Sunan Bonang dalam Penyebaran Islam

Sunan Bonang dalam Penyebaran Islam -  Sunan Bonang atau Makhdum Ibrahim lahir pada tahun 1450 M. Ia adalah putra Sunan Ampel dari istrinya yang bernama Nyi Ageng Manila, putri seorang adipati di Tuban. Sunan Bonang belajar agama dari pesantren ayahnya di Ampeldenta. Setelah cukup dewasa, ia berkelana dan kemudian menetap di Bonang (sebuah desa kecil di Lasem, Jawa Timur). Di tempat itulah Sunan Bonang mempunyai tempat kegiatan dakwahnya yaitu di daerah Bonang, dekat Tuban. Di sana ia mendirikan pesantren yang sekarang dikenal dengan sebutan Watu Layar. Dari pondok pesantren itu, ia mengajar dan mengembangkan agama Islam.

Sunan Bonang

Dari pesantrennya di Bonang (Tuban), agama Islam disebarkan ke daerah pantai, mulai Rembang sampai Surabaya. Dari hasil survei di lapangan, ternyata rakyat Tuban mayoritas menyukai lagu-lagu gending gamelan. Untuk itu dalam melaksanakan dakwah kepada masyarakat, ia menggunakan kesenian rakyat yang disebut bonang. Ia menabuh bonang diiringi dengan lagu-lagu berupa pantun yang bernapaskan keagamaan. Sunan Bonang berhasil menggubah lagu gending sekaten dan tembang mocopat yang sampai sekarang tembang itu populer di kalangan masyarakat Jawa.

Tidak seperti Sunan Giri yang lugas dalam fiqih, ajaran Sunan Bonang berusaha memadukan ajaran ahlusunnah bergaya tasawuf dan garis salaf ortodoks. Ia menguasai ilmu fiqih, usuluddin, tasawuf, seni, sastra, dan arsitektur. Ajarannya berintikan pada filsafat isyq (cinta). Menurut Bonang, cinta sama dengan iman, pengetahuan, dan kepatuhan kepada Allah SWT atau haq al yaqqin. Ajaran tersebut disampaikan secara populer melalui media kesenian. Pada tahun 1525 M, Sunan Bonang wafat dan dimakamkan di daerah Tuban.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 12/27/2015

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Sunan Bonang dalam Penyebaran Islam yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top