-->
Motivasi Menulis

Pendekatan Pedagogis dan Psikologis

Pendekatan Pedagogis dan Psikologis - Pendekatan ini menuntut kita untuk berpandangan bahwa manusia adalah makhluk tuhan yang berada dalam proses perkembangan dan pertumbuhan rohaniah dan jasmaniah yang memerlukan bimbingan dan pengarahan melalui proses kependidikan.

Ilustrasi

Membimbing dan mengarahkan perkembangan jiwa san pertumbuhan jasmani dalam pengertian bahwa pendidikan tidak dapat dipisahkan dari pengertian psikologis. Karena pekerjaan mendidik atau mengajar manusia didasarkan tahap-tahap perkembangan/pertumbuhan psikologis di mana psikologi telah banyak melakukan studi secara khusus dari aspek-aspek kemampuan belajar manusia.

Tanpa didasari dengan pendekatan psikologis, bimbingan, dan pengarahan yang bernilai pedagogis tidak akan menemukan sasaran yang tepat, yang berakibat pada pencapaian produk pendidikan yang tidak tepat pula. antara pedagogik dengan psikologi (dalam hal ini psikologi pendidikan) saling mengembangkan dan memperkokoh dalam proses pengembangan akademiknya lebih lanjut, juga dalam proses pencapaian tujuan pembudayaan manusia melalui proses kependidikan.

Sasaran-sasaran analisis dari pendekatan ini, antara lain:

a. Pendidik
b. Anak didik
c. Alat-alat pendidikan]
d. Lingkungan sekitar
e. Cita-cita/ tujuan

Model-model dalam mengabstrasiskan pendekatan-pendekatan diatas, antara lain:
  • Secara pedagogis, manusia dipandang sebagai hamba yang mulia dan perlu pendidikan agar menjadi makhluk yang paling mulia disisinya
  • Secara Epistomologis, manusia adalh hamba yang diberi kemampuan belajar berkat naluri/ rasa ingin tahu (curiosity)
  • Secara kurikuler (pragmetis), proses kependidikan islam bersifat lentur terhadap tuntunan modernisasi kehidupan mausia

Arti Pengumpulan Data

Arti Pengumpulan Data - Setiap manusia memiliki kecendrurungan untuk melihat apa yang ingin dilihat, mendengar,apa yang ingin didengarkan dan melakukan apa yang menjadi keinginannya. Anggapan dasar ini sering mengganggu peniliti sebagai manusia dalam mengadakan pengamatan. Seperti yang telah disinggung dibab terdahulu bahwa mengamati bukanlah hanya melihat objek. Kerlinger,mengatakan bahwa mengobservasi adalah suatu istilah umum yang mempunyai arti sma bentuk penerimaan data yang dilakukan dengan cara merekam kejadian, menghitungnya,mengukurnya,dan mencatatnya. 

Ilustrasi

Apa yang telah dijelaskan dalam bab sebelum  ini adalah bagaimana peneliti menentukan metode setepat-tepatnya untuk memperoleh data, kemudian disusul dengan cara-cara menyusun alat pembantunya,yaitu instrumen. Menyusun instrumen adalah pekerjaan penting di dalam langkah penelitian. Akan tetapi mengumpulkan data jauh lebih penting lagi, tertama apabila peneliti menggunakan metode yang memiliki cukup besar celah untuk memasuki unsur minat peneliti. Itulah sebabnya menyusun instrumen pengumpulan data harus ditangani secara serius agar diperoleh hasil yang sesuai dengan kegunaannya yaitu pengumpulan variabel yang tepat. Instrumen yang sifatnya masih umum,misalnya pedoman  wawancra dan pedoman pengamatan masih mudah diinterpretasikan (mungkin salah) oleh pengumpul data.

Semakin kurangnya pengalaman pengumpulan data, semakin mudah dipengaruhi oleh keinginan pribadinya,semkain condong (bias) data yang terkumpul. Oleh karena itu,pengumpul data walaupun tampaknya hanya pengumpul data, bukan pemimpin peneliti atau sekertaris yang kelihatan mempunyai jabatan yang cukup penting dan mentereng, harus mempunyai keahlian yang cukup untuk melakukannya. Suatu kebiasaan yang banyak dilakukan oleh perancang penelitian,apabila”ingin melibatkan “ orang-orang /kawan kedalam kegiatan penelitian, memasukkan mereka sebagai pengumpul data.Mengumpulkan data memang pekerjaan yang melelahkan dan kadang-kadang sulit. Berjalan dari rumah ke rumah mengadakan interview atau membagi angket, belum lagi kalau satu dua kali datang belum berhasil bertemu dengan orang yang dicari, sungguh merupakan pekerjaan yang membosankan dan memerlukan ketahanan mental. Kadang-kadang dari jauh  ke suatu sekolah, kantor, atau tempat,disambut dengan dingin, bahkan kadang-kadang raut wajah yang kecut merupakan suatu ujian mental yang tidak ringan, yang dapat membawa berat keputusan dan kegagalan dalam penelitian. Pekerjaan seperti ini sering diberikan kepada pembantu peneliti yunior, sedangkan para senior cukup membuat desain,menyusun instrumen, mengolah data, dan mengambil kesimpulan. Yang dipengaruhi oleh faktor siapa yang bertugas mengumpulkan data. Jika pengumpul data melakukan sedikit kesalahan sikap dalam interviu misalnya, akan mempengaruhi data yang diberikan oleh responden. Kesimpulannya dapat salah. Maka mengumpulkan data merupakan pekerjaan yang penting dala meneliti.

Kegiatan pengumpulan data pada prinsipnya merupakan kegiatan penggunaan metode dan instrumen yang telah ditentukan dan diuji validitas dan reliabilitasnya. Secara sederhana, pengumpulan data diartikan sebagai proses atau kegiatan yang dilakukan peneliti untuk mengungkap atau menjaring berbagai fenomena, informasi atau kondisi lokasi penelitian sesuai dengan lingkup penelitian. Dalam prakteknya, pengumpulan data ada yang dilaksanakan melalui pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dengan kondisi tersebut, pengertian pengumpulan data diartikan juga sebagai proses yang menggambarkan proses pengumpulan data yang dilaksanakan dalam penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.

Data dapat didefenisikan sebagai deskripsi dari suatu dan kejadian yang kita hadapi. Data dapat berupa catatan-catatan dalam kertas, buku, atau tersimpan sebagai file dalam database. Data akan menjadi bahan dalam suatu proses pengolahan data. Oleh karena itu, suatu data belum dapat berbicara banyak sebelum diolah lebih lanjut.

Pengertian Filsafat

Pengertian Filsafat - Filsafat membahas segala sesuatu yang ada bahkan yang mungkin ada baik bersifat abstrak ataupun riil meliputi Tuhan,manusia dan alam semesta.Sehingga untuk faham betul semua masalah filsafat sangatlah sulit tanpa adanya pemetaan-pemetaan dan mungkin kita hanya bisa menguasai sebagian dari luasnya ruang lingkup filsafat.

Filsafat
Sistematika filsafat secara garis besar ada tiga pembahasan pokok atau bagian yaitu;epistemologi atau teori pengetahuan yang membahas bagaimana kita memperoleh pengetahuan,ontologi atau teori hakikat yang membahas tentang hakikat segala sesuatu yang melahirkan pengetahuan dan aksiologi atau teori nilai yang membahas tentang guna pengetahuan.Mempelajari ketiga cabang tersebut sangatlah penting dalam memahami filsafat yang begitu luas ruang lingkup dan pembahansannya.

Ketiga teori di atas sebenarnya sama-sama membahas tentang hakikat,hanya saja berangkat dari hal yang berbeda dan tujuan yang beda pula.Epistemologi sebagai teori pengetahuan membahas tentang bagaimana mendapat pengetahuan,bagaimana kita bisa tahu dan dapat membedakan dengan yang lain.Ontologi membahas tentang apa objek yang kita kaji,bagaimana wujudnya yang hakiki dan hubungannya dengan daya pikir.Sedangkan aksiologi sebagai teori nilai membahas tentang pengetahuan kita akan pengetahuan di atas,klasifikasi,tujuan dan perkembangannya.

Pengertian Termodinamika

Pengertian Termodinamika

Energetika kimia atau termodinamika kimia adalah ilmu yang mempelajari perubahan energi yang terjadi dalam proses atau reaksi. Studi ini mencakup dua aspek penting yaitu penentuan atau perhitungan kalor reaksi dan studi tentang arah proses dan sifat-sifat sistem dalam kesetimbangan. Bagian alam semesta yang dipilih untuk penelititan termodinamika disebut sistem, dan bagian alam semesta yang berinteraksi dengan sistem tersebut disebut dengan keadaan sekeliling lingkungan dari sistem. Perpindahan energi dapat berupa kalor (q) atau dalam beberapa bentuk lainnya secara keseluruhan disebut kerja. Perpindahan energi berupa kalor atau kerja yang mempengaruhi jumlah keseluruhan energi dalam sistem, yang disebut energi dalam (U).
Sistem adalah sejumlah zat, campuran zat, atau segala sesuatu yang ada dalam pengamatan. Lingkungan adalah segala sesuatu di luar sistem. Alam semesta adalah kumpulan dari beberapa sistem dan lingkungan. Sistem berdasarkan terjadinya pertukaran energi dengan lingkungan dapat dibedakan menjadi sistem tersekat, sistem tertutup dan sistem terbuka. Sistem tersekat tidak terjadi pertukaran baik energi maupun materi. Sistem tertutup hanya terjadi pertukaran energi. Sedangkan sistem terbuka terjadi pertukaran baik energi maupun materi. Beberapa proses yang dapat terjadi pada sistem sesuai dengan keadaan adalah proses isotermal, proses isovolum atau isokhorik, dan proses adiabatik. Proses isotermal yaitu proses yang berlangsung pada suhu tetap, semua kalor yang diberikan kepada sistem diubah menjadi kerja. Proses isovolum atau isokhorik yaitu proses yang tidak mengalami perubahan volume, semua kalor yang masuk sistem disimpan sebagai energi dalam. Proses adiabatik yaitu proses yang tidak menyerap atau melepaskan kalor, dan semua energi digunakan untuk menghasilkan kerja.
Energi dalam (U) adalah keseluruhan energi potensial dan energi kinetik zat-zat yang terdapat dalam sistem. Energi dalam merupakan fungsi keadaan, besarnya hanya tergantung pada keadaan sistem. Setiap sistem mempunyai energi karena partikel-partikel materi (padat, cair atau gas) selalu bergerak acak dan beragam disamping itu dapat terjadi perpindahan tingkat energi elektron dalam atom atau molekul. Bila sistem mengalami peristiwa mungkin akan mengubah energi dalam. Jika suhu naik menandakan partikel lebih cepat dan energi dalam bertambah (Syukri, 1999).
Kalor (q) adalah bentuk energi yang dipindahkan melalui batas-batas sistem, sebagai akibat adanya perbedaan suhu antara sistem dengan lingkungan. Bila sistem menyerap kalor, q bertanda positif dan q bertanda negatif bila sistem melepaskan kalor. Kalor (q) bukan merupakan fungsi keadaan karena besarnya tergantung pada proses. Kapasitas kalor adalah banyaknya energi kalor yang dibutuhkan untuk mengikatkan suhu zat 1oC. kapasitas kalor tentu saja tergantung pada jumlah zat. Kapasitas kalor spesifik dapat disederhanakan, kalor jenis adalah banyaknya energi kalor yang dibutuhkan untuk meningkatkan suhu 1 gram zat sebesar 1oC. Kalor jenis molar adalah banyaknya energi kalor yang dibutuhkan untuk meningkatkan suhu 1 mol zat sebesar 1oC.

1.             Sistem keadaan dan fungsi

Termodinamika menggunakan model abstrak untuk menggambarkan sistem laboratorium yang menyerupai keadaan sesungguhnya. Ini memerlukan definisi istilah-istilah termodinamika yang tepat. Banyak kontratidiksi yang ada disebabkan oleh pemakaian bahasa yang tidak sama atau tidak tepat. Beberapa istilah mempunyai arti sehari-hari yang berbeda dengan arti sehari-hari berbeda dengan arti penggunaannya dalam termodinamika.
Suatu sistem adalah bagian dari alam semesta yang menjadi pusat perhatian langsung dalam suatu eksperimen tertentu. Sistem selalu mengandung sejumlah materi dan digambarkan oleh parameter-parameter tertentu yang dikotrol eksperimen itu. Sebagai contoh, gas yang dikurung dalam sebuah kotak tertutup merupakan sebuah sistem, yang ditandai oleh jumlah mol gas dan voume kotak yang tertentu. Tetapi molekul-molekul gas dalam suatu tempat tertentu sebesar 1 ditengah ruangan dapat juga dianggap sebagai sebuah sistem. Dalam contoh pertama, batasnya berwujud fisik; dalam contoh kedua, batas tersebut konseptual atau matematis dan sistem dicirikan dari volume, yang besarnya tertentu, serta dari jumlah mol gas yang ada di dalamnya, yang bisa berubah-ubah bila sistem bertukar molekul dengan sekelilingnya. Suatu sistem tertutup adalah sistem yang penyekatnya memungkinkan memungkinkan aliran tersebut. Jumlah materi dalam sistem terterbuka penyekatnya memungkinkan aliran tersebut. Jumlah materi dalam sistem terbuka dapat berubah seiring berjalannya waktu. Bagian sisa dari semesta yang dapat bertukar energi dengan sistem selama proses diamati ini berlangsung disebut lingkungan. Sistem dan lingkungan bersama-sama membentuk semesta termodinamika untuk proses tersebut.

              Gambar 1.1 Contoh aplikasi antara sistem dan lingkungan dalam proses termodinamika

Keadaan termodinamika adalah keadaan makroskopik dari suatu sistem di mana sifat-sifatnya hanya ditentukan oleh peralatan laboratorium yang menjaga sifat-sifat tersebut pada nilai tertentu yang dipilih dan tidak bergantung pada waktu. Sebagai contoh, suatu sistem yang mengandung 2 mol gas He dapat dipertahankan dalam sebuah peralatan silinder berpiston yang menjaga sistem pada tekanan 1,5 atm, dan alat ini dap[at direndam dalam sebuah bak kalor yang menjaga suhu sistem pada 298 K. Sifat-sifat  P dan T lalu dikatakan dibatasi masing-masing pada harga 1 atm dan 298 K. Silinder berpiston dan bak kalor merupakan batasan yang menjaga nilai dari sifat-sifat T dab P yang dipilih.

2.      Keadaan kesetimbangan

Termodinamika klasik memberikan penekanan pada kesetimbangan keadaan dan perubahan dari satu keadaan kesetimbangan ke kondisi yang lain. Sehingga konsep mengenai kesetimbangan dicapai oleh gaya-gaya yang sama besar dan bekerja berlawanan arah. Dalam termodinamika, konsep kesetimbangan lebih luas, karena mencankup tidak saja keseimbangan gaya. Tetapi juga keseimbangan factor berpengaruh lainnya. Setiap jenis pengaruh berhubungan dengan aspek termodinamika tertentu atau kesetimbangan secara menyeluruh. Dengan demikian, berbagai jenis kesetimbangan harus tercapai secara individual untuk terjadinya kesetimbangan menyeluruh, kesetimbangan mekanis, panas, fase, dan kimia. kriteria untuk keempat kesetimbangan ini akan dibahas pada bagian berikutnya. Pada saat ini kita dapat menguji apakah sebuah system berada dalam kesetimbangan termodinamika dengan prosedur sebagai berikut: isolasi system terhadap lingkungannya dan amati perubahan pada sifatnya. Jika tidak terjadi perubahan, kita dapat menyimpulkan bahwa system telah berada dalam kesetimbangan pada saat diisolasi. System dapat dikatakan berada dalam kesetimbangan (equilibrium state).
Ketika system diisolasi, system tidak dapat berinteraksi dengan lingkungannya namun keadaannya dapat berubah sebagai akibat dari kejadian spontan yang muncul secara internal, pada saat sifat intensifnya seperti temperatur dan tekanan menuju suatu nilai yang sama. Ketika seluruh perubahan internal tersebut berhenti, maka system berada dalam keadaan kestimbangan. Jadi, agar suatu system dapat setimbang, maka system tersebut harus berfase tunggal atau terdiri dari sejumlah fase yang tidak memiliki kecendrungan berubah kondisi ketika seluruh sisitem diisolasi terhadap lingkungannya. Pada kesetimbangan, temperature di setiap bagian system sama. Demikian pula dengan tekanan yang dapat seragam di setiap bagian system sama. Demikian pula dengan tekanan yang dapat seragam di setiap bagian system. Sejauh pengaruh gravitasi tidak penting; sebaliknya tekanan dapat bervariasi seperti contohnya pada kolom air vertical.
Pengertian Ilmu Pendidikan Islam

Pengertian Ilmu Pendidikan Islam

Islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada seluruh umat manusia melalui Rasul-Nya, Muhammad saw. Agama bukanlah pengetahuan, melainkan pemberitahuan dari Allah yang disebut wahyu. Agama, dengan demikian, merupakan sumber pengetahuan; dan pengetahuan yang bersumber padanya disebut pengetahuan keagamaan sering disebut teologi.

Pengetahuan keagamaan berbeda dari pengetahuan ilmiah (ilmu) dan pengetahuan filosofis (filsafat). Namun, masing-masing bisa saling memandang dan telah melahirkan disiplin-disiplin. "filsafat ilmu" dan "filsafat agama" sebagai hasil karya filosof dan memfilsafati ilmu dan agama. Ilmu Pendidikan Islam Bukanlah hasil saling-pandang tersebut, bukan perspeksi ilmu ilmuwan terhadap agama, melainkan pemanfaatan ilmu untuk agama. Jadi, yang dimaksud dengan ilmu pendidikan Islam adalah ilmu ilmu tentang mendidik agar manusia beragama islam. Ilmu adalah alat usaha yang disebut pendidikan; dan pendidikan adalah alat untuk mencapai tujuan, yaitu beragama islam. 

Islam menerima ilmu dari manapun. Ajaran-ajaran Islam banyak menerangkan prinsip ini, Di antaranya ialah apa yang populer sebagai hadis Nabi SAW yang artinya :

" Tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina, " (H.R. Ibnu ' Addi dan al-Baihaqi)

Para ahli hadis barangkali kan mempersoalkan kualitas kesahihan hadis tersebut. Namun, hendaknya hal itu tidak menjadi penghalang untuk menerima ilmu dari manapun, termasuk dari Cina.

Allah menciptakan alam semesta, manusia dan alam sekitarnya lengkap dengan hukum-hukumnya yang disebut sunnatullah. Pernyataan Al-Quran dan sunnah Rasulullah saw. Mengisyaratkan sebagiannya dan lebih banyak memberi dorongan kepada manusia untuk mencarinya, baik dengan melakukan perjalanan di muka bumi maupun berpikir tentang alam sekitar dan dari diri manusia itu sendiri., sehingga diperoleh ilmu dan pelajaran yang menginsyafkannya akan keesaan dan kekuasaan Tuhan. Allah dan Rasul-Nya tidak mungkin berbohong dengan segala pernyataannya. Sementara itu, ilmu sebgaimana setiap pengetahuan lainnya mempunyai tiga dasar yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Pada dasar epistomologis, ilmu berusaha mengungkapkan fakta sebagaimana adanya. Dengan demikaian, ilmu yang benar, yang mampu mengungkapkan fakta sebagaimana adanya, tidak mungkin bertentangan dengan Al-Quran dan Sunnah; tidak mungkin ada pertentangan anatara pernyataan dan kenyataan. 

Perkembangan Kepribadian


Perkembangan manusia dalam psikoanalitik merupakan suatu gambaran yang sangat teliti dari proses perkembangan psikososial dan psikoseksual, mulai dari lahir sampai dewasa. Dalam teori Freud setiap manusia harus melewati serangkaian tahap perkembangan dalam proses menjadi dewasa. Tahap-tahap ini sangat penting bagi pembentukan sifat-sifat kepribadian yang bersifat menetap. Menurut Freud, kepribadian orang terbentuk pada usia sekitar 5-6 tahun, meliputi beberapa tahap yaitu tahap oral, tahap anal, tahap halik, tahap laten, dan tahap genital.

ilustrasi perkembangan kepribadian


Freud yakin “Anak adalah ayah manusia” adalah menarik menentukan preferensi kuat pada penjelasan genetik atas tingkah laku orang dewasa semacam itu, Sementara Freud sendiri jarang menyelidiki anak-anak kecil secara langsung. Ia lebih suka melakukan menyelidiki struksi tent ang kehidupan masa silam seseorang berdasarkan evidensi yang terdapat dalam ingatan-kenangannya di masa dewasa.
Kepribadian berkembang sebagai respon terhadap empat sumber tegangan pokok, yaitu (a) proses pertumbuhan fisiologis, (b) frustasi-frustasi, (c) konflik-konflik, dan (d) ancaman-ancaman. Sebagai akibat langsung dari meningkatnya ketegangan yang ditimbulkan oleh sumber-sumber ini, sang pribadi  terpaksa mempelajari cara-cara baru mereduksikan tegangan. Proses belajar inilah yang dimaksudkan dengan perkembangn kepribadian.
Identifikasi dan pemindahan (displacement) adalah dua cara yang digunakan individu untuk belajar mengatasi frustrasi-frustrasi, konflik-konflik, dan kecemasan-kecemasan.
Identifikasi dapat didefinisikan sebagai metode yang digunakan orang untuk mengambil alih ciri-ciri orang lain dan menjadikanya bagian yang tak terpisahkan dari kribadiannya sendiri. Freud lebih suka memakai istilah identifikasi daripada imitasi karena ia berpendapat bahwa imitasi mengandung arti sejenis peniruan tingkah laku yang bersifat dangkal dan sementara padahal ia menginginkan suatu kata yang mengandung pengertian tentang sejenis pemerolehan (acquisition) yang kurang lebih bersifat permanen kepada kepribadian.
Identifikasi juga merupakan cara dengan mana orang dapat memperoleh kembali suatu objek yang telah hilang. Dengan mengidentifikasikan diri dengan orang terkasih yang telah meninggal atau terpisah, maka orang yang telah hilang itu dijelamakan kembali dalam bentuk ciri tertentu yang meresap atau melekat pada kepribadian seseorang. Identifikasi  semacam ini merupakan dasar pembentukan superego.
Struktur final kepribadian merupakan akumulasi berbagai identifikasi yang dilakukan pada berbagai masa kehidupan seseorang, kendati ibu dan ayah mungkin merupakan tokoh-tokoh identifikasi terpenting dalam kehidupan seseorang.
Pemindahan objek asli yang dipilih instink tidak dapat dicapai karena adanya rintangan baik dari luar maupun dari dalam (anti-kateksis), maka suatu represi yang kuat. Apabila kateksis yang baru itu juga terhalang, maka akan terjadi pemindahan lain, demikian seterusnya sampai ditemukan objek yang mampu untuk mereduksikan tegangan habis, dan segera dicari lagi suatu objek tujuan yang cocok. Sepanjang rangkaian pemindahan yang banyak dan yang merupakan perkembangan kepribadian, sumber dan tujuan instink tetap, hanya objeknya yang berubah-ubah.
Minat-minat, keterikatan-keterikatan dan semua bentuk lain motif-motif yang diperoleh tetap bertahan karena gagal memberikan kepuasan yang sempurna. Setiap kompromi sekaligus adalah penolakan. Seseorang melepaskan sesuatu yang sesungguhnya diinginkannya tetapi tidak dapat dimilikinya, dan menerima sesuatu yang kedua atau ketiga terbaik yang dapat dimilikinya (Hall, 1954). Freud mengemukakan bahwa perkembangan peradaban di mungkinkan oleh pengekangan terhadap pemilihan-pemilihan objek primitive serta pengalihan energy instink ke saluran-saluran yang dapat diterima oleh masyarakat dan secara cultural kreatif. Suatu pemindahan yang menghasilkan prestasi kebudayaan yang lebih tinggi disebut sublimasi.
Arah yang ditempuh pemindahan ditentukan oleh dua faktor. Faktor-faktor ini adalah (a) kemiripan objek pengganti dengan objek aslinya, dan (b) sanksi-sanksi dan larangan-laranganyang diterapkan masyarakat.
  1. Tahapan-tahapan Perkembangan
Anak melewati serangkaian tahap yang secara dinamis berlainan selama lima tahun pertama kehidupan, kemudian suatu periode lima atau eman tahun berikutnya periode-laten-dinamika tersebut kurang lebih menjadi stabil. Dengan datangnya masa adolesen, dimanika itu muncul lagi kemudian secara bertahap menjadi tenang ketika remaja memasuki dewasa. Bagi Freud tahun-tahun pertama kehidupan yang hanya beberapa itu memiliki peranan yang menentukan bagi pembentukan kepribadian. Masing-masing tahap perkembangan selama lima tahun pertama ditentikan oleh cara-cara reaksi suatu zona tubuh tertentu.
a. Tahap Oral
Sumber kenikmatan pokok yang berasal dari mulut adalah makan. Dua macam aktivitas oral  ini, yaitu menelan makanan dan mengigit, merupakan prototipe bagi banyak ciri karakter yang berkembang di kemudian hari. Karena tahap oral ini berlangsung pada saat bayi sama sekali tergantung pada ibunya untuk memdapatkan makanan, pada saat dibuai, dirawat dan dilindungi dari perasaan yan   g tidak menyenangkan, maka timbul perasaan-perasaan tergantung pada masa ini. Frued berpendapat bahwa simtom ketergantungan yang paling ekstrem adalah keinginan kembali ke dalam rahim.

b. Tahap Anal
Setelah makanan dicernakan, maka sisa makanan menumpuk di ujung bawah dari usus dan secara reflex akan dilepaskan keluar apabila tekanan pada otot lingkar dubur mencapai taraf tertentu. Pada umur dua tahun anak mendapatkan pengalaman pertama yang menentukan tentang pengaturan atas suatu impuls instingtual oleh pihak luar. Pembiasaan akan kebersihan ini dapat mempunyai pengaruh yang sangat luas terhadap pembentukan sifat-sifat dan nilai-nilai khusus.  Sifat-sifat kepribadian lain yang tak terbilang jumlahnya konon sumber akarnya terbentuk dalam tahap anal.
c. Tahap Phalik
Selama tahap perkembangan kepribadian ini yang menjadi pusat dinamika adalah perasaan-perasaan seksual dan agresif berkaitan dengan mulai berfungsinya organ-organ genetikal. Kenikmatan masturbasi serta kehidupan fantasi anak yang menyertai aktivitas auto-erotik membuka jalan bagi timbulnya kompleks Oedipus.  Freud memandang keberhasilan mengidentifikasikan kompleks Oedipus sebagai salah satu temuan besarnya.
Freud mengasumsikan bahwa setiap orang secara inheren adalah biseksual, setiap jenis tertarik pada anggota sejenis maupun pada anggota lawan jenis. Asumsi tentang biseksualitas ini disokong oleh penelitian terhadap kelenjar-kelenjar endokrin yang secara agak konklusif menunjukkan bahwa baik hormon seks perempuan terdapat pada masing-masing jenis. Timbul dan berkembangnya kompleks Oedipus dan kompleks kastrasi merupakan peristiwa-peristiwa pokok selama masa phalik dan meninggalkan serangkaian bekas dalam kepribadian.
d. Tahap Latensi
Masa ini adlah periode tertahannya dorongan-dorongan seks agresif. Selama masa ini anak mengembangkan kemampuannya bersublimasi ( seperti mengerjakan tugas-tugas sekolah, bermain olah raga, dan kegiatan lainya). Tahapan latensi ini antara usia 6-12 tahun (masa sekolah dasar)
e. Tahap Genital
Kateksis-kateksis dari masa-masa pragenital bersifat narsisistik. Hal ini berarti bahwa individu mendapatkan kepuasan dari stimulasi dan manipulasi tubuhnya sendiri sedangkan orang-orang lain dikateksis hanya karena membantu memberikan bentuk-bentuk tambahan kenikmatan tubuh bagi anak. Selama masa adolesen, sebagian dari cinta diri atau narsisisme ini disalurkan ke pilihan-pilihan objek yang sebenarnya.
Kateksis-kateksis pada tahap-tahap oral, anal, dan phalik lebur dan di sistensiskan dengan impuls-impuls genital. Fungsi biologis pokok dari tahap genital tujuan ini dengan memberikan stabilitas dan keamanan sampai batas tertentu.

Pengertian Instrumen | Bimbingan Konseling

     Pengertian instrumen dalam lingkup evaluasi didefinisikan sebagai perangkat untuk mengukur hasil belajar siswa yang mencakup hasil belajar dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotor.

Bentuk instrumen dapat berupa tes dan non tes. Instrumen bentuk tes mencakup : tes uraian (uraian objektif dan uraian bebas), tes pilihan ganda, jawaban singkat, menjodohkan, benar-salah, unjuk kerja (performance test), dan portofolio. Instrumen bentuk non tes mencakup: wawancara, angket dan pengamatan(observasi).

Pola 17 Plus


 Sebelum instrumen digunakan hendaknya dianalisis terlebih dahulu. Dua karakteristik penting dalam menganalisis instrumen adalah validitas dan reliabilitasnya.

Instrumen dikatakan valid (tepat, absah) apabila instrumen digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen untuk mengukur kemampuan matematika siswa sekolah dasar tidak tepat jika digunakan pada siswa Sekolah menengah. Dalam hal ini sasaran kepada siapa instrumen itu ditujukan merupakan salah satu aspek yang harus dipertimbangkan dalam menganalisis validitas suatu instrumen. Aspek lainnya misalnya kesesuaian indikator dengan butir soal, penggunaan bahasa, kesesuaian dengan kurikulum yang berlaku, kaidah-kaidah dalam penulisan butir soal dsb.

 Apa yang terjadi jika panjang meja diukur dengan menggunakan karet? Tentu hasil pengukuran akan berbeda pada situasi yang berbeda karena karet sifatnya elastis sehingga hasil pengukuran akan berbeda walaupun objek yang diukur sama. Dalam hal ini alat ukur yang digunakan dalam mengukur meja dikatakan tidak tepat (valid) dan tidak konsisten (reliabel). Suatu instrumen dikatakan reliabel (ajeg, konsisten) apabila instrumen tersebut digunakan pada situasi yang berbeda hasil pengukuran relatif stabil.

Pengertian Psikoanalisa Konseling

Psikoanalisa merupakan suatu metode penyembuhan yang bersifat psikologis dengan cara-cara fisik. Psikoanalisa jelas terkait dengan tradisi jerman yang menyatakan bahwa pikiran adalah entitas yang aktif, dinamis dan bergerak dengan sendirinya. Selain itu, psikoanalisis tidak lahir dari penelitian akademis, sebagaimana sistem-sistem lain, namun merupakan produk konsekuensi terapan praktik klinis. Penyusunan obeservasi yang dilakukan freud bertujuan untuk menyusun berbagai pendekatan-pendekatan terapi yang sangat dibutuhkan. Formulasi-formulasi inilah yang diperluas ke teori psikodinamika perkembangan kepribadian yang bergantung pada pengurangan ketegangan.
Psikoanalisis merupakan psikologi ketidaksadaran. Perhatiannya teruju kearah bidang motivasi, emosi, konflik, simpton-simpton neurotik, mimpi-mimpi, dan sifat-sifat karakter. Psikoanalisis dahulu lahir bukan dari psikologi melainkan dari kedokteran, yakni kedokteran bidang sakit jiwa. Tokoh utama psikoanalisa ialah Sigmund Freud. Pada mulanya Freud mengembangkan teorinya tentang struktur kepribadian dan sebab-sebab gangguan jiwa. Manusia pada hakekatnya bersifat biologis, dilahirkan dengan dorongan-dorongan instingtif, dan perilaku merupakan fungsi mereaksi secara mendalam terhadap dorongan-dorongan tersebut. Manusia bersifat tidak rasional, tidak sosial, dan destruktif terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Konsep Freud yang anti rasionalisme menekankan motivasi tidak sadar, konflik, dan simbolisme sebagai konsep primer. Manusia pada hakekatnya bersifat biologis, dilahirkan dengan dorongan-dorongan instingtif, dan perilaku merupakan fungsi mereaksi secara mendalan terhadap dorongan-dorongan itu. Manusia bersifat tidak rasional dan tidak sosial, dan destruktif terhadap dirinya dan orang lain. Energi psikis yang paling dasar disebut libido yang bersumber dari dorongan seksual yang terarah kepada pencapaian kesenangan.



Dalam membantu menyembuhkan masalah-masalah mental freud menggunakan prosedur yang inovatif yang dinamakan psikoanalisis. Penggunaan psikoanalisis memerlukan interaksi verbal yang cukup lama dengan pasien untuk menggali pribadinya yang lebih dalam. Banyak buku yang telah di tulis freud, dan dari teori freud ini memiliki beberapa kelemahan terutama dalam hal-hal berikut :
  1. Ketidaksadaran (uniconsciousness) amat berpengaruh terhadap prilaku manusia. Pendapat ini menunjukan bahwa manusia menjadi budak dirinya sendiri.
  2. Pengalaman masa kecil sangat menentukan atau berpengaruh terhadap kepribadian masa dewasa. Ini menunjukan bahwa manusia dipandang tidak berdaya untuk mengubah nasibnya sendiri.
  3. Kepribadian manusia terbentuk berdasarkan cara-cara yang ditempuh untuk mengatasi dorongan-dorongan seksualnya. Ini menunjukan bahwa dorongan yang lain dari individu kurang diperhatikan.
Menurut Freud kepribadian menyangkut tiga hal yaitu:
1.      Struktur Kepribadian
Semua teori kepribadian menyepakti bahwa manusia, seperti binatang lain, dilahirkan dengan sejumlah insting dan motifasi. Insting yang paling dasar ialah tangisan. Ketika lahir tentunya kekuatan motifasi dalam diri tentunya belum dipengaruhi oleh dunia luar.kekuatan ini bersifat mendasar dan individual.
Frued membagi struktur kepribadian kedalam tiga komponen, yaitu id, ego, dan superego. Prilaku seseorang merupakan hasil dari interaksi antara ketiga komponen tersebut.
  1.  Id (Das Es)
Id berisikan motifasi dan energy positif dasar, yang sering disebut insting atau stimulus. Id berorientasi pada prinsip kesenangan (pleasure principle) atau prinsip reduksi ketegangan, yang merupak sumber dari dorongan-dorongan biologis (makan, minum, tidur, dll) Prinsip kesenangan merujuk pada pencapaian kepuasan yang segera, dan id orientasinya bersifat fantasi (maya). Untuk memperoleh kesengan id menempuh dua cara yaitu melalui reflex dan proses primer, proses primer yaitu dalam mengurangi ketegangan dengan berkhayal.
       2. Ego (Das Ich)
Peran utama dari ego adalah sebagai mediator (perantara) atau yang menjembatani anatar id dengan kondisi lingkungan atau dunia luar dan berorintasi pada prinsip realita (reality principle). Dalam mencapai kepuasan ego berdasar pada proses sekunder yaitu berfikir realistic dan berfikir rasional. Dalam proses disebelumnya yaitu proses primer hanya membawanya pada suatu titik, dimana ia mendapat gambaran dari benda yang akan memuaskan keinginannya, langkah selanjutnya adalah mewujudkan apa yang ada di das es dan langkah ini melalui proses sekunder. Dalam upaya memuaskan dorongan, ego sering bersifat prakmatis, kurang memperhatikan nilai/norma, atau bersifat hedonis.
Hal yang perlu diperhatikan dari ego adalah :
  1. Ego merupakan bagian dari id yang kehadirannya bertugas untuk memuaskan kebutuhan id.
  2. Seluruh energy (daya) ego berasal dari id
  3. Peran utama memenuhi kebutuhan id dan lingkungan sekitar
  4. Ego bertujuan untuk mempertahankan kehidupan individu dan pengembanbiakannya.
3. Super Ego (Das Uber Ich)
Super ego merupak cabang dari moril atau keadilan dari kepridadian, yang mewakili alam ideal daripada alam nyata serta menuju kearah yang sempurna yang merupakan komponen kepribadian terkait dengan sytandar atau norma masyarakat mengenai baik dan buruk, benar dan salah. Dengan terbentukny super ego berarti pada diri individu telah terbentuk kemampuan untuk mengontrl dirinya sendiri (self control) menggantikan control dari orang tua (out control). Fungsi super ego adalah sebagai berikut :
  1. Merintangi dorongan-dorongan id, terutama dorongan seksual dan agresif
  2. Mendorong ego untuk mengantikan tujuan-tujuan relistik dengan tujuan-tujuan moralistic.
  3. Mengejar kesempurnaan. (perfection)
Bagian-Bagian dari Sistem Rangka

Bagian-Bagian dari Sistem Rangka

Menurut Pratiwi (2007, 89), bahwa Rangka manusia terdiri atas tiga bagian, yaitu rangka kepala (tengkorak), rangka badan, dan rangka anggota gerak.
http://niluhtridhanahermayanti.files.wordpress.com/2010/12/rangka-manusia1.jpg?w=208&h=300
Gambar 01. Rangka Ahmad Ridhwan Kadir

a.   Rangka Kepala (Tengkorak)
Tulang rangka kepala (tengkorak) berfungsi untuk melindungi organ penting yang ada di bagian kepala, antara lain otak. Apabila kepala terbentur maka otak akan terlindung dari kerusakan karena ada tulang tengkorak. Rangka kepala (tengkorak) meliputi tulang-tulang tengkorak wajah dan tulang pelindung otak. Tulang-tulang tengkorak wajah terdiri atas 2 tulang hidung, 2 tulang pipi, 2 tulang rahang atas dan tulang rahang bawah, 2 tulang air mata, tulang langit-langit, tulang pisau luku, dan 1 tulang lidah. Tulang pelindung otak meliputi: 1 tulang dahi, 1 tulang belakang kepala, 2 tulang pelipis, 2 tulang ubun-ubun, 2 tulang baji, dan 2 tulang tapis.
http://niluhtridhanahermayanti.files.wordpress.com/2010/12/tengkorak-2.jpg?w=300&h=237
Gambar 02. Rangka Kepala

b. Rangka Badan
Rangka badan meliputi tulang belakang, tulang rusuk, tulang dada, tulang gelang bahu, dan tulang gelang panggul. Tulang belakang terdiri atas 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, 5 ruas tulang kelangkang, dan 4 ruas tulang ekor.
Tulang rusuk terdiri atas 7 pasang tulang rusuk sejati, 3 pasang tulang rusuk palsu, dan 2 pasang tulang rusuk melayang. Tulang dada terdiri atas tiga bagian, yaitu tangkai atau hulu, badan, dan taju pedang. Tulang dada merupakan tempat melekatnya  tulang rusuk bagian depan. Tulang rusuk dan tulang dada membentuk rongga dada.
Di atas rongga dada terdapat rangka bahu. Rangka bahu dibentuk oleh tulang gelang bahu. Tulang gelang bahu tersusun dari sepasang tulang belikat dan sepasang tulang selangka. Pada badan bagian bawah terdapat rangka panggul. Rangka panggul dibentuk oleh tulang gelang panggul. Tulang gelang panggul dibentuk oleh 2 tulang usus, 2 tulang duduk, dan 2 tulang kemaluan.
http://niluhtridhanahermayanti.files.wordpress.com/2010/12/rongga-dada.jpg?w=235&h=251
Gambar 03. Tulang Rusuk dan Tulang Dada

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizh_qwT6uiW6gvU4PvOlYkgNR13eQuC35sI99LwYK5GGzeVZYnwdbj2SQOGZBY4ue6NbyfRa7ZXWUIc7USGnNa0YIJkPk7I5MNRdEAYXsJrose2f5AY9_-iBbyHWcaDokBi2aVnIP9G7V5/s320/hal07b.jpg
Gambar 04. Tulang Gelang Panggul

http://niluhtridhanahermayanti.files.wordpress.com/2010/12/bahu3.jpg?w=240&h=231
Gambar 05. Tulang Bahu

c.      Rangka Anggota Gerak
Rangka anggota gerak terdiri atas tulang-tulang anggota gerak atas (tangan) dan tulang-tulang anggota gerak bawah (tungkai). Tulang-tulang anggota gerak atas (tangan), yaitu: tulang lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang pergelangan tangan, dan tulang telapak tangan, tulang ruas-ruas jari. Tulang-tulang anggota gerak bawah (tungkai), yaitu: tulang paha, tulang kering, tulang betis, tulang tempurun lutut, tulang telapak kaki, tulang pergelangan kaki, dan tulang ruas-ruas jari.
http://niluhtridhanahermayanti.files.wordpress.com/2010/12/gerak1.jpg?w=239&h=300
Gambar 06. Anggota Gerak atas
http://niluhtridhanahermayanti.files.wordpress.com/2010/12/hal091.jpg?w=232&h=309
Gambar 07. Anggota Gerak Bawah

B.       Bentuk-bentuk Tulag Rangka Manusia
Menurut Smart (2011), bahwa Berdasarkan bentuknya, tulang dapat dibagi menjadi tiga kelompok Berdasarkan bentuknya fungsi tulang rangka manusia ada tiga, yaitu tulang pipa, tulang pendek dan tulang pipih.
a. Tulang Pipa
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicdUL6Me97oB5YDgm94X91I-tIzzq_dT58W9h9jXSGkMqwvfieEfH-vLdJDKdnie0v-6mozvyrndeZTyQ-CqiFyfu3taZFS-oEqGXX8PpKB8a1mY3L8VN8pfLIaijh9gDNhjphEmRILF3c/s1600/tulang-pipa.jpg
Tulang pipa adalah tulang yang memiliki bentuk seperti pipa. Rongga pada tulang pipa berisi sumsum kuning. Sumsum kuning ini banyak mengandung lemak. Sumsum kuning dapat berfungsi sebagai cadangan makanan. Pada ujung-ujung tulang pipa yang mengembung, di dalamnya terdapat rongga-rongga kecil yang berisi sumsum merah. Sumsum merah ini berfungsi sebagai pembentuk sel-sel darah.
b. Tulang Pendek
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidaHtE2IwWyWHO6pUfwwqwIuj_NQVifxq5bk5vRh422479qQuvQrksZzfimdhf-qokn9gFb0636U1Jv47A7P-sy4PnfFdeoUo6GkrdUbqHbY3fsJZSQSk3XU8gizcsADbFnBHBZtIup4yR/s1600/tulang-pendek.jpg
Tulang pendek memiliki ukuran tulang yang pendek. Di dalamnya hanya terdapat rongga-rongga kecil berisi sumsum merah. Tulang-tulang yang termasuk tulang pendek antara lain tulang belakang, tulang pergelangan tangan, dan tulang pergelangan kaki.
c. Tulang Pipih
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisOyoKye5yMXHPvTM70BpzuNH1fPbZt1lNYiqkHn_Zyu3h605sCdD8Jk79dveuqoOA24nDaf_GzUurEZNS8wDmoJKZ9ObZleVl2ZR56PIgEa450rKPdiyTaexGC2ESfpGwLNQ50O46LJ3v/s1600/tulang-pipih.jpg
Tulang ini berbentuk pipih. Sama halnya dengan tulang pendek, tulang pipih berfungsi sebagai tempat pembentukan sel-sel darah. Hal ini disebabkan dalam tulang pipih terdapat rongga-rongga kecil yang berisi sumsum merah. Tulang yang termasuk ke dalam tulang pipih, antara lain tulang rusuk, tulang dada, dan tulang tengkorak kepala.
Back To Top