Politik Apartheid di Afrika Selatan

Politik Apartheid di Afrika Selatan - Politik apartheid ini dijalankan oleh pemerintah penguasa Inggris yang saat itu berkuasa atas Afrika Selatan. Mereka menganggap bahwa kulit putih lebih tinggi derajatnya daripada orang kulit hitam. Sehingga masyarakat kulit putih menolak untuk melakukan kegiatan bersama-sama dengan masyarakat kulit hitam. Untuk itu, pemerintah pendudukan Inggris memisahkan tempat kegiatan untuk kedua golongan masyarakat tersebut.

Nelson Mandela


Pemisahan dilakukan dalam hal permukiman, kegiatan ekonomi, politik, dan sosial. Pemerintah pendudukan Inggris memberikan tempat permukiman sendiri bagi kulit hitam yang terpisah dengan permukiman kulit putih.

Politik apartheid berlangsung selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, masyarakat golongan kulit hitam merasa dirugikan dan didiskreditkan. Walaupun mereka golongan mayoritas, tetap tidak memiliki hak dan kekuasaan mengatur hidupnya di negeri sendiri. Politik ini berakhir karena banyaknya kritik dan kecaman dari masyarakat dunia. Selain itu, karena adanya kemenangan dalam pemilu oleh masyarakat golongan kulit hitam. Akhirnya, masyarakat golongan kulit hitam memiliki kekuasaan dalam pemerintahan dan bisa menikmati hakhaknya sejajar dengan kulit putih.


Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 4/08/2016

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Politik Apartheid di Afrika Selatan yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top