-->
Motivasi Menulis

Cerita Asal Usul Nama Surabaya

Cerita Asal Usul Nama Surabaya - Pada zaman dahulu, di lautan luas sering terjadi perkelahian antara ikan hiu yang dikenal dengan nama Ikan Sura dan Buaya. Mereka berkelahi hanya karena berebut mangsa. Keduanya samasama kuatnya, sama-sama tangkasnya, sama-sama cerdiknya, samasama ganasnya, dan sama-sama rakusnya. Selama mereka berkelahi, belum pernah ada yang menang ataupun yang kalah. Oleh karena itu, mereka kemudian jemu untuk terus berkelahi.

Kota Surabaya

”Aku bosan terus-terusan berkelahi, Buaya,” kata Ikan Sura.
”Aku juga, Sura. Lalu, apa yang harus kita lakukan agar kita tidak lagi berkelahi?” tanya Buaya. 
Ikan Hiu Sura yang sudah memiliki rencana untuk menghentikan perkelahiannya dengan Buaya, memang telah memiliki satu cara.

”Untuk mencegah perkelahian di antara kita, sebaiknya kita membagi daerah kekuasaan menjadi dua. Aku berkuasa sepenuhnya di dalam air dan harus mencari mangsa di dalam air, sedangkan kamu berkuasa di daratan dan mangsamu harus yang berada di daratan. Sebagai batas antara daratan dan air, kita tentukan batasnya, yaitu tempat yang dicapai oleh air laut pada waktu pasang surut. Bagaimana, Buaya?”

”Baiklah aku terima usulmu yang bagus itu!” jawab Buaya. 
Pembagian daerah kekuasaan itu ternyata memang telah membuat perkelahian antara Ikan Sura dan Buaya sudah tak terjadi lagi. Mereka menghormati daerah kekuasaannya masing-masing. Selama mereka mematuhi kesepakatan yang telah mereka buat bersama, keadaan aman dan damai.

Akan tetapi, pada suatu hari, Ikan Sura mencari mangsa di sungai. Hal itu dilakukan dengan sembunyi-sembunyi agar Buaya tidak mengetahui. Akan tetapi, Buaya memergoki perbuatan Ikan Sura itu. Tentu saja Buaya sangat marah melihat Ikan Sura melanggar janjinya. Buaya segera menghampiri Ikan Sura yang sedang menikmati mangsanya di sebuah sungai.

”Hai, Sura, mengapa kamu melanggar peraturan yang telah kita sepakati berdua? Mengapa kamu berani memasuki sungai yang merupakan bagian dari wilayah kekuasaanku?” tanya Buaya. Ikan Sura yang tak merasa bersalah tenang-tenang saja.
”Aku melanggar kesepakatan? Bukankah sungai ini berair. Bukankah aku sudah bilang bahwa aku adalah penguasa di air? Nah, sungai ini, kan, ada airnya, jadi juga termasuk daerah kekuasaanku,” kata Ikan Sura.
”Apa? Sungai itu, kan, tempatnya di darat, sedangkan daerah kekuasaanmu ada di laut, berarti sungai itu adalah daerah kekuasaanku!” Buaya ngotot.
”Tidak bisa. Aku, kan, tidak pernah bilang kalau di air hanya air laut, tetapi juga air sungai,” jawab Ikan Sura.
”Kalau begitu kamu mau membohongiku lagi? Baiklah kita buktikan siapa yang memiliki kekuatan yang paling hebat, dialah yang akan menjadi penguasa tunggal!” kata Buaya. Mereka berdua
terus cekcok, masing-masing berusaha mengemukakan alasan alasannya, masing-masing pun saling menolak dan saling ngotot mempertahankan kebenaran-kebenaran dari alasan-alasannya sendiri.

Akhirnya, mereka berkelahi lagi. Pertarungan sengit antara Ikan Sura dan Buaya terjadi lagi. Pertarungan kali ini makin seru dan dahsyat. Mereka saling menerjang dan menerkam, saling menggigit dan memukul. Dalam waktu sekejap, air di sekitarnya menjadi merah oleh darah yang ke luar dari luka-luka kedua binatang itu. Kedua binatang raksasa itu tanpa istirahat terus bertarung mati-matian.

Dalam pertarungan sengit itu, Buaya mendapat gigitan Ikan Sura di pangkal ekornya sebelah kanan. Selanjutnya, ekornya itu terpaksa selalu membelok ke kiri. Akan tetapi, buaya puas karena telah dapat mempertahankan daerahnya. Ikan Sura telah kembali lagi ke lautan. Peristiwa pertarungan antara Ikan Sura dan Buaya itu mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat Surabaya. Oleh karena itu, nama Surabaya selalu dikait-kaitkan dengan peristiwa itu. Lambang Ikan Sura dan Buaya bahkan dipakai sebagai lambang Kota Madya Surabaya.

Mongcongloe Kota Baru Mamminasata

Moncongloe, nama ini masih sangat asing anda dengar bagi anda yang berada di luar maros dan Makassar. Namun bagi anda yang berada di Maros dan sekitaran  Makassar pasti anda kenal nama daerah ini. Yah, Moncongloe merupakan nama kecamatan di Maros yang terletak di sebelah selatan Maros, berbatasan langsung dengan Makassar dan Gowa. Moncongloe awalnya hanya nama sebuah desa saat masih bergabung dengan kecamatan Mandai, tetapi sejak 2003 nama desa ini diangkat menjadi nama sebuah kecamatan hasil pemekaran dari kecamatan Mandai.

Kecamatan Mongcongloe di kenal dengan julukan tanah merah, karena daerah ini terkenal sebagai penghasil tanah merah. penghasil singkong, mangga, dan jagung, sehingga jika sudah musim jagung, banyak orang yang berkunjung ke daerah ini. Moncongloe bisa diakses dengan menggunakan roda dua maupun roda empat dari arah batangase mandai, dan dari arah Bumi Tamalanrea Permai (BTP) atau Daya Makassar. jaraknya 20 Km dari Ibukota Maros Turikale, dan 15 km dari pusat kota makassar.

Peta Kecamatan Mongcongloe
(http://ucuchobra.blogspot.com)

Mongcongloe punya banyak catatan sejarah, dalam situs berita nasional Republika.co.id, menyebutkan bahwa sejak 1968, daerah yang memiliki 5 desa ini menjadi tempat pengasingan tahanan Politik yang dianggap PKI oleh pemerintah masa transisi Orde Baru. Karena tempat ini dianggap sangat memiliki potensi hutan yang sangat baik. Di Moncongloe ini memiliki Gunung yang sangat unik, jika kita melihatnya dari arah Sudiang atau BTP, kita dapat melihat bukit yang memiliki bentuk bangun trapezium, nah itulah bukit yang ada di Moncongloe. 

Tempat pengasingan PKI di Moncongloe tahun 1968 (republika.co.id)

Di balik kisah sejarahnya, di masa depan nampaknya Moncongloe akan bersolek jadi sebuah Kota Modern. Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan telah menetapkan Moncongloe bersama kecamatan Pattallassang Gowa sebagai kota baru dari kawasan metropolitan yang digadang-gadang menyerupai Jabodetabek yanga ada di Jakarta yaitu Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar). 

Proyek Mamminasata merupakan proyek bersama antara Pemprov Sulsel dengan JICA dari jepang yang selaku penggalang dana dari proyek ini. Di sebuah kota besar kelas metropolitan dibutuhkan suatu tempat penampungan yang strategis yang menampung jumlah penduduk yang terus bertambah di kawasan Mamminasata yang meliputi Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar, maka dipilihlah Moncongloe yang dianggap sangat strategis, dekat dengan pusat kota Bisnis Makassar, dekat dengan bandara, dan masih memiliki lahan yang luas yang dijadikan pemukiman.

Rancangan Kampus 2 PNUP di Moncongloe
(http://serbamurni.blogspot.com)
Kenyataannya sekarang jika kita jalan-jalan ke daerah yang juga dijuluki tanah merah ini, sudah kita temukan tanda-tanda yang kelak menjadi kota masa depan. Misalnya telah dibangun tepat di daerah Moncongloe, kampus 2 Politeknik Negeri Ujung Pandang, yang pengerjaannya hampir rampung, kampus ini dibangun di tanah seluas 30 hektar, yang menyedot anggaran negara 400 miliar, dilihat dari rancangan gambar, kampus ini begitu megah, yang berdiri di bekas persawahan moncongloe. Disamping itu pula sudah banyak dibangun perumahan-perumahan modern, banyaknya penjualan tanah kavling di daerah ini juga menunjukkan bahwa orang-orang berlomba menanamkan investasinya, karena nantinya mereka akan mendapatkan keuntungan jika kota baru benar-benar terwujud. Dan disamping itu,  ada kabar yang menyebutkan  bahwa Pihak Bosowa akan mendirikan Waterboom di daerah penghasil singkong ini. Kelak nantinya juga sebagai kota Baru, di master plan Mamminasata yang sudah di kaji pihak JICA sebagai lembaga yang membiayai, di daerah Moncongloe akan dilintasi jalan tol yang akan menghubungkan bandara Sultan hasanuddin, dari Pattalassang Gowa. 

Patut kita tunggu pembangunan selanjutnya, dan jika benar-benar terwujud, kelak Moncongloe akan dibanjiri pendatang-pendatang dari Makassar, Gowa, Takalar, dan berbagai daerah lainnya untuk beramai-ramai tinggal di Moncongloe, dan Maros sebagai induknya juga mendapatkan manfaat dari segi pertumbuhan ekonomi.

Pengalaman Pendidikan Berdasarkan Teori Psikologi

PERHAATIAN ! Jika anda membacanya, pasti anda akan mengira saya sombong. Ini cuman Tugas Final mata Kuliahku Psikologi Pendidikan, saya menghubung2kannya dengan teori, tapi kisah dibawah benar-benar nyata.......... Silahkan Membaca

Nama saya Budianto, yang lahir di Maros di sebuah desa kecil, 20 tahun silam. Awalnya saya mengenyam pendidikan dari ayahku sendiri, karena mereka tidak memasukkan saya ke TK seperti anak seusia saya waktu itu yang memulai pendidikannya lewat TK. Tetapi dari situlah, hanya bermodalkan mengajari saya menghitung punya dampak bagi saya sampai sekarang. Awalnya mau dikasih masuk SD tahun1998 di usia 6 tahun, tetapi saya waktu itu tidak mau, dan akhirnya pun dimasukkan setahun kemudian.

Pada masa SD, Alhamdulillah saya kebanyakan mendapatkan peringkat pertama, dengan nilai yang menonjol adalah matematika, di kelas 2 SD saat belajar perkalian, saya lah murid yang pertama cepat tahu, saya pun disuruh ajari teman-teman yang lain. Sempat saya tidak mendapat rengking waktu kelas 3 catur wulan 3,  karena sering sakit-sakitan dan banyak pelajaran yang saya tinggali, termasuk ulangan., yang membuat saya waktu itu tidak mendapatkan peringkat kelas. Jadi pas sampai ke rumah, saya dimarahi dan inilah membuat saya tertekan dalam belajar. Tapi Alhamdulillah sampai kelas 5 mendapat peringkat 1 terus. Tapi itu tidak berlanjut lagi di kelas 6 dimana saya mendapatkan peringkat ke-3, awalnya kembali takut, namun lama-lama perasaan takut itu pun hilang.

 Ke jenjang ke-2 yaitu SMP saya melanjutkannya di Makassar tepatnya di SMPN 34 Makassar karena kebetulan juga, ada nenek juga yang menetap di sekitaran sekolah menengah pertama itu. Awalnya ingin di sekolahkan di Maros, tapi melihat perkembangan teman-teman saya yang pada nakal-nakal, jadi akhirnya disekolahkan di Makassar. Di awal hingga akhir sekolah , saya sangat menikmati karena dengan sekolah baru, daerah baru, saya bisa memiliki banyak teman. Di SMP juga, nilai matematikaku selalu yang menonjol dari nilai-nilai lainnya, sempat suatu ketika, waktu ulangan akhir, saya satu-satunya yang lolos. Sempat juga gara-gara matematika, sebuah bimbel menunjuk saya mewakili sekolah ke olimpiade matematika, tapi karena tidak ada izin dari sekolah , perwakilan sekolah pun tidak ada di olimpiade tingkat smp waktu itu.

Ke tingkat Sekolah menegah Atas, saya sekolah di dekat rumah nenek juga, yaitu di SMA Negeri 18 Makassar, disini kebanyakan yang saya temui adalah teman-teman dari SMP dan ada juga teman dari SD yang sekolah disini. Masa SMA, disini saya lebih banyak mendapatkan guru-guru yang sensitif. Pernah suatu ketika kelas 2 SMA, pada saat belajar, tidak sengaja juga ketawa keras bersama temanku, jadi akhirnya waktu itu di kasih keluar dan tidak boleh mengikuti pelajarannya hingga selesai. Sempat panik juga dibuatnya, karena  saya pikir bisa-bisa tidak bisa naik kelas kalau begini. Jadi akhirnya saya sempatkan minta maaf dengan beliau, dan Alhamdulillah dimaafkan tapi waktu itu disuruh buat surat pernyataan. Naik di kelas 3, lagi-lagi mendapatkan hal yang kurang baik, saat seluruh teman kelasku dihukum memutari lapangan gara-gara ada salah satu teman yang tidak mengumpulkan tugasnya. Padahal guru yang menghukum kami semua ini adalah guru yang membiayai semua keperluan sekolahku kelas dua dan kelas tiga seperti Pembayaran uang komite, beli buku dan koperasi, dan sampai baju pun beliau yang belikan, guru-guru yang lain pun menyebutnya saya ini anak angkatnya. Saya sangat berterimah kasih kepada beliau, karena memang saya berada dalam kesulitan ekonomi. Di masa SMA juga, Nilai Matematika Alhamdulillah lagi-lagi yang menonjol, akibatnya saya sering ditunjuk untuk mewakili sekolah ke ajang lomba mata pelajaran Matematika, termasuk ikut Olimpiade Matematika, tapi gagal, karena kami perwakilan sekolah terlambat datang di lokasi acara.
Untuk memasuki ke jenjang yang lebih tinggi lagi saya perlu berusaha keras, karena gara-gara kesulitan ekonomi keluarga saya. Jadi waktu itu, karena  sukanya mencari tahu informasi lewat internet, Alhamdulillah dapat juga informasi beasiswa ke jenjang S1, dan beasiswa yang ingin saya dapat ini adalah beasiswa Bidik Misi. Untuk mendapatkan beasiswa ini perlu usaha keras, karena sekolah waktu itu kurang informasi juga, jadinya saya yang harus bergerak memberitahu kepala sekolah, guru, dan Alhamdulillah di respon. Suatu ketika menjelang batas terakhir pendaftaran SNMPTN Jalur undangan, ternyata  akreditasi sekolah saya berakhir. Dan akreditasi inilah jadi syarat mendaftar SNMPTN Undangan dan Bidik Misi. Informasinya saya dapat lewat internet, dan tidak ada nama SMA 18 Makassar di daftar akreditasi itu. Jadi saya sempat bertanyaa ke guruku, serta kepala sekolah, yang awalnya bilang akreditasinya ada. Tapi mereka pun akhirnya sadar, setelah saya jelaskan semua. Dan sekolah pun bergerak mengurus semua, dan akhirnya pas hari terakhir Alhamdulillah keluar dengan nilai B+. guru-guruku semua akhirnya bergerak semua mendaftarkan siswa-siswa yang berprestasi peringkat 1-10. Dan Alhamdulillah waktu itu saya peringkat dua. Saya sempat bingung memilih jurusan, tapi akhirnya saya memilih favoritku Matematika UNM, TIK UNM, dan KesMas Unhas. waktu itu juga sempat guru saya yang mendaftarkan kami ke databes kemendiknas, lupa memasukkan saya ke data calon penerima bidik Misi, tapi akhirnya terdaftar juga karena saya yang mengingatkan.

Singkat cerita, saat pengumuman tiba, ternyata saya tidak lulus. Sempat kecewa, terus saya berpikir , masih ada jalan. SNMPTN Tulis. Di SNMPTN Tulis mencoba mengambil matematika UNM kembali sesuai apa yang saya inginkan, terus pilihan kedua saya bingung, tapi akhirnya saya mencoba mengambil pend. Biologi UIN. Di jalur ini, saya tidak mengambil jalur bidik misi karena kecerobohan saya yang mengambil 2 universitas, padahal aturan bidik misi hanya satu universitas. Tapi tidak apa-apa intinya berdoa saja. Terus saya lalui ujiannya, dan saat pengumuman tiba, Alhamdulillah Lulus di jalur ini. Tetapi yang membuat saya tidak terlalu senang adalah jurusan yang saya lulusi itu tidak sesuai dengan minat saya, yang menyukai perhitungan, terus ke dua biaya kuliah. Jadi pas malam pengumuman itu jadi gelisah apalagi orangtua tidak sanggup untuk membiayai saya, apalagi jarak rumah ke kampus UIN alauddin yang sangat jauh, besoknya saya cek kepastiannya di warnet buka situs UIN Alauddin, dan Alhamdulillah rejeki memang tidak kemana. Nama saya tertera Bidik Misi, kaget juga karena sempat tidak daftar ulang di SNMPTN Tulis, tapi itu mungkin pengaruh di jalur snmptn undangan. Saya pun akhirnya kuliah di jurusan yang sebenarnya saya tidak suka, karena banyak penghafalannya terus otakku hanya mampu menganalisa soal logika. Tetapi dalam benak saya, “ini sudah rejekimu lulus disini, jadi jalani saja”. Dan lama kelamaan saya pun mulai beradaptasi dengan materi-materi Biologi.
Dari kisah saya diatas, teori psikologi pendidikan yang cocok adalah teori Multiple Intellegences. Yang dikemukakan oleh Howard Gardner tahun 1999, yang telah mengedentifikasi kecerdasan seseorang yang terbagi menjadi 10 kecerdasan, salah satunya kecerdasan logika-matematika. Kecerdasan ini yang ada pada diri saya, Sejak saya kecil saya sudah diajari menghitung, dari SD hingga SMA juga saya memiliki nilai yang bagus pada mata pelajaran matematika, karena otak saya cepat sekali memahami/menangkap materi yang berbau hitungan(angka-angka). Tetapi pada akhirnya, karena taqdir atau rejeki dari Tuhan, saya tidak kuliah di jurusan yang saya inginkan, tapi saya juga percaya bahwa itu semua pasti ada hikmahnya. 
Adapun ayat yang sesuai dengan Kecerdasan Logika-matematika ini yaitu pada surah Al-Ankabut ayat 43 yang berbunyi:
Artinya: Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami (Allah) buatkan untuk manusia; dan tidak dapat memahaminya kecuali orang yang berilmu.”
          Ayat diatas bermakna bahwa, kita disuruh berpikir secara logis, menyimpulkan  apa yang telah menjadi perumpamaan yang telah diberikan Allah, tentang bergantinya siang dan  malam,  terjadinya langit dan bumi, dan lain-lain. 


Keong Mas (English Version)

Keong Mas (English Version)

Kertamarta king is the king of the kingdom of Daha. King have two daughters, his name and Candra Dewi Galuh Kirana is beautiful and good. Candra Kirana was betrothed to Crown Prince Royal Kahuripan Raden Inu is the good and wise Kertapati.
      Kertamarta king is the king of the kingdom of Daha. King has two daughters, his name Goddess Candra Kirana Galuh and beautiful and good. Candra Kirana already betrothed by Royal Crown Prince Raden Inu Kertapati Kahuripan the good and wise.
      But Candra Kirana siblings are very jealous of Maya Galuh Candra Kirana,
because Galuh Maya put a heart on the Raden Inu then Galuh Maya meet grandma
magic to curse Candra Kirana. He also slander so Candra Kirana expelled from the Palace. When Candra Kirana walking down the beach, my grandmother came magic and bewitched him a golden snails and throw it into the sea. But the magic is lost when the golden snail meet her fiance.
      One day a grandmother is looking for fish with nets, and transported gold snail. Brought home the Golden Conch and placed in jars. The next day the grandmother was looking for fish again in the sea but not seekorpun obtained. But when he
in his cabin until he was shocked because it was available dishes
delicious. The old woman wondered who send this dish. Similarly, the next day the old woman underwent similar events, the next morning the grandmother pretended to sea he had a peek at what happens, it turns golden snails
turned into a beautiful girl and direct cooking, then grandmother admonished him "who the hell you princess beautiful? '"I am the daughter of an enchanted kingdom of Daha  a slug of gold by my brother because he was jealous kepadak u "the golden snail, Candra Kirana then turned back into a golden snail. Grandma was stunned to see it.
      While Inu Kertapati prince would not say anything when Candra Kirana know
disappeared. She began to look for a way disguised as ordinary people. Grandmother magic finally out and transformed himself into a raven to harm Raden Inu Kertapati. Raden Inu Kertapati shocked to see a crow that can
speech and identify its purpose. He considered it sacred and the crow
Raden Inu obeyed when given the wrong direction. Journey Raden Inu
met a grandfather who was starving, my grandfather gave it to eat.
Apparently my grandfather was a good magic. He has helped Raden Inu of crows
it.
      Grandfather was a crow hit with his stick, and the bird up in smoke. Raden Inu finally told where Candra Kirana is located, he sent it away Raden Dadapan village. After walking for days Dadapan came to the village. He went to a
hut he saw to ask for a sip of water since his supply had run out.
But she was very surprised, because from his window he saw her fiance is
cooking. Finally, the magic is lost because of an encounter with Raden Inu. But at
when it appears the owner of the hut and the grandmother's daughter Candra Kirana introduce Raden Inu the grandmother. Raden Inu finally bring his fiancee to the palace, and Candra Maya Kirana told the king acts Galuh Kertamarta.
      Sire apologize to Candra Kirana and vice versa. Maya Galuh punished
in kind. Out of fear, Galuh Maya fled to the woods, then he stuck
and fell into a ravine. Candra Kirana and eventually married Raden Inu
Kertapatipun place. They bring a good-hearted grandmother Dadapan it to the palace and they lived happily.
Bina Akrab Bidik Misi UIN Alauddin

Bina Akrab Bidik Misi UIN Alauddin

Bidik MisiHari sabtu 8 Oktober 2011, bertempat di Audotorium UIN Alaudddin diadakan bina akrab antara penerima Bidik Misi tahun 2011 (angkatan ke-2) dengan penerima Bidik Misi tahun 2010 (angkatan ke-1),serta pemerintah Provinsi Sulsel dan civitas akademik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Hadir sebagai wakil pemerintah di acara ini adalah Andi Andry Arief Bulu Dg.Nakku selaku wakil ketua DPRD Provinsi SULSEL dan juga sebagai duta baca Makassar. Juga hadir general manager program Gerakan Makassar Gemar Membaca (GMGM) pak Yudi yang bertindak sebagai moderator dari Pak AAB (sapaan akrab Andry Arief Bulu). Wakil dari akademik UIN Alauddin adalah Ibunda Nuraeni Gani selaku kepala biro bagian akademik UIN.


Acara Bina Akrab (ta’aruf)  ini merupakan rangkaian dari penyambutan Mahasiwa baru Program Bidik Misi UIN angkatan 2011. Acara ini diawali oleh materi yang diberikan oleh Pak AAB, tapi sebelum beliau memberikan materi , Pak Yudi memberikan senam kecil-kecilan yang membuat para peserta terbahak-bahak , juga diputarkan Video bagaimana situasi di negeri ini baik yang membuat kita takjub dan yang membuat kita sedih melihatnya. Dalam materi yang diberikan Pak AAB, beliau hanya sedikit memberikan motivasi dan mengajak para mahasiswa untuk memulai pendidikan dalam usia muda. Wakil ketua DPRD ini juga berpesan bahwa bukan golongan besar, bukan golongan berkuasa yang dapat meraih kesuksesan, yang dapat mampu meraih kesuksesan itu adalah orang yang mampu menjaga eksistensi perubahan. Dan 3 Pesan yang paling beliau utamakan yaitu : Aktif, Amanah dan Bersahaja. Karena dari pesan AAB itu (seperti singkatan namanya) kita sebagai calon penerus bangsa bisa mengembangkan potensi dari negara kita ini. Terakhir duta baca Makassar ini menyampaikan kepada Mahasiswa Bidik Misi UIN janganlah berpikir untuk selalu ingin jadi PNS, berusahalah menjadi seorang pengusaha atau seorang entrpreneur Muda dan Pak AAB juga berjanji kepada kami mahasiswa Bidik Misi UIN Alauddin untuk memfasilitasi sebuah pelatihan/workshop menjadi seorang pengusaha muda, ini juga merupakan permintaan dari Ibunda Eni.

Materi kedua dibawakan oleh Ibunda Nuraeni Gani tentang penjelasan/orientasi Bidik Misi. Beliau dalam materinya menjelaskan kepada mahasiswa tentang landasan, visi, misi, dan Tujuan dari program  Beasiswa Bantuan Pendidikan Mahasiswa miskin dan Berprestasi (Bidik Misi). Dalam penjelasannya di UIN pada tahun 2010 hanya diberi jatah 90 orang, pada tahun 2011 pemerintah khususnya Kementrian Pendidikan Nasional yang bekerja sama dengan Kementrian Agama melalui APBN-P menambah jatah UIN 50 0rang atau menjadi 140 orang dan Ibunda berharap pada tahun 2012 jatah UIN Alauudin bisa mencapai 200 orang.

Materi ketiga dibawakan oleh salah satu penerima Bidik Misi yaitu Kak Ilmi. Materi yang ia bawakan ialah tentang Kemahasiswaan. Beliau sendiri lebih menekankan bahwa mahasiswa itu harus R.A.K.U.S yaitu Rasional, Analisis, Kritik, Universal, dan Sistematis.
Acara terakhir adalah perkenalan dan games. Dalam games ini kami sekali-kali tertawa karena ulah dari salah satu mahasiswa.

Back To Top