Respons terhadap Dominasi

Respons terhadap dominasi - Kaum minoritas merespons terhadap dominasi dalam berbagai cara antara lain akulturasi, asimilasi, akomodasi, rejeksi, dan marginalitas. Setiap respons memberikan suatu relasi penyesuaian antara posisi mayoritas yang mendominasi dan posisi minoritas yang didominasi.

dominasi

Melalui akulturasi, kaum minoritas menggabungkan diri mereka sendiri ke dalam kebudayaan yang dominan dengan cara mengadopsi sikap-sikap, nilai-nilai, dan norma-norma kaum mayoritas. Secara eksternal, kaum minoritas mengadopsi perilaku-perilaku normati dan pola-pola sosial yang dapat diterima oleh kelompok yang dominan, tetapi kaum minoritas juga tetap mempertahankan pola-pola perilaku yang unik di dalam kelompok mereka sendiri (Marden, Meyer, & Engel, 1992, dalam DuBois & Miley, 2005: 163). Dalam proses ini, kaum minoritas dapat mempertahankan warisan budaya mereka sendiri.

Asimilasi terjadi ketika suatu kelompok minoritas mengintegrasikan dirinya ke dalam kelompok yang dominan. Kelompok-kelompok yang berbeda itu bergabung, sehingga manusia tidak dapat lagi membedakan satu kelompok dari kelompok yang lain oleh karakteristik  budayanya. Agar proses ini “lengkap, asimilasi harus mengandung suatu usaha oleh kelompok minoritas individual untuk meleburkan semua tindakan-tindakan dan keyakinan-keyakinan serta totalitas yang berbeda, penerimaan tidak bersyarat dari individu itu oleh masyarakat yang dominan” (Schaefer, 1998: 24). Asimilasi merupakan Amerikanisasi kaum imigran, suatu proses yang disebut Anglo-conformity (menyesuaikan diri dengan sistem nilai orang Inggris). Pencirian ini dialami oleh banyak kelompokkelompok imigran, khususnya kaum imigran Eropa dan kelompok-kelompok etnis Kulit Putih, yang sama dengan kelompok yang dominan di dalam karakteristik budaya dan fisik.

Akomodasi menghasilkan suatu koeksistensi yang stabil, dimana setiap kelompok menerima begitu saja sistem nilai kelompok lain dan kedua kelompok menerima rasionalisasi yang sama atas pola-pola kaum dominan dan kaum minoritas yang ada. Saling akomodasi antara kelompok minoritas dan kelompok mayoritas ini menghasilkan akulturasi kaum minoritas ke dakam kebudayaan mayoritas, diikuti dengan asimilasinya ke dalam kebudayaan itu. Kadang-kadang, daripada berusaha berintegrasi dengan kebudayaan yang dominan, kelompok-kelompok minoritas menolak usahausaha untuk berintegrasi. Suatu dukungan yang setia terhadap kebudayaan etnisnya sendiri mencirikan rejeksi (penolakan) mereka terhadap kebudayaan yang dominan. Konflik dapat terjadi apabila mereka menolak secara terbuka pola-pola kelompok yang dominan.

Kaum minoritas dapat mengalami marjinalisasi ketika mereka berusaha untuk diterima oleh kelompok yang lain, bahkan berusaha melebihi kelompok itu, namun tetap terpinggirkan oleh kelompok yang dominan. Walaupun-kelompok minoritas menerima tujuan-tujuan normatif dari kelompok yang dominan, ia tetap berada di luar kelompok yang dominan, hidup di antara dua kebudayaan. Konflik nilai-nilai, harapan-harapan, loyalitasloyalitas mencirikan perjuangan marjinalitas (Schaefer, 1998)
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 2/15/2016

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Respons terhadap Dominasi yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top