Perkembangan Ilmu Tasawuf

Perkembangan Ilmu Tasawuf - Benih-benih tasawuf sudah ada sejak kehidupan Nabi Muhammad saw. Hal itu dapat dilihat pada perilaku dan peristiwa dalam hidup, ibadah, dan pribadi Nabi Muhammad saw.

Sebelum diangkat menjadi rasul, Nabi Muhammad saw. Selama berhari-hari bertafakkur dan berkhalwat di Gua Hira, terutama pada bulan Ramadhan. Pengasingan diri Nabi Muhammad saw. Di Gua Hira ini merupakan acuan utama para sufi melakukan khalwat. Puncak kedekatan Nabi Muhammad saw, dengan Allah sat, tercapai ketika melakukan Isra Mikraj. Dalam Isra Mikraj, Nabi Muhammad saw, naik ke Sidratul Muntaha dan berdialog dengan Allah swt, Nabi Muhammad saw, juga menerima perintah shalat dalam peristiwa tersebut.

Setelah periode Nabi Muhammad saw., benih tasawuf muncul dengan meneladani perikehidupan Khulafaurrasyidin. Mereka merupakan murid langsung Nabi Muhammad saw. Dalam segala perbuatan dan ucapan, para sahabat senantiasa mengikuti kehidupan Nabi Muhammad saw. Para sahabat yang menjalani kehidupan Zuhud terkenal dengan sebutan ahlus-suffah. Mereka tinggal di mesjid Nabawi, Madinah dalam keadaan miskin dan serba kekurangan. Namun, mereka tetap teguh dalam memegang akidah dan senantiasa mendekatkan diri pada Allah swt. Diantara ahlus-suffah itu adalah Abu Hurairah, Abu Zar al-Giffari, Salman al-Farisi, Mu’az bin Jabal, Abu Ubaidah bin Jarrah, Abdullah bin Mas’ud, dan Huzaifah bin Yaman.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 3/29/2015

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Perkembangan Ilmu Tasawuf yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top