Pengertian Seni

Pengertian Seni - Seni merupakan ekspresi hasrat manusia akan keindahan. Oleh karena itu, hasil karya seni selalu dikaitkan dengan keindahan. Sudut pandang keindahan seni sangat subjektif, setiap orang berbeda dalam menentukan suatu hasil karya seni itu indah atau tidak. Hal ini disesuaikan dengan latar belakang dan pemahaman orang yang menilai suatu karya seni. Banyak pertentangan yang muncul dalam berkarya seni saat ini. Hal ini terjadi karena sudah tidak ada batasan seseorang dalam menghasilkan karya seni, sehingga orang tersebut dapat dengan bebas menghasilkan karya seni meskipun harus bertentangan dengan keyakinan orang lain atau dapat merendahkan martabat seseorang.
Pengertian Seni

Berdasarkan bentuknya, kesenian dibagi atas tiga kategori, yaitu seni rupa (visual arts), seni pertunjukan (performing arts), dan seni arsitektur. Meskipun banyak yang berpendapat bahwa seni arsitektur bisa saja masuk ke dalam seni rupa, namun keunggulan seni arsitektur tidaklah semata-mata terletak pada unsur estetiknya, tetapi lebih sering ditentukan oleh faktor fungsionalnya. Bagaimanapun harus diakui bahwa ketiga kategori ini dalam kenyataannya saling mendukung dan memperkuat. Bahkan, salah satu cabang seni pertunjukan, yaitu teater, sebenarnya bisa dianggap sebagai seni yang serba menyeluruh.

Menurut Koentjaraningrat, ada dua seni besar yang dapat dinikmati, yaitu seni rupa (kesenian yang dinikmati oleh manusia dengan mata) dan seni suara (kesenian yang dinikmati oleh manusia dengan telinga). Seni rupa, di antaranya seni patung, seni relief (termasuk seni ukir), seni lukis, (gambar), dan seni rias.

Adapun seni musik terdapat seni vokal (menyanyi) dan seni sastra yang terdiri atas prosa dan puisi. Kesenian yang meliputi kedua bagian tersebut adalah seni gerak atau seni tari, karena kesenian ini dapat dinikmati dengan mata maupun telinga. Adapun kesenian yang meliputi keseluruhannya, yaitu seni drama, karena kesenian ini mengandung unsur-unsur dari seni lukis, seni rias, seni musik, seni sastra, dan seni tari, yang diintegrasikan menjadi suatu kebulatan. Seni drama bisa bersifat tradisional seperti wayang Jawa atau bisa bersifat modern dengan teknologi modern seperti film.

Kategori antara seni rupa dan seni pertunjukan, baik yang tradisional maupun kontemporer, dapat pula dibedakan antara kesenian keraton yang memperlihatkan tingkat kerumitan yang tinggi dan kesenian rakyat (folk art). Disisi lain, pusat-pusat kebudayaan pantai memberi corak yang khas yang dipengaruhi olehkebudayaan-kebudayaan pedagang Islam. Seni merupakan salah satu unsur kebudayaan.

Berkembangnya suatu karya seni dapat berakibat pada perkembangan suatu kebudayaan. Misalnya berbagai tarian yang memadukan antara seni tari dan seni rupa (seni rias, membuat busana daerah, dan seni suara), seperti kebudayaan Aceh terkenal dengan Tari Saman, Batak terkenal dengan Tari Tor-Tor dan kain ulosnya, Bali terkenal dengan Tari Kecak, Jawa terkenal dengan kain batiknya, serta Cina terkenal akan kainnya yaitu Sutra. Hasil seni dalam bentuk kain itu terkenal bukan hanya karena bahan dasar untuk membuat kain tersebut, tetapi juga motif-motif yang menampilkan ragam hias tersendiri di setiap daerahnya, seperti batik Cirebon memiliki motif yang berbeda dengan batik Solo dan kain songket dari Sumatra Selatan memiliki motif yang berbeda dengan kain ulos.

Seni arsitektur banyak menampilkan kekayaan berbagai kebudayaan daerah, seperti istana atau bangunan-bangunan di berbagai kerajaan yang ada di Indonesia. Misalnya, Istana Maemun di Medan memilikiarsitektur yang berbeda dengan keraton Kasepuhan di Cirebon danIstana Kesultanan Ternate di Maluku Utara. Adapun rumah ibadah baik itu candi-candi atau masjid-masjid misalnya Masjid Baiturrahman di Aceh berbeda dengan Masjid Sunan Kudus yang kental dengan pengaruh Hindunya. Begitu juga candi bagi penganut agama Hindu yang memiliki arsitektur yang berbeda dengan candi penganut agama Buddha. Rumah adat berbagai suku dari Aceh, Batak, Bugis, Tanah Toraja, Dayak, Minangkabau, Sunda, Jawa sampai Papua yang beranekaragam, juga berbagai jenis perahu tradisional suku-suku di pesisir pantai seperti Bugis, Makassar, dan Ambon.

Perkembangan kesenian sering ditentukan oleh lapisan sosial pendukungnya, seperti gamelan Jawa yang merupakan seni keraton dan reog Ponorogo atau tayuban merupakan seni yang lebih merakyat. Fungsi dan kedudukan bentuk serta perwujudan seni, seperti bentuk tari, memiliki tempat dan fungsi yang berane ka ragam. Ada yang lebih terkait dengan upacara kekeratonan, ada yang lebih dekat dengan ritual keagamaan, dan ada pula yang berfungsi untuk bersenang-senang.

Fungsi dari kesenian, di antaranya:
a. sebagai sarana penghormatan terhadap keluarga kerajaan atau tamu kehormatan;
b. sebagai bagian dari ritual keagamaan;
c. sebagai sarana hiburan;
d. sebagai sarana pengembangan kesenian itu sendiri;
e. ciri dari suatu lapisan masyarakat;
f. ciri yang dapat membedakan kehidupan masyarakat di pegunungan atau daerah pesisir.

Di Indonesia, seni berkembang telah lama sejak zaman pra sejarah yaitu dengan ditemukannya benda-benda hasil manusia, misalnya kapak yang sudah terbuat dari tembaga, alat-alat untuk memasak, alat-alat untuk persembahan, dan lukisan-lukisan yang tertempel pada dinding gua. Memasuki zaman sejarah, yaitu ketika zaman Hindu dan Buddha, seni mulai berkembang dengan pesat dengan bukti yang terkenal adalah didirikannya tempat-tempat ibadah berupa candi dan isinya berupa patung-patung dan relief-relief yang sangat indah serta menceritakan suatu kehidupan masyarakat pada waktu itu.

Namun, ketika Islam berkembang, seni diarahkan pada hal-hal yang tidak menyerupai sosok benda bergerak seperti patung atau lukisan manusia atau binatang. Perkembangan seni pada zaman Islam, objek seni lebih ditekankan pada objek tumbuhan dan berkembang juga seni dalam menulis bahasa Arab yaitu seni kaligrafi dengan menekankan ornamen-ornamen hias berupa dedaunan atau tumbuh-tumbuhan.

Zaman penjajahan bangsa Barat (Portugis, Belanda, Prancis, dan Inggris), penetrasi kebudayaan Barat yang mulai dirasakan pada abad ke-19 menjadi lebih intensif. Hal ini dirasakan pada bidang kesenian, terutama di kota-kota besar. Pelukis-pelukis terkenal, mulai dari Raden Saleh sampai Affandi dan Hendra, begitu pula perkembangan seni drama, seni pahat, keramik, seni bangunan, musik dan tari, memperlihatkan pengaruh kebudayaan kota yang telah tersentuh dengan kebudayaan Barat. Kesenian desa di Bali pun (seperti Ubud) telah mendapat dorongan dari seniman-seniman barat seperti Walter Spies dan Rudolf Bonnet. Karya-karya seni yang dihasilkan memperlihatkan ciri-ciri khas Indonesia namun masih ada pengaruh kebudayaan Barat, misalnya dalam lukisan Raden Saleh atau Affandi, Komedi Stambul (Opera Dardanella), drama Rendra, maupun dalam musik kroncong atau lagu seriosa modern.


Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 2/11/2016

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Pengertian Seni yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top