Berbagai Ketimpangan Hasil Pembangunan

Berbagai Ketimpangan Hasil Pembangunan - Pemerintahan Orde Baru telah berhasil dalam melakukan pembangunan, terutama dalam pembangunan infrastruktur, berkembangnya Penanaman Modal Asing (PMA), dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) untuk beberapa waktu. Memang pembangunan tersebut dibiayai oleh utang luar negeri yang cukup besar dan menimbulkan kontroversi di dalam negeri. Akan tetapi dalam sekian tahun masa pemerintahan Orde Baru telah berhasil dalam menumbuhkan perekonomian negara rata-rata -/+ 6% per tahun. Permasalahan yang kemudian muncul adalah masalah pemerataan pembangunan. Dalam masa itu terjadi ketimpangan yang cukup besar dalam distribusi pendapatan di masyarakat. Ada sebagian masyarakat yang menikmati peningkatan pendapatan yang sangat tinggi, sementara sebagian lainnya  hanya kecil saja.

Suatu Pembangunan

Ada beberapa persoalan yang berkaitan dengan ketimpangan hasil pembangunan. Ketimpangan tersebut mencakup beberapa hal yaitu:
  • Ketidakmerataan pendapatan nasional

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa tahun 1993, 20% berpendapatan tertinggi adalah 42,76, 40% berpendapatan menengah adalah 36,91, dan 40% berpendapatan terendah adalah 20,34%. Menurut kriteria Bank

Dunia, porsi pendapatan nasional dinikmati oleh tiga golongan masyarakat yaitu:
μ Golongan berpendapatan tinggi: 20% dari jumlah penduduk.
μ Golongan berpendapatan menengah: 40% dari jumlah penduduk.
μ Golongan berpendapatan rendah: 40% dari jumlah penduduk.

Dengan demikian, sebagian besar pendapatan nasional dinikmati oleh golongan berpendapatan tertinggi
  • Ketidakmerataan pendapatan regional adalah ketidakmerataan pendapatan antarwilayah khususnya terjadi antara wilayah Jawa dengan luar Jawa, distribusi pendapatan di kalangan lapisan-lapisan masyarakat di luar Jawa secara umum lebih baik daripada di Jawa.
  • Ketidakmerataan pendapatan spasial adalah ketidakmerataan yang terjadi antara penduduk yang tinggal di daerah pedesaan dengan penduduk yang tinggal di daerah perkotaan, pembagian pendapatan tersebut di Indonesia relatif lebih merata di daerah pedesaan dibandingkan dengan daerah perkotaan.
  • Kesenjangan sosial ini pada umumnya terjadi antara orang-orang yang tinggal di desa dengan orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan. Standar hidup orangorang kota pada umumnya lebih baik dengan penduduk yang tinggal di desa.

Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 12/11/2015

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Berbagai Ketimpangan Hasil Pembangunan yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top