Masalah-Masalah Akibat Adanya Keberagaman Budaya

Masalah-Masalah Akibat Adanya Keberagaman Budaya - Budaya di Indonesia sangat beraneka ragam. Keragaman tersebut ada yang menguntungkan dan merugikan. Keberagaman budaya di satu pihak menjadi keunggulan, tetapi di pihak lain menjadi masalah. Hal tersebut menjadikan bangsa Indonesia seperti menanam "bom waktu" terhadap masalah etnis. Dalam perjalanan sejarah bangsa ini, masalah pertentangan etnis merupakan hal yang paling sensitif sehingga pemerintah pernah mengutarakan bahwa jangan pernah menguraikan sesuatu dengan hal-hal yang berbau suku, agama, ras (SARA). Setiap tindakan yang dianggap melanggar SARA akan diusut oleh petugas keamanan. Selama masa Orde Baru hal-hal yang berbau SARA ditekan dengan cara represif (penekanan) melalui institusi militer.


Hampir jarang orang mendengar terjadi konflik antarsuku pada waktu itu, tetapi pascareformasi sampai sekarang ini bentrok antarsuku ini terlihat jelas. Kita masih ingat adanya perselisihan antara etnis Dayak dan Madura di Kalimantan. Sebenarnya, apa yang menyebab kan terjadinya kerusuhan di Kota Ambon, pemberontakan Papua, juga Gerakan separatis GAM di Aceh?

Secara antropologis, kerusuhan dapat dipandang sebagai produk dari ketidakpuasan atas kondisi kehidupan suatu kelompok masyarakat sebagai akibat dari situasi sosial dan ekonomi yang dihadapi sehari-hari sehingga menyebabkan mereka dengan mudah terseret oleh isu-isu yang disebabkan provokator. Biasanya, isu-isu tersebut menjelaskan adanya "kambing hitam" penyebab segala keterpurukan yang mereka alami. Isi "kambing hitam" ini secara gamblang diterima sebagai jawaban konkret asal muasal penderitaan mereka yang biasanya selalu ditutupi oleh birokrasi pemerintah.

Misalnya, kerusuhan di Ambon yang bermula dari konflik antara preman asal Sulawesi Selatan dengan sopir angkot asal Ambon, meluas hingga melibatkan konflik antara orang-orang Ambon dan orang-orang Bugis, Buton, dan Makassar. Konflik ini melebar menjadi konflik antara orang-orang Islam, bahkan di antara orang Ambon Islam dan non-Islam.

Analisis mengenai konflik sosial juga dikemukakan oleh Antropolog UGM, Sjafri Sairin. Menurut beliau berbagai kerusuhan dan konflik sosial yang menjadi benih bagi kemungkinan yang menyeret bangsa ini ke arah disintegrasi bangsa. Menurutnya penyebab utama dari berbagai permasalahan sosial di Indonesia disebabkan oleh tersumbatnya pertukaran sosial (social exchange).

Prinsip pertukaran sosial adalah hubungan timbal balik yang seimbang, baik yang dilakukan secara simetris maupun asimetris. Pertukaran sosial pada hakikatnya berfungsi sebagai media untuk mewujudkan integrasi dan harmoni dalam masyarakat. Pertukaran itu dapat berupa pertukaran benda atau simbol sesuai dengan budaya suatu masyarakat.

Dengan metode analisis tersebut, konflik sosial jelas ber hubungan erat dengan macetnya proses pertukaran sosial. Hal ini dapat secara mudah diamati pada menurunnya rasa saling percaya (mutual trust) dalam kehidupan bermasyarakat. Rendahnya rasa saling percaya berhubungan erat dengan menurunnya rasa toleran terhadap perbedaan yang ada (intolerance of differences). Padahal kedua unsur itu merupakan prasyarat bagi berlangsungnya per tukaran sosial menuju masyarakat yang harmonis dan integratif.

Adanya perbedaan dalam budaya merupakan suatu keniscayaan. Kunci utama agar tidak terjadi konflik antarbudaya ini adalah sikap toleransi dan saling menghargai terhadap budaya lain. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya gesekan antarbudaya, di antaranya sebagai berikut.
  1. Penanaman sikap toleransi.
  2. Memperbaiki kebijakan yang diambil pemerintah misalnya kebijakan pembangunan yang merugikan masyarakat lokal.
  3. Memberikan gambaran tentang keragaman etnis melalui berbagai jenjang pendidikan di sekolah, jangan sampai ada sekolah yang tertutup untuk etnis tertentu.
  4. Memberikan informasi yang jelas tentang etnis oleh pemerintah, karena setiap masalah yang ada lebih banyak ditimbulkan karena kurangnya pengetahuan terhadap budaya orang lain.
  5. Menghindari sikap rasa takut terhadap budaya lain.
  6. Jika telah terlanjur terjadi konflik, untuk menyelesai kan nya harus dilakukan dengan pendekatan budaya, yaitu menge depan kan sikap menghormati dengan musyawarah karena masalah tidak akan selesai jika diselesaikan dengan cara kekerasan.

Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 12/14/2015

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Masalah-Masalah Akibat Adanya Keberagaman Budaya yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top