Teori Tentang Fitrah

Teori Tentang Fitrah - Manusia diciptakan Allah dalam struktur yang paling baik di antara makhluk Allah yang lain. Struktur manusia terdiri atas unsur jasmaniah (fisiologis) dan rohaniah (psikologis). Dalam struktur jasmaniah dan rohaniah itu Allah memberikan ssperangkat kemampuan dasar yang memiliki kecenderungan berkembang, dalam psikologi disebut potensialitas atau disposisi , yang menurut aliran psikologi behaviorisme disebut prepotence reflexes (kemampuan dasara secara otomatis dapat berkembang).

Ilustrasi


Dalam pandangan islam kemampuan dasar atau pembewaan itu disebut dengan fitrah, kata yang berasal dari fatoro yang dalam pengertian etimologi mengandung arti kejadian. 

Kata khalifah berasal dari kata khalafah yang mempunyai makna meneruskan atau mengganti. Manusia diciptakan oleh Allah sebagai khalifah di bumi mempunyai tugas untuk meneruskan dan menjalankan  Fadhil al-Jamaly adalah kemampuan-kemampuan dasar dan kecendrungan-kecendrungan murni bagi setiap individu.amanah Allah di muka bumi ini[4]. Allah SWT menjelaskan tentang keinginanya untuk menciptakan khalifah di bumi:

øŒÎ)ur tA$s% š•/u‘ Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ’ÎoTÎ) ×@Ïã%y` ’Îû ÇÚö‘F{$# Zpxÿ‹Î=yz ( (#þqä9$s% ã@yèøgrBr& $pkŽÏù `tB ߉šøÿム$pkŽÏù à7Ïÿó¡o„ur uä!$tBÏe$!$# ß`øtwUur ßxÎm7|¡çR x8ωôJpt¿2 â¨Ïd‰s)çRur y7s9 ( tA$s% þ’ÎoTÎ) ãNn=ôãr& $tB Ÿw tbqßJn=÷ès? .

Artinya:” ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.(S.Q. Al-Baqarah:30)

Dalam perkembangan potensi manusia ada tiga teori, yaitu teori nativisme, teori empirisme dan teori konvergensi.

1.    Teori Nativisme
Teori nativisme berpendapat bahwa perkembangan anak ditentukan oleh bakat bawaan yang baik atau bakat bawaan yang buruk. Teori ini memandang bahwa anak mempunyai bakat bawaan, pendidikan dalam pandangan teori ini tidak mempunyai peran dalam mengembangkan potensi anak[27]. Al-Qur’an mengakui adanya bakan bawaan yang berupa tauhid sebagai pilihan manusia untuk menuju jalan yang lurus.

Tokoh teori ini adalah Arthur Schopenhaur. Menurut teori ini pendidikan pendidikan tidak mempengaruhi perkembangan manusia atau manusia tidak dapat dididik, karena manusia sudah mempunyai bakat bawaan sejak dari kandungan[28]. Pendidikan yang baik adalah memandang anak didik sebagai subyek yang perlu dibantu untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Dalam dunia pendidikan banyak yang menjadikan anak didik sebagai objek dalam belajar.

Kelamahan dalam teori ini adalah memandang bahwa pendidikan tidak berfungsi apa-apa, karena anak didik mempunyai potensi yang dibawa sejak lahir, atau potensi anak didik dipengaruhi oleh potensi orang tua.jika orang tuanya ahli music, maka anaknya juga akan menjadi ahli musik[29].

2.    Teori Empirisme
Menurut teori empirisme perkembangan anak didik dipengaruhi oleh lingkungan. Pendidikan pada teori ini mempunyai peran yang signifikan dalam mengembangkan potensi anak didik[30]. Tokoh teori impirisme ialah Jhon Lock, teori ini sesuai dengan konsep islam mengenai anak dalam beragama tergantung dari orang tuanya. Dalam konsep tabula rasa anak adalah kertas kosong, dimana pembentukan potensi anak melalui pengalaman, lingkungan dan pendidikan.

Sedangkan bakat pembawaan tidak berpengaruh apa-apa dalam proses perkembangan anak[31]. Pendidikan dalam keluarga sebagai pendidikan awal bagi anak berpengaruh kepada potensi yang dimiliki anak. Dalam keluarga yang broken home sikap seorang anak akan berbeda dengan anak keluarga harmonis.

3.    Teori Konvergensi
Penggagas teori konvergensi ini adalah William Stern,  merupakan perpaduan dari teori nativisme dan empirisme. Teori ini memandang bahwa perkembangan anak tidak menafikan bakat bawaan dan factor pengalaman dan lingkungan. Setiap anak yang lahir mempunyai bakat bawaan dan perkembangan bakar bawaan akan bertambah atau berkurang melalui proses pengalaman, lingkungan dan pendidikan[32].

Konsep islam memndang bahwa manusia mempunyai potensi sejak lahir, namun potensi ini memelukan stimulus dari luar  dalam mengembangkan bakatnya. Seorang anak yang sejak lahir mempunyai bakat music tidak akan menjadi pemusik yang mahir tanpa mengikuti pendidikan musik atau pengalaman-pengalaman dalam bermusik, pengalaman bisa didapatkan melalui pengalamannya dengan lingkungan atau melalui pendidikan.

Al-Qur’an sebagai acuan dasar pendidikan Islam dalam menerangkan teori belajar mengajar telah memberikan konsep terhadap pemikiran yang terdapat aliran nativisme, empirisme dan konvergensi. Dalam hal ini, al-Qur’an menegaskan bahwa pembawaan seorang anak (peserta didik) sejah lahirnya disebut fitrah, dan fitrah ini adalah dasar keagamaan yang dimiliki oleh setiap orang. Fitrah menurut al-Qur’an di samping dapat menerima pengaruh dari dalam (keturunan) juga dapat menerima pengaruh dari luar (lingkungan). Untuk mengembankan fitrah ini, maka sangat pendidikan kedudukan pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 11/30/2014

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Teori Tentang Fitrah yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top