Penderitaan Rakyat pada saat Penjajahan Belanda

Penderitaan Rakyat pada saat Penjajahan Belanda - Kamu tentu sudah tahu, baik dari pelajaran yang kamu dapat kan pada waktu di SD maupun dari ber bagai informasi lain bahwa kondisi bangsa Indonesia pada masa penjajahan sungguh sangat menderita. Akan tetapi, pernahkah kamu sadari bahwa sebelum masuk nya penjajah, sebenarnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya raya. Namun, dengan berkembang nya teknologi pelayaran dan mendesaknya kebutuhan ekonomi negara-negara Eropa menyebabkan negara-negara di Eropa melakukan pelayaran untuk mencari sumber-sumber ekonomi baru ke seluruh dunia. Kemudian, bangsa Eropa, bukan hanya melakukan per dagangan, melainkan langsung me nguasai dan men jajah negara-negara yang mereka anggap baru di temukan. Menurut berbagai sumber sejarah, penjajahan di Indonesia diawali oleh ke datangan tentara Portugis. Kemudian berlanjut dengan kedatangan Belanda sampai akhirnya menjajah Indonesia cukup lama, yakni kurang lebih 350 tahun.

Penderitaan Rakyat pada saat Penjajahan Belanda
Beberapa ahli sejarah menyatakan bahwa penjajahan Belanda di Indonesia dimulai sejak di dirikan nya Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) pada 20 Maret 1602. Sejak Belanda berada di Indonesia melalui VOC, dimulailah berbagai bentuk kekerasan yang menimpa rakyat Indonesia. Penderitaan rakyat Indonesia terjadi dalam berbagai segi kehidupan. Di berbagai daerah, VOC melakukan tindakan di luar peri kemanusian, seperti menyiksa dan membunuh hampir seluruh penduduk di Pulau Banda dan diganti kan dengan tenaga kerja budak. VOC juga membantai rakyat Ambon pada 1623 yang terkenal dengan peris tiwa pem bantaian Ambon. Berbagai tindakan licik dilakukan oleh VOC, seperti melaksanakan devide et impera (adu domba), yaitu saling mengadu domba antara kerajaan yang satu dengan kerajaan yang lain atau mengadu domba di dalam kerajaan itu sendiri. Politik adu domba ini semakin melemah kan kerajaan-kerajaan di Indonesia dan merusak sistem tingkah laku sosial yang sudah ada. Ketika Daendles berkuasa, rakyat semakin menderita, Daendles memaksa rakyat untuk bekerja paksa (rodi) mem bangun jalan sepanjang Pulau Jawa (Anyer-Panarukan) untuk kepentingan militer. Penderitaan bangsa Indonesia belum berakhir karena Belanda menerapkan cultuur stelsel (tanam paksa). Tanam paksa menyebab kan rakyat menderita kelaparan dan terjadi imigrasi besar-besaran di Cirebon.

Penderitaan yang dialami oleh bangsa Indonesia mendorong per lawanan yang dipimpin ulama atau kaum bangsawan di berbagai daerah. Perjuangan fisik melawan penjajah Belanda terjadi beberapa daerah anatar lain di Sulawesi Selatan yang dipimpin Sultan Hasanuddin, di Sumatra Barat oleh Tuanku Imam Bonjol, di Jawa Tengah oleh Pangeran Diponegoro, dan Sultan Ageng Tirtayasa di Banten. Perjuangan rakyat Indonesia belum berhasil mengusir penjajah Belanda. Perjuangan fisik oleh para pejuang pergerakan nasional diganti menjadi perjuangan nonfisik, yaitu membangun nilai-nilai pendidikan kebangsaan dan pergerakan melalui jalur politik.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 7/18/2016

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Penderitaan Rakyat pada saat Penjajahan Belanda yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top