Sejarah Pengembangan Kurikulum 1968

Sejarah Pengembangan Kurikulum 1968 - Sebelum diterapkan kurikulum 1968, pada tahun 1947 pernah diterapkan rencana pelajaran yang pada waktu itu menteri pendidikan dijabat Mr. Suwandi. Rencana pelajaran 1947 memuat ketetntuan sebagai berikut: (1) bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar di sekolah (2) Jumlah mata pelajaran untuk Sekolah Rakyat (SR) 16 bidang studi, SMP 17 bidang studi, dan SMA Jurusan B  19 bidang studi. Lahirnya rencana pelajarn 1947 diawali dari pembenahan sistem per sekolah pasca Indonesia merdeka yang sesuai dengan pancasila dan UUD 1945. Akan tetapi, pembenahan itu baru bisa diterapkan pada tahun 1965 melalui keputusan presiden Nomor 19 tahun 1965 tentang pokok-pokok Sistem Pendidikan Nasional Pancasila. Jiwa kurikulum adalah gotong royong dan demokrasi terpimpin.

Perubahan Kurikulum

Setelah berakhirnya kekuasaan orde lama, keluar ketetapan MPRS Nomor XXVII/MPRS/1966 yang berisi tujuan pendidikan: membentuk manusia pancasilais sejati. Dua tahun kemudian lahirlah kurikulum 1968, sebuah pedoman praktis pendidikan yang terstruktur pertama kali. Tujuan pendidikan menurut kurikulum 1968 adalah mempertinggi mental-moral budi  pekerti dan memperkuat keyakinan beragama, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta membina/mengembangkan fisik yang kuat dan sehat. Ketentuan-ketentuan dalam kurikulum 1968 adalah: (1) bersifat: Correlated subject curriculum, (2) jumlah mata pelajaran untuk SD 10 bidang studi, SMP 18 Bidang studi (Bahasa Indonesia dibedakan bahasa indonesia I dan II, SMA jurusan A 18 bidang studi, SMA Jurusan B 20 bidang studi, SMA jurusan C 19 Bidang studi; (3)  penjurusan SMA dilakukan di kelas II. Pada waktu diberlakukan kurikulum 1968 yang menjabar menteri pendidikan adalah Mashuri, S.H.

Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 9/10/2015

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Sejarah Pengembangan Kurikulum 1968 yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top