Perpindahan Kalor secara Konveksi

Perpindahan Kalor secara Konveksi - Konveksi merupakan salah satu cara perpindahan kalor. Peristiwa perpindahan kalor secara konveksi dapat kita amati pada saat kita memasak air. Dapat juga kita rasakan pada saat kita berada di daerah pegunungan atau di pantai ketika angin bertiup. Pada air yang sedang mendidih akan kita lihat gerakan-gerakan dari air tersebut, di daerah pegunungan akan kita rasakan hembusan angin yang terasa dingin. Demikian pula apabila kita berada di pantai akan terasa perbedaan suhu yang disertai dengan angin yang menggerakkannya.

Perpindahan Kalor secara Konveksi


Setelah alat konveksi dipanaskan ternyata terlihat adanya aliran air disertai aliran zat warna/serbuk gergaji. Air pada titik A dipanaskan dengan pembakar spiritus berat jenisnya akan berkurang akibatnya air panas di titik A akan naik ke titik B dan air di A digantikan oleh air dingin dari titik D sehingga terbentuk putaran arah air dari A, B, C kemudian ke D dan kembali ke titik A.

Perpindahan kalor yang disertai zatnya disebut konveksi. Konveksi terjadi karena adanya perbedaan berat jenis (s) zat cair akibat dari pemanasan. Berat jenis merupakan perkalian antara massa jenis zat (􀁕) dengan percepatan grafitasi bumi (g). Sedangkan massa jenis merupakan hasil bagi antara massa zat (m) dengan volume zat (V).

Selain terjadi pada zat cair perpindahan kalor secara konveksi juga berlaku pada zat yang ikatan partikelnya tidak terlalu kuat (gas). Perpindahan kalor secara konveksi juga terlihat pada alat konveksi udara seperti gambar di samping ini. Alat konveksi udara terdiri dari kotak kaca dengan dua cerobong. Di dalamnya diletakkan lilin yang menyala di titik C.

Ketika asap dari obat nyamuk didekatkan pada cerobong A, ternyata asap tersebut akan masuk ke dalam kotak konveksi titik B, dari titik B bergerak ke titik C kemudian keluar cerobong asap titik D. Salah satu peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan adanya konveksi udara adalah terjadinya angin. Di daerah pantai kita mengenal adanya angin darat (angin yang bergerak dari darat ke laut, terjadi pada waktu siang hari) dan angin laut (angin yang bergerak dari laut ke darat, terjadi pada waktu malam hari).


Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 3/17/2017

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Perpindahan Kalor secara Konveksi yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Posting Komentar

Back to top