Teori Integrasi

Teori Integrasi - Integrasi berasal dari bahasa Latin integrare, yang atinya memberi tempat dalam suatu keseluruhan. Kata bendanya integritas, artinya keutuhan atau kebulatan. Dengan  demikian, integrasi sosial berartimen jadikan masyarakat menjadi  bulat. Integrasi di masyarakat dapat tercapai jika terdapat tuntutan tingkah laku yang disepakati bersama untuk mewujudkan suatu kesatuan sebagai satu kesatuan yang utuh.

Untuk mencapai keutuhan masyarakat, ada empat hal yang harus dihindari yaitu sebagai berikut.


  • Ketidakaktifan biologis. Keutuhan masyarakat hanya dapat tercapai jika masing-masing anggotanya secara sadar terlibat aktif secara fisik melalui kehadiran dalam berbagai peristiwa yang ada dalam masyarakat. Ketidakhadiran secara fisik biasanya menimbulkan sanksi sosial. Misalnya, warga yang mangkir dalam setiap upacara perkawinan akan menjadi buah bibir pada masyarakat bersangkutan.
  •  Keapatisan dalam masyarakat. Kesatuan masyarakat dapat terjalin dengan kepedulian yang tinggi di antara sesama warganya. Hal ini biasanya kentara ketika ada seorang warga yang berperilaku menyimpang. Biasanya warga yang berperilaku menyimpang akan dianggap sebagai orang gila atau tidak waras. Jika rasa kepedulian ini berubah menjadi apatis. Keseimbang an dalam masyarakat akan goyah. Satu penyimpangan akan diikuti penyimpangan lain, atau jumlah pelakupenyimpangan akan berubah. Lebih jelasnya  dapat dilihat dari penerimaan masyarakat terhadap perilaku sebagian anak muda yang sering ugalan-ugalan, mabuk-mabukan. Jika masyarakat setempat tidak ambil pusing dengan kejadian tersebut, lambat laun generasi muda yang menjadi pemabuk akan semakin banyak.
  • Terjadinya peperangan. Perang akan menimbulkan derita dan menggoyahkan keseimbangan dalam masyarakat. Kondisi sosial menjadi tidak menentu, sumber matapencarian menjadi hilang, serta rusaknya sarana dan prasarana umum. Hal itu menye babkan derita yang berkepanjangan, dan untuk memu lihkan nya diperlukan waktu yang lama.
  • Penghisapan suatu masyarakat. Suatu contoh konkret yang telah dialami bangsa Indonesia ialah penjajahan kolonial. Dampak dari penjajahan bangsa ialah rasa inferior (rendah diri) bangsa dibandingkan bangsa lain. Bangsa Indonesia selalu merujuk kemajuan bangsa penjajah (Eropa: Belanda, Perancis, Inggris) sebagai indikator sukses tidaknya pem bangunan. Padahal banyak nilai dan kekayaan budaya lokal yang belum tergali yang dapat menjadi nilai lebih bangsa Indonesia. Misalnya, konsep social-forestry (hutan-ke masyarakatan) yang sekarang dikembang kan di berbagai negara maju, telah beribu tahun diamalkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia melalui berbagai hal yang dianggap tabu atau pantangan terhadap tanah ulayat. Ironisnya cara hidup tradisional yang arif tersebut seringkali dipandang sebelah mata dan dianggap kolot.

Untuk mewujudkan suatu integrasi, hal yang harus diperhatikanadalah solidaritas. Solidaritas  menunjukkan pada suatu keadaan yang berhubungan antara individu dan kelompok yang didasari pada perasaan bersama serta diperkuat oleh pengalaman emosional. Secara umum solidaritas dibedakan menjadi sebagai berikut.


  • Solidaritas Mekanik

Solidaritas ini didasar pada kesadaran kolektif bersama yang menunjukkan pada totalitas dan perilaku bersama yang ter dapat dalam masyarakat. Misalnya, gotong royong.

  • Solidaritas Organik

Solidaritas yang menitikberatkan pada hasil kerja individu sehingga untuk solidaritas ini cenderung dilakukan pada  masyarakat kota.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 3/05/2016

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Teori Integrasi yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top