dan berkuasanya kekuatan ekonomi global tentunya membawa pengaruh terhadap bidang politik. Kekuatan ekonomi global yang diarahkan pada pembentukan tindakan negatif jelas dapat mengganggu stabilitas dan kewibawaan pemerintah. Negara tidak lagi dapat mengontrol pergerakan ekonomi terutama uang yang me nyebabkan 􀃁 uktuasi nilai mata uang. Kemudian, dimainkan pula oleh kekuatan dari luar negara untuk menggoyang pemerintahan.

Kewibawaan pemerintah dan risiko politik akan sangat berat ditanggung pemerintah jika ada sebuah perusahaan multinasional memutuskan untuk memindahkan basis operasinya ke negara lain. Hal ini tentunya buruh yang terkena dampak pemutusan hubung an kerja sehingga mendorong untuk melakukan aksi unjuk rasa. Pengaruh unjuk rasa ini akan menyebabkan kerugian ekonomi dan ongkos sosial yang sangat mahal.

Pengaruh globalisasi dalam bidang politik juga sangat terasa. Seperti terlihat dari sikap pemerintah yang harus mempertimbangkan dan melaksanakan tekanan negara-negara internasional. Misalnya, dugaan kasus pelang garan hak asasi manusia atau dugaan kepemilik an senjata pemusnah massal, seperti Irak sehingga apabila ada negara yang melakukan pelanggaran maka akan mendapatkan sanksi internasional berupa embargo sampai dengan sanksi militer.

Pengaruh globalisasi yang begitu besar terhadap kehidupan politik tentunya harus dihadapi pemerintah dengan berbagai program dan kebijakan. Program dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah tersebut
diharapkan dapat mengangkat nilai-nilai kebangsaan dan derajat bangsa dalam pergaulan internasional.


Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 12/05/2016

Pengertian Keluarga

Pengertian Keluarga - Lembaga keluarga adalah lembaga yang sifatnya universal, artinya seluruh masyarakat dunia mengenal akan lembaga tersebut. Dalam kajian sosiologi, keluarga merupakan salah satu bentuk masyarakat dalam kesatuan sosial terkecil yang berfungsi untuk melangsungkan eksistensi kemasyarakatan melalui fungsi reproduksi dan sosial. Lembaga keluarga tidak terlepas dari masalah seks yang diatur melalui perkawinan, pemeliharaan anak, kekerabatan, pemenuhan kebutuhan pokok, pencapaian tujuan, dan pembinaan masalah kekeluargaan. 

Pengertian Keluarga


Kelangsungan hidup dalam keluarga, akan sangat tergantung dari partisipasi seluruh anggota keluarga untuk membinanya. Ayah berfungsi sebagai kepala keluarga yang berperan sebagai pemimpin dalam aktivitas keluarga. Ibu berperan sebagai pengayom, pembina anak-anak, dan sebagai tempat untuk bertukar pikiran di antara anggota kelarga. Begitu pula dengan anggota keluarga yang lain, seperti anak dan kerabat yang menjadi satu unit keluarga juga memiliki kewajiban untuk ikut menjaga kehormatan keluarga dan juga kelangsungan keluarga.

Lembaga keluarga ialah kelompok sosial yang terdiri atas dua orang atau lebih yang mempunyai ikatan darah, perkawinan, atau adopsi. Keluarga terbentuk atas satuan sosial yang terbatas, yaitu dua orang (laki-laki dan wanita) yang mengadakan ikatan tertentu yang disebut perkawinan. Secara berangsur-angsur anggota keluarga semakin meluas, yaitu dengan kelahiran atau adopsi anak-anak.

Dari gambaran tersebut, maka lembaga keluarga dapat diartikan sebagai satuan sosial yang paling dasar dan terkecil dalam masyarakat, yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anaknya. Keluarga dapat disebut sebagai masyarakat dan bahkan lembaga karena dari keluarga juga terlahir suatu kebudayaan. Keluarga juga memiliki norma-norma, kaidah-kaidah, tata nilai, dan tujuan-tujuan yang jelas. Dalam lingkup masyarakat yang lebih besar, lembaga keluarga juga memiliki peran serta yang cukup besar dalam menjaga kelangsungan kehidupan bermasyarakat.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 11/28/2016

Hubungan Antar Lembaga Sosial

Hubungan Antar Lembaga Sosial - Dalam masyarakat yang heterogen terdapat berbagai jenis lembaga sosial dimana satu sama lain saling berhubungan dan saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Sebagai contoh masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia merupakan satu kesatuan dari struktur yang terdapat dalam masyarakat, yang terdiri dari berbagai macam lembaga sosial, stratifikasi sosial, nilai dan norma sosial, dan kelompok-kelompok sosial.

Hubungan Antar Lembaga Sosial

Pada masyarakat Indonesia akan terlihat berbagai macam lembaga sosial yang ada, seperti halnya lembaga pendidikan, keluarga, rekreasi, politik, ekonomi, dan lain sebagainya. Hubungan antara lembaga sosial dalam masyarakat tidak selalu sejalan dan serasi. Ketidakcocokan antara berbagai lembaga sosial dapat kita lihat dalam kehidupan masyarakat. Misalnya kebiasaan merokok. Norma dalam lembaga kesehatan menekankan untuk menghindari kebiasaan merokok tersebut karena berdampak pada masalah kesehatan. Tetapi berbeda dengan lembaga ekonomi yang justru menekankan norma yang berbeda. Berkembangnya industri rokok, berarti akan berdampak pada peluasan lapangan kerja, peningkatan penerimaan pajak oleh negara, dan pembangunan sekolah serta rumah sakit oleh pemerintah sebagai konsekuensi dari pajak yang diterima.

Hubungan antara lembaga sosial tertentu dengan lembaga sosial yang lain tidak selalu sejalan. Apabila tidak disadari secara arif, maka akan menimbulkan konflik antar-lembaga sosial tersebut. Untuk mengatasi hal demikian, maka diperlukan komunikasi antar-lembaga sosial yang saling berseberangan sehingga ditemukan solusi yang paling tepat. Dalam kasus lembaga industri rokok dengan lembaga kesehatan sebagaimana telah dipaparkan di atas, maka diperlukan adanya komunikasi yang mengarah pada upaya bagaimana industri rokok berkembang tetapi tidak menurunkan tingkat kesehatan masyarakat.

Sebagaimana penjelasan di muka, bahwa terbentuknya lembaga sosial adalah karena adanya kebutuhan pokok masyarakat yang menuntut adanya wahana sebagai upaya pemenuhan. Oleh karena itu, lembaga sosial bukanlah suatu hal yang tetap atau langgeng, melainkan akan berubah sesuai dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat. Dalam hubungan antar-lembaga-lembaga yang ada dalam masyarakat adakalanya perubahan yang sifatnya cepat tidak dapat diikuti oleh lembaga lain, dan hal ini akan berdampak pada adanya kesenjangan budaya (culture lag).

Perkembangan yang cepat dalam media massa, terutama media elektronik yang menyebabkan banyaknya penyimpangan sosial, hal ini tidak disertai dengan pendidikan moral yang dapat dilakukan oleh lembaga pendidikan dan lembaga keluarga. Akibatnya, terjadi ketimpangan sosial yang semakin jauh dari apa yang diharapkan tentang tatanan sosial.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 11/28/2016

Tegangan Induksi

Tegangan Induksi - Untuk menghasilkan arus listrik dari medan magnet, Faraday menggunakan peralatan. Kumparan sebelah kiri dihubungkan ke baterai. Ketika arus mengalir melalui kawat, dihasilkan medan magnet. Kuat medan magnet diperbesar oleh inti besi, sebagai sebuah elektromagnet. Faraday berharap bahwa arus searah akan menghasilkan arus pada kumparan sebelah kanan. Tetapi bagaimanapun kuatnya arus searah yang digunakan, Faraday tidak memperoleh hasil seperti yang diinginkan. Medan magnet tersebut tidak menghasilkan arus pada kumparan kedua.

Tegangan Induksi

Bila arus dari baterai diubah-ubah dengan menyambung dan memutuskan saklar secara cepat dan berulang-ulang, maka jarum galvanometer menyimpang. Hal ini berarti ada arus yang mengalir pada kumparan kedua. Sebaliknya bila saklar disambung begitu saja meskipun ada arus dari baterai, tetapi tidak menyebabkan jarum galvanometer menyimpang.

Bila arus listrik diubah-ubah dengan mengatur saklar maka medan magnet yang ditimbulkan akan berubahubah pula besarnya. Perubahan medan magnet ini menginduksi timbulnya arus listrik di kumparan kedua. Arus listrik ini disebut arus induksi. Proses menghasilkan arus dengan perubahan medan magnet disebut induksi elektromagnetik.

Faraday melakukan beberapa percobaan tentang induksi elektromagnet. Salah satunya adalah dia menggerakkan sebuah magnet dekat lingkaran kawat tertutup Apa yang diperoleh ketika magnet tidak digerakkan adalah tidak ada arus dalam kawat tersebut. Tetapi ketika magnet digerakkan, arus diinduksikan dalam kawat tersebut. Arah arus bergantung pada arah gerakan magnet. Pada percobaan lain dia memegang magnet dan meng-gerakan rangkaian kawat.

Dalam hal ini arus juga diinduksikan. Satu ciri umum pada semua percobaan Faraday adalah medan magnet yang berubah. Bukan menjadi masalah bagaimana cara medan magnet berubah, apakah magnet yang digerakkan ataukah rangkaiannya yang digerakkan. Yang penting adalah terdapat perubahan medan magnet. Arus listrik akan diinduksikan dalam rangkaian yang didekatkan ke medan magnet yang berubah.

Berdasarkan percobaan Faraday diketahui bahwa tegangan listrik yang diinduksikan oleh medan magnet bergantung pada tiga hal berikut:
1. Jumlah lilitan. Semakin banyak lilitan pada kumparan, semakin besar tegangan yang diinduksikan.
2. Kecepatan gerakan medan magnet. Semakin cepat garis gaya magnet yang mengenai konduktor, semakin besar tegangan induksi.
3. Jumlah garis gaya magnet. Semakin besar jumlah garis gaya magnet yang mengenai konduktor, semakin besar tegangan induksi.

Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 11/19/2016

Transformator Step-Up

Transformator Step-Up - Jika jumlah lilitan pada kumparan primer dan sekunder sama, tegangan induksi pada kumparan sekunder akan sama seperti tegangan pada kumparan primer. Tetapi jika jumlah lilitan pada kumparan sekunder lebih banyak dari lilitan pada kumparan primer, tegangan pada kumparan sekunder akan lebih besar. Karena transformator jenis ini menaikkan tegangan, ia disebut transformator penaik tegangan atau step-up. 

Transformator

Pada transformator penurun tegangan atau stepdown, jumlah lilitan pada kumparan sekunder lebih sedikit daripada jumlah lilitan pada kumparan primer. Sehingga tegangan pada kumparan sekunder lebih kecil daripada tegangan pada kumparan primer.  memperliha Transformator step-up tkan transformator step-down.

Transformator sangat penting untuk penyaluran listrik. Pembangkit listrik biasanya letaknya sangat jauh dari rumah penduduk. Listrik disalurkan pada jarak yang jauh, sehingga terdapat kehilangan energi. Pada tegangan yang tinggi dan arus yang rendah, listrik dapat disalurkan dengan kehilangan energi yang lebih kecil. Tetapi jika pembangkit listrik membangkitkan tegangan rendah, bagaimana memperoleh listrik tegangan tinggi? Listrik tegangan tinggi diperoleh dengan menaikkan tegangan menggunakan transformator step-up. Setelah dinaikkan, tegangan tersebut disalurkan ke pelanggan. Tegangan tersebut kemudian diturunkan lagi dengan menggunakan transformator step-down untuk disalurkan ke rumah penduduk.

Transformator step-up digunakan juga pada pesawat televisi untuk menaikkan tegangan 220 volt menjadi tegangan 20.000 volt. Transformator step-down digunakan pada radio, tape recorder, komputer.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 11/19/2016

Pengertian Wilayah Formal

Pengertian Wilayah Formal - Yang dimaksud wilayah formal menurut Wardiyatmoko, yaitu wilayah yang bercirikan dengan asosiasi areal yang ditandai dengan alam fisik, biotik, dan sosial.

Wilayah Formal

Perwilayahan secara formal di permukaan bumi, mudah diamati dan dibedakan karena perwilayahan secara formal jelas batas-batasnya. Berdasarkan proses klasifikasinya ada beberapa wilayah secara formal antara lain:

a. Wilayah Menurut Kekhususannya. Klasifikasi wilayah ini merupakan daerah tunggal, mempunyai ciri-ciri geografi yang khusus. Wilayah demikian ini disebut specific region.
Contoh:
1) Wilayah Asia Tenggara, di mana daerah ini merupakan daerah tunggal dan mempunyai ciri-ciri geografi yang khusus, seperti dalam hal lokasi, penduduk, adat-istiadat, bahasa, dan lain sebagainya.
2) Wilayah waktu Indonesia bagian Timur, di mana daerah ini merupakan daerah tunggal dan mempunyai ciri khusus, yaitu yang lokasinya di Indonesia bagian timur.
3) Wilayah daerah penangkapan udang laut di Indonesia mempunyai ciri khusus. Lokasinya sepanjang pantai hutan bakau atau laut yang pantainya tidak begitu dalam dan reliefnya bercelah-celah yang cocok untuk sarang udang.

b. Wilayah yang Menekankan Perbedaan Kepada Jenisnya disebut generic region. Dalam hal ini fungsi wilayah kurang diperhatikan.
Contoh: wilayah iklim, wilayah vegetasi, wilayah fisiografi, wilayah pertanian, dan wilayah yang menghasilkan hasil bumi. Dalam hal ini yang ditekankan adalah jenis perwilayahan saja.

c. Wilayah Berdasarkan Keseragaman atau Kesamaan Dalam Kriteria Tertentu. Wilayah seperti ini disebut uniform region.
Contoh: wilayah pertanian, di mana terdapat keseragaman atau kesamaan antara petani atau daerah pertanian dan kesamaan ini menjadi sifat yang dimiliki oleh elemen-elemen yang membentuk wilayah.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 11/13/2016
Back to top