Konsep Modernisasi

Konsep Modernisasi - Menurut Piotr Sztompka, konsep modernisasi dalam arti khusus yang disepakati teoritisi modernisasi di tahun 1950-an dan tahun 1960-an, didefinisikan dalam tiga cara, yaitu: historis, relatif, dan analisis.

Modernisasi

a. Historis
Menurut definisi historis, modernisasi sama dengan westernisasi atau amerikanisasi. Dalam hal ini, modernisasi dilihat sebagai gerakan menuju ciri-ciri masyarakat yang dijadikan model. Seperti pendapat tiga tokoh terkemuka, yakni sebagai berikut.

  • Eisenstadt

Secara historis, modernisasi merupakan proses perubahan menuju tipe sistem sosial, ekonomi, dan politik yang telah maju di Eropa Barat dan Amerika Utara dari abad ke-17 hingga 19 dan kemudian menyebar ke negara Eropa lain dan dari abad ke-19 dan 20 ke negara Amerika Selatan, Asia, dan Afrika.

  • Wilbert Moore

Moore mengemukakan bahwa, modernisasi adalah transformasi total masyarakat tradisional atau pra-modern ke tipe masyarakat teknologi dan organisasi sosial yang menyerupai kemajuan dunia Barat yang ekonominya makmur dan situasi politiknya stabil.

  • Chodak

Senada dengan Eisenstdadt dan Moore, Chodak menyatakan bahwa modernisasi merupakan contoh khusus dan penting dari kemajuan masyarakat, contoh usaha sadar yang dilakukan untuk mencapai standar kehidupan yang lebih tinggi.

b. Relatif
Dalam pengertian dan terminologi relatif, modernisasi berarti upaya yang bertujuan untuk menyamai standar yang dianggap modern baik oleh rakyat banyak maupun oleh elit penguasa. Tetapi, standar ini berbeda-beda, tergantung pada “sumber” atau “pusat rujukan” tempat asal prestasi yang dianggap modern. Menurut Tiryakian, pusat modernitas bergeser mulai dari bibitnya, yaitu masyarakat Yunani dan Israel melalui Romawi, Eropa Utara, dan Barat Laut di abad pertengahan, kawasan pengaruh Amerika Serikat, dan kini bergeser ke Timur Jauh, pinggiran Pasifik atau di masa mendatang mungkin kembali ke Eropa.

c. Analisis
Dalam definisi analisis, mempunyai ciri lebih khusus, yaitu melukiskan dimensi masyarakat modern dengan maksud untuk ditanamkan dalam masyarakat tradisional atau masyarakat pra-modern.

Beberapa konsep modernisasi menurut para ahli adalah sebagai berikut.

a. Neil Smelser
Smelser melukiskan modernisasi pada enam bidang utama, yakni
sebagai berikut.
  1. Ekonomi, ditandai dengan mengakarnya teknologi dalam ilmu pengetahuan, bergerak dari pertanian subsistensi ke pertanian komersial, penggantian tenaga binatang dan manusia oleh energi benda mati dan produksi mesin, serta berkembangnya bentuk pemukiman urban dan konsentrasi tenaga kerja di tempat tertentu.
  2. Politik, ditandai dengan adanya transisi dari kekuasaan suatu sistem hak pilih, perwakilan, partai politik, dan kekuasaan demokratis.
  3. Pendidikan, meliputi penurunan angka buta huruf dan peningkatan perhatian pada pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan.
  4. Agama, ditandai dengan adanya sekulerisasi.
  5.  Kehidupan keluarga, ditandai dengan berkurangnya peran ikatan kekeluargaan dan makin besarnya spesialisasi fungsional keluarga.
  6. Stratifikasi, ditandai dengan penekanan pada mobilitas dan prestasi individual daripada status yang diwarisi.


b. Alex Inkeles dan Smith
Inkeles dan Smith menggambarkan adanya tipe kepribadian khusus yang menurut pandangannya sebagai ciri masyarakat modern. Adapun ciriciri kepribadian modern menurut kedua tokoh ini adalah sebagai berikut.
1) Bebas dari kekuasaan tradisional, antidogmatis dalam berpikir.
2) Memperhatikan masalah publik.
3) Terbuka terhadap pengalaman baru.
4) Yakin terhadap sains dan nalar.
5) Berencana, tanggap berorientasi ke masa depan, mampu menunda kepuasan.
6) Aspirasi tinggi, berpendidikan, berbudaya, dan profesional.

c. Soerjono Soekanto
Syarat-syarat suatu modernisasi secara umum menurut Soerjono Soekanto adalah sebagai berikut.
  1. Cara berpikir ilmiah.
  2. Sistem administrasi negara yang baik dan benar-benar mewujudkan birokrasi modern.
  3. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur dan terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu.
  4. Penciptaan iklim yang favourable dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa, dimana hal ini dilakukan secara bertahap karena berkaitan dengan sistem kepercayaan masyarakat (belief system).
  5. Tingkat organisasi yang tinggi, di satu sisi berarti disiplin, sementara di sisi lain berarti pengurangan kemerdekaan.
  6. Sentralisasi wewenang dalam perencanaan sosial (social planning).

Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 8/15/2016

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Konsep Modernisasi yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top