Keberagaman dan Status Minoritas

Keberagaman dan Status Minoritas - Keberagaman budaya ialah suatu konsep yang luas yang mencakup keberagaman ras, etnis, dan social. Ras ialah suatu klasifikasi yang menekankan perbedaan-perbedaan biologis atau psikologis. Di Amerika Serikat, ras minoritas meliputi orang Amerika Serikat keturunan Afrika, penduduk asli Amerika Serikat, orang Amerika Serikat keturunan Asia, dan orang Amerika Serikat keturunan Spanyol.

Keberagaman

Ungkapan orang kulit berwarna membedakan orang-orang yang harus berurusan dengan penindasan dan kerentanan yang didasarkan atas diskriminasi ras. Tidak ada diskriminasi “yang demikian berakar, tetap ada, dan keras seperti yang didasarkan atas warna kulit” (Hopps, 1982: 3, dalam DuBois & Miley, 2005: 162). Warna kulit menciptakan hambatan-hambatan bagi orang Amerika Serikat keturunan Afrika, penduduk asliAmerika Serikat, orang Amerika Serikat  keturunan Asia, dan orang Amerika Serikat keturunan Spanyol, dengan cara-carayang tidak dialami oleh kelompok- kelompok etnis yang dapat bergabung ke dalam masyarakat yang didominasi oleh orang kulit putih (Lum, 2004). Orang kulit berwarna pada khususnya rentan terhadap kondisi-kondisi ekonomi, politik, dan sosial yang mencerminkan iklim rasisme dan diskriminasi.

Etnisitas mengacu kepada kelompok-kelompok populasi yang khas yang dibatasi oleh sifat-sifat dan kebiasaan-kebiasaan yang sama. Kelompok-kelompok semacam ini antara lain ialah kaum imigran, pengungsi, dan orang-orang yang dikaitkan dengan afiliasi keagamaan yang sama. Etnisitas meliputi perbedaanperbedaan budaya dan menekankan suatu etika budaya yaitu nilai-nilai, harapan-harapan, dan simbol-simbol suatu kelompok. Faktor-faktor yang mempersatukan kelompok-kelompok etnis antara lain ialah ikatan-ikatan sosial berdasarkan suatu asal usul yang sama, suatu identitas etnis yang khas, dan nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, serta perilaku-perilaku yang sama (Lum, 2004). 

Perbedaan-perbedaan budaya mengidentifikasikan kelompok dan membedakan mereka dari satu sana lain oleh perilaku yang dipandu, distrukturkan, dan diwariskan dengan makna.

Perbedaan di antara kelompok-kelompok terjadi dalam kaitan dengan pandangan dunia dan dalam perspektif tentang hakekat manusia serta nilai-nilai yang disampaikan melalui bahasa, sosialisasi, bentuk-bentuk kesenian, dan artifak (Devore & Schleisinger, 1999). Kebudayaan kaum minoritas tertentu mendefinisikan sistem dukungan keluarga, memberikan identitas diri dan harga diri, dan menanamkan suatu filosofi etnis dan pandangan tentang kehidupan. Semua faktor-faktor ini merupakan sumberdaya-sumberdaya potensial pada waktu krisis dan stres (Lum, 2004). Selama bertahun-tahun, pekerja sosial profesional menggunakan istilah kelompok minoritas dan kelompok etnis secara bertukar.

Menurut perspektif konflik dalam sosiologi, status minoritas mempengaruhi kesejahteraan sosio-ekonomi dan penerimaan sosio-budaya (Devore & Schleisinger, 1999). Dengan cara ini, istilah minoritas dapat mengacu kepada kelompok-kelompok seperti kaum perempuan, lanjut usia, orang cacat, dan homoseksual, yang kurang memiliki akses kepada kekuasaan daripada kelompok yang dominan. Populasi yang memiliki status minoritas ini diberikan status minoritas karena stratifikasi sosial, kemiskinan, kecacatan, gaya hidup, usia, dan seks yang berbeda secara sosial. Populasi yang dominan sering mengambil keuntungan dari status minoritas yang kurang beruntung untuk menindas orang-orang yang berbeda secara sosial.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 3/07/2016

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Keberagaman dan Status Minoritas yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top