Cara Perkembangbiakan Jamur

Jamur berkembang biak dengan spora yang dihasilkan secara aseksual atau seksual. Hifa yang khusus sebagai penghasil spora menghasilkan spora haploid (kromosom tidak berpasangan). Jika kondisi lingkungan memungkinkan, jamur menghasilkan banyak spora secara aseksual. Spora terbawa angin atau air, mendarat di tempat yang lembap, kemudian berkecambah. Miselium membentuk suatu badan penghasil spora yang bersifat haploid.



Reproduksi seksual terjadi ketika ada perubahan lingkungan. Ada duatahapan reproduksi seksual, yaitu plasmogami dan kariogami. Plasmogamiadalah penyatuan sitoplasma dua miselia yang berdekatan. Plasmogami akanmenghasilkan suatu tahap dikariotik (n+n) karena nukleus haploid darimasing-masing induk membentuk pasangan, tetapi tidak menyatu. Kariogamiadalah penyatuan dua inti haploid, menghasilkan inti diploid (kromosomberpasang-pasangan). Sel diploid mengalami pembelahan meiosis langsung.Siklus hidup pada sebagian besar jamur meliputi tiga fase, yaitu haploid (n),dikariotik (n + n), dan diploid (2n). Perkembangbiakan secara seksualmerupakan salah satu ciri yang dijadikan dasar klasifikasi jamur.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 10/15/2012

Ditulis Oleh : Budhii Yanto ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Cara Perkembangbiakan Jamur yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top