-->
Motivasi Menulis

Perpindahan Kalor secara Radiasi

Perpindahan kalor pada zat padat (konduksi) dan zat cair (konveksi) terjadi karena getaran partikel zat dan aliran partikel zat. Pada konduksi dan konveksi diperlukan adanya zat perantara untuk memindahkn kalor. Dapatkah kalor dipindahkan tanpa adanya zat perantara? Kenyataan yang kita alami setiap hari kita dapat merasakan panas dari sinar matahari. Antara bumi dan matahari terdapat ruang hampa yang berarti tidak ada zat perantara. Perambatan kalor dari matahari ke bumi disebutradiasi.

Perpindahan Kalor secara Radiasi


Sinar matahari sampai ke bumi dalam bentuk pancaran gelombang elektromagnet. Gelombang elektromagnet adalah gelombang yang terbentuk oleh getaran listrik dan getaran magnet yang saling tegak lurus, artinya apabila cahaya bergerak maju maka arah getaran gelombang listriknya ke atas-bawah dan arah gelombang magnetnya ke kiri-kanan.

Cahaya tampak dari matahari hanya merupakan salah satu dari gelombang elektromagnet. Termasuk gelombang elektromagnet antara lain:

sinar gamma, sinar X, gelombang radio, gelombang TV, gelombang radar, gelombang cahaya dan sebagainya. Gelombang elektromagnet mempunyai kecepatan yang sangat besar yaitu 3x108 m/s, artinya dalam waktu 1 detik gelombang elektromagnet menempuh jarak 300.000.000 meter. Jarak di jagad raya tidak diukur menggunakan satuan meter karena akan menghasilkan angka yang besar. Pengukurannya menggunakan jarak perjalanan cahaya (gelombang elektromagnet). Jarak 1 tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya atau gelombang elektromagnet selama 1 tahun.

Benda-benda yang ada di alam sangat berbeda daya serap dan daya pancarannya terhadap radiasi. Apabila kalian di pedesaan, kalian akan dapat membedakan mengapa kerbau yang warnanya hitam tidak tahan di jemur di terik matahari dibandingkan dengan sapi yang berwarna putih. Atau kalian dapat membuktikan, lebih panas manakah menggunakan pakaian hitam atau pakaian putih jika berjemur di matahari?

Perpindahan Kalor secara Konveksi

Perpindahan Kalor secara Konveksi - Konveksi merupakan salah satu cara perpindahan kalor. Peristiwa perpindahan kalor secara konveksi dapat kita amati pada saat kita memasak air. Dapat juga kita rasakan pada saat kita berada di daerah pegunungan atau di pantai ketika angin bertiup. Pada air yang sedang mendidih akan kita lihat gerakan-gerakan dari air tersebut, di daerah pegunungan akan kita rasakan hembusan angin yang terasa dingin. Demikian pula apabila kita berada di pantai akan terasa perbedaan suhu yang disertai dengan angin yang menggerakkannya.

Perpindahan Kalor secara Konveksi


Setelah alat konveksi dipanaskan ternyata terlihat adanya aliran air disertai aliran zat warna/serbuk gergaji. Air pada titik A dipanaskan dengan pembakar spiritus berat jenisnya akan berkurang akibatnya air panas di titik A akan naik ke titik B dan air di A digantikan oleh air dingin dari titik D sehingga terbentuk putaran arah air dari A, B, C kemudian ke D dan kembali ke titik A.

Perpindahan kalor yang disertai zatnya disebut konveksi. Konveksi terjadi karena adanya perbedaan berat jenis (s) zat cair akibat dari pemanasan. Berat jenis merupakan perkalian antara massa jenis zat (􀁕) dengan percepatan grafitasi bumi (g). Sedangkan massa jenis merupakan hasil bagi antara massa zat (m) dengan volume zat (V).

Selain terjadi pada zat cair perpindahan kalor secara konveksi juga berlaku pada zat yang ikatan partikelnya tidak terlalu kuat (gas). Perpindahan kalor secara konveksi juga terlihat pada alat konveksi udara seperti gambar di samping ini. Alat konveksi udara terdiri dari kotak kaca dengan dua cerobong. Di dalamnya diletakkan lilin yang menyala di titik C.

Ketika asap dari obat nyamuk didekatkan pada cerobong A, ternyata asap tersebut akan masuk ke dalam kotak konveksi titik B, dari titik B bergerak ke titik C kemudian keluar cerobong asap titik D. Salah satu peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan adanya konveksi udara adalah terjadinya angin. Di daerah pantai kita mengenal adanya angin darat (angin yang bergerak dari darat ke laut, terjadi pada waktu siang hari) dan angin laut (angin yang bergerak dari laut ke darat, terjadi pada waktu malam hari).


Back To Top