Makalah Motivasi Berprestasi

Makalah Motivasi Berprestasi - Berikut ini saya akan tampilkan makalah Motivasi berprestasi.


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Kewiirausahaan atau kegiatan berwirausaha dapat dikatakan membantu perkembangan perekonomian Negara dengan menyediakan pekerjaan dan memproduksi barang dan jasa bagi konsumen dalam negeri maupun di luar negeri (Ade,2009a). kewirausahaan di pandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar. Proses kewirausahaan diawali oleh inovasi yang dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal misalnya Locus of Control, toleransi nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor eksternal berupa peran, aktivitas, peluang, organisasi, dan keluarga.
Dalam kehidupan sehari-hari masih banyak orang yang menafsirkan dan memandang bahwa kewirausahaan adalah identik dengan apa yang dimiliki dan dilakukan oleh usahawan atau wiraswasta. Pandangan tersebut kurang tepat karena jiwa dan sikap kewirausahaan tidak hanya dimiliki oleh usahawan namun juga oleh setiap orang yang berfikir kreatif dan bertindak inovatif.
Seorang wirausahawan yang berhasil selalu mampu dan memiliki kompetensi untuk menghadapi setiap resiko atau peluang yang muncul. Beberapa karakteristik yang harus dimiliki wirausahawan agar dapat menjalankan kegiatan wirausaha dengan baik menurut (Ade,2009b) antara lain: 1) percaya diri, 2) berorientasikan tugas dan hasil, 3) sikap pengambil resiko,4) kepemimpinan, 5) keorisinilan, 6) berorientasi ke masa depan, 7) jujurdan tekun. Keseluruhan karakteristik tersebut dapat dicapai hanya bila wirausahawan memiliki motivasi untuk menjadikan usahanya berhasil. Oleh sebab itu, penulis ingin mengungkapkan keterkaitan antara motivasi berprestasi dengan kewirausahaan dalam makalah ini yang berjudul “Motivasi Berprestasi dalam Berwirausaha”

B.     Rumusan Masalah
  Rumusan maslah dalam makalah ini adalah:
1.    Apa pengertian motivasi berprestasi?
2.    Bagaimana menjelaskan teori motivasi berprestasi?
3.    Bagaimana menjelaskan wirausaha yang memiliki karakter pekerja keras?
4.    Bagaimana memahami dan dapat menjelaskan wirausaha yang memiliki karakter yang tidak pantang menyerah dalam menghadapi tantangan dan masalah?
5.    Bagaimana memahami dan menjelaskan wirausaha yang memeiliki karakter semangat yang tinggi?
6.    Bagaimana memahami dan menjelaskan wirausaha yang memiliki karakter komitmen yang tinggi terhadap pekerjaannya?

C.       Tujuan
          Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1.    Mengetahui pengertian motivasi berprestasi?
2.    Mengetahui menjelaskan teori motivasi berprestasi?
3.    Memahami dan menjelaskan wirausaha yang memiliki karakter pekerja keras?
4.    Memahami dan dapat menjelaskan wirausaha yang memiliki karakter yang tidak pantang menyerah dalam menghadapi tantangan dan masalah?
5.    Memahami dan menjelaskan wirausaha yang memeiliki karakter semangat yang tinggi?
6.    Memahami dan menjelaskan wirausaha yang memiliki karakter komitmen yang tinggi terhadap pekerjaannya?





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Motivasi Berprestasi
                 Motivasi merupakan proses psikologis yang mendasar, dan merupakan salah satu unsur yang dapat menjelaskan perilaku seseorang. Motivasi merupakan salah satu faktor penentu dalam mencapai tujuan. Motivasi berhubungan dengan dorongan atau kekuatan yang berada dalam diri manusia. Motivasi berda dalam diri manusia untuk menampilkan tingkah laku ke arah pencapaian suatu tujuan tertentu. Ada beberapa pendapat ahli yang berpendapat tentang pengertian motivasi, antara lain:
·       Abu Ahmadi (2004), motivasi merupakan dorongan yang telah terikat pada suatu tujuan.
·       Gerungan (1966), menyatakan bahwa motivasi merupakan dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan ia berbuat sesuatu.
·       Lindzey, Hal, dan Thompson (1975) menyatakan bahwa motivasi merupakan sesuatu yang menimbulkan tingkah laku.
Rounded Rectangle:      Perilaku
-Makan
- Bernafas
- Minum
 
-Lapar
- Sesak Napas
- Haus
 
-Makanan
-Oksigen
-Air
 
     Motivasi
 
    Kebutuhan
 
                



                                 Gambar 3.1 Konsep Timbulnya Motivasi
                 Sedangkan Prestasi, menurut Sardiman A.M (2001:46) “Prestasi adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun dari luar individu dalam belajar”. Sedangkan pengertian prestasi menurut A. Tabrani (1991:22) “Prestasi adalah kemampuan nyata (actual ability) yang dicapai individu dari satu kegiatan atau usaha”.Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (1996:186) “Prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya)”. Sedangkan menurut W.S Winkel (1996:165) “Prestasi adalah bukti usaha yang telah dicapai.
                 Jadi motivasi berprestasi adalah dorongan dari dalam diri individu untuk melakukan hal-hal yang terbaik dalam hidup dan lingkungannya. Suatu kehidupan seseorang akan ditemukan adanya reaksi yang berbeda terhadap berbagai tugas dan tanggung jawabnya.
                 McClelland dalam bukunya Memacu Masyarakat Berprestasi (1983) membedakan tiga kebutuhan yang ada pada manusia, yaitu : kebutuhan berprestasi atau n-Ach, kebutuhan untuk berkuasa n-Afiliation, dan kebutuhan untuk berafiliasi atau n-Afiliation. Ia mengatakan bahwa motivasi berprestasi di dalam menyeleksi suatu aktivitas atau pekerjaan yaitu dengan usaha aktif, sehingga memberikan hasil yang terbaik. n-Ach, ini akan mencerminkan dalam perilaku individu yang selalu mengarah pada suatu keunggulan. Seseorang yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi akan menyukai tugas-tugas yang menantang, bertanggung jawab, dan terbuka untuk umpan balik yang memperbaiki prestasi inovatif-kreatif.
                 McClelland (Myron Weiner, 1984) menyatakan bahwa motivasi berprestasi diberi nama Virus mental yaitu n-Ach ("Need for Achievement"). Virus mental terjadi pada diri seseorang, cenderung orang itu akan bertingkah laku secara giat. Dengan menambah n-Ach seseorang akan menjadi bertamah giat dan tekun dalam berupaya, tidak hanya sekedar mencari keuntungan, namun berupaya lebih keras agar mencintai pekerjaan, untuk mendapat kepuasan dalam hidup.
B.     Teori Motivasi Berprestasi
                 Banyak teori untuk memahami motivasi. Salah satu teori yaitu proses, yang berusaha menjelaskan proses munculnya hasrat seseorang untuk menampilkan tingkah laku tertentu. Equity Theory; teori ini mengindikasikan bahwa pada dasarnya manusia menyenangi perlakuan yang adil. Expanctancy Theory; besar kecilnya usaha kerja yang akan diperlihatkan oleh seseorang, tergantung pada bagaimana orang ini memandang kemungkinan berhasil dari tingkah lakunya itu dalam mencapai atau menghindari.
                 Wirausahawan yang berhasil ialah mereka yang mempunyai motif berprestasi tinggi (High n ach person). Sifat khas motif berprestasi tinggi yaitu.
1.      Mempunyai komitmen dan tanggung jawab terhadap pekerjaan
2.      Cenderung memilih tantangan
3.      Selalu jeli melihat dan memanfaatkan peluang
4.      Objektif dalam setiap penilaian
5.      Selalu memerlukan umpan balik
6.      Selalu optimis dalam situasi kurang menguntungkan
7.      Beriorentasi laba
8.      Mempunyai kemampuan mengelola secara proaktif.
                 Sikap dan motivasi merupakan bagian yang saling berkaitan dalam keseluruhan organisasi kepribadian individu. Sikap dan motivasi memiliki hubungan yang timbal balik dan akan menunjukkan kecenderungan berprilaku untuk memenuhi tercapainya pemuas kebutuhan. Dalam motivasi untuk memenuhi kebutuhan karakter yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha yaitu:
1.      Pekerja Keras (Hard Worker)
2.      Tidak Pernah Menyerah (Never Surrender)
3.      Memiliki Semangat (Spirit)
4.      Memiliki Komitmen (Comitted) yang tinggi

C.      Pekerja Keras (Hard Worker)
                 Kerja keras merupakan modal dasar untuk keberhasilan seseorang. Rasulullah sangat marah melihat orang pemalas dan suka berpangku tangan. Bahkan, beliau secara simbolik memberi hadiah kampak dan tali kepada seseorang lelaki agar mau bekerja keras mencari kayu dan menjualnya ke pasar. Demikian pula, jika mau berusaha, mulailah berusaha sejak subuh. Jangan tidur sesudah subuh, cepatlah bangun dan mulailah kegiatan untuk hari itu. Akhirnya, laki-laki itu sukses dalam hidupnya.
                 Demikian juga, setiap pengusaha yang sukses selalu menempuh saat-saat ia harus bekerja keras membanting tulang dalam merintis perusahaannya. Seorang pengusaha taksi mungkin tadinya ia hanya seorang sopir angkutan umum, seorang pengusaha tekstil mungkin tadinya seorang pedagang kredit tekstil atau tukang jahit, dan banyak lagi contoh yang dapat kita jumpai dalam riwayat hidup pengusaha yang sukses.
                 Kerja keras atau etos kerja sering dianggap sebagai mimpi kuno, dan seharusnya diganti, tetapi hard-work dan smart-work tidaklah dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua succesful start-up butuh workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidur pun otaknya bekerja dan berpikir akan bisnisnya. Melamunkan dan memimpikan kerjanya. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan etos kerja wirausaha yaitu:
1.      Kerja itu suci, kerja merupakan panggilanku, aku sanggup bekerja benar
2.      Kerja itu sehat, kerja yaitu merupakan aktualisasiku, aku sanggup bekerja keras
3.      Kerja itu rahmat, kerja merupakan terima kasihku, aku snggup bekerja tulus
4.      Kerja itu amanah, kerja merupakan tanggung jawabku, aku sanggup bekerja tuntas
5.      Kerja itu ibadah, kerja merupakan kesuakaanku, aku sanggup bekerja kreatif
6.      Kerja itu ibadah, kerja merupakan pengabdianku, aku sanggup bekerja serius
7.      Kerja itu mulia, kerja adalah pelayananku, aku sanggup bekerja sempurna.
8.      Kerja itu kehormatan, kerja merupakan kewajibanku, aku sanggup bekerja unggul.

                 Sikap kerja keras harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Dalam hal ini, unsur disiplin memainkan peran penting. Sebab, bagaimana orang mau bekerja keras jika disiplin tidak ada. Dia harus mengatur waktu, sesuai irama kehidupan. Ada satu lagi elemen penting dalam keberhasilan kerja keras, yaitu berserah diri kepada Allah SWT, dengan selalu berdoa kepada-Nya.

D.      Tidak Pernah Menyerah (Never surrender)
          Aspek dari komitmen tinggi, yakni sikap bertahan untuk tetap ingin mencapai apa yang diinginkan kendati mengalami kegagalan, mendapat hambatan dan rintangan.
          Pada Hakikatnya sikap pantang menyerah merupakan perjuangan wirausahawan yang tangguh, penuh semangat, tidak putus asa, kuat kerja keras dan tidak menyerah. Seorang wirausaha mempunyai cita-cita tinggi untuk sukses didalam mengelolah kegiatan usahanya/ bisnisnya, cita-cita wirausahawan yang sangat tinggi untuk sukses didalam mengelola kegiatan usaha/ bisnisnya akan menjadi pendorong dan daya tahan dalam menghadapi segala rintangan, hambatan, cobaan dan kendala dalam berwirausaha. Para wirausahawan harus berambisi ingin maju (ambitition drive) didalam melaksanakan kegiatan usaha bisnisnya. Akan tetapi, tentu saja sikap kerja pantang menyerah dalam mengelola kegiatan usaha/bisnisnya harus ditunjang oleh pengorbanan, perjuangan, semangat, dan kepercayaan pada diri para wirausahawan sendiri. Sikap kerja pantang menyerah dalam berwirausaha pada hakikatnya merupakan sinar terang keberhasilan dalam menjalankan kehidupan usahanya baik untuk diri wirausaha, keluarganya maupun untuk masyarakat. Seorang wirausahawan yang memiliki sikap kerja pantang menyerah didalam usahanya pada hakekatnya adalah orang yang tidak mengenal lelah didalam berwirausaha. Adapun faktor-faktor yang dapat mendukung sikap kerja pantang menyerah dan ulet dalam kegiatan usaha atau bisnis para wirausahawan yaitu :
1.      Bekerja dengan penuh keyakinan, penuh semangat, pantang menyerah dan ulet dalam berwirausaha.
2.      Bekerja dengan penuh ketekunan dan memiliki tekad yang terarah dalam berwirausaha
3.      Bekerja berdasarkan kemampuan, bakat, minat, pengalaman, pendidikan dan kesanggupandalam berwirausaha.
4.      Bekerja penuh semangat, penuh kegairahan dan penuh ketabahan dalam berwirausaha.
                 Teruslah berusaha, terkamlah segala kesempatan yang ada, karena kesempatan itu tak datang untuk kedua kalinya, tidak ada pendobrak kegagalan yg sekuat nilai "kegigihan" . Ingatlah filsofi air yang bisa melubangi batu dengan tetesan yang terus terus-menerus. Beranilah mengambil risiko namun dengan perhitungan yg mantap , Hadapi dan alamilah pengalaman dan petualangan baru. Keberanian yg benar bukan berarti seperti orang yg terjun bebas ke jurang, tapi seperti orang yg menuruninya setahap demi setahap dengan persiapan yg matang.Kalau Anda tidak berani mengambil resiko, tentu saja Anda berada pada tempat yang aman namun Anda tidak akan berkembang.
                 Hadapi kegagalan, karena kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidak mematikan. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bilamana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah!
                 Belajar dari kegagalan itu penting, jika persepsi danj sikap kita tepat mengenainya. Kekeliruan terbesar yang membuat kita sulit bangkit dari kegagalan adalah salah kapra dalam memandang dan sesat asumsi menafsirkannya. Banyak yang berpikir, orang-orang yang berhasil yaitu mereka yang selalu berhasil. Orang-orang gagal apalagi beruntun tidak mungkin behasil.
         
E.       Memiliki Semangat

                 Seorang wirausaha harus berani tampil beda, kita memiliki kualitas prima dan telah mempersiapkan para pemain kita, sekarang kunci peran ada pada diri kita, sebelum kita beranjak untuk berjalan maju, maka kunci peran kita harus dimantapkan lebih dahulu.
                 Sebagai seorang wiraswasta, kita harus sering bernyanyi dan barangkali hanya dengan bersiul. Ingat, kita sedang jatuh cinta. Hati kita berbunga-bunga, wajah kita berseri-seri. Pertahankanlah itu, tunjukkanlah dalam hidup kita saat ini. Artinya, kita haruslah selalu gembira. Kegembiraan ini merupakan obat untuk semangat kita, dan semangat kita merupakan obat mujarab untuk mendukung kekuatan kita. Dengan semangat dan kekuatan akan menumbuhkan keberanian yang mendukung kepada keberhasilan kita. Ingat, gembiralah karena kita akan segera bertemu dengan si dia.
                 Semangat kewirausahaan yang perlu sekali dimasyarakatkan dan dibudidayakan pada dan oleh para peemimpin pada umumnya dan para pengusaha (Indonesia) pada khususnya sebagai berikut:
1.      Kemauan kuat untuk berkarya (terutama dalam bidang ekonomi) dengan semangat mandiri;
2.      Mampu membuat keputusan yang tepat dan berani mengambil risiko;
3.      Kreatif dan inovatif;
4.      Tekun, teliti, dan produktif; dan
5.      Berkarya dengan semangat kebersamaan dan etika bisnis yang sehat.

F.   Memiliki Komitmen (Comitted)
                 Porter (Mowday, dkk, 1982:27) mendefinisikan komitmen sebagai kekuatan yang bersifat relatif dari individu dalam mengedentifikasikan keterlibatan dirinya. Hal ini dapat ditandai dengan tiga hal, yaitu:
1.      Penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi.
2.      Kesiapan dan kesediaan untuki berusaha dengan sungguh-sungguh atas nama organisasi.
3.      Keinginan untuk mempertahankan usahanya.
                 Adapun Richard M. Steers (1985: 50) mendefinisikan komitmen sebagai rasa identifikasi (kepercayaan terhadap nilai-nilai), keterlibatan (kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan perusahaan) dan loyalitas yang dinyatakan oleh seorang wirausaha terhadap perusahaannya. Steers berpendapat bahwa komitmen merupakan kondisi di mana wirausaha sangat tertarik terhadap tujuan, nilai-nilai, dan sasaran perusahaan. Komitmen terhadap perusahaan artinya lebih sekedar keanggotaan formal, karena meliputi sikap menyukai usahanya dan kesediaan untuk mengushakan tingkat upaya yang tinggi bagi kepentingan perusahaan demi pencapaian tujuan. Berdasarkan definisi ini, dalam komitmen tercakup unsur loyalitas, keterlibatan dalam pekerjaan, dan identifikasi terhadap nilai-nilai dan tujuan perusahaan. Jenis-jenis komitmen sebagai berikut:
1.         Jenis komitmen menurut Allen dan Meyer (Dunham.1994:370) terbagi atas tiga komponen, yaitu :
a)        Komponen afektif berkaitan dengan emosional, identifikasi, dan keterlibatan wirausaha di dalam suatu pengembangan usaha.. organisasi karena keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi.
b)        Komponen normatif merupakan perasaan wirausaha tentang kewajiban yang harus diberikan kepada perusahaan. Komponen normatif berkembang sebagai hasil dari pengalaman sosialisasi, tergantung dari sejauh apa perasaan kewajiban yang dimiliki wirausaha. Komponen normatif menimbulkan perasaan kewajiban kepada wirausaha untuk memberikan balasan atas apa yang pernah diterimanya dari perusahaan.
c)        Komponen continuance berarti komponen yang berdasarkan persepsi wirausaha tentang kerugian yang akan dihadapinya jika meninggalkan perusahaannya.

2.      Jenis komitmen dari Mowday, Porter, dan Steers
            Komitmen dari Mowday, Porter, dan Steers lebih dikenal sebagai pendekatan sikap terhadap organisasi. Komitmen organisasi ini memiliki dua komponen yaitu sikap dan kehendak untuk bertingkah laku. Sikap mencankup:
a)        Identifikasi terhadap perusahaan yaitu penerimaan tujuan organisasi, bahwa penerimaan ini merupakan dasar komitmen wirausaha.
b)        Keterlibatan sesuai peran dan tanggung jawab pekerjaan di perusahaan tersebut. Wirausaha yang memiliki komitmen yang tinggi akan menerima hampir semua tugas dan tanggung jawab pekerjaan.
c)        Kehangatan, afeksi, dan loyalitas terhadap perusahaan merupakan evaluasi terhadap komitmen, serta adanya ikatan emosional dan keterikatan antara perusahaan dengan wirausaha. Wirausaha dengan komitmen yang tinggi merasakan adanya loyalitas dan rasa memiliki terhadap perusahaan.
Keunggulan utama yang harus terlebih dahulu dimiliki organisasi ialah keunggulan dalam manajemen sumber daya manusia. Oleh karena itu, dunia usaha dalam menghadapi persaingan global perlu memiliki karyawan yang mempunyai kompetensi dan komitmen terhadap perusahaan. Sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan komitmen terhadap perusahaan menurut Ulrich (1997:28) merupakan Intelectual capital yang sangat diperlukan perusahaan dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan.













BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
          Kesimpulan dari makalah ini adalah:
1.      motivasi berprestasi adalah dorongan dari dalam diri individu untuk melakukan hal-hal yang terbaik dalam hidup dan lingkungannya. Suatu kehidupan seseorang akan ditemukan adanya reaksi yang berbeda terhadap berbagai tugas dan tanggung jawabnya.
2.      Equity Theory; teori ini mengindikasikan bahwa pada dasarnya manusia menyenangi perlakuan yang adil. Expanctancy Theory; besar kecilnya usaha kerja yang akan diperlihatkan oleh seseorang, tergantung pada bagaimana orang ini memandang kemungkinan berhasil dari tingkah lakunya itu dalam mencapai atau menghindari.
3.       Setiap pengusaha yang sukses selalu menempuh saat-saat ia harus bekerja keras membanting tulang dalam merintis perusahaannya. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidur pun otaknya bekerja dan berpikir akan bisnisnya.
4.      Sikap pantang menyerah merupakan perjuangan wirausahawan yang tangguh, penuh semangat, tidak putus asa, kuat kerja keras dan tidak menyerah. Seorang wirausaha mempunyai cita-cita tinggi untuk sukses didalam mengelolah kegiatan usahanya/ bisnisnya, cita-cita wirausahawan yang sangat tinggi untuk sukses didalam mengelola kegiatan usaha/ bisnisnya akan menjadi pendorong dan daya tahan dalam menghadapi segala rintangan, hambatan, cobaan dan kendala dalam berwirausaha.
5.      Semangat kewirausahaan yang perlu sekali dimasyarakatkan dan dibudidayakan pada dan oleh para peemimpin pada umumnya dan para pengusaha, semangat kita merupakan obat mujarab untuk mendukung kekuatan kita.
6.      Steers berpendapat bahwa komitmen merupakan kondisi di mana wirausaha sangat tertarik terhadap tujuan, nilai-nilai, dan sasaran perusahaan. Komitmen terhadap perusahaan artinya lebih sekedar keanggotaan formal, karena meliputi sikap menyukai usahanya dan kesediaan untuk mengushakan tingkat upaya yang tinggi bagi kepentingan perusahaan demi pencapaian tujuan.

B.  Saran
            Seperti kita ketahui bahwa motivasi berprestasi ini sangat penting dalam pembentukan sikap berwirausaha. Karena seperti sudah diketahui, bahwa seorang wirausahawan harus mampu berfikir kreatif, dan inovatif, serta memiliki semangat juang yang tinggi, sehingga mampu menanggung segala resiko dalam pengambilan keputusan. Maka kami dari penulis menyarankan, kita sebagai manusia hendaknya mengetahui potensi dalam berwirausaha yang ada dalam diri kita, karena jika seseorang dapat memahami potensi yang ada dalam dirinya maka itu akan mendorongnya untuk memperbaiki kinerjanya dan berupaya untuk meningkatkan lebih tinggi lagi.

















DAFTAR PUSTAKA

http://www.galeripustaka.com/2013/03/pengertian-motivasi-berprestasi.html (Diakses tanggal 23 Maret 2014)
http://www.psychologymania.com/2012/12/pengertian-motivas-berprestasi.html (Diakses tanggal 23 Maret 2014)
Suryana, Yuyus dan Kartib Bayu. Kewirausahaan: Pendekatan Karakteristik Wirausahawan Sukses. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 12/06/2014

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Makalah Motivasi Berprestasi yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top