Pengertian Teknologi Tradisional

Pengertian Teknologi Tradisional - Teknologi yang diuraikan hanya teknologi tradisional. Teknologi tradisional adalah teknologi dari peralatan hidup yang tidak dipengaruhi oleh teknologi dari kebudayaan Eropa-Amerika.

Menurut Harsojo, sistem teknologi yang dimaksud adalah jumlah keseluruhan teknik yang dimiliki oleh anggota masyarakat yang meliputi cara bertindak dan berbuat dalam hubungannya dengan pengumpulan bahan mentah dari lingkungannya. Bahan tersebut dapat diproses menjadi alat untuk bekerja, alat untuk menyimpan makanan atau pakaian, dan alat transportasi serta kebutuhan lain yang berupa materi. Adapun menurut J. J. Honigmann, teknologi adalah mengenai "... segala tindakan baku dengan apa manusia mengubah alam, termasuk badannya sendiri atau badan orang lain ...." Dari definisi tersebut, Koentjaraningrat mengemukakan bahwa teknologi adalah mengenai cara manusia membuat, memakai, dan memelihara seluruh peralatannya, bahkan mengenai cara manusia bertindak dalam keseluruhan hidupnya. Teknologi lahir ketika manusia mencari dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, ketika manusia meng organisasi kan masyarakat, serta ketika manusia meng ekspresikan rasa keindahan dalam membuat suatu karya seni.

Teknologi tradisional pada masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden) dan masyarakat desa yang hidup dari pertanian, menurut Kontjaraningrat paling sedikit memiliki delapan macam sistem peralatan, yaitu sebagai berikut.
a. alat-alat produksi
b. senjata
c. wadah
d. alat untuk menyalakan api
e. makanan, minuman, bahan pembangkit gairah, dan jamujamuan
f. pakaian dan perhiasan
g. tempat berlindung dan perumahan
h. alat-alat transportasi

Alat-alat produksi adalah alat-alat yang digunakan dalam suatu pekerjaan, mulai yang sederhana (batu untuk menumbuk padi) sampai yang lebih kompleks (alat untuk menenun pakaian). Jika diklasifikasikan menurut bahannya, alat-alat tersebut dapat dibagi menjadi alat dari batu, tulang, kayu, logam, dan bambu. Selanjutnya, jika diklasifikasikan berdasarkan teknik membuatnya, dapat dibagi menjadi empat teknik, yaitu teknik dipukul, teknik ditekan, teknik dipecah, dan teknik digiling. Jika dilihat dari fungsinya alat tersebut dapat dibedakan menjadi alat untuk memotong, untuk membuat lobang, memukul, alat penggiling, alat peraga, alat untuk menyalakan api, dan alat untuk meniup api.

Senjata dapat diklasifikasikan berdasarkan bahan pemben tuknya dan fungsinya. Berdasarkan bahan pembentukan nya dapat dibagi menjadi senjata yang terbuat dari batu, kayu, tulang, bambu, dan logam. Adapun menurut fungsinya, senjata dapat dibagi menjadi senjata potong, senjata tusuk, senjata lempar, dan senjata penolak.

Berdasarkan cara peng gunaannya, senjata dapat di klasifikasi kan menjadi senjata untuk berburu, menangkap ikan, dan berperang. Wadah adalah alat untuk menyimpan, menimbun, dan memuat barang-barang. Fungsi lain dari wadah adalah untuk memasak makanan dan membawa barang. Wadah dapat diklasifikasikan berdasarkan bahan pembuatnya, seperti dari kayu, bambu, tempurung kelapa, serat-serat pohon, dan tanah liat. Wadah yang terbuat dari tanah liat lebih dikenal dengan sebutan tembikar.

Makanan jika dilihat dari bahannya dibagi menjadi sayur-sayuran, buah-buahan, daging, biji-bijian, akar-akaran, dan susu. Jika ditinjau dari cara pengolahan atau memasaknya, dibagi menjadi makanan yang dimasak dengan api dan makanan yang dimasak dengan batu panas.

Dipandang dari tujuan konsumsinya, makanan dapat diklasifikasikan menjadi makanan (food), minuman, bumbu, dan bahan yang dipakai untuk kenikmatan (misalnya madat dan tembakau). Pakaian jika digolongkan berdasarkan bahan pembuatnya dapat dibagi menjadi pakaian dari bahan tenun, kulit pohon, dan kulit kayu.

Menurut Koentjaraningrat, fungsi pakaian dapat dibagi menjadi empat golongan sebagai berikut.
a. Pakaian yang digunakan untuk menahan pengaruh alam
(melindungi dari panas, dingin, dan hujan).
b. Pakaian untuk menunjukkan kelas sosial (gengsi).
c. Pakaian sebagai lambang yang dianggap suci.
d. Pakaian sebagai perhiasan badan.

Berdasarkan bahan pembuatannya, rumah dapat dibuat dari kayu, jerami, batu, dan kulit pohon. Tempat berlindung ini berfungsi untuk me lindungi manusia dari alam (panas, dingin, dan hujan) juga sebagai tempat beristirahat di waktu malam atau ketika aktivitas sehari-hari sudah selesai. Berdasarkan fungsi sosialnya rumah dapat dibagi menjadi:
a. rumah tempat tinggal keluarga kecil,
b. rumah tempat tinggal keluarga besar,
c. rumah ibadah,
d. rumah tempat pertemuan, dan
e. rumah pertahanan.

Manusia selalu ingin bergerak ke mana-mana. Oleh karena itu, manusia memerlukan alat bantu untuk memudahkan aktivitasnya. Sejak zaman prasejarah, manusia sudah menciptakan alat transportasi. Alat tranportasi tersebut dapat digolongkan menjadi perahu, rakit, kereta beroda, dan binatang. Adapun di zaman modern dapat ditambah dengan mobil, sepeda, kereta api, dan pesawat terbang.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 1/08/2016

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Pengertian Teknologi Tradisional yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top