Penerapan Sosiologi dalam Kelompok Bermain

Penerapan Sosiologi dalam Kelompok Bermain - Kelompok sepermainan dan peranannya belum begitu tampak pengaruhnya pada masa kanak-kanak walaupun pada masa itu seorang anak sudah mempunyai sahabat-sahabat yang terasa dekat sekali dengannya. Sahabat itu mungkin anak tetangga, teman satu kelas, anak kerabat, dan seterusnya, yang mungkin diteruskan hingga usia remaja. Sahabat-sahabat itu memang diperlukan sebagai penyaluran berbagai aspirasi yang memperkuat unsurunsur kepribadian yang diperoleh dari rumah. Sudah tentu bahwa sahabat itu cenderung memberikan pengaruh yang baik dan benar.

Penerapan Sosiologi dalam Kelompok Bermain
Walaupun tidak mustahil ada sahabat yang memberikan pengaruh kurang baik. Sahabat yang baik dan benar dapat menunjang motivasi dan keberhasilan studi Anda karena dengan melalui teman-teman yang terdekat biasanya akan terjalin sosialisasi dengan baik dan adanya proses saling mengisi. Bahkan, walaupun ada persaingan, persaingan tersebut dilakukan secara sehat dan saling pengertian. 

Selanjutnya, mungkin kelompok sahabat tersebut berkembang dengan lebih luas karena bersatu dengan kelompok-kelompok sahabat lainnya. Perkembangan lebih luas itu antara lain disebabkan karena remaja bertambah luas ruang lingkup pergaulannya, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Kelompok-kelompok yang lebih besar dan lazim disebut klik (clique) tersebut secara ideal mempunyai peranan yang positif dalam membangkitkan motivasi belajar dan keberhasilan studi ataupun dalam pengembangan kepribadian.

Menurut Soerjono Soekanto peranan positif klik terhadap remaja antara lain sebagai berikut.

  1. Rasa aman dianggap penting dari keanggotaan suatu klik tertentu, dan penting bagi perkembangan jiwa yang sehat.
  2. Di dalam klik tersebut, seorang remaja dapat menyalurkan rasa kecewanya, rasa takut, rasa khawatir, rasa gembira, dan lain sebagainya, dengan mendapatkan tanggapan yang wajar dari rekan-rekannya seklik.
  3. Klik memungkinkan remaja mengembangkan kemampuan dalam keterampilan-keterampilan sosial sehingga dia lebih mudah menyesuai kan diri dengan keadaan.
  4. Lazimnya, suatu klik mempunyai pola perilaku dan kaidahkaidah tertentu yang mendorong remaja untuk bersikap dan berperilaku secara dewasa.
  5. Rasa aman yang ditimbulkan karena remaja diterima oleh kliknya akan menimbulkan dorongan untuk hidup secara mandiri (artinya tidak bergantung pada siapapun).


Namun, di balik peranan yang positif itu harus diper timbangkan pula bahwa kemungkinan timbulnya peranan yang negatif tetap akan ada. Kemungkinan terjadinya peranan-peranan yang negatif itulah yang senantiasa harus dicegah, baik oleh orangtua, para guru, maupun pihak lain yang merasa bertanggung jawab terhadap masa depan yang benar dan baik dari para remaja. Hal-hal yang negatif itu antara lain sebagai berikut.

  1. Klik mendorong anggotanya untuk bersikap diskriminatif terhadap yang bukan anggota klik (hal ini mungkin menim bulkan sikap dan perilaku yang kurang adil).
  2. Klik mendorong terjadinya individualisme karena rasa kepatuhan hanya dikembangkan secara pribadi (individual).
  3. Kadang-kadang timbul rasa iri hati dari anggota-anggota klik yang berasal dari keluarga kurang mampu terhadap mereka yang berasal dari keluarga yang berada.
  4. Kesetiaan terhadap klik kadang-kadang mengakibatkan terjadinyapertentangan dengan orangtua, saudara, atau kerabatnya.
  5. Klik merupakan suatu kelompok tertutup yang sulit sekali ditembus sehingga penilaian terhadap sikap perilaku anggotanya sukar dilakukan oleh pihak luar.
  6. Suatu klik mendorong anggota-anggotanya untuk menyerasikan diri dengan pola kehidupan yang sama latar belakangnya sehingga sulit untuk mengadakan penyesuaian dengan pihakpihakyang berbeda latar belakangnya.


Kalau seorang remaja menjadi anggota klik tertentu, orangtua sebaiknya mempertimbangkan secara mantap terlebih dahulu sebelum memberikan suatu keputusan. Kalau klik tersebut memang cenderung kurang baik sehingga mungkin akan berkembang menjadi “gang”, remaja harus diberikan pengertian yang mendalam bahwa sebaiknya dia tidak menjadi anggota klik tersebut dan lebih baik mencari teman-teman lain. Namun, jika ternyata klik tersebut lebih banyak menghasilkan hal-hal positif bagi motivasi dan perkembangan kepribadian anak, hendaknya si remaja dibiarkan menjadi anggota klik tersebut. Misalnya, menjadi anggota suatu kelompok belajar atau remaja masjid. Hal itu bukan berarti bahwa klik akan dapat menggantikan peranan orangtua terhadap anak remajanya; kontak dan komunikasi dengan anak masih tetap harus dipelihara dan dikembangkan. Peranan orangtua terhadap anak (baik yang masih anak-anak maupun remaja) tidak dapat digantikan secara utuh oleh pihak-pihak lain. Oleh karena itu, jika salah seorang dari orangtua menikah lagi (karena pihak lain meninggal dunia atau karena perceraian), diperlukan suatu proses penyesuaian yang sangat mendalam.

Sikap toleransi dan hidup berkelompok merupakan sikap yang mampu menerapkan nilai-nilai sosiologi dalam pergaulan, seperti kemampuan melakukan interaksi, menghargai adanya perbedaanperbedaan pada manusia, dan melakukan sosialisasi dengan teman sebaya yang dapat memengaruhi kepribadiannya.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 5/21/2015

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Penerapan Sosiologi dalam Kelompok Bermain yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top