Motivasi Menulis

Candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta

Candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta -  Di Jawa Tengah dan Yogyakarta banyak ditemukan candi, baik yang bercorak Hindu maupun Buddha, di antaranya sebagai berikut.

Candi Borobudur

Candi Badut


  1. Candi Borobudur terletak di desa Budur, Magelang. Candi ini bercorak Buddha dan didirikan oleh keluarga Syailendra pada aman Mataram Lama. Bentuk candi Borobudur yang berupa punden berundak-undak menggambarkan adanya akulturasi antara budaya India dengan budaya asli Indonesia dari aman megalithikum. Berdasarkan ajaran Buddha Mahayana, candi Borobudur merupakan Dasya-bodhisatwa-bhumi, artinya tempat mencapai kebuddhaan melalui sepuluh tingkat bodhisatwa. Borobudur terdiri atas sepuluh tingkat yang terbagi dalam tiga bagian yaitu kamadhatu (merupakan tingkatan paling rendah atau disebut kaki candi, pada tingkatan manusia masih terpengaruh oleh keduniawian), Rupadhatu (merupakan bagian lorong-lorong dengan dinding-dinding yang penuh dengan hiasan dan relief, pada tingkat ini manusia masih terikat pada bentuk keduniawian, tetapi telah insyaf untuk mencari kebenaran), A-rupadhatu (bagian ini terdiri atas lantai yang bulat, di sini terdapat 72 stupa dan stupa induk dipuncaknya yang sekaligus merupakan mahkota candi Borobudur. Hal ini menggambarkan manusia telah dapat membebaskan diri sama sekali dari nafsu keduniawian dan hanya satu keinginan, yaitu mencapai moksa).
  2. Candi Mendut dan candi Pawon terletak tidak jauh dari candi Borobudur. Kedua candi ini bercorak Buddha dan merupakan candi tiga serangkai dengan candi Borobudur. Ketiga candi ini terletak pada satu garis lurus, hal ini sengaja dilakukan berdasarkan ajaran Buddha Mahayana. Menurut ajaran agama Buddha Mahayana, untuk mencapai tujuan terakhir (moksa), yaitu mencapai kedudukan sebagai Buddha harus melalui jalan secara bertahap. Tahap-tahap tersebut terdiri atas dua bagian yaitu Dasyabodhisatwabhumi disebut tingkat lokattara (tingkat di atas dunia), sebelum sampai ke tingkat lokattara lebih dahulu harus menjalani tingkat persiapan. Tingkat persiapan tersebut terdiri atas dua tahap pula, yaitu Sambharamarga dan Prayogamarga. Kedua tahap ini merupakan tahap kehidupan di dunia atau laukika. Jadi dari paham tersebut dapat diterangkan bahwa candi Borobudur yang bersifat lokattara dibangun di atas bukit, sedangkan candi Mendut dan candi Pawon yang bersifat laukika dan masing masing menggambarkan Sambharamarga dan Prayogamarga dibangun di atas permukaan bumi (daerah pedataran).
  3. Candi Prambanan dikenal pula dengan nama Candi Lorojonggrang, bercorak Hindu dan terletak di desa Prambanan. Relief candi Prambanan mengambil kisah Rama dari kitab Ramayana. Relief ini ditatahkan pada dinding lorong di atas candi pertama, yang mengelilingi kaki candi kedua.
  4. Kelompok candi Dieng, yang terdapat di Pegunungan Dieng letaknya sekitar 25 kilometer dari kota Wonosobo. Candi-candi ini bercorak Hindu. Di dataran tinggi Dieng terdapat beberapa buah candi antara lain Candi Bima, Candi gatotkaca, Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Subadra.
  5. Candi lainnya adalah Candi Sukuh terletak di lereng Gunung Latu, Karang Anyar, Candi Sarjiwan terletak di selatan Prambanan, Candi Lumbung di selatan Candi Sewu, dan Candi Sari atau Candi Bendah lokasinya tidak jauh dari Candi Kalasan
Labels: sejarah

Thanks for reading Candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Please share...!

0 Komentar untuk "Candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta"

Back To Top