Mekanisme Obat Antidiare

Mekanisme Obat Antidiare - Kalau berbicara tentang diare, pasti ada diantara para pembaca pernah mengaminya. Diare sangat mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Gejala diare harus dihindari. Gejala diare diakibatkan karena meningkatnya berat feses kita (>200 mg/hari)  yang dapat dihubungkan dengan meningkatnya cairan, frekuensi BAB, tidak enak  pada perinal, dan rasa terdesak untuk BAB dengan atau tanpa inkontinensia fekal

Mekanisme Obat Antidiare


Diare sering terjadi di Indonesia. Hampir seluruh masyarakat Indonesia pernah mengalami diare. Masyarakat Indonesia sering menganggap diare terjadi karena memakan makanan yang pedas, asam atau bersantan secara berlebihan. Diare yang berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi hingga kematian. Kehilangan cairan atau elektrolit (ion Na+ dan K+) pada diare yang parah menyebabkan penderita mengalami dehidrasi. Dehidrasi inilah yang dapat menyebabkan kematian pada kasus diare. Diare dapat dijadikan indikasi bahwa sanitasi lingkungan penderita buruk. 

Ada banyak obat untuk mencegah atau menanggulangi penyakit ini. Ada beberapa penggolongan dari Obat diare yaitu:
  • Kemoterapeutika
Walaupun pada umumnya obat tidak digunakan pada diare, ada beberapa pengecualian dimana obat antimikroba diperlukan pada diare yag disebabkan oleh infeksi beberapa bakteri dan protozoa. Pemberian antimikroba dapat mengurangi parah dan lamanya diare dan mungkin mempercepat pengeluaran toksin. Kemoterapi digunakan untuk terapi kausal, yaitu memberantas bakteri penyebab diare dengan antibiotika (tetrasiklin, kloramfenikol, dan amoksisilin, sulfonamida, furazolidin, dan kuinolon) (Schanack 1980).

  • Zat penekan peristaltik usus
Obat golongan ini bekerja memperlambat motilitas saluran cerna dengan mempengaruhi otot sirkuler dan longitudinal usus. Contoh: Candu dan alkaloidnya, derivat petidin (definoksilat dan loperamin), dan antikolinergik (atropin dan ekstrak beladona) (Departemen Farmakologi dan Terapi UI 2007).

  •  Adsorbensia
            Adsorben memiliki daya serap yang cukup baik. Khasiat obat ini adalah mengikat atau menyerap toksin bakteri dan hasil-hasil metabolisme serta melapisi permukaan mukosa usus sehingga toksin dan mikroorganisme tidak dapat merusak serta menembus mukosa usus. Obat-obat yang termasuk kedalam golongan ini adalah karbon, musilage, kaolin, pektin, garam-garam bismut, dan garam-garam alumunium ) (Departemen Farmakologi dan Terapi UI, 2007).

Campuran yang seimbang antara glukosa dan elektolit dalam volume yang setara dengan cairan yang hilang dapat mencegah terjadinya diare, WHO merekomendasikan formula atau larutan rehidrasi oral yang ideal ; campuran lain atau obat-obat rumah yang mungkin komposisinya tidak seimbang. Larutan rehidrasi oral untuk pengobatan diare (satuan mmol/l, kecuali dalam kurung dalam gram/l.

Farmakoterapi diare harus dilakukan pada pasien yang menunjukkan gejala diare yang signifikan dan terus menerus (persisten).Obat antidiare nonspesifik biasanya tidak mengacu pada patofisiologi penyebab diare ; prinsip pengobatan ini hanya menghilangkan gejala pada kasus diare akut yang ringan.
Obat-obat ini kebanyakan bekerja menurunkan motilitas usus dan sedapat mungkin tidak boleh diberikan pada diare yang disebabkan mikroorganisme. Pada kasus ini obat tersebut dapat menutupi gambaran klinis, menunda mikroorganisme dibersihkan, dan meningkatkan risiko infeksi oleh mikroorganisme dan komplikasi seperti megakolon toksik (dilatasi kolon akut disertai kolitis amebik atau ulseratif).
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 4/25/2015

Ditulis Oleh : Budianto SPd ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Mekanisme Obat Antidiare yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top