w

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Lingkungan Hidup

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Lingkungan Hidup - Suatu lingkungan pada dasarnya merupakan berbagai unsur yang secara bersama-sama berinteraksi. Berikut ini merupakan beberapa faktor yang memengaruhi lingkungan hidup

Sampah plastik yang hendaknya didaur ulang bukannya dibuang


a. Faktor Geografi

Faktor geografis terdiri atas iklim, perubahan cuaca, kesuburan tanah, dan erosi.

1) Iklim
Iklim merupakan faktor yang memengaruhi manusia dalam beraktivitas dalam lingkungannya. Iklim yang ekstrem dapat menjadi pembatas bagi aktivitas manusia.

2) Perubahan Cuaca
Perubahan cuaca yang ekstrem dapat menjadi pembatas utama aktivitas manusia. Akan tetapi, dapat pula menjadi pendorong manusia menjadi lebih kreatif dan inovatif untuk mengatasi perubahan tersebut.

3) Kesuburan Tanah
Kesuburan tanah merupakan faktor yang cukup berpengaruh terutama bagi daerah agraris. Dengan keadaan tanah yang subur, maka daya dukung lingkungan akan lebih tinggi dibandingkan dengan daerah yang kurang subur.

4) Erosi
Terjadinya erosi dapat mengurangi daya dukung lingkungan. Erosi menyebabkan hilangnya lapisan tanah subur yang dibutuhkan untuk pertanian.

Faktor-faktor tersebut memengaruhi lingkungan hidup secara langsung dan tidak langsung. Iklim dan perubahan cuaca merupakan faktor tidak langsung. Kesuburan tanah dan erosi merupakan faktor yang langsung berpengaruh terhadap lingkungan.

b. Faktor Budaya

Faktor budaya terdiri atas ilmu, pengetahuan, teknologi, dan perilaku manusia.

1) Ilmu
Tingkat perkembangan ilmu yang dimiliki oleh suatu masyarakat dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup bagi manusia. Dengan munculnya kesadaran tersebut, diharapkan manusia dapat memperlakukan alam dengan bijak.

2) Pengetahuan
Tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh suatu masyarakat dapat meningkatkan nilai daya dukung lingkungan.

3) Teknologi
Tingkat teknologi yang dimiliki oleh masyarakat dapat meningkatkan dan menurunkan nilai daya dukung lingkungan.

4) Perilaku Manusia
Perilaku manusia yang beragam dapat meningkatkan dan menurunkan nilai daya dukung lingkungan.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 4/15/2017

Soal IPS Dinamika Penduduk dan Pembangunan

Soal IPS Dinamika Penduduk dan Pembangunan

1. Semua orang yang menempati suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu disebut ….
a. warga negara
b. rakyat
c. penduduk
d. bangsa

2. Perubahan penduduk yang terjadi karena faktor kelahiran, kematian, dan migrasi disebut ….
a. pertumbuhan penduduk
b. komposisi penduduk
c. dinamika penduduk
d. ledakan penduduk

3. Masalah kuantitas penduduk Indonesia, antara lain ….
a. pertumbuhan penduduk yang tinggi
b. tingkat pendidikan yang rendah
c. tingkat kesehatan yang rendah
d. penguasaan teknologi yang rendah

4. Pengumpulan data kependudukan dengan menggunakan sampel-sampel wilayah disebut ….
a. sensus penduduk
b. registrasi penduduk
c. biodata penduduk
d. survei penduduk

5. Pendataan penduduk yang hanya dikenakan kepada penduduk yang benarbenar bertempat tinggal di wilayah sensus disebut ….
a. sensus de jure
b. sensus de facto
c. survei
d. registrasi

6. Angka kebergantungan penduduk suatu negara dapat dihitung dari komposisi penduduk berdasarkan ….
a. jenis kelamin
b. tempat tinggal
c. mata pencarian
d. usia

7. Piramida penduduk Indonesia menunjuk kan golongan penduduk usia muda karena ….
a. sebagian besar berumur antara 15-64 tahun
b. sebagian besar penduduk berusia muda
c. sebagian besar penduduk berusia 0-14 tahun
d. angka harapan hidup Indonesia rata-rata mencapai usia di bawah 60 tahun

8. Dampak besarnya angka keber gantungan penduduk Indonesia ter hadap kondisi sosial ekonomi adalah ….
a. sulit mencari pekerjaan
b. upah kerja sangat rendah
c. mutu produksi barang-barang turun
d. beban berat yang dirasakan penduduk usia kerja

9. Negara berkembang pada umumnya memiliki bentuk piramida penduduk jenis ….
a. konstruktif
b. stasioner
c. ekspansif
d. sistematik

10. Program Keluarga Berencana (KB) bertujuan untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk Indonesia, artinya Indonesia menganut paham ….
a. pronatalitas
b. promigrasi
c. antinatalitas
d. antimortalitas

11. Kualitas kesehatan penduduk suatu negara dapat dilihat dari ….
a. angka kematian
b. angka kelahiran
c. sarana kesehatan
d. distribusi penduduk

12. Dari hasil sensus 1990, jumlah penduduk di Kelurahan Sukarajin berjumlah 4.735 jiwa, terdiri atas penduduk usia 0–14 tahun=1.941 jiwa dan 15–64 tahun=331 jiwa. Angka kebergantungan di kelurahan tersebut adalah ….
a. 88
b. 90
c. 92
d. 96

13. Faktor utama yang mendukung penduduk Indonesia menjadi sumber daya manusia yang berkualitas tinggi antara lain ….
a. penguasaan iptek pada bidangbidang tertentu
b. mampu menggunakan alat-alat hasil karya orang lain
c. mampu mengikuti budaya yang berasal dari luar
d. berpola hidup kebarat-baratan

14. Untuk mengatasi permasalahan persebaran penduduk di Indonesia yang tidak merata, pemerintah mencanangkan program ….
a. Keluarga Berencana
b. imunisasi
c. urbanisasi
d. transmigrasi

15. Penduduk usia produktif adalah penduduk yang berada pada kelompok usia ….
a. 0–14 tahun
b. 15–64 tahun
c. > 65 tahun
d. < 65 tahun

16. Salah satu faktor penarik urbanisasi adalah ….
a. lapangan pekerjaan di kota relatif banyak
b. tingkat pendapatan di desa relatif rendah
c. fasilitas sosial ekonomi di desa kurang memadai
d. lapangan pekerjaan di desa terbatas pada sektor pertanian

17. Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah pengangguran di Indonesia, yaitu ….
a. menyediakan lapangan pekerjaan
b. pembatasan angka kelahiran
c. mencanangkan program transmigrasi
d. meningkatkan taraf hidup

18. Komposisi penduduk yang diperlukan dalam menuntaskan pelaksanaan program wajib belajar sembilan tahun didasarkan atas ….
a. jenis kelamin
b. usia
c. mata pencarian
d. tingkat ekonomi

19. Jumlah penduduk suatu kecamatan pada 2000 sebesar 600.000 jiwa. Jika jumlah penduduk perempuan 350.000 jiwa, sex ratio daerah tersebut adalah ….
a. 71
b. 0,71
c. 1,4
d. 14

20. Provinsi yang kepadatan penduduknya paling tinggi di Indonesia adalah ….
a. Jawa Barat
b. Jawa Tengah
c. DI Yogyakarta
d. DKI Jakarta
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 4/15/2017

Contoh Perwilayahan Formal

Contoh Perwilayahan Formal - Suatu wilayah yang ditandai dengan asosiasi areal yang ditandai dengan kenampakan fisik (alam), biotik (kehidupan), dan sosial (kemasyarakatan) merupakan wilayah secara formal. Permukaan bumi ini sangat luas sehingga perwilayahan secara formal juga banyak aneka ragamnya.

a. Contoh Kenampakan Areal Fisik
1) Gunung dan pegunungan.
2) Sungai, DAS, dan rawa.
3) Relief berbentuk antiklinal, sinklinal, patahan, dan lipatan.

b. Contoh Kenampakan Areal Biotik
1) Hutan-hutan.
2) Daerah pertanian dan perkebunan.
3) Daerah sawah, tegal, dan ladang.

c. Contoh Kenampakan Areal Sosial
1) Kelompok RT, RW, dan kelurahan.
2) Golongan masyarakat desa dan masyarakat kota.
3) Golongan bangsa kulit putih dan kulit hitam.

Wilayah di permukaan bumi merupakan tempat bagi manusia untuk dapat melakukan berbagai aktivitas, baik sosial, ekonomi, maupun budaya. Pemilihan wilayah sebagai tempat berbagai aktivitas tersebut sangat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti iklim, topografi, keadaan tanah, air, dan sumber daya alam lainnya. Adanya perbedaan kondisi fisik antarwilayah menyebabkan terjadinya perbedaan perkembangan wilayah. Contohnya daerah yang relatif datar dan terletak dekat daerah perkotaan akan berkembang lebih cepat daripada daerah pegunungan yang jauh dari perkotaan.

Hubungan antartempat dan antarwilayah yang memungkinkan untuk terbentuknya wilayah formal disebut asosiasi areal. Usaha pelestarian lingkungan hidup kaitannya pembangunan di perwilayahan formal adalah sebagai berikut.

a. Reboisasi hutan dan penghijauan desa.
b. Lahan pertanian dan perkebunan jangan sampai kosong tidak ditanami.
c. Daerah pegunungan pengolahan tanah dengan sistem terasering.
d. Pelestarian hutan, contour plowing dan strip cropping, dan relief pegunungan tetap harus terjaga.
e. Sungai, DAS, dan rawa jangan sampai kering.
f. Daerah tegal dan ladang perlu ditanami.
g. Masyarakat disadarkan pentingnya kebersihan dan memelihara lingkungan hidup.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 4/05/2017

Fungsi dan Konsep Dasar Wilayah Pusat Pertumbuhan

Fungsi dan Konsep Dasar Wilayah Pusat Pertumbuhan - Fungsi Pusat Pertumbuhan - Bagian-bagian dari wilayah di permukaan bumi itu tidak tumbuh bersama-sama secara teratur, tetapi disengaja atau tidak disengaja ada bagian-bagian yang tumbuh dan maju atau berkembang lebih cepat dari bagian lain. Cepatnya pertumbuhan di tempat ini dapat menjadi pendorong bagi bagian lain yang tingkat pertumbuhannya kurang cepat.

Fungsi dan Konsep Dasar Wilayah Pusat Pertumbuhan


Secara umum fungsi pusat pertumbuhan, yaitu sebagai berikut.
a. Memudahkan koordinasi dan pembinaan.
b. Melihat perkembangan wilayah maju atau mundur.
c. Meratakan pembangunan di seluruh wilayah.

Konsep Dasar Wilayah Pusat Pertumbuhan
Istilah pertumbuhan dalam geografi yang dimaksud, yaitu pertumbuhan pembangunan, baik pembangunan fisik wilayah maupun pembangunan
sosial budaya. Dalam kerangka pendekatan perwakilan, Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa wilayah pembangunan. Setiap wilayah pemba ngunan mempunyai sebuah kota yang menjadi pusat pertumbuhan yang disebut juga kutub pertumbuhan (growth pole).

Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya wilayah pusat pertumbuhan antara lain sebagai berikut.
a. Faktor alam: pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, cuaca, iklim, rawa-rawa, dan kesuburan tanah.
b. Faktor ekonomi: perbedaan kebutuhan antara tempat yang satu dengan yang lain.
c. Faktor industri: kebutuhan tenaga kerja, tempat tinggal, dan peralatan rumah.
d. Faktor sosial: pendidikan, pendapatan, dan kesehatan.
e. Faktor lalu lintas: jenis transport, kondisi jalan, dan fasilitas lalu lintas.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 4/05/2017

Susunan Lembaga Keluarga

Susunan Lembaga Keluarga - Dalam lembaga keluarga, dikenal apa yang dinamakan keluarga inti dan keluarga meluas. Keluarga inti merupakan suatu lembaga keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak yang belum melakukan perkawinan.

Susunan Lembaga Keluarga


Dengan demikian, jumlah anggota keluarga inti relatif kecil. Sedangkan keluarga meluas merupakan lembaga keluarga yang terdiri dari keluarga inti ditambah anak-anaknya yang sudah berkeluarga atau bahkan pamannya, dan lain sebagainya. Jadi keluarga meluas, anggota keluarganya lebih dari satu generasi.

Dalam lembaga keluarga, juga mengenal adanya sistem kekerabatan yang berupa unilineal dan parental. Sistem unilineal merupakan sistem kekerabatan yang melalui garis keturunan ibu atau ayah saja. Sedangkan sistem parental merupakan sistem kekerabatan yang melalui dua garis keturunan, yakni ayah dan ibu.

Dalam karakteristik masyarakat yang berbeda, lembaga keluarga juga memiliki norma-norma yang berbeda pula. Selain sistem dan norma sebagaimana telah disebutkan di atas, masih banyak pula sistem-sistem lain yang mengikat dalam lembaga keluarga. Dalam hal ini, misalnya adanya pola tempat tinggal atau menetap setelah berlangsungnya perkawinan. Adapun mengenai pola tempat tinggal ini dapat dijelaskan sebagai berikut.

1) Pola Lokal
Terdapat lembaga keluarga yang mengatur adanya pola lokal, dimana pengantin baru harus tinggal terpisah baik dari orang tua pihak laki-laki maupun dari pihak perempuan. Lembaga keluarga yang mengatur pola ini biasanya untuk memberi kesempatan kepada mereka untuk belajar mandiri.

2) Pola Neolokal
Merupakan pola yang memberi kebebasan kepada mereka yang telah melangsungkan pernikahan untuk tempat tinggal di tempat baru yang mereka pilih. Dalam hal ini, mereka memiliki kebebasan untuk memilih di mana mereka akan tinggal dalam melangsungkan kebudayaan.

3) Pola Patrilokal
Merupakan pola yang mengatur keluarga baru untuk menetap di lingkungan keluarga suami. Pola ini bersifat kaku, karena mereka yang telah melangsungkan pernikahan tidak memiliki pilihan lain, kecuali harus tinggal bersama keluarga suami.

4) Pola Matripatrilokal
Merupakan pola yang mengatur keluarga baru untuk menetap di lingkungan pihak wanita, selanjutnya menetap bersama keluarga pria. Pola ini agak lebih longgar di mana mereka dapat tinggal di tempat kedua orang tua mereka, baik di pihak laki-laki maupun perempuan.

5) Pola Matrilokal
Merupakan suatu pola yang mengatur keluarga baru untuk menetap bersama dengan keluarga pihak wanita. Pola ini juga tidak memberikan pilihan lain, kecuali mereka harus tinggal di tempat keluarga wanita.

6) Pola Patrimatrilokal
Merupakan pola yang mengatur keluarga baru untuk menetap bersama keluarga pihak pria, untuk selanjutnya menetap bersama keluarga pihak wanita. Pola ini seperti halnya pola matripatrilokal tetapi dimulai dari tinggal di tempat pihak pria dahulu kemudian baru tinggal di tempat pihak wanita.

7) Pola Bilokal Merupakan pola yang mengatur bahwa keluarga baru dapat menentukan pilihan sendiri, apakah akan menetap bersama keluarga pihak pria atau bersama pihak wanita. Dalam pola ini terdapat kelonggaran untuk memilih di mana mereka akan menetap.

8) Pola Avanukolokal
Merupakan pola yang mengatur keluarga baru untuk menetap bersama kelurga paman dari pihak ibu, baik paman dari pihak ibu pengantin pria, maupun dari pihak ibu pengantin wanita.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 3/28/2017

Bentuk-Bentuk Keluarga

Bentuk-Bentuk Keluarga - Sebagai lembaga sosial, keluarga juga menentukan sistem kekerabatan, misalnya siapa saja yang menjadi anggota keluarga. Sistem kekerabatan dalam keluarga ada yang bersistem konjugual dan sistem konsanguinal. Keluarga yang bersistem konsanguinal menekankan pada pentingnya ikatan darah. Sedangkan keluarga yang bersistem konjugal lebih menekankan pada pentingnya hubungan perkawinan daripada ikatan darah.

Bentuk-Bentuk Keluarga

Ada pula yang membedakan antara keluarga orientasi (family of orientation) dan keluarga prokreasi (family of procreation). Keluarga orientasi merupakan keluarga yang di dalamnya seseorang dilahirkan, sedangkan keluarga prokreasi adalah keluarga yang dibentuk oleh seseorang berdasarkan dengan pernikahan.

Di samping bentuk keluarga yang sudah dijelaskan di atas, dikenal pula dengan keluarga inti (nuclear family) dan keluarga meluas (extended family), dimana bentuk ini didasarkan pada jauh dekatnya hubungan kekeluargaan (hubungan darah). Keluarga inti adalah keluarga yang jumlah anggota keluarganya terdiri dari ayah, ibu, anak-anak yang belum menikah. Sedangkan keluarga meluas adalah keluarga yang terdiri dari lebih dari satu generasi atau lebih dari satu keluarga inti.

Perubahan masyarakat dari agraris menuju masyarakat industri menyebabkan perubahan organisasi dan struktur keluarga. Perubahan tersebut adalah bahwa keluarga inti (extented family) yang cenderung berubah kepada keluarga besar (nuclear family). Keluarga inti adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak yang belum dewasa atau belum kawin, sedangkan keluarga besar adalah keluarga yang terdiri lebih dari satu generasi. Perubahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
  1. Industrialisasi menyebabkan keluarga inti bersifat mobil, mudah pindah dari tempat satu ke tempat lain, dan akan menetap dimana ada pekerjaan, sehingga menyebabkan lemahnya ikatan kekerabatan.
  2. Industrialisasi mempercepat adanya emansipasi wanita yang dapat memungkinkan wanita untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga menyebabkan melemahnya fungsi extented family dan di sisi lain memperkuat fungsi nuclear family.
  3. Industrialisasi menyebabkan corak kehidupan ekonomi baru dalam masyarakat.


Proses perubahan dari extented family kepada nuclear family mempunyai dampak positif dan negatif bagi anggota keluarga. Di satu sisi, dengan nuclear family individu bebas dari ikatan kewajiban dan tanggung jawab dalam hubungan sosial yang lebih besar. Di pihak lain, nuclear family menyebabkan timbulnya isolasi sosial, kurangnya afeksi, beban psikologi menjadi lebih berat karena individu kurang mempunyai keleluasaan untuk melepaskan tekanan-tekanan fisik. Akibat-akibat negatif ini tampak pada naiknya angka perceraian dan gejala disorganisasi keluarga.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 3/28/2017

Perpindahan Kalor secara Radiasi

Perpindahan kalor pada zat padat (konduksi) dan zat cair (konveksi) terjadi karena getaran partikel zat dan aliran partikel zat. Pada konduksi dan konveksi diperlukan adanya zat perantara untuk memindahkn kalor. Dapatkah kalor dipindahkan tanpa adanya zat perantara? Kenyataan yang kita alami setiap hari kita dapat merasakan panas dari sinar matahari. Antara bumi dan matahari terdapat ruang hampa yang berarti tidak ada zat perantara. Perambatan kalor dari matahari ke bumi disebutradiasi.

Perpindahan Kalor secara Radiasi


Sinar matahari sampai ke bumi dalam bentuk pancaran gelombang elektromagnet. Gelombang elektromagnet adalah gelombang yang terbentuk oleh getaran listrik dan getaran magnet yang saling tegak lurus, artinya apabila cahaya bergerak maju maka arah getaran gelombang listriknya ke atas-bawah dan arah gelombang magnetnya ke kiri-kanan.

Cahaya tampak dari matahari hanya merupakan salah satu dari gelombang elektromagnet. Termasuk gelombang elektromagnet antara lain:

sinar gamma, sinar X, gelombang radio, gelombang TV, gelombang radar, gelombang cahaya dan sebagainya. Gelombang elektromagnet mempunyai kecepatan yang sangat besar yaitu 3x108 m/s, artinya dalam waktu 1 detik gelombang elektromagnet menempuh jarak 300.000.000 meter. Jarak di jagad raya tidak diukur menggunakan satuan meter karena akan menghasilkan angka yang besar. Pengukurannya menggunakan jarak perjalanan cahaya (gelombang elektromagnet). Jarak 1 tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya atau gelombang elektromagnet selama 1 tahun.

Benda-benda yang ada di alam sangat berbeda daya serap dan daya pancarannya terhadap radiasi. Apabila kalian di pedesaan, kalian akan dapat membedakan mengapa kerbau yang warnanya hitam tidak tahan di jemur di terik matahari dibandingkan dengan sapi yang berwarna putih. Atau kalian dapat membuktikan, lebih panas manakah menggunakan pakaian hitam atau pakaian putih jika berjemur di matahari?
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 3/17/2017
Back to top