Nasionalisme di Tiongkok (Cina)

Nasionalisme di Tiongkok (Cina) - Pada abad ke-19, melalui perjanjian-perjanjian yang dilakukan oleh pemerintah Dinasti Manchu dengan bangsa-bangsa Barat, membuat Cina diintervensi oleh bangsa Barat. Perjanjian itu di antaranya Perjanjian Nanking (1842) dan Perjanjian Peking (1860). Kedua perjanjian itu telah memaksa dibukanya beberapa pelabuhan untuk bangsa Barat. Dari sana, bangsa Barat mudah mengatur bangsa Cina, apalagi dibuka juga konsulat Barat, seperti Inggris di Peking, membuat kedaulatan Cina menurun. Timbullah gerakan menentang pemerintahan Dinasti Manchu yang dinilai tidak dapat menjaga kedaulatan Cina. Gerakan penentangan itu antara lain pemberontakan Tai Ping, dan Pemberontakan Boxer.

Tokoh Nasionalisme di Cina

Pemberontakan dan perlawanan terhadap Dinasti Manchu ada juga yang dilakukan dengan gerakan non fisik, antara lain dilakukan oleh Sun Yat Sen dengan mendirikan partai politik Kuo Min Tang (Partai Nasionalis Cina). Gerakan Sun Yat Sen ini dibantu oleh Yuan Shih Kai, seorang jenderal pada Dinasti Manchu. Akhirnya dinasti Manchu berhasil digulingkan dan Yuan Shih Kai diangkat menjadi Presiden RRC. 

Pada perkembangan berikutnya muncul Jenderal Chiang Kai Shek (pengganti Sun Yat Sen) yang beraliansi dengan Kung Chang Tang (Partai Komunis Cina). Terjadi persaingan antara Chiang Kai Shek dengan Mao Zedong dan akhirnya Mao Zedong memproklamasikan Republik Rakyat Cina.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 2/02/2016

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Nasionalisme di Tiongkok (Cina) yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top