Makromolekul pada Makhluk Hidup

Makromolekul pada Makhluk Hidup - Makromolekul atau molekul besar memiliki berat molekul berkisar seribu bahkan ratusan ribu. Molekul ini disusun molekul􀍲molekul kecil yang saling bergabung membentuk struktur yang sangat besar, dan sifat􀍲sifatnya berbeda dengan molekul􀍲molekul penyusunnya. Banyak senyawa yang dihasilkan dari proses metabolisme mahluk hidup, berupa makromolekul baik yang berbentuk polimer ataupun molekul besar yang memiliki struktur molekul yang kompleks. Molekul yang terdapat dalam makhluk hidup seringa juga disebut dengan Biomolekul.

Makromolekul makhluk hidup

Biomolekul merupakan senyawa yang tersusun dari atom karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur dan posfor. Unit terkecil dari organisme hidup adalah sel dimana di dalamnya terdapat biomolekul seperti: air, karbohidrat, protein, lipida dan asam nukleat serta deoksiribosa dan ribosa asam nukleat. 

14.2. Air
Air merupakan senyawa yang paling melimpah di muka bumi memiliki rumus kimia H2O. Sebuah molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen, 
Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar yaitu 1 atm dan 0 °C. Air merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam􀍲garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik. Air merupakan molekul yang spesifik, untuk molekul yang sejenis atau atom disekitar atom oksigen, seperti nitrogen, flor, dan Posfor, sulfur dan klor, jika berikatan dengan hidrogen membentuk senyawa dalam bentuk gas. Hidrogen berikatan dengan oksigen membentuk air dalam fasa cair, karena oksigen lebih bersifat elektronegatif daripada elemen􀍲elemen lain tersebut (kecuali flor).
Atom oksigen menarik elektron􀍲elektron ikatan jauh lebih kuat dari pada yang dilakukan oleh atom hidrogen, sehingga kedua atom hidrogen bermuatan parsial positif (􀊍+) dan atom oksigen bermuatan parsial negatif (􀊍􀍲). Adanya muatan pada tiap􀍲tiap atom tersebut membuat molekul air memiliki momen dipol.

Gaya tarik menarik listrik antar molekul air ditimbulkan oleh dipol, hal membuat masing masing molekul saling berdekatan, dan sulit untuk dipisahkan. Gaya tarik menarik ini disebut sebagai ikatan hidrogen. Dalam ilmu fisika gaya tarik antar molekul sejenis
dikatakan sebagai kohesi. Sedangkan adhesi gaya tarik menarik antar molekul yang berbeda jenisnya.
Adanya kohesi juga menyebabkan tegangan permukaan air cukup besar. Hal ini dapat diamati jika kita meneteskan air pada permukaan yang tak dapat terbasahi atau terlarutkan, maka air tersebut akan berkumpul sebagai sebuah tetesan. Hal yang sama juga bisa kita amati bagaimana air di atas daun talas.
Pada kasus lain terjadi gaya adhesi yang sama kuatnya dengan gaya kohesinya.
Hal ini dapat kita amati, jika kita letakkan air pada permukaan gelas yang amat bersih atau bepermukaan amat halus air dapat membentuk suatu lapisan tipis (thin film).
Dalam sel sel biologi dan organel organel, air bersentuhan dengan membran dan permukaan protein yang bersifat hidrofilik; yaitu, permukaan permukaan yang memiliki ketertarikan kuat terhadap air. Air juga berperan dalam pembentukan ikatan khususnya pada molekul molekul polimer.
Dengan adanya sifat polaritas dan mudah terionisasi, air dapat berinteraksi dan melarutkan banyak senyawa kimia sehingga air sering dikatakan sebagai pelarut universal. Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh kemampuan suatu zat untuk menandingi kekuatan gaya tarik menarik listrik (gaya intermolekul dipol dipol) antara molekul molekul air. Jika suatu zat tidak mampu menandingi gayan tarik menarik antar molekul air, maka molekul molekul tersebut tidak larut dalam air dan tetap sebagai endapan. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Air terionisasi menghasilkan sebuah ion hidrogen (H+) dan sebuah ion hidroksida (OH–), seperti persamaan reaksi di bawah ini.
H2O H+ + OH􀍲
Untuk interaksi dua molekul air dituliskan dalam persamaan:
H2O + H2O H3O+ + OH􀍲
Sedangkan proses melarutkan dengan menggunakan air sebagai pelarut persamaan dituliskan :
NH3 + H2O NH4 + + OH􀍲
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 5/03/2013

Ditulis Oleh : Budhii Yanto ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Makromolekul pada Makhluk Hidup yang ditulis oleh Budhii WeBlog yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Budhii WeBlog

0 komentar:

Poskan Komentar

Back to top