Dinamika Budaya

Dinamika Budaya  - Kehidupan manusia tidak terlepas dari unsur-unsur ke budayaan karena berbagai tindakan baik yang menghasilkan suatu karya baru atau mempergunakan hasil dari karya lama. Manusia akan bersentuhan dengan kebudayaan dan unsur-unsurnya karena antara manusia dan kebudayaan saling terkait satu sama lain sehingga manusia merupakan pendukung dari kebudayaan. Tanpa manusia, budaya tidak akan lahir, begitu juga tanpa budaya manusia akan terlihat seperti mati.

Dinamika Budaya

Kebudayaan diteruskan kepada orang-orang di sekitarnya dankepada anak cucu serta keturunan  selanjutnya. Agar dapat ber tahan,budaya harus mampu bergerak  menyesuaikan tantangan yang ada sesuai dengan perkembangan zaman. Bertahannya ke budaya an iniada yang tetap seperti aslinya, ada  yang menyesuaikan diri dengan pembauran atau berakulturasi dengan kebudayan lain. Setiap hasil kebudayaan tidak akan selalu statis, tetapi dinamis.

Perubahan kebudayaan ditandai dengan perubahan unsurunsur budaya masyarakat yang dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, kemudian dibentuk suatu kesatuan budaya baru yang sesuai dengan tuntutan zaman. Kebudayaan manusia bukanlah suatu hal yang hanya timbul sekali atau yang bersifat sederhana. Setiap masyarakat memiliki kebudayaan yang berbeda dari kebudayaan masyarakat lain. Kebudayaan merupakan suatu kumpulan yangterintegrasi dari cara-cara berlaku  yang dimiliki bersama dan secara unik mencapai penyesuaian kepada lingkungan tertentu. Pada dasarnya perubahan salah satu unsur kebudayaan dapat berpengaruh terhadap perubahan unsur-unsur kebudayaan lainnya. Misalnya, perubahan pada sistem ide akan membawa pengaruh kepada sistem aktivitas dan sekaligus berpengaruh pada karya nyata yang dihasilkan.

Penggunaan akal dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan merupakan usaha agar manusia tetap dikatakan berbudaya. Proses belajar kebudayaan oleh warga masyarakat di antaranya proses internalisasi (internalization), sosialisasi (sosialization), dan enkulturasi (enculturation). Selain itu, ada proses perkembangan kebudayaan umat manusia dan bentuk-bentuk kebudayaan yang sederhana sampai bentuk-bentuk yang semakin kompleks, yaitu evolusi kebudayaan (cultural evolution). Kemudian ada proses persebaran kebudayaan-kebudayaan secara geografidan terbawa oleh perpindahan bangsa- bangsa di muka bumi, yaitu proses difusi (diffusion). Proses lain adalah proses belajar unsurunsur kebudayaan asing oleh warga suatu masyarakat, yaitu proses akulturasi (acculturation) dan pembauran (asimilation). Proses iniberujung pada proses pembaruan  atau inovasi (innovation), yang erat kaitannya dengan penemuan baru (discovery dan invention).

Menurut Koentjaraningrat, proses internalisasi merupakanproses panjang sejak seorang individu  dilahirkan, sampai ia hampirmeninggal, di mana ia belajar  menanamkan dalam kepribadiannya segala perasaan, hasrat, nafsu, serta emosi yang diperlukan sepanjang hidupnya. Ketika manusia hidup, ia akan bersentuhan dengankehidupan orang lain dengan berbagai  sifat dan sikap orang lain yang sekaligus menambah kaya pengalaman hidupnya sehingga manusia mampu menempatkan diri ketika ia sedang berinteraksi.

Proses sosialisasi berhubungan dengan sistem sosial. Dalamproses itu seorang individu dari masa  anak-anak sampai masa tuanya belajar mengenai pola-pola tindakan dan pergaulan dengan segala macam individu yang berada di sekelilingnya serta menduduki beraneka macam peranan sosial yang mungkin ada dalam kehidupan masyarakat.

Proses enkulturasi dalam bahasa Indonesia sering disebut pembudayaan. Dalam bahasa Inggris digunakan istilah institutionalization. Dalam proses itu seorang individu mempelajari dan menye suaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat-istiadat, sistem norma, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Contohnya, anak kecil yang meniru ucapan orangtuanya.

Faktor-faktor yang mendorong proses perubahan yang terjadi di masyarakat, di antaranya:
1. kontak dengan kebudayaan lain,
2. sistem pendidikan formal yang maju,
3. sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untukmaju,
 4. toleransi,
5. sistem terbuka,
6. penduduk yang heterogen,
7. ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu,
8. orientasi masa depan,
9. nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya.

Terjadinya migrasi yang disertai dengan proses penyesuaian atau adaptasi fisik maupun sosial budaya dari individu dan masyarakat dalam jangka waktu yang lama dapat mengarah pada proses difusi. Difusi kebudayaan adalah proses persebaran dari unsur-unsur kebudayaan dari satu individu ke individu lain dan dari satu masyarakat kemasyarakat lain. Dengan proses  tersebut, manusia mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan.

Berlangsungnya proses perubahan kebudayaan sangat dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya sebagai berikut.
1. Adanya faktor-faktor yang mendorong terjadinya perubahan;
2. Adanya saluran-saluran perubahan (avenue or channel of change).

Proses difusi dapat berdampak positif terhadap lancarnya proses perubahan karena difusi memperkaya dan menambah unsurunsur kebudayaan. Masyarakat seringkali memerlukan perubahanperubahandalam lembaga-lembaga  kemasyarakatan, atau bahkan penggantian lembaga-lembaga kemasyarakatan lama dengan yang baru.

Faktor yang mendorong terjadinya perubahan di antaranya faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri, antara lain sebagai berikut.
  1. Bertambah atau berkurangnya penduduk. Pertambahan penduduk yang sangat cepat dapat menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat, terutama lembagalembaga kemasyarakatan. Misalnya, orang menjadi mengenal hak milik individual atas tanah, sewa tanah, gadai tanah, dan bagi hasil. Adapun berkurangnya penduduk karena banyaknyaurbanisasi warga suatu daerah atau adanya transmigrasi besarbesarandari satu daerah (bedol desa).  Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan, misalnya dalam bidang pembagian kerja dan stratifikasi sosial yang memengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan.
  2. Penemuan-penemuan baru. Proses penemuan baru atauinnovation meliputi suatu penemuan baru di  masyarakat. Jalannya unsur kebudayaan baru yang tersebar di masyarakat dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi dapat diterima, dipelajari, dan pada akhirnya digunakan dalam masyarakat setempat.
  3. Pertentangan (conflict) dalam masyarakat. Pertentangan dalam masyarakat dapat pula menjadi sebab terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan. Pertentangan-pertentangan dapat terjadi antara individu dan kelompok atau antarkelompok tersebut.
  4. Terjadinya pemberontakan atau revolusi adanya ketidakpuasan terhadap sistem yang ada. Terjadinya revolusi dapat menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar. Seluruh lembaga kemasyarakatan, mulai dari bentuk negara sampai keluarga batih mengalami perubahan-perubahan yang mendasar. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan salah satu contoh terjadinya revolusi, yang meng akibatkan terjadinya perubahan yang cepat di negara Republik Indonesia. Perubahan terjadi dari tingkat rakyat sampai tingkat kepala negara dan rakyat Indonesia tidak lagi sebagai bangsa terjajah yang harus tunduk pada bangsa lain.
  5. Adanya individu-individu yang menyimpang dari sistem nilai budaya yang ada. Perilaku menyimpang atau protes terhadap sistem budaya yang ada dari seorang individu-individu di mana protesnya itu dapat diterima dan mendapat sambutan yang besar dari masyarakat di sekitarnya, lambat laun dapat menye bab kan terjadinya perubahan sosial.


Perubahan kebudayaan dapat pula bersumber pada penyebabyang berasal dari luar masyarakat atau  faktor eksternal, antara lain sebagai berikut.
  1. Peperangan. Adanya peperangan dapat menimbulkan kekhawatiran terutama dari pihak rakyat yang tidak ikut berperang karena dapat menimbulkan banyak korban. Namun, biasanya pihak pemenang dalam peperangan selalu memaksakan kebudayaan nya terhadap pihak yang kalah.
  2. Terjadinya bencana alam baik gempa bumi, topan dan badai, letusan gunung berapi, banjir besar atau banjir bandang yang disertai longsor dan tsunami.
  3. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Perubahan sosial yang terjadi karena pengaruh kebudayaan masyarakat lain terjadikarena adanya hubungan antara dua  kebudayaan dari duamasyarakat yang saling memengaruhi dan  menerima pengaruh dari masyarakat lain.


Kemajuan kebudayaan dapat dicapai oleh suatu masyarakat. Kemajuan tersebut dicirikan dengan adanya kepemimpinan yang mantap, stabilitas sosial pada masyarakat yang bersangkutan, dan saluran-saluran yang memungkin kan terjadinya perubahan. Saluransaluran kebudayaan tersebut adalah adanya lembaga sosial, politik, keagamaan, dan pendidikan.

Perubahan kebudayaan adalah adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan. Terjadinya akulturasi dan pembauran dikarenakan berbagai faktor yang mendukung, seperti munculnya perbedaan antara suatu kebudayaan dan kebudayaan lain.

Dalam proses akulturasi, hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut.
  1.  Keadaan masyarakat penerima sebelum proses akulturasi mulaiberjalan.
  2. Individu-individu dari kebudayaan asing yang membawa unsurunsur kebudayaan asing.
  3. Program saluran yang dilalui oleh unsur-unsur kebudayaan asing untuk masuk ke dalam kebudayaan penerima.
  4. Bagian-bagian dari masyarakat penerima yang terkena pengaruh unsur-unsur kebudayaan asing.
  5. Reaksi individu yang terkena unsur-unsur kebudayaan asing.

Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 2/23/2016

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Dinamika Budaya yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top