-->
Motivasi Menulis

Perbedaan Unsur dan Senyawa

Perbedaan Unsur dan Senyawa - Dalam studi ilmu kimia, unsur dan senyawa adalah dua konsep penting yang membantu kita memahami struktur dan sifat materi. Unsur dan senyawa adalah dua kategori utama zat yang berbeda dalam hal komposisi dan karakteristik. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi perbedaan antara unsur dan senyawa dalam konteks ilmu kimia.

Perbedaan Unsur dan Senyawa
Perbedaan Unsur dan Senyawa

Unsur adalah zat murni yang terdiri dari atom-atom yang sama. Atom adalah unit dasar dari materi yang memiliki struktur yang tidak dapat diuraikan lebih lanjut. Setiap unsur memiliki nomor atom yang unik, yang menunjukkan jumlah proton di inti atom. Ada lebih dari 100 unsur yang telah diidentifikasi dalam tabel periodik, termasuk hidrogen, helium, karbon, oksigen, dan banyak lagi. Setiap unsur memiliki sifat dan karakteristik unik, seperti titik leleh, titik didih, kepadatan, dan konduktivitas listrik yang berbeda.

Senyawa, di sisi lain, terbentuk ketika dua atau lebih unsur bergabung dalam perbandingan kimia tertentu. Senyawa terdiri dari molekul-molekul atau ion-ion yang terikat bersama. Molekul adalah kelompok atom yang terhubung melalui ikatan kimia, sedangkan ion adalah atom atau kelompok atom yang memiliki muatan listrik karena kehilangan atau penerimaan elektron. Contoh senyawa yang umum adalah air (H2O), karbon dioksida (CO2), dan natrium klorida (NaCl).

Salah satu perbedaan utama antara unsur dan senyawa adalah dalam komposisi mereka. Unsur hanya terdiri dari satu jenis atom, sedangkan senyawa terdiri dari dua atau lebih jenis atom yang terikat bersama. Misalnya, unsur oksigen terdiri dari atom-atom oksigen tunggal (O), sedangkan senyawa air terdiri dari dua atom hidrogen (H) dan satu atom oksigen (O).

Selain itu, unsur tidak dapat diuraikan lebih lanjut menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi kimia. Misalnya, atom oksigen (O) adalah unsur yang tidak dapat diurai lebih lanjut menjadi zat yang lebih sederhana. Namun, senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur penyusunnya melalui reaksi kimia. Contohnya, air (H2O) dapat diuraikan menjadi unsur hidrogen (H) dan unsur oksigen (O) melalui reaksi pemisahan.

Baca Juga: Fungsi Antimateri

Dalam hal sifat dan karakteristik, unsur memiliki sifat khas yang membedakannya satu sama lain. Setiap unsur memiliki nomor atom, massa atom, dan sifat fisik dan kimia yang unik. Di sisi lain, senyawa memiliki sifat yang berbeda dari unsur-unsur penyusunnya. Sifat senyawa ditentukan oleh komposisi dan ikatan kimia antara atom-atom penyusunnya. Misalnya, air memiliki sifat-sifat khusus seperti titik didih dan titik beku tertentu yang berbeda dari unsur hidrogen dan oksigen yang membentuknya.

Unsur dan senyawa adalah dua konsep yang berbeda dalam ilmu kimia. Unsur adalah zat murni yang terdiri dari atom-atom yang sama, sedangkan senyawa terbentuk ketika dua atau lebih unsur bergabung dalam perbandingan kimia tertentu. Perbedaan utama lainnya adalah bahwa unsur tidak dapat diuraikan lebih lanjut menjadi zat yang lebih sederhana, sedangkan senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur penyusunnya melalui reaksi kimia.

Ketika kita melihat tabel periodik, kita dapat melihat bahwa setiap unsur memiliki simbol kimia yang unik yang merepresentasikan unsur tersebut. Misalnya, simbol H mewakili unsur hidrogen dan simbol O mewakili unsur oksigen. Unsur-unsur ini memiliki sifat-sifat fisik dan kimia yang khas. Misalnya, hidrogen adalah gas yang sangat mudah terbakar, sedangkan oksigen adalah gas yang mendukung pembakaran.

Senyawa, di sisi lain, adalah hasil dari ikatan kimia antara unsur-unsur yang berbeda. Ketika unsur-unsur ini bergabung, mereka membentuk molekul atau ion yang memiliki sifat-sifat unik. Misalnya, air (H2O) terbentuk oleh ikatan antara dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Air memiliki sifat-sifat seperti titik didih dan titik beku tertentu, serta kemampuan untuk melarutkan banyak zat.

Dalam beberapa kasus, senyawa juga dapat terdiri dari ion-ion yang terikat bersama melalui ikatan ionik. Contohnya adalah natrium klorida (NaCl), di mana atom natrium kehilangan satu elektron dan atom klorin menerima elektron tersebut. Ion positif natrium dan ion negatif klorida saling tarik menimbulkan ikatan ionik, membentuk senyawa garam yang memiliki sifat-sifat unik seperti rasa asin.

Perbedaan antara unsur dan senyawa juga dapat dilihat dalam metode penulisan kimia. Unsur ditulis dengan menggunakan simbol kimia tunggal, sedangkan senyawa ditulis dengan menggunakan rumus kimia yang mencantumkan unsur-unsur penyusunnya. Misalnya, simbol Hg mewakili unsur merkuri, sementara rumus HgO mewakili senyawa merkuri(II) oksida.

Dalam ilmu kimia, pemahaman tentang perbedaan antara unsur dan senyawa sangat penting. Ini membantu kita dalam memahami komposisi zat, sifat-sifatnya, dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain. Unsur dan senyawa adalah dasar dalam mempelajari kimia dan memiliki peran yang krusial dalam menjelaskan struktur dan reaktivitas materi di sekitar kita.

Fungsi Antimateri

Fungsi Antimateri - Antimateri adalah materi yang terdiri dari partikel-partikel dengan muatan yang berlawanan dengan partikel-partikel materi. Misalnya, elektron pada materi memiliki muatan negatif, sedangkan pada antimateri, elektronnya memiliki muatan positif. Hal ini membuat antimateri menjadi sangat unik dan menarik bagi para ilmuwan untuk dipelajari. Berikut adalah beberapa fungsi dari antimateri:

Fungsi Antimateri
  1. Keperluan Energi Antimateri memiliki sifat yang sangat energik dan dapat melepaskan energi yang besar ketika bertemu dengan materi. Bahkan, jumlah energi yang dilepaskan saat materi bertemu dengan antimateri dapat jauh lebih besar dari jumlah energi yang dilepaskan dari reaksi nuklir. Oleh karena itu, antimateri dapat dijadikan sebagai sumber energi yang sangat efisien di masa depan.

  2. Membantu Memahami Alam Semesta Antimateri juga membantu para ilmuwan memahami alam semesta. Banyak proses alam semesta yang melibatkan antimateri, seperti ledakan supernova, pembentukan bintang, dan lubang hitam. Oleh karena itu, mempelajari antimateri dapat membantu para ilmuwan memahami proses-proses ini dan menjelaskan fenomena alam semesta yang belum terpecahkan.

  3. Aplikasi di Bidang Kedokteran Antimateri juga memiliki potensi dalam aplikasi di bidang kedokteran. Antimateri dapat dijadikan sebagai agen untuk menciptakan gambar medis yang lebih akurat dan detail. Dalam proses ini, partikel antimateri dilepaskan ke dalam tubuh pasien, dan gambar yang dihasilkan dapat membantu dokter memahami kondisi pasien dengan lebih baik.

  4. Membantu Memahami Hukum Fisika Antimateri juga membantu para ilmuwan memahami hukum fisika. Penelitian tentang antimateri telah membantu para ilmuwan memahami fenomena-fenomena seperti efek fotoelektrik, relativitas khusus, dan mekanika kuantum. Oleh karena itu, mempelajari antimateri dapat membantu para ilmuwan memahami dan mengembangkan teori-teori baru di bidang fisika.

  5. Aplikasi di Teknologi Masa Depan Antimateri juga memiliki potensi untuk digunakan di teknologi masa depan. Beberapa aplikasi potensial termasuk penggunaan antimateri dalam penyimpanan energi, roket berkecepatan tinggi, dan perangkat elektronik yang lebih kecil dan lebih efisien. Oleh karena itu, antimateri dapat menjadi kunci untuk mengembangkan teknologi baru yang dapat mengubah dunia.

Baca Juga : Tekanan Osmosis Larutan

Dalam kesimpulannya, antimateri memiliki banyak potensi dan aplikasi di berbagai bidang. Meskipun masih banyak yang harus dipelajari tentang antimateri, potensinya untuk mengubah dunia sangat besar dan menjanjikan. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut tentang antimateri harus terus dilakukan untuk mengembangkan aplikasi dan teknologi baru yang dapat memberikan manfaat bagi manusia.

Mengenal Konsep Kuantum: Dasar Fisika Modern

Mengenal Konsep Kuantum: Dasar Fisika Modern - Konsep kuantum adalah salah satu konsep paling fundamental dalam fisika modern yang berbicara tentang sifat partikel-partikel subatom dan interaksi mereka dengan medan. Konsep ini pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke-20 oleh fisikawan Max Planck dan Albert Einstein.

Konsep Kuantum

Secara umum, konsep kuantum mengajarkan bahwa partikel-partikel subatomik, seperti elektron dan foton, memiliki sifat yang berbeda dari partikel-partikel yang lebih besar. Mereka dapat berada dalam beberapa keadaan sekaligus, dan keadaan-keadaan ini dapat diukur dengan keakuratan yang sangat tinggi.

Salah satu prinsip dasar dari konsep kuantum adalah bahwa partikel-partikel subatomik berperilaku seperti gelombang, bukan seperti partikel. Dalam istilah matematika, sifat ini diwakili oleh fungsi gelombang, yang menggambarkan probabilitas lokasi partikel dalam suatu wilayah ruang. Oleh karena itu, dalam dunia kuantum, kita tidak dapat dengan pasti menentukan keadaan suatu partikel pada suatu waktu tertentu. Sebaliknya, kita hanya dapat menentukan probabilitas bahwa partikel itu berada dalam suatu wilayah ruang pada saat tertentu.

Prinsip kuantum lainnya adalah ketidakpastian Heisenberg, yang menyatakan bahwa kita tidak dapat secara simultan menentukan posisi dan momentum partikel secara pasti. Ini berarti bahwa ketika kita mengukur posisi suatu partikel, momentumnya akan menjadi tidak pasti, dan sebaliknya.

Salah satu aplikasi praktis dari konsep kuantum adalah dalam pengembangan teknologi komunikasi dan komputasi. Kuantum computing, atau komputasi kuantum, adalah teknologi yang berpotensi untuk mengubah cara kita memproses informasi, dengan kecepatan dan kapasitas yang jauh lebih besar daripada komputer konvensional. Kuantum cryptography, atau kriptografi kuantum, juga menawarkan metode pengamanan yang lebih kuat daripada kriptografi klasik.

Namun, seperti banyak teori fisika, konsep kuantum juga menghadapi tantangan dan kontroversi dalam interpretasinya. Misalnya, beberapa fisikawan berpendapat bahwa konsep kuantum mengindikasikan adanya banyak alam semesta paralel yang ada secara bersamaan, sedangkan yang lainnya berpendapat bahwa konsep kuantum hanya berlaku untuk dunia subatomik dan tidak dapat diaplikasikan pada objek-objek yang lebih besar.

Secara keseluruhan, konsep kuantum adalah dasar dari fisika modern dan telah membawa dampak besar pada banyak bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Meskipun ada banyak kontroversi dan tantangan dalam interpretasi konsep ini, namun para ilmuwan terus mengembangkan teknologi baru yang berdasarkan pada prinsip kuantum dan memperdalam pemahaman mereka tentang alam semesta yang rumit ini.

Zat Penyedap

Zat Penyedap - Di antara semua zat tambahan pada makanan, zat penyedap merupakan zat yang paling banyak digunakan. Sebagian besar zat penyedap merupakan zat sintetik.

Zat Penyedap
Suatu jenis zat penyedap yang banyak digunakan pada minuman sirup dan kue ialah ester-ester (essence) yang memberi aroma buah-buahan.


Mononatrium glutamat ialah suatu asam amino karboksilat yang diperlukan tubuh kita untuk membentuk protein. Zat ini diperdagangkan dengan berbagai merek. Walaupun demikian penggunaan zat ini sebagai penyedap makanan tidak boleh berlebihan. Penggunaan zat ini secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek yang merugikan kesehatan. Di Amerika disinyalir zat penyedap ini sudah menimbulkan penyakit ”Chinese Restaurant Syndrome”. Gejala penyakit ini ialah sakit kepala, sesak nafas, badan letih, dan sakit dada seperi kena serangan penyakit jantung.

Dalam minuman sering kali digunakan zat pemanis sintetik yang sifatnya jauh lebih manis daripada gula pasir, misalnya sakarin, dulsin, dan siklamat. Di beberapa negara zat ini sudah dilarang dipakai lagi karena dapat menimbulkan penyakit kanker pada hewan percobaan.

Bahan Kimia Alami dan Buatan yang Terdapat dalam Bahan Makanan

Bahan Kimia Alami dan Buatan yang Terdapat dalam Bahan Makanan

1. Bahan kimia alami
Bahan kimia alami adalah bahan kimia yang kita dapatkan di alam atau tanpa dibuat oleh manusia. Bahan kimia alami ada yang dikandung oleh bumi, udara, makanan, hewan, dan manusia.

Bahan Kimia Alami dan Buatan yang Terdapat dalam Bahan Makanan


2. Senyawa karbon dalam tubuh makhluk hidup dan bahan kimia alam
Makanan yang sehat harus mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air. Empat zat makanan yang disebut terdahulu tergolong senyawa karbon. Dari manakah tubuh kita memperoleh senyawa karbon yang diperlukan dan apakah yang terjadi dengan zat itu dalam tubuh kita?


Pembuatan Margarin

Pembuatan margarin - Proses pembuatan margarin adalah sebagai berikut.

Pembuatan Margarin

a. Minyak cair + soda kaustik encer akan didapat minyak cair yang bebas dari asam, warna, dan zat lain yang mengganggu.
b. Minyak cair lemak

Keterangan:
Jumlah soda kaustik encer yang dibutuhkan, disesuaikan dengan kebutuhan atau sesuai hasil analisis (pengalaman hasil pengamatan). Caustik soda (NaOH) dan asam bebas pada minyak membentuk lapisan sabun yang mudah dipisahkan dengan minyaknya (selanjutnya minyak dicuci dengan air sampai bebas dari sabun dan NaOH. Jika minyak yang didapat berwarna, maka warna tersebut dapat dihilangkan dengan tanah adsorben, kemudian disaring dengan penekanan/ditekan. Minyak yang didapat di hidrogenasi sehingga didapat margarin.

Tahap selanjutnya, menghilangkan bau dengan mengalirkan uap air panas ke dalam minyak hasil hidrogenasi dalam ruang hampa pada suhu + 200oC.

Agar rasanya lebih enak dan menarik margarin hasil hidrogenasi diberi tambahan zat-zat aditif seperti air, garam, pewarna, dan penyedap bau.

Zat-Zat Berbahaya dalam Rokok



a. Nikotin
Nikotin merupakan racun yang terdapat pada tembakau dan dapat menimbulkan efek ketagihan, serta dapat menaikkan tekanan darah. Nikotin bersifat toksik karena pada dosis 60 mg untuk orang dewasa dapat menimbulkan paralisis atau kegagalan pernapasan yang akhirnya dapat menimbulkan kematian. Selain itu, nikotin dapat meningkatkan detak jantung yang berakibat otot-otot jantung bekerja lebih keras dari biasanya, akhirnya otot-otot jantung akan mengalami kerusakan.

Zat-Zat Berbahaya dalam Rokok

b. Karbon Monoksida
Rokok yang dibakar akan mengeluarkan gas karbon monoksida. Orang yang menghisap asap rokok yang mengandung karbon monoksida, akan timbul efek dalam tubuhnya berupa terhambatnya pengikatan oksigen oleh tubuh dan pengiriman oksigen ke dalam sel-sel tubuh yang akhirnya dapat membuat napas menjadi sesak.

c. Tar
Tar merupakan zat kimia yang muncul ketika tembakau dibakar. Tar yang masuk ke dalam tubuh manusia dapat menimbulkan kanker paru-paru.

d. Asam Sianida
Asam sianida merupakan zat racun yang dapat merusak alat-alat pencernaan.

Selain pada rokok, zat adiktif juga terdapat pada minuman keras. Minuman keras mengandung alkohol yang dapat menimbulkan efek ketagihan. Alkohol memberikan efek memabukkan bagi orang yang meminumnya. Alkohol merupakan hasil fermentasi berbagai bahan makanan, seperti gandum, singkong, dan beras ketan. Alkohol telah digunakan sebagai bahan campuran minuman keras dengan kadar tertentu dan telah dipasarkan dengan berbagai merek dagang, di antaranya:
a) Bir memiliki kandungan alkohol 3-7%.
b) Anggur memiliki kandungan alkohol 12 - 14%.
c) Wiski dan brandi memiliki kandungan alkohol 35%.

Orang yang meminum alkohol memiliki ciri-ciri riang, gembira, banyak tertawa, muka memerah, jalan sempoyongan, bicara ngelantur, dan tingkah laku tidak karuan.

Bahaya yang ditimbulkan bagi orang yang meminum minuman yang beralkohol, di antaranya:
a) Sistem syarafnya terganggu sehingga menurunkan tingkat kesadaran.
b) Konsumsi secara berlebihan dapat menghentikan kerja otak.
c) Sistem kerja darah mengalami gangguan sehingga menyebabkan muka merah.
d) Timbulnya penyakit hipotermia.
e) Rusaknya ginjal sehingga tidak dapat menyerap cairan.
f) Rusaknya organ-organ pencernaan makanan.

Rokok dan Minuman Keras Beserta Dampaknya

Rokok dan Minuman Keras Beserta Dampaknya - Rokok merupakan jenis benda yang memiliki sifat adiktif. Rokok berasal dari pohon tembakau yang dikeringkan, lalu dibungkus dengan kertas. Rokok dapat dinikmati oleh konsumen dengan membakar ujung rokok, lalu dihisap. Rokok mengandung berbagai macam racun yang dapat merusak kesehatan penggunanya.

Rokok dan Minuman Keras dan Dampaknya

Orang yang merokok tidak hanya merugikan dirinya sendiri, tetapi juga dapat mengganggu orang lain di sekitarnya. Telah banyak orang mengetahui bahwa merokok sangat berbahaya bagi kesehatan. Namun, pada kenyataannya sampai saat ini masih banyak orang yang tidak bisa menghentikan kebiasaan merokok.

Ketika rokok dibakar, akan timbul berbagai jenis racun yang dikandungnya. Dalam rokok terdapat tidak kurang dari 1000 macam racun. Dari berbagai racun yang terkandung dalam rokok, kita lebih mengenal nikotin. Nikotin memiliki sifat adiktif yang cukup kuat. Selain nikotin, masih banyak zat-zat berbahaya pada rokok. Berikut ini adalah beberapa zat racun yang terdapat pada rokok.

Tekanan Osmosis Larutan

Tekanan Osmosis Larutan - Osmosis adalah peristiwa mengalirnya molekul molekul pelarut ke dalam larutan secara spontan melalui selaput semipermeabel, atau peristiwa mengalirnya molekul- molekul zat pelarut dari larutan yang lebih encer ke larutan yang lebih pekat. Proses osmosis terdapat kecenderungan untuk menyetimbangkan konsentrasi antara dua larutan yang saling berhubungan melalui membran.

Tekanan Osmosis Larutan

Perhatikan peristiwa osmosis menunjukkan osmometer yang diisi larutan gula, kemudian dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi air, ternyata permukaan larutan gula pada osmometer naik. Akan tetapi, jika di atas torak diberi beban tertentu, maka aliran air ke dalam osmometer dapat dicegah.

Gaya yang diperlukan untuk mengimbangi desakan zat pelarut yang mengalir melalui selaput semipermeabel ke dalam larutan disebut tekanan osmosis larutan. Hubungan tekanan osmosis dengan kemolaran larutan oleh Van’t Hoff dapat dirumuskan sebagai berikut.


Keterangan:

Hukum Van’t Hoff ini hanya berlaku pada larutan nonelektrolit.

Pengertian Sifat Koligatif Larutan

Pengertian Sifat Koligatif Larutan - Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tergantung pada jumlah partikel zat terlarut dalam larutan, tetapi tidak tergantung pada jenis pelarutnya. Berikut akan dibahas sifat koligatif larutan yang meliputi penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku larutan, dan tekanan osmosis.

Sifat Koligatif Larutan

Apabila ke dalam suatu pelarut dilarutkan zat yang tidak mudah menguap, ternyata tekanan uap jenuh larutan menjadi lebih rendah daripada tekanan uap jenuh pelarut murni. Dalam hal ini uap jenuh larutan dapat jenuh dianggap hanya mengandung uap zat pelarut. Selisih antara tekanan uap jenuh pelarut murni dengan tekananuap jenuh larutan disebut penurunan tekanan uap jenuh (􀀧P).

Jika tekanan uap jenuh pelarut murni dinyatakan dengan P° dan tekanan uap jenuh larutan dengan P, maka 􀀧P = P° – P. Pada tahun 1880-an F.M. Raoult, seorang ahli kimia Prancis, menyatakan
bahwa melarutkan zat terlarut mempunyai efek menurunkan tekanan uap dari pelarut.

Adapun bunyi hukum Raoult yang berkaitan dengan penurunan tekanan uap adalah sebagai berikut.
  1. Penurunan tekanan uap jenuh tidak bergantung pada jenis zat yang dilarutkan, tetapi tergantung pada jumlah partikel zat terlarut.
  2. Penurunan tekanan uap jenuh berbanding lurus dengan fraksi mol zat yang dilarutkan.

Fraksi-fraksi Minyak Bumi

Fraksi-fraksi Minyak Bumi - Sekarang ini pemakaian minyak bumi semakin meningkat dengan meningkatnya berbagai macam industri. Karena selain untuk rumah tangga pemakaian minyak bumi dalam industri menjadi sangat vital, bahkan menduduki peringkat pertama dalam pemakaian bahan bakar. Permasalahan minyak bumi tidak lagi menjadi masalah ekonomi tetapi sudah

Fraksi-fraksi Minyak Bumi

Minyak bumi terbentuk dari peruraian senyawa-senyawa organik dari jasad mikroorganisme jutaan tahun yang lalu di dasar laut. Hasil peruraian yang berbentuk cair akan menjadi minyak bumi dan yang berwujud gas menjadi gas alam. Proses peruraian ini berlangsung sangat lamban sehingga untuk membentuk minyak bumi dibutuhkan waktu yang sangat lama. Itulah sebabnya minyak bumi termasuk sumber bahan alam yang tidak dapat diperbarui, sehingga dibutuhkan kearifan dalam eksplorasi dan pemakaiannya. Untuk mendapatkan minyak bumi ini dapat dilakukan dengan pengeboran. Minyak bumi merupakan campuran senyawa-senyawa hidrokarbon. Untuk dapat dimanfaatkan perlu dipisahkan melalui distilasi bertingkat, yaitu cara pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan perbedaan titik didihnya pada kolom bertingkat. Komponen utama minyak bumi dan gas alam adalah alkana.

Gas alam mengandung 80% metana, 7% etana, 6% propana, 4% butana dan isobutana, sisanya pentana. Untuk dapat dimanfaatkan gas propana dan butana dicairkan yang dikenal sebagai LNG (Liquid Natural Gas). Karena pembakaran gas alam murni lebih efisien dan sedikit polutan, maka gas alam banyak digunakan untuk bahan bakar industri dan rumah tangga. Dalam tabung kecil sering digunakan untuk kemah, barbekyu, dan pemantik api. LNG juga banyak digunakan untuk bahan dasar industri kimia seperti pembuatan metanol dan pupuk.

Senyawa penyusun minyak bumi: alkana, sikloalkana, dan senyawa aromatik. Di samping itu terdapat pengotor berupa senyawa organik yang mengandung S, N, O, dan organo logam. Dari hasil distilasi bertingkat diperoleh fraksifraksi LNG, LPG, petroleum eter, bensin, kerosin, solar, oli, lilin, dan aspal.

Bensin akhir-akhir ini menjadi perhatian utama karena pemakaiannya untuk bahan bakar kendaraan bermotor sering menimbulkan masalah. Kualitas bensin ditentukan oleh bilangan oktan, yaitu bilangan yang menunjukkan jumlah isooktan dalam bensin.

Bilangan oktan merupakan ukuran kemampuan bahan bakar mengatasi ketukan ketika terbakar dalam mesin. Bensin merupakan fraksi minyak bumi yang mengandung senyawa n–heptana dan isooktan. Misalnya bensin premium yang beredar di pasaran dengan bilangan oktan 80 berarti bensin tersebut mengandung 80% isooktan dan 20% n–heptana.

Bensin super mempunyai bilangan oktan 98 berarti mengandung 98% isooktan dan 2% n–heptana. Pertamina meluncurkan produk bensin ke pasaran dengan 3 nama, yaitu: premium (bilangan oktan 80–88), pertamax (bilangan oktan 91–92) dan pertamax plus (bilangan oktan 95). Penambahan zat antiketukan pada bensin bertujuan untuk memperlambat pembakaran bahan bakar. Untuk menaikkan bilangan oktan antara lain ditambahkan MTBE (Metyl Tertier Butil Eter), tersier butil alkohol, benzena, atau etanol.

Penambahan zat aditif Etilfluid yang merupakan campuran 65% TEL (Tetra Etil Lead/Tetra Etil Timbal), 25% 1,2- dibromoetana dan 10% 1,2-dikloro etana sudah ditinggalkan karena menimbulkan dampak pencemaran timbal ke udara. Timbal (Pb) bersifat racun yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti pusing, anemia, bahkan kerusakan otak.

Anemia terjadi karena ion Pb2+ bereaksi dengan gugus sulfhidril (–SH) dari protein sehingga menghambat kerja enzim untuk biosintesis hemoglobin. Reaksinya:
Protein–SH + Pb2+ + SH–protein 􀁯 protein–S–Pb–S–protein + 2H+

Permintaan pasar terhadap bensin cukup besar maka untuk meningkatkan produksi bensin dapat dilakukan caracara:
1. Cracking (perengkahan), yaitu pemecahan molekul besar menjadi molekul-molekul kecil. Contoh:
C10H22(l) 􀁯 C8H18(l) + C2H4(g)
2. Reforming, yaitu mengubah struktur molekul rantai lurus menjadi rantai bercabang.
3. Alkilasi atau polimerisasi, yaitu penggabungan molekulmolekul kecil menjadi molekul besar. Contoh:
a. propena + butena 􀁯 bensin
b. isobutana + isobutena 􀁯 isooktana

Dampak pembakaran bensin dapat diatasi dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Produksi bensin ramah lingkungan (tanpa timbal).
2. Penggunaan converter katalitik pada sistem pembuangan kendaraan.
3. Penggunaan Electronic Fuel Injection (EFI) pada sistem bahan bakar.
4. Penghijauan atau pembuatan taman kota.
5. Penggunaan energi alternatif.

Hukum Perbandingan Volume Hukum Gay-Lussac

Hukum Perbandingan Volume (Hukum Gay-Lussac - Di awal tahun 1781 Joseph Priestley (1733–1804) menemukan hidrogen dapat bereaksi dengan oksigen membentuk air, kemudian Henry Cavendish (1731-1810) menemukan volume hidrogen dan oksigen yang bereaksi membentuk uap air mempunyai perbandingan 2 : 1. Dilanjutkan William Nicholson dan Anthony Carlise berhasil menguraikan air menjadi gas hidrogen dan oksigen melalui proses elektrolisis. Ternyata perbandingan volume hidrogen dan oksigen yang terbentuk 2 : 1. Pada tahun 1808 Joseph Louis Gay-Lussac (1778–1850) berhasil mengukur volume uap air yang terbentuk, sehingga diperoleh perbandingan volume  hidrogen : oksigen : uap air = 2 : 1 : 2.

Hukum Perbandingan Volume (Hukum Gay-Lussac)

Gas hidrogen + gas oksigen ----->  uap air 
2 H2(g) + O2(g) ----> 2 H2O(g)

Perbandingan tersebut berupa bilangan bulat sederhana. Berdasarkan hasil percobaan ini, Gay-Lussac menyimpulkan bahwa:

Pada suhu dan tekanan yang sama, volume gasgas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat sederhana.

Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)

Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier) - Apabila kita membakar kayu, maka hasil pembakaran hanya tersisa abu yang massanya lebih ringan dari kayu. Hal ini bukan berarti ada massa yang hilang. Akan tetapi, pada proses ini kayu bereaksi dengan gas oksigen menghasilkan abu, gas karbon dioksida, dan uap air. Jika massa gas karbon dioksida dan uap air yang menguap diperhitungkan, maka hasilnya akan sama.

Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)

Kayu + gas oksigen 􀁯 abu + gas karbon dioksida + uap air Massa (kayu + gas oksigen) = massa (abu + gas karbon dioksida + uap air)  Antoine Lavoisier (1743–1794) seorang pelopor yang percaya pentingnya membuat pengamatan kuantitatif dalam eksperimen, mencoba memanaskan 530 gram logam merkuri dalam wadah terhubung udara dalam silinder ukur pada sistem tertutup.

Ternyata volume udara dalam silinder berkurang 1/5 bagian. Logam merkuri berubah menjadi merkuri oksida sebanyak 572,4 gram. Besarnya kenaikkan massa merkuri sebesar 42,4 gram adalah sama dengan 1/5 bagian udara yang hilang yaitu oksigen. Logam merkuri + gas oksigen 􀁯 merkuri oksida 530 gram + 42,4 gram = 572,4 gram.

Berdasarkan percobaan di atas Lavoisier merumuskan Hukum Kekekalan Massa yang berbunyi: Dalam reaksi kimia, massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.

Sistem Periodik Mendeleyev

Sistem Periodik Mendeleyev - Sesuai kegemarannya bermain kartu, Dimitri Mendeleyev (1869) mengumpulkan informasi sebanyakbanyaknya tentang unsur, kemudian ia menulis pada kartukartu. Kartu-kartu unsur tersebut disusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat. Kartu-kartu unsur yang sifatnya mirip terletak pada kolom yang sama yang kemudian disebut golongan. Sedangkan pengulangan sifat menghasilkan baris yang disebut periode. Mendeleyev menempatkan unsur-unsur periode 5 berdampingan dengan unsur-unsur dalam periode 4

Sistem Periodik Mendeleyev
Kelebihan Sistem Periodik Mendeleyev:
  • Dapat meramalkan tempat kosong untuk unsur yang belum ditemukan (diberi tanda ?).

Contoh:
Unsur Eka-silikon (Germanium-Ge) berada di antara Si dan Sn.
  • Menyajikan data massa atom yang lebih akurat, seperti Be dan U.


  • Periode 4 dan 5 mirip dengan Sistem Periodik Modern. Contoh: K dan Cu sama-sama berada di periode 4 golongan I. Dalam Sistem Periodik Modern K digolongan IA dan Cu di golongan IB.

  • Penempatan gas mulia yang baru ditemukan tahun 1890–1900 tidak menyebabkan perubahan susunan Sistem Periodik Mendeleyev.


Kelemahan Sistem Periodik Mendeleyev:
Adanya penempatan unsur yang tidak sesuai dengan kenaikkan massa atom. Contoh: 127I dan 128Te. Karena sifatnya, Mendeleyev terpaksa menempatkan Te lebih dulu daripada I. Dalam Sistem Periodik Modern yang berdasarkan kenaikkan nomor atom Te (Z = 52) lebih dulu dari I (Z = 53).

Teori Atom Bohr

Teori Atom Bohr - Diawali dari pengamatan Niels Bohr terhadap spektrum atom, adanya spektrum garis menunjukkan bahwa elektron hanya beredar pada lintasan-lintasan dengan energi tertentu. Dengan teori Mekanika Kuantum Planck, Bohr (1913) menyampaikan 2 postulat untuk menjelaskan kestabilan atom.

Model Atom Bohr

Dua Postulat Bohr:

  1. Elektron mengelilingi inti atom pada lintasan tertentu yang stasioner yang disebut orbit/kulit. Walaupun elektron bergerak cepat tetapi elektron tidak memancarkan atau menyerap energi sehingga energi elektron konstan. Hal ini berarti elektron yang berputar mengelilingi inti atom mempunyai lintasan tetap sehingga elektron tidak jatuh ke inti.
  2. Elektron dapat berpindah dari kulit yang satu ke kulit yang lain dengan memancarkan atau menyerap energi. Energi yang dipancarkan atau diserap ketika elektron berpindah-pindah kulit disebut foton.


Energi yang dibawa foton ini bersifat diskrit (catu). Jika suatu atom menyerap energi, maka energi ini digunakan elektron untuk berpindah kulit dari tingkat energi rendah ke tingkat energi tinggi. Pada saat elektron kembali ke posisi semula akan dipancarkan energi dengan besar yang sama. Jadi, hanya elektron pada kulit tertentu dengan tingkat energi tertentu yang dapat bergerak, sehingga frekuensi cahaya yang ditimbulkan juga tertentu. Hal inilah yang digunakan untuk menjelaskan spektrum diskrit atom hidrogen.

Kelemahan teori atom Bohr:

  1. Hanya mampu menjelaskan spektrum atom hidrogen tetapi tidak mampu menjelaskan spektrum atom yang lebih kompleks (dengan jumlah elektron yang lebih banyak).
  2. Orbit/kulit elektron mengelilingi inti atom bukan berbentuk lingkaran melainkan berbentuk elips.
  3. Bohr menganggap elektron hanya sebagai partikel bukan sebagai partikel dan gelombang, sehingga kedudukan elektron dalam atom merupakan kebolehjadian.

Pengertian Proton

Pengertian Proton - Jika massa elektron 0 berarti suatu partikel tidak mempunyai massa. Namun pada kenyataannya partikelmateri mempunyai massa yang dapat diukur dan atom bersifat  atom itu netral. Bagaimana mungkin atom itu bersifat netral dan mempunyai massa, jika hanya ada elektron saja dalam atom?

Proton

Eugene Goldstein (1886) melakukan eksperimen dari tabung gas yang memiliki katode, yang diberi lubanglubang dan diberi muatan listrik.

Hasil eksprerimen tersebut membuktikan bahwa pada saat terbentuk elektron yang menuju anode, terbentuk pula sinar positif yang menuju arah berlawanan melewati lubang pada katode. Setelah berbagai gas dicoba dalam tabung ini, ternyata gas hidrogenlah yang menghasilkan sinar muatan positif yang paling kecil baik massa maupun muatannya, sehingga partikel ini disebut dengan proton. Massa proton = 1 sma (satuan massa atom) dan muatan proton = +1.

Pengertian Elektron

Pengertian Elektron - Pernahkah Anda memperhatikan tabung televisi? Tabung televisi merupakan tabung sinar katode. Percobaan tabung sinar katode pertama kali dilakukan oleh William Crookes (1875). Hasil eksperimennya yaitu ditemukannya seberkas sinar yang muncul dari arah katode menuju ke anode yang disebut sinar katode.

Elektron, Neutron, dan Neutron

George Johnstone Stoney (1891) yang mengusulkan nama sinar katode disebut "elektron". Kelemahan dari Stoney tidak dapat menjelaskan pengaruh elektron terhadap perbedaan sifat antara atom suatu unsur dengan atom dalam unsur lainnya. Antoine Henri Becquerel (1896) menentukan sinar yang dipancarkan dari unsur-unsur radioaktif yang sifatnya mirip dengan elektron.

Joseph John Thomson (1897) melanjutkan eksperimen William Crookes yaitu pengaruh medan listrik dan medan magnet dalam tabung sinar katode. Hasil percobaan  J.J.Thomson menunjukkan bahwa sinar katode dapat dibelokkan ke arah kutub positif medan listrik. Hal ini membuktikan terdapat partikel bermuatan negatif dalam suatu atom.

Besarnya muatan dalam elektron ditemukan oleh Robert Andrew Milikan (1908) melalui percobaan tetes minyak Milikan seperti gambar berikut.

Minyak disemprotkan ke dalam tabung yang bermuatan listrik. Akibat gaya tarik gravitasi akan mengendapkan tetesan minyak yang turun. Apabila tetesan minyak diberi muatan negatif maka akan tertarik ke kutub positif medan listrik. Dari hasil percobaan Milikan dan Thomson diperoleh muatan elektron –1 dan massa elektron 0, sehingga elektron dapat dilambangkan 􀀋 0 􀀌􀀐1 e .

Sifat Logam

Sifat Logam - Sifat yang dimiliki oleh unsur sangat banyak. Pada Kata Kunci bahasan ini, kita hanya akan membahas beberapa sifat dari unsur. Berdasarkan sifat kelogamannya, secara umum unsur dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu unsur logam, unsur non logam, dan unsur metaloid (semi logam).

Logam dan Non Logam
Logam banyak kita jumpai di sekitar kita, contohnya besi, aluminium, tembaga, perak, emas, dan lain-lain. Pada umumnya logam mempunyai sifat fisis, antara lain:
1. penghantar panas yang baik;
2. penghantar listrik yang baik;
3. permukaan logam mengkilap;
4. dapat ditempa menjadi lempeng tipis;
5. dapat meregang jika ditarik.

Kemampuan logam untuk meregang apabila ditarik disebut duktilitas. Kemampuan logam meregang dan menghantarkan listrik dimanfaatkan untuk membuat kawat atau kabel. Kemampuan logam berubah bentuk jika ditempa disebut maleabilitas. Kemampuan logam berubah bentuk jika ditempa dimanfaatka untuk membuat berbagai macam jenis barang, misalnya golok, pisau, cangkul, dan lain-lain. Sifat-sifat di atas tidak dimiliki oleh unsur-unsur bukan logam (non logam).

Jika dilihat dari konfigurasi elektronnya, unsur-unsur logam cenderung melepaskan elektron (memiliki energi ionisasi yang kecil), sedangkan unsur-unsur non logam cenderung menangkap elektron (memiliki energi ionisasi yang besar). Dengan demikian, dapat dilihat kecenderungan sifat logam dalam sistem periodik, yaitu dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin besar dan dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin kecil. Jika kita lihat pada tabel periodik unsurnya, unsurunsur logam berletak pada bagian kiri, sedangkan unsur-unsur non logam terletak di bagian kanan (lihat tabel periodik unsur).

Pada tabel periodik, batas antara unsur-unsur logam dan non logam sering digambarkan dengan tangga diagonal yang bergaris tebal. Unsur-unsur di daerah perbatasan mempunyai sifat ganda. Misalnya logam berilium (Be) dan aluminium (Al), logam-logam tersebut memiliki beberapa sifat bukan logam, dan biasa disebut unsur amfoter. Adapun logam yang berada di sebelahnya (dalam tabel periodik) yaitu Boron (B) dan Silikon (Si) merupakan unsur non logam yang memilki beberapa sifat logam, dan disebut unsur metaloid.

PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK

PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK - Usaha pengelompokan unsur-unsur berdasarkan kesamaan sifat dilakukan agar unsur-unsur tersebut mudah dipelajari.

1. Triade Dobereiner
Pada tahun 1829, Johan Wolfgang Dobereiner mempelajari sifat-sifat beberapa unsur yang sudah diketahui pada saat itu. Dobereiner melihat adanya kemiripan sifat di antara beberapa unsur, lalu mengelompokkan unsur-unsur tersebut menurut kemiripan sifatnya. Ternyata tiap kelompok terdiri dari tiga unsur sehingga disebut triade. Apabila unsur-unsur dalam satu triade disusun berdasarkan kesamaan sifatnya dan diurutkan massa atomnya, maka unsur kedua merupakan rata-rata dari sifat dan massa atom dari unsur pertama dan ketiga.

Teori Oktaf Newland

2. Teori Oktaf Newland
Pada tahun 1864, John Alexander Reina Newland menyusun daftar unsur yang jumlahnya lebih banyak. Susunan Newland menunjukkan bahwa apabila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, maka unsur pertama mempunyai kemiripan sifat dengan unsur kedelapan, unsur kedua sifatnya mirip dengan unsur kesembilan, dan seterusnya. Penemuan Newland ini dinyatakan sebagai Hukum Oktaf Newland.

Teori Oktaf Newland

Pada saat daftar Oktaf Newland disusun, unsur-unsur gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn) belum ditemukan. Gas Mulia ditemukan oleh Rayleigh dan Ramsay pada tahun 1894. Unsur gas mulia yang pertama ditemukan ialah gas argon. Hukum Oktaf Newland hanya berlaku untuk unsur-unsur dengan massa atom yang rendah.

3. Sistem Periodik Mendeleev

Pada tahun 1869, tabel sistem periodik mulai disusun. Tabel sistem periodik ini merupakan hasil karya dua ilmuwan, Dmitri Ivanovich Mendeleev dari Rusia dan Julius Lothar Meyer dari Jerman. Mereka berkarya secara terpisah dan menghasilkan tabel yang serupa pada waktu yang hampir bersamaan. Mendeleev menyajikan hasil kerjanya pada Himpunan Kimia Rusia pada awal tahun 1869, dan tabel periodik Meyer baru muncul pada bulan Desember 1869.

Mendeleev yang pertama kali mengemukakan tabel sistem periodik, maka ia dianggap sebagai penemu tabel sistem periodik yang sering disebut juga sebagai sistem periodik unsur pendek.

Sistem periodik Mendeleev disusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat. Sistem periodik Mendeleev pertama kali diterbitkan dalam jurnal ilmiah Annalen der Chemie pada tahun 1871.

Sistem Periodik Mendeleev


dalam satu golongan mempunyai sifat yang mirip. Hal penting yang terdapat dalam sistem periodik Mendeleev antara lain sebagai berikut:

  • dua unsur yang berdekatan, massa atom relatifnya mempunyai selisih palingkurang dua atau satu  satuan;
  • terdapat kotak kosong untuk unsur yang belum ditemukan, seperti 44, 68, 72,dan 100;
  • dapat meramalkan sifat unsur yang belum dikenal seperti ekasilikon;\
  • dapat mengoreksi kesalahan pengukuran massa atom relatif beberapa unsur, contohnya Cr = 52,0 bukan 43,3.


sistem periodik Mendeleev


a. Kelebihan sistem periodik Mendeleev

  1. Sifat kimia dan fisika unsur dalam satu golongan mirip dan berubah secara teratur.
  2. Valensi tertinggi suatu unsur sama dengan nomor golongannya.
  3. Dapat meramalkan sifat unsur yang belum ditemukan pada saat itu dan telah mempunyai tempat yang kosong.

b. Kekurangan sistem periodik Mendeleev

  1. Panjang periode tidak sama dan sebabnya tidak dijelaskan.
  2. Beberapa unsur tidak disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, contoh : Te (128) sebelum I (127).
  3. Selisih massa unsur yang berurutan tidak selalu 2, tetapi berkisar antara 1 dan 4 sehingga sukar meramalkan massa unsur yang belum diketahui secara tepat.
  4. Valensi unsur yang lebih dari satu sulit diramalkan dari golongannya.
  5. Anomali (penyimpangan) unsur hidrogen dari unsur yang lain tidak dijelaskan.




4. Sistem Periodik Modern
Pada tahun 1914, Henry G. J. Moseley menemukan bahwa urutan unsur dalam tabel periodik sesuai dengan kenaikan nomor atom unsur. Moseley berhasil menemukan kesalahan dalam tabel periodik Mendeleev, yaitu ada unsur yang terbalik letaknya. Penempatan Telurium dan Iodin yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya, ternyata sesuai dengan kenaikan nomor atom. Telurium mempunyai nomor atom 52 dan iodin mempunyai nomor atom 53. Sistem periodik modern bisa dikatakan sebagai penyempurnaan sistem periodik Mendeleev. Sistem periodik modern dikenal juga sebagai sistem periodik bentuk panjang, disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Dalam sistem periodik modern terdapat lajur mendatar yang disebut periode dan lajur tegak yang disebut golongan (lihat lampiran).

Sistem Periodik Modern


Jumlah periode dalam sistem periodik ada 7 dan diberi tanda dengan angka:

  • Periode 1 disebut sebagai periode sangat pendek dan berisi 2 unsur
  • Periode 2 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur
  • Periode 3 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur
  • Periode 4 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur
  • Periode 5 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur
  • Periode 6 disebut sebagai periode sangat panjang dan berisi 32 unsur, pada periode ini terdapat unsur Lantanida yaitu unsur nomor 58 sampai nomor 71 dan diletakkan pada bagian bawah
  • Periode 7 disebut sebagai periode belum lengkap karena mungkin akan bertambah lagi jumlah unsur yang menempatinya, sampai saat ini berisi 24 unsur. Pada periode ini terdapat deretan unsur yang disebut Aktinida, yaitu unsur bernomor 90 sampai nomor 103 dan diletakkan pada bagian bawah.


Jumlah golongan dalam sistem periodik ada 8 dan ditandai dengan angka Romawi. Ada dua golongan besar, yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Golongan B terletak antara golongan IIA dan golongan IIIA.

Nama-nama golongan pada unsur golongan A
• Golongan IA disebut golongan alkali
• Golongan IIA disebut golongan alkali tanah
• Golongan IIIA disebut golonga boron
• Golongan IVA disebut golongan karbon
• Golongan VA disebut golongan nitrogen
• Golongan VIA disebut golongan oksigen
• Golongan VIIA disebut golongan halogen
• Golongan VIIIA disebut golongan gas mulia

Pada periode 6 golongan IIIB terdapat 14 unsur yang sangat mirip sifatnya, yaitu unsur-unsur lantanida. Pada periode 7 juga berlaku hal yang sama dan disebut unsur-unsur aktinida. Kedua seri unsur ini disebut unsur-unsur transisi dalam. Unsur-unsur lantanida dan aktinida termasuk golongan IIIB, dimasukkan dalam satu golongan karena mempunyai sifat yang sangat mirip.

Pengertian Molekul Unsur

Pengertian Molekul Unsur - Molekul unsur merupakan molekul yang terbentuk dari hasil penggabungan atom-atom unsur yang sama atau sejenis. Sebagai contoh, gas O2 (oksigen) yang ada di udara adalah unsur yang partikelnya berupa molekul. Molekul oksigen dibentuk oleh dua atom oksigen 

Molekul Unsur
Molekul yang terbentuk dari dua atom disebut molekul dwiatom, misalnya Nitrogen (N2). Sedangkan, atom yang terbentuk dari tiga atom atau lebih disebut molekul poliatomik. Sebagai contoh, molekul yang dibentuk oleh tiga atom disebut molekul triatom, misalnya Ozon (O3). Molekul yang terdiri atas empat atom disebut molekul tetraatom, misalnya posfor (P4).
Back To Top