-->
Motivasi Menulis

Pengelolaan Piutang dari Penjualan Kredit

Pengelolaan Piutang dari Penjualan Kredit - Piutang adalah hak tagihan yang terjadi karena perusahaan meminjamkan uang atau melakukan penjualan secara tidak tunai (kredit) yang dikelompokan sebagai piutang dagang (trade receivables/account receivables) yaitu yang diklasifikasikan sebagai tagihan -dalam kelompok ;

manajemen piutang



  1. Tagihan yang tidak didukung oleh surat kesanggupan pembayaran utang secara tertulis dari debitur / pelanggan disebut piutang (receivables) misalnya; tagihan kepada pelanggan karena transaksi penjualan barang secara kredit yang disebut piutang dagang.
  2. Tagihan yang didukung oleh surat kesanggupan membayar utang secara tertulis dari debitur/pelanggan yang disebut mwesel tagih (notes Receivables)


Piutang yang timbul dari transaksi penjualan diharapkan akan dapat direalisir menjadi uang tunai dalam jangka waktu kurang dari satu tahun, piutang dagang dicatat dalam kelompok aktiva lancar, namun untuk piutang yang timbul dari penjualan secara angsuran (installment) pencatatannya dalam neraca dipisahkan menjadi aktiva lancar dan aktiva tidak lancar, penyusunan piutang dari penjualan angsuran ini diatur berdasarkan jangka waktu angsurannya bagi yang kurang dari satu tahun ditempatkan sebagai aktiva lancar, sedangkan yang lebih satu tahun ditempatkan sebagai aktiva lain lain(other assets) khusus untuk barang barang sebagai titipan (konsinyasi) kepada pihak lain tidak dicatat sebagai poiutang, kecuali untuk barang yang telah laku dijual oleh pihak lain.

Yang tidak termasuk piutang dagang (bukan piutang dagang) antara lain :

  1. Uang muka pembelian (Purchases prepayment).
  2. Uang muka kepada anak perusahaan (advance to affiliated companies).
  3. Uang muka kepada pegawai perusahaan (advance to employees).
  4. Tuntutan kerugian kepada perusahaan asuransi untuk barang-barang yang dipertanggungkan (claim for losses or damage).
  5. Uang muka pembelian saham (advances stock holder).
  6. Piutang dividen (divident receiveble)
  7. Uang muka menjamin kontrak (deposits on contract guarantee)
  8. Tuntutan atas pengurangan dan pengembalian/restitusi pajak (claims for rebate and tax refunds).
  9. Tagihan terhadap langganan untuk pengembalian tempat barang. Misalnya, tanggungan botol (deposits on bottles

Keuntungan Wesel Aksep

Keuntungan Wesel Aksep

Keuntungan Wesel Aksep - Masalah yang timbul pada cek adalah bahwa cek tersebut tidak dapat dianggap atau diperlakukan sebagai tunai, oleh karena cek tersebut dapat menjadi tidak bernilai apabila dana sipenerbit cek tidak mencukupi saldonya dan cek tersebut akan dikembalikan kepada kreditur oleh bank dan si penerima cek akan menghadapi resiko tidak memperoleh pembayaran.

Untuk mengurangi resiko tersebut diatas maka seseorang dapat meminta agar pembayaran dilakukan dengan jenis cek yang dananya dijamin mencukupi yaitu berasal dari dana milik bank yang menerbitkan wesel aksep. Ini akan mengurangi resiko kreditur terkecuali apabila bank penerbit pailit atau bank draft tersebut palsu.

Guna memastikan bahwa nasabahnya memiliki dana yang cukup guna membayar bank untuk memenuhi kewajiban si nasabah dalam penerbitan bank draft maka bank akan mendebet rekening nasabahnya seketika itu juga ( termasuk biaya-biaya). wesel aksep diperlakukan sama dengan cek yaitu prosedur pencairannya melalui lembaga kliring setempat.
Tahap-tahap Penutupan Buku

Tahap-tahap Penutupan Buku


Menutup Akun Nominal


  • Menutup semua akun pendapatan dengan memindahkan akun pendapatan ke akun ikhtisar laba rugi ( mendebit pendapatan dan mengkredit ikhtisar laba rugi).
  • Menutup semua akun beban dengan cara memindahkan akun beban ke ikhtisar laba rugi (mendebit ikhtisar laba rugi dan mengkredit beban-beban).
  • Menutup akun ikhtisar laba rugi dengan memindahkan saldo akun tersebut ke akun modal. Ada dua kemungkinan yang terjadi:

a. Jika Perusahaan memperoleh laba, maka ikhtisar laba rugi di debit dan modal di kredit.
b. Jika Perusahaan mengalami rugi, maka modal didebit dan ikhtisar laba rugi di kredit.

  • Menutup akun prive dengan memindahkan saldo akun prive ke akun modal (mendebit modal dan mengkredit prive). Jurnal penutup yang dibuat tergantung bentuk perusahaan yaitu perusahaan perseorangan, firma dan perseroan terbatas. Hal ini disebabkan struktur modal yang berbeda diantara ketiga jenis perusahaan.

Kegunaan Jurnal Penutup

Kegunaan Jurnal Penutup - Setelah jurnal penyesuaian diposting ke buku besar, maka data dalam akun buku besar akan sesuai dengan data yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Saldo akun yang tercantum di neraca akan terus diakumulasikan dari tahun ke tahun. Karena akun tersebut relatif permanen, maka disebut akun riil (real account).

Kegunaan Jurnal Penutup

Sedangkan saldo akun yang ada di laporan laba rugi dan saldo akun penarikan pemilik dilaporkan pada laporan ekuitas pemilik, tidak diakumulasikan dari tahun ke tahun. Karena akun-akun ini hanya melaporkan jumlah-jumlah pada satu periode saja, maka hal itu disebut sebagai akun sementara (temporary account), atau akun nominal (nominal account).

Akun nominal hanya menunjukkan jumlah-jumlah pada satu periode saja, maka akun ini harus  mempunyai saldo nol pada awalperiode. Untuk menjadikan saldo  akun nominal menjadi nol maka dibuat jurnal penutup.

Jurnal penutup memiliki kegunaan sebagai berikut:
Menutup saldo akun nominal agar saldonya nol. Dengan demikian pada periode berikutnya semua akun nominal pada awal periode akan mempunyai saldo nol. Dengan demikian akan dapat dipisahkan saldo-saldo akun nominal dari periode ke periode berikutnya 

Saldo modal akan nampak sesuai dengan modal yang ada pada akhir periode sesuai dengan yang dilaporkan di neraca

Langkah-langkah membuat Neraca Lajur


Neraca Lajur

  1.  Nama perusahaan, Neraca Lajur dan Periode penyusunan ditulis di tengah atas.
  2. Mengisi kolom keterangan untuk nama akun-akun.
  3. Menyiapkan neraca saldo pada kertas kerja dengan memasukkan angka-angka dari setiap saldo akun yang ada di buku besar dan dijumlahkan dari akun pada neraca saldo ke kolom 1 sebelah debit dan ke 2 sebelah kredit.
  4. Menyiapkan penyesuaian dalam kolom penyesuaian dengan memasukkan angka-angka dari jurnal penyesuaian pada kolom penyesuaian. Kolom ke 3 sebelah debit, ke 4 sebelah kredit dan setiap kolom dijumlahkan. Kita perlu mengingat bahwa penyesuaian tidaklah dijurnal hingga kertas kerja selesai diselesaikan dan laporan keuangan telah disiapkan.
  5. Memasukkan saldo-saldo yang telah disesuaikan dalam kolom neraca saldo setelah penyesuaian dengan cara menjumlahkan atau mengurangkan kolom neraca saldo dan kolom penyesuaian (penjumlahan atau pengurangan dari kolom 1,2,3 dan 4) dari masigmasing akun dan hasilnya dimasukkan ke kolom 5 dan ke 6 (neracasaldo setelah disesuaikan) kolom ke 5  harus dijumlah begitu juga kolom ke 6.
  6. Berdasarkan angka dari neraca saldo setelah disesuaikan (kolom 5 dan 6) dipilih akun pendapatan  dan beban dan dimasukkan ke kolom laporan laba rugi yaitu kolom ke 7 debit dan kolom 8 kredit. Kolom ke7 dijumlah dan juga kolom 8,  jika kolom 8 lebih besar dari pada kolom 7 maka laba, angka selisih dimasukkan pada kolom 7 dan sebaliknya.
  7. Masih berdasarkan angka dari kolom neraca saldo setelah disesuaikan, maka dipilih akun modal, laba (kolom ke 7) atau rugi (kolom 8) dan prive dimasukkan ke kolom perubahan modal yaitu  kolom 9 debit dan kolom 10 kredit. Pada perusahaan yang mengalami laba, maka angka laba dari kolom 7 dimasukkan ke kolom 10, jika rugi dari angka kolom 8 dimasukkan ke kolom 9. Kolom 8 dijumlahkan danjuga kolom 9, selisih yang  terjadi merupakan modal akhir yangdimasukkan ke kolom 9


Berdasarkan angka dari neraca saldo setelah disesuaikan, maka akun tersisa dipindahkan ke kolom neraca yaitu kolom 11 sebelah debit dan kolom 12 di kredit. Kolom ini berisi aset, utang dan modal akhir(angka dari kolom 9) dimasukkan ke kolom 12. kolom 11 dijumlahkan dan juga kolom 12.


Pengertian Laporan Perubahan Ekuitas

Pengertian Laporan Perubahan Ekuitas - Laporan Perubahan Ekuitas Yaitu laporan keuangan yang menunjukan perubahan ekuitas selama satu  periode. Laporan ekuitas terdiri dari saldo awal modal pada neraca saldo setelah disesuaikan di tambah laba bersih selama satu periode dikurangi dengan pengambilan prive. Laporan perubahan ekuitas dari neraca lajur diperoleh dari data kolom 9 dan 10.

Contoh Laporan Perubahan Ekuitas

Komponen laporan perubahan ekuitas adalah:

a. Modal awal
Diperoleh dari investasi awal ataupun penambahan investasi.

b. Laba atau rugi
Laba perusahaan akan menambah modal perusahaan, sedangkan rugi akan mengurangi modal perusahaan.

c. Penarikan (prive)
Apabila sebagian laba diambil oleh pemilik untuk kepentingannya sendiri di luar kepentingan perusahaan, maka kejadian ini akan mengurangi modal pemilik. Jika bentuk perusahaan adalah perseorangan atau firma maka penarikan disebut Prive dan jika berbentuk perseroan (PT) penarikan disebut Dividen. Apabila laba lebih besar dari pada penarikan maka akan ada kenaikan modal, sebaliknya jika laba lebih kecil dari penarikan maka akan terjadi penurunan modal.

d. Modal akhir
Modal akhir adalah saldo modal awal ditambah laba rugi dikurangi penarikan.


Pengertian Laporan Laba Rugi

Pengertian Laporan Laba Rugi - Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang melaporkan mengenai aktivitas operasional perusahaan dengan memperhitungkan pendapatan dan bebanbeban selama satu periode yang kemudian dapat ditentukan laba atau rugi. Laporan keuangan dari neraca lajur dapat disusun dari data kolom ke 7 dan kolom ke 8 yang dibuat dalam bentuk laporan.

Laporan laba rugi

Ada dua pendekatan dalam mencatat dan menggolongkan serta mengikhtisarkan transaksi-transaksi yang terjadi di dalam perusahaan. Pendekatan itu adalah dasar tunai (cash basis) dan dasar waktu (accrual basis).

Akuntansi dengan dasar tunai adalah suatu sistem yang mengakui penghasilan pada saat uang tunai diterima dan mengakui beban saat mengeluarkan uang tunai. Metode ini cocok untuk perusahaan dengan skala kecil karena metode ini kurang tepat untuk mengakui laba atau rugi pada periode tertentu.

Sedangkan akuntansi dengan dasar waktu adalah suatu sistem yang mengakui pendapatan pada saat terjadinya transaksi, walaupun sudah atau belum menerima uang tunai dan mengakui beban pada saat terjadinya transaksi walaupun sudah atau belum mengeluarkan uang tunai.

Metode ini sangat tepat untuk perusahaan yang melakukan transaksi secara kredit, karena laporan laba rugi akan mencerminkan kondisi yang benar selama satu periode tertentu. Dalam buku ini pembahasan ditekankan pada metode dasar waktu (accrual basis).

Dalam menyusun laporan laba rugi, terdapat tiga akun yang perlu dipahami dengan jelas yaitu:
a. Pendapatan
Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa (reguler) dan dikenal dengan sebutan yang berbeda-beda, seperti penjualan, penghasilan jasa (fee), bunga, deviden, royalti dan sewa.
b. Beban
Beban adalah pengorbanan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas yang biasa (reguler), seperti beban pokok penjualan, beban gaji, beban sewa, beban penyusutan aset tetap, beban asuransi, beban pajak, beban kerugian piutang, beban perlengkapan.
c. Laba atau Rugi
Laba terjadi jika pendapatan lebih besar dari beban-beban yang terjadi, sebaliknya rugi terjadi jika pendapatan lebih kecil dari pada beban-beban yang terjadi.

Akun-akun yang ada dalam laporan laba rugi (biasanya disebutdengan akun nominal) untuk  perusahaan jasa meliputi pendapatan atau penghasilan, beban operasi, laba operasi, pendapatan lain-lain, beban lain-lain, laba bersih, pajak penghasilan, laba bersih setelah pajak.

Pendapatan adalah hasil dari pemberian jasa yang diberikan kepada pelanggan yang merupakan mata usaha pokok dan normal perusahaan. Misalnya untuk perusahaan konsultan, maka pendapatannya berassal dari fee yang diberikan oleh pelanggan, pendapatan Salon Kecantikan adalah ongkos pelayanan salon kepada pelanggannya, pendapatan rental komputer adalah sewa komputer yang dibayar oleh pelanggan.

Beban Operasi adalah semua beban yang dikeluarkan atau terjadi dalam hubungannya dengan aktifitas operasi perusahaan. Misalnya beban telepon, beban listrik dan telepon, beban rapat, beban suplies, beban penyusutan dan sebagainya. 

Laba operasi merupakan selisih antara pendapatan dan beban operasi, sedangkan pendapatan dan beban lain-lain merupakan pendapatan di luar pendapatan pokok perusahaan, seperti pendapatan bunga. Beban lain-lain adalah beban yang tidak berkaitan dengan kegiatan operasi pokok perusahaan, seperti rugi penjualan aset tetap dan beban bunga.

Laba bersih sebelum pajak merupakan hasil pengurangan laba operasi dengan pendapatan dan beban lain-lain di luar operasi dan laba bersih setelah pajak yaitu pendapatan bersih perusahaan baik yangberasal dari kegiatan operasional perusahaan maupun non operasional, setelah dikurangi pajak penghasilan. Bila hasilnya positif dapat menambah modal pemilik, apabila hasilnya negatif maka disebut dengan rugi bersih yang akan mengurangi modal pemilik.

Pengertian Akun atau Rekening

Pengertian Akun atau Rekening - Dalam pencatatan transaksi bisnis perusahaan diperlukan catatan akuntansi. Dalam catatan akuntansi ini diperlukan suatu alat pencatatan yang merupakan bagian dari suatu sistem akuntansi. Untuk menciptakan suatu sistem akuntansi yang dapat dicatat secara tepat dan lengkap yang disebut dengan akun atau sering juga disebut dengan rekening.

Bagan Akun

Akun atau rekening adalah suatu alat untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan yang bersangkutan dengan aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban perusahaan. Contoh: (1) yang tergolong dalam aset adalah akun kas, akun perlengkapan, akun piutang usaha, akun tanah, (2) yang tergolong dalam akun kewajiban adalah akun utang usaha, utang wesel, utang gaji, (3) yang termasuk kelompok ekuitas adalah akun modal pemilik.

Tujuan penggunaan akun adalah untuk mencatat data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan keuangan. Akun memberikan informasi tentang operasi perusahaan dari waktu ke waktu. Misalnya, dari akun, kita dapat mengetahui jumlah tagihan perusahaan kepada pelanggannya, jumlah kewajiban perusahaan kepada krediturnya, harga beli Aset tetap perusahaan, besarnya pendapatan perusahaan, dan lain-lain.

Dengan menggunakan akun, maka transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan dapat dicatat secara tepat dan lengkap. Kumpulan akun yang digunakan dalam catatan akuntansi perusahaan disebut buku besar atau ledger. Buku besar dapat berupa sebuah buku yang halamannya berfungsi sebagai akun atau berupa kumpulan kartu. Akun akan disusun berdasarkan urutan tertentu, yakni akun untuk neraca disusun paling depan, kemudian akun dalam laporan laba rugi.

Secara garis besar, akun dibagi atas 2 (dua) golongan yaitu:

  1. Akun neraca atau disebut juga akun riil, yakni akun yang pada akhir periode akan dilaporkan di dalam neraca. Yang termasuk dalam akun neraca ini adalah akun-akun Aset, akun-akun kewajiban, dan akun ekuitas
  2. Akun laba rugi, disebut juga akun nominal, yakni akun yang pada akhir periode akan dilaporkan dalam laporan laba rugi.Akun-akun ini meliputi akun pendapatan dan akun-akun beban.

Klasifikasi Biaya

Klasifikasi Biaya - Biaya merupakan kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau di masa datang bagi organisasi. Manfaat di masa datang artinya pendapatan, jika biaya telah dihabisakn dalam proses menghasilkan pendapatan, maka biaya tersebut dinyatakan kadaluarsa. Biaya kadaluarsa disebut beban.

Klasifikasi Biaya


Akuntansi biaya menghasilkan biaya untuk memenuhi pencapaian tujuan antara lain penentuan harga pokok, perencanaan dan pengendalian biaya serta pengambilan keputusan, maka dari itu penyajian biaya diklasifikasikan dengan tepat sangat diperlukan agar data yang dihasilkan akurat sebab informasi tersebut diperlukan untuk tindak lanjut dalam melaksanakan kegitan perusahaan dalam mengevaluasi serta melakukan perbaikan dimasa yang akan datang.             

Pada akuntansi biaya, umumnya penggolongan biaya ditentukan atas dasar tujuan yang akan dicapai dengan penggolongan tersebut, karena pada akuntansi biaya dikenal konsep different costs for different purposes, yang artinya biaya yang berbeda digunakan untuk kepentingan yang berbeda pula. Pada dasarnya klasifikasi biaya adalah preses pengelompokan biaya atas keseluruhan elemen biaya secara sistematis ke dalam golongan-golongan tertentu yang lebih rinci yang bertujuan memberikan informasi biaya yang lebih lengkap bagi manajemen dalam mengelola perusahaan.

Klasifikasi Biaya
Biaya diklasifikasikasikan menjadi:

I.Biaya berdasarkan Unsur produk
Bahan-bahan: bahan utama yang dipakai di dalam produksi yang kemudian diproses menjadi produk jadi melalui penambahan upah langsung dan FOH, dibedakan atas: a) bahan langsung yaitu semua bahan yang dapat dikenal sampai menjadi produk jadi, dapat dengan mudah ditelusuri dan merupakan bahan utama produk jadi, dan b) bahan tidak langsung yaitu semua bahan yang dimasukkan ke dalam proses produksi yang tidak dapat dengan mudah ditelusuri seperti bahan langsung.

Tenaga kerja/buruh: usaha fisik atau usaha mental yang dikeluarkan dalam produksi suatu produk. Tenaga kerja/buruh digolongkan menjadi: a) tenaga kerja langsung, adalah semua tenaga kerja yang secara langsung terlibat dengan produksi produk jadi dan dapat ditelusuri dengan mudah, merupakan biaya tenaga kerja langsung utama dalam menghasilkanla suatu produk, b) tenaga kerja tidak langsung, adalah semua tenaga kerja terlibat dalam proses produksi produk jadi, tetapi bukan tenaga kerja langsung.

Overhead pabrik (FOH); semua biaya yang terjadi di pabrik selain bahan langsung (BB) dan upah tenaga kerja langsung, merupakan kumpulan dari berbagai rekening  yang terjadi di dalam eksploitasi pabrik.
 
II. Biaya hubungannya dengan Produksi
  • Biaya prima (prime cost) adalah biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung dimana biaya tsb berhubungan langsung dengan produksi.
  • Biaya konversi (convertion cost) adalah biaya yang berhubungan dengan pengolahan bahan baku menjadi produk jadi sehingga CC terdiri dari biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.

III. Biaya hubungannya dengan Volume
  • Biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang secara total cenderung berubah-ubah secara proporsional sesuai dengan perubahan volume produksi sedangkan per unitnya cenderung konstan.
  • Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang dalam unit berubah-ubah dan dalam total selalu konstan, meskipun dalam batas interval tertentu.
  • Biaya semi variabel (semi variable cost) adalah biaya yang mengandung dua unsur biaya yaitu biaya tetap dan biaya variabel (FC & VC).
  • Biaya penutupan (shut down cost) adalah biaya tetap yang akan dibebankan ketika perusahaan tidak melakukan aktivitas produksi.

IV. Biaya pembebanannya terhadap Departemen
  • Departemen produksi merupakan departemen yang secara langsung memberi kontribusi untuk memproduksi suatu item dan memasukkan departemen dimana proses konversi atau proses produksi berlangsung.
  • Departemen jasa merupakan departemen yang berhubungan dengan proses produksi secara tidak langsung dan berfungsi memberikan jasa (layanan) untuk departemen lain.

V. Biaya daerah Fungsional
  • Biaya manufaktur, yaitu biaya yang berhubungan dengan produksi suatu barang, merupakan jumlah dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.
  • Biaya pemasaran, yaitu biaya yang dibebankan di dalam penjualan suatu barang atau jasa dari keluarnya barang dari gudang sampai ke tangan pembeli.
  • Biaya administrasi, yaitu biaya yang dibebankan untuk mengarahkan, mengawasi, dan mengoperasikan suatu perusahaan dan memasukkan gaji yang dibayar untuk manajemen serta staf pembukuan.

VI. Biaya yang periode pembebanannya terhadap pendapatan
  • Biaya produk, adalah biaya yang secara langsung dapat diidentifikasikan sampai ke produk jadi, meliputi biaya bahan langsung, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik.
  • Biaya periodik, adalah biaya yang secara tidak langsung berhubungan dengan produk dan karenanya tidak dimasukkan dalam unsur persediaan. Biaya ini dibedakan atas: a) revenue expenditure: jika manfaat biaya hanya satu periode, b) capital expenditure: jika manfaat biaya lebih dari suatu perode.

VII. Biaya dalam hubungannya dengan pengawasan manajemen
  • Biaya rekayasa, merupakan taksiran unsur biaya yang dibebankan dengan jumlah yang paling tepat dan wajar.
  • Biaya kebijakan/discretionary cost, merupakan semua unsur biaya yang jumlahnya bervariasi sesuai dengan kebijakan manajer pusat pertanggungjawaban.
  • Biaya Komite/sunk cost, adalah biaya yang merupakan konsekuensi dari komitmen yang sebelumnya telah dibuat dan yang tidak dapat dihindarkan.

Kebutuhan Penyesuaian dalam Akuntansi

Kebutuhan Penyesuaian dalam Akuntansi

Kebutuhan Penyesuaian dalam Akuntansi - Penentuan besarnya pendapatan dan beban yang harus dilaporkan pada akhir periode akuntansi bisa mengalami kesulitan. Hal ini disebabkan para akuntan harus tahu dengan jelas beban apa saja dan berapa besarnya yang ditanggung perusahaan untuk memperoleh pendapatan yang dapat diakui pada periode akuntansi tertentu. Oleh karena itu para akuntan mengembangkan dua prinsip sebagai bagian dari prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum, yaitu prinsip pengakuan pendapatan dan prinsip penandingan (matching concept).

Pada akhir periode akuntansi beberapa saldo akun bisa langsung digunakan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan. Namun terdapat beberapa saldo akun yang memerlukan pemutakhiran. Hal ini didasarkan pada kedua prinsip yang telah disebut di atas bahwa dalam dasar akuntansi akrual beban dan pendapatan yang saling berhubungan harus dilaporkan pada periode yang sama. Contohnya beban gaji harus dilaporkan sebagai beban pada periode dimana karyawan memberikan jasa, bukan pada saat upah/gaji dibayarkan. Demikian juga pendapatan harus dilaporkan pada saat jasa selesai diberikan pada pelanggan bukan pada saat perusahaan menerima pembayaran dari pelanggan.

Konsep penandingan (matching concept) yang berhubungan dengan dasar akuntansi akrual konsep yang menandingkan beban dengan pendapatan pada laporan laba rugi pada periode yang sama. Dengan kata lain konsep ini mendukung pelaporan pendapatan dan beban terkait pada periode yang sama. Ketika sebuah asumsi yang menyatakan bahwa seluruh umur ekonomis suatu perusahaan dapat dibagi kedalam beberapa periode akuntansi, maka prinsip pengakuan pendapatan dan penandingan dapat diaplikasikan. Satu asumsi dan dua prinsip ini akan memberikan arah kepada perusahaan untuk dapat melaporkan pendapatan dan beban yang sesuai berdasarkan waktu terjadinya. 

Dasar akrual dan konsep penandingan ini mengharuskan dilakukannya analisis terhadap akun dan mengharuskan pemutakhiran atas saldo akun dalam rangka penyiapan laporan keuangan. Proses pemutakhiran ini disebut dengan proses penyesuaian.

Jadi proses pemutakhiran saldo-saldo akun ini dimaksudkan untuk menyesuaikan dan memutakhirkan akun pada akhir periode akuntansi sehingga dapat mencerminkan kondisi yang sebenarnya pada aset, hutang, pendapatan dan beban. Contohnya, beban dibayar dimuka biasanya dilaporkan terlalu besar (overstated) karena penggunaan aset ini tidak dicatat dari hari ke hari (day-to-day).

Ayat jurnal yang memutakhirkan akun pada akhir periode disebut dengan ayat jurnal penyesuaian. Semua ayat jurnal penyesuaian paling sedikit mempengaruhi satu akun laporan laba rugi dan satu akun pada laporan neraca. Dengan demikian, suatu ayat jurnal penyesuaian akan selalu melibatkan akun pendapatan atau beban dan akun aset atau kewajiban.

Jenis Penyesuaian Dalam Akuntansi

Jenis Penyesuaian Dalam Akuntansi - Ayat jurnal penyesuaian apa sajakah yang diperlukan untuk memutakhirkan saldo akun di buku besar? Pada umumnya terdapat beberapa pos penyesuaian yaitu pos penangguhan (defferal)s dan pos akrual. Yang termasuk penangguhan adalah beban yang ditangguhkan atau beban dibayar dimuka dan pendapatan yang ditangguhkan atau pendapatan diterima dimuka. 

Akuntansi

Sedangkan pos akrual meliputi beban akrual (yaitu beban yang sudah terjadi tetapi belum dicatat) dan pendapatan akrual (yaitu pendapatan yang telah dihasilkan tetapi belum dicatat). Selain pos-pos tersebut terdapat dua pos lainnya yang meliputi beban depresiasi/ amortisasi serta kerugian piutang yang memerlukan penyesuaian untuk setiap periode.

Beberapa pos tersebut dapat dijabarkan dalam beberapa contoh berikut:
  1. Beban yang masih harus dibayar (utang beban), yaitu beban yang sudah menjadi kewajiban tetapi perusahaan belum mencatat.
  2. Piutang pendapatan, yaitu pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum dicatat.
  3. Beban dibayar di muka (persekot), yaitu beban-beban yang sudah dibayar tetapi sebagian beban sebenarnya harus dibebankan pada periode yang akan datang. Pencatatan bisa diakui sebagai beban dan juga bisa diakui sebagai aset.
  4. Pendapatan diterima di muka (utang), yaitu pendapatan yang sudah di terima tetapi sebenarnya sebagian pendapatan itu untuk periode berikutnya.
  5. Penyusutan (depresiasi), yaitu penggunaan aset tetap berwujud yang harus dibebankan pada suatu periode akuntansi.
  6. Perlengkapan yang digunakan yaitu sebagian dari harga beli perlengkapan yang sudah digunakan selama satu periode. Perlengkapan yang di gunakan menjadi beban perlengkapan. 
  7. Kerugian piutang, yaitu taksiran dari piutang usaha yang kemungkinan tidak bisa ditagih.

Pengertian Aset dan Macam-macamnya

Pengertian Aset dan Macam-macamnya - Aset adalah kekayaan atau sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan dan diharapkan akan memberi manfaat di masa yang akan datang. Aset terdiri dari:

Pengertian Aset dan Macam-macamnya

a. Aset Lancar (Current Assets)
Aset lancar adalah uang tunai dan saldo rekening giro di bank serta kekayaan-kekayaan lain yang dapat diharapkan bisa dicairkan menjadi uang tunai atau rekening giro bank, atau dijual maupun dipakai habis dalam operasi perusahaan, dalam jangka pendek. Yang dimaksud jangka pendek di sini adalah satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan, dipilih mana yang lebih panjang.

Yang termasuk aset lancar adalah:
  • Kas, yaitu saldo uang tunai pada tanggal neraca.
  • Bank, yaitu saldo rekening giro di bank pada tanggal neraca.
  • Surat berharga jangka pendek 
  • Piutang
  • Persediaan, yaitu barang berwujud yang tersedia untuk dijual, diproduksi atau masih dalam proses.
  • Beban yang dibayar di muka.

b. Investasi jangka panjang (Long-term Investments)
Kelompok ini terdiri dari aset berjangka panjang (tidak utuk dicairkan dalam waktu satu tahun atau kurang) yang diinvestasikan bukan untuk menunjang kegiatan operasi pokok perusahaan.

Yang termasuk kelompok investasi jangka panjang antara lain:
  • penyertaan pada perusahaan dalam bentuk saham, obligasi atau surat berharga lainnya.
  • dana untuk tujuan-tujuan khusus, seperti dana untuk pelunasan hutang jangka panjang.
  • tanah yang tidak dipakai untuk lokasi usaha.

c. Aset Tetap (Fixed Assets)
Aset tetap adalah aset berwujud yang digunakan untuk operasi normal perusahaan, mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau satu siklus operasi normal, dan tidak dimaksudkan untuk dijual sebagai barang dagangan.
Yang tergolong aset ini adalah:
  • tanah untuk lokasi usaha
  • gedung
  • mesin-mesin dan peralatan produksi
  • peralatan kantor
  • kendaraan.

d. Aset Tak Berwujud (Intangible Assets)
Aset tak berwujud terdiri dari hak-hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan dalam memperoleh pendapatan. Contohnya adalah hak paten, hak cipta, franchise, merk dagang atau logo dan goodwill.

e. Aset Lain-lain (Other Assets)
Aset ini digunakan untuk menampung aset yang tidak bisa digolongkan sebagai aset lancar , investasi jangka panjang, aset tetap dan aset tetap tak berwujud. Contoh dari kategori ini adalah mesin yang tidak dipakai dalam operasi.
Buku Besar dan Kegunaannya dalam Akuntansi

Buku Besar dan Kegunaannya dalam Akuntansi

Buku Besar dan Kegunaannya dalam Akuntansi - Buku besar (General Ledger) merupakan buku yang berisi kumpulan akun-akun perusahaan. Akun sering pula disebut sebagai rekening atau perkiraan. Akun-akun yang terdapat dalam neraca disebut sebagai akun terbuka atau akun riill, dan akun ini memiliki saldo yang dilaporkan dalam neraca. Contohnya adalah akun kas, akun piutang, akun perlengkapan dan sebagainya.

Sedangkan akun-akun yang terdapat dalam rugi laba disebut sebagai akun nominal atau akun tertutup. Dikatakan demikian karena akun-akun ini harus dinolkan pada akhir periode dengan membuat jurnal penutup. Contoh akun yang terdapat dalam laporan laba rugi diantaranya beban operasi, beban pemasaran, beban gaji, pendapatan jasa, pendapatan sewa dan sebagainya. Bentuk buku besar meliputi bentuk skontro dan bentuk stafel. Bentuk skontro disebutjuga dengan bentuk horizontal atau bentuk akun T.

Karena buku besar merupakan kumpulan dari akun-akun yang ada di perusahaan, maka bentuk buku besarpun sama dengan bentuk akun.Buku besar dalam bentuk T ini dalam praktik jarang digunakan karena saldo setiap akun tidak bisa diketahui setiap saat. Saldo akun dapat diketahui hanya saat terjadi penutupan buku pada akhir periode.

Bentuk buku besar lain adalah bentuk stafel atau biasa juga disebut dengan bentuk vertikal atau disebut juga balance-column account. Bentuk ini terdiri dari kolom-kolom yang meliputi kolom untuk pemindahan (posting) debit, satu kolom untuk pemindahan (posting) kredit, satu kolom untuk menunjukkan saldo akun jika yang terjadi adalah saldo debit, dan satu kolom untuk menunjukkan saldo akun jika yang terjadi adalah saldo kredit. Bentuk ini yang sering digunakan dalam praktik karena saldo untuk setiap akun bisa diketahui setiap saat.

Buku besar berbentuk stafel (balance-column account ) tersebut sedikit berbeda dengan rekening T. Perbedaannya terutama pada:

  1. Letak kolom debit dan kredit tidak berlawanan tetapi berdampingan,
  2. Kolom jumlah rupiah bertambah untuk mencatat saldo setiap akun. dengan kolom tambahan ini saldo akun ditentukan setiap kali terjadi transaksi. Dengan demikian saldo setiap akun akan dengan mudah diketahui setiap saat.


Seperti telah dibahas di bagian sebelumnya bahwa transaksi pertama-tama dicatat dalam jurnal. Kemudian secara periodik, ayat jurnal dipindahkan ke akunakun di buku besar. Proses pemindahan debit dan kredit dari ayat jurnal ke akun di buku besar disebut dengan proses posting.

Posting merupakan pemindah bukuan informasi akuntansi dari buku jurnal ke buku besar. Prosedur ini dilakukan dalam rangka untuk mendapatkan gambaran pengaruh transaksi terhadap setiap akun aset, kewajiban maupun ekuitas. Pada setiap akhir periode, jumlah saldo setiap akun ini akan diringkas untuk penyusunan neraca saldo dan laporan keuangan.

Kegunaan Jurnal Pembalik

Kegunaan Jurnal Pembalik (Reversing Entry) - Pada akhir periode perusahaan membuat jurnal penutup untuk akun nominal, seperti yang sudah di bahas pada sub bab sebelumya. Pada periode berikutnya sebelum melakukan transaksi perusahaan kadang-kadang merasa perlu untuk membuat jurnal balik / jurnal penyesuaian kembali.

Jurnal Pembalik

Tujuan pembuatan jurnal balik ini adalah:

  1. Untuk menyederhanakan pembuatan jurnal pada periode berikutnya. Pembuatan jurnal balik ini akan bermanfat jika perusahan membuat jurnal yang banyak jumlahnya.
  2. Meminimalkan kekeliruan yang mungkin terjadi.


Jurnal pembalik adalah jurnal yang digunakan untuk membalik jurnal penyesuaian, artinya jika di jurnal penyesuaian ayat jurnal menunjukkan debit maka untuk jurnal pembalik ayat jurnal ini diletakkan sebelah kredit dan sebaliknya. Tidak semua jurnal penyesuaian perlu dibalik, tapi hanya beban akrual (beban yang ditangguhkan pembayarannya) sehingga muncul utang dan pendapatan akrual (pendapatan yang masih harus diterima) muncul piutang.

Jurnal pembalik bukan merupakan keharusan melainkan suatu pilihan untuk membuat atau tidak. Jika perusahaan membuat jurnal pembalik kemungkinan kekeliruan kecil
Pengertian dan Kegunaan Neraca Saldo setelah Penutupan

Pengertian dan Kegunaan Neraca Saldo setelah Penutupan

Pengertian dan Kegunaan Neraca Saldo setelah Penutupan - Setelah membuat jurnal penutup, tahap selanjutnya dalam siklus akuntansi adalah menyusun Neraca Saldo Setelah Penutupan (post closing trial balance).

Akun pendapatan dan beban merupakan akun nominal atau akun sementara yang dibuka untuk menghitung laba/rugi perusahaan selama satu periode. Akhirnya saldo laba/rugi dipindahkan (ditutup) ke akun modal, sehingga akun sementara itu bersaldo nol.

Begitu juga dengan akun prive merupakan akun sementara yang digunakan untuk menampung (mencatat) penarikan modal selama satu periode akuntansi. Saldo prive ini juga dipindahkan (ditutup) ke akun modal.;

Proses pemindahan akun sementara ke akun modal dicatat dalam jurnal umum yang disebut dengan jurnal penutup. Setelah selesai jurnal penutup kemudian diposting (dipindahbukukan) ke dalam buku besar yang sesuai. Sehingga akun buku besar nominal akan benar-benar bersaldo nol.

Tujuan dibuat neraca saldo setelah penutupan adalah memastikan bahwa buku besar telah seimbang sebelum memulai pencatatan data akuntansi pada periode berikutnya.

Profesi Akuntansi

Profesi Akuntansi - Kontribusi para akuntan terhadap sistem sosial ekonomi suatu negara tidaklah sedikit. bidang spesialisasi akuntansi dalam praktik seharihari. Secara garis besar, akuntansi dibedakan menjadi 2 (dua) bidang yaitu: (1) akuntansi publik, dan (2) akuntansi intern (akuntansi swasta).

Profesi Akuntansi

Akuntansi publik berkenaan dengan pelayanan jasa akuntansi bagi masyarakat. Akuntan yang berprofesi pada akuntansi publik disebut sebagai akuntan publik dan mereka akan mendapatkan fee dari pengguna jasanya. Jenis pekerjaan yang biasa dilakukan oleh akuntan publik meliputi pemeriksaan laporan keuangan, bantuan di bidang perpajakan, sistem informasi akuntansi ataupun konsultasi manajemen. Untuk dapat menjadi Akuntan Publik Bersertifikat (Certified Public Accountants = CPA) ada persyaratan khusus yang harus ditempuh oleh para akuntan. Organisasi profesi akuntan di Indonesia disebut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Sedangkan, dalam akuntansi internal, para akuntan akan bekerja pada sebuah perusahaan. Akuntansi intern disebut juga akuntansi swasta. Para akuntan yang berkecimpung dalam akuntansi intern ini dikatakan berprofesi sebagai akuntan intern atau akuntan swasta atau akuntan manajemen. Jasa yang diberikan oleh para akuntan dalam sebuah perusahaan meliputi pekerjaan-pekerjaan sebagai: (a) controller, (b) bookkeeper (pemegang buku), (c) cost accountant (akuntan industri atau akuntan biaya), (d) Internal auditor (pemeriksa intern), (e) tax specialist, dan (f) akuntan penyusun anggaran.

Peran Akuntansi dalam Perusahaan dan Pengguna Akuntansi

Peran Akuntansi dalam Perusahaan dan Pengguna Akuntansi - Mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa akuntansi memiliki peranan yang penting dalam sector bisnis. Seperti, didalam dunia ekonomi yang dimana berhubungan erat dengan keuangan, maka setiap pengambilan keputusan yang akan dilakukan harus sesuai dengan berdasarkan informasi didalam akuntansi tersebut. Dalam kasus ini, segala macam profesi yang memiliki kaitan yang sangat erat dengan dunia akuntansi sangat dibutuhkan keberadaaannya didalam sebuah lingkungan suatu bisnis atau perusahaan.

Pihak-pihak yang berkepentingan menggunakan laporan akuntansi sebagai sumber informasi utama untuk pengambilan keputusan. Informasi lainpun juga diperlukan dalam pengambilan keputusan perusahaan. Informasi-informasi tersebut ditampung menjadi satu, dianalisis dan pada akhirnya dipakai sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.

Peran Akuntansi

Sebagai suatu sistem informasi, Akuntansi sangatlah diperlukan baik oleh pihak intern perusahaan, maupun dari luar perusahaan. Secara garis besar, pihak-pihak yang memerlukan informasi akuntansi adalah:


  1. Manajer. Seorang manajer perusahaan memerlukan informasi akuntansi untuk penyusunan perencanaan perusahaan, mengevaluasi kemajuan yang dicapai perusahaan, serta melakukan tindakan koreksi yang diperlukan
  2. Investor. Para investor sangat memerlukan data akuntansi suatu organisasi untuk menganalisis perkembangan organisasi yang bersangkutan. Investor telah melakukan penanaman modal pada suatu usaha, dengan tujuan untuk mendapatkan hasil. Sehingga, investor harus melakukan analisis laporan keuangan perusahaan yang akan dipilihnya untuk disuntik dana dari investor.
  3. Kreditor. Kreditor berkepentingan dengan data akuntansi, karena kreditor berkepentingan untuk pemberian kredit kepada calon nasabahnya. Nasabah yang dipilih kreditor adalah nasabah yang mampu mengembalikan pokok pinjaman beserta bunganya pada waktu yang tepat. Oleh karena kreditor sangat berkepentingan dengan laporan keuangan calon nasabah dan nasabahnya.
  4. Instansi Pemerintah. Instansi pemerintah sangat berkepentingan dengan informasi akuntansi. Dari informasi keuangan suatu organisasi, pemerintah akan dapat menetapkan besarnya pajak yang harus dibayar oleh organisasi yang bersangkutan.
  5. Organisasi Nirlaba. Meski organisasi nirlaba bertujuan tidak untuk mencari laba, organisasi ini masih sangat memerlukan informasi keuangan untuk tujuan penyusunan anggaran, membayar karyawan dan membayar beban-beban yang lain
  6. Pemakai lainnya. Informasi akuntansi juga diperlukan oleh organisasi lainnya seperti organisasi buruh, yang memerlukan informasi akuntansi untuk mengajukan kenaikan gaji, tunjangantunjangan, serta mengetahui kemajuan perusahaan dimana mereka bekerja.

Pengertian dan Tujuan Akuntansi

Pengertian dan Tujuan Akuntansi - Akuntansi sering disebut sebagai bahasa bisnis (business language), atau lebih tepatnya sebagai bahasa pengambilan keputusan. Semakin seseorang menguasai bahasa ini, maka akan semakin baik pula orang tersebut menangani berbagai aspek keuangan dalam kehidupannya. Definisi akuntansi dapat dirumuskan melalui 2 (dua) sudut pandang, yakni definisi dari sudut pandang pengguna jasa akuntansi dan definisi dari sudut pandang proses kegiatannya.

Siklus Akuntansi

Apabila ditinjau dari sudut pandang pengguna jasa akuntansi, akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu disiplin ilmu dan atau aktivitas jasa yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan suatu entitas atau transaksi yang bersifat keuangan (financial ).

Kegunaan informasi akuntansi adalah untuk:

  1. Membuat perencanaan yang efektif, sekaligus mengadakan pengawasan, serta pengambilan keputusan ekonomi yang tepat oleh manajemen;
  2. Pertanggungjawaban entitas kepada para investor, kreditor, pemerintah, dan sebagainya.


Jika ditinjau dari sudut pandang proses kegiatannya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data keuangan suatu entitas.

Dari sini bisa dilihat, bahwa akuntansi merupakan kegiatan yang kompleks, menyangkut berbagai macam kegiatan, sehingga pada dasarnya akuntansi harus:

1. Mengidentifikasikan data mana yang berkaitan atau relevan dengan keputusan yang akan diambil;
2. Memroses atau menganalisis data yang relevan;
3. Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.

Dari definisi di atas, secara sederhana kita dapat menjelaskan bahwa akuntansi dapat menghasilkan informasi yang digunakan manajer untuk menjalankan operasi perusahaan. Akuntansi juga memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahui kinerja keuangan dan kondisi perusahaan.

Dengan demikian, secara umum, akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi keuangan yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan.

Sebagai suatu sistem informasi keuangan, akuntansi merupakan sebuah proses dari 3 (tiga) aktivitas, yaitu pengidentifikasian, pencatatan dan komunikasi kejadian-kejadian ekonomis suatu perusahaan yang menghasilkan informasi bagi penggunanya,
Back To Top